
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Kerajaan Wan.
Raja Wan, Raja Xie, Putra Mahkota To Mu berdiskusi di ruang pertemuan bersama para perdana mentri. Xiu Juan hanya duduk diam di taman sekitaran istana di temani ke-4 saudari Reyhan.
Putri Mahkota Lin Wei dan adik ke-3 adik perempuannya mencoba menghibur dan menenangkan Xiu Juan agar tidak bersedih. Sebenarnya Lin Wei, Jing Mi, An Niu, dan Zhu Niu juga merasakan sedih.
Ditambah mereka tak percaya setelah mendengar kalau saudara mereka, Jian Heeng telah kembali dalam sosok iblis. Ke-4 Putri Raja Wan ingin sekali pergi dan membantu Reyhan. Tapi Raja Wan melarangnya.
Raja Wan telah mengirim surat pemberitahuan ke-5 Kerajaan lainnya menggunakan ke-5 burung elangnya yang sudah terlatih. Jadi 5 burung elang akan mengirim surat-suratnya ke tempat tujuannya. Dan saat ini mereka semua hanya menunggu balannya.
Hari sudah akan mendekati sore. Raja Wan dan lainnya telah selesai berdiskusi. Saat akan keluar dari ruangan itu, tiba-tiba ada salah satu prajurit berlarian ke arah mereka. Pengawal itu berlutut dan mengucapkan salam.
Prajurit itu memberitahukan bahwa ada di wilayah terbuka telah terjadi kekacauan. Raja Wan dan Raja Xie terkejut mendengarnya. Mereka menduga-duga kalau sang iblis, Jian Heeng mungkin telah berada di wilayah Kerajaan Wan.
Lalu kemana Reyhan ? Itulah pertanyaan di piikiran Raja Wan, Raja Xie, Putra Mahkota To Mu. Karena saat Raja Xie dan rombongannya dipindahkan menggunakan sihir perpindahan tempat, Reyhan tengah menahan Jian Heeng.
Tapi prajurit itu juga mengatakan bahwa kekacauan itu ditimbulkan oleh pertarungan Reyhan dengan Jian Heeng. Sebenarnya pengawal itu adalah salah satu pengawal utusan Raja Wan dan ditugaskan untuk berjaga-jaga di wilayah terbuka. Agar bisa memantau lingkungan di tempat itu.
Raja Xie dan lainnya terkejut mendengar jika Reyhan dan Jian Heeng telah sampai di kawasan Kerajaan Wan. Hanya Raja Wan yang tidak terkejut, menurutnya wajar karena di Negara Barat, wilayah terbuka yang luas hanya ada dekat kawasan Kerajaan miliknya.
Tak ingin berlama-lama, ia segera keluar dari ruangannya dan diikuti oleh Raja Xie dan Putra Mahkota To Mu. Mereka ber-3 berniat untuk datang ke wilayah terbuka, untuk membantu Reyhan. Sebelum pergi Raja Wan memerintahkan beberapa pengawalnya untuk ikut dan beberapa pengawal lainnya untuk memperketat tertahanan dan keamanan wilayah Kerajaan.
Raja Wan, Raja Xie, Putra Mahkota To Mu pun berangkat dengan kuda-kuda mereka. Dan diikuti beberapa pengawal ikut di belakang mereka. Tanpa disadari, dari belakang ada 5 gadis yang sedang berlari dan melompat dari pohon ke pohon.
Xiu Juan, Putri Mahkota Putri Lin Wei, An Niu, Putri Zhu Niu, dan Putri Jing Mi mengikuti rombongan Raja dan lainnya. Karena, sebelumnya Xiu Juan berniat menemui Raja Xie, lalu tanpa sengaja ia mendengar semua pembicaraan mereka. Saat akan pergi, ternyata Ke-4 Putri Raja Wan pun mencegahnya untuk ikut.
.
.
.
__ADS_1
"Aku harap dia tidak kenapa-kenapa." ucap Xiu Juan di tengah-tengah ia berlari.
"Aku yakin, adikku pasti baik-baik saja." balas Lin Wei yang berlari di samping kanan Xiu Juan.
"Benar kakak Rey Hann yang terhebat." ucap Zhu Niu yang berlari di belakang Xiu Juan dan Lin Wei.
"Kau benar adik, ayo kita percepat perjalanannnya." jawab Lin Wei.
Mereka ber-5 mempercepat gerakannya agar sampai ke tempat dimana Reyhan yang tengah bertarung dengan Jian Heeng.
.
.
.
.....
"Kekuatanmu telah kuhilangkan..... Hahahahaha." ucap Jian Heeng sambil tertawa.
Tangan Jian Heeng masih mencengkram wajah Reyhan. Dengan kekuatan kegelapannya, ia bisa menghapus kekuatan musuh. Sebenarnya ia juga bisa menyerap atau mencuri kekuatan musuhnya. Hanya saja ia tak tertarik kekuatan yang dimiliki oleh Reyhan.
.
.
Reyhan terbaring di permukaan tanah setelah Jian Heeng berhasil menghapuskan kekuatannya. Jian Heeng menedang tubuh Reyhan hingga terpental jauh, dan berguling-guling di tanah.
"Hahahahaha, sungguh terlihat sangat menyedihkan." Jian Heeng tertawa melihat kondisi Reyhan yabg sudah tak bisa bangkit lagi. Sudah terlihat jelas Reyhan sudah kalah oleh tangannya.
Dari kejauhan, Jiazhen Kai yang berhasil berdiri dari jatuhnya, ia segera berlari kecepatan kilatnya menghampiri Reyhan dan Jian Heeng.
Jiazhen Kai berhasil memukul wajah Jian Heeng hingga mundur beberala langkah. Dengan gerakan cepatnya, Jiazhen Kai melayangkan kakinya untuk menendang Jian Heeng.
BUGH !!
Tendangannya berhasil mengenai hingga Jian Heeng terpental jauh. Jiazhen Kai menghampiri Reyhan yang sudah kelihangan kesadarannya. Terlihat sungguh manusia tak berdaya.
__ADS_1
Jiazhen Kai berlutut dan ia mecoba memeriksa denyut nadi Reyhan. "Masih bernafas."
"Kau cukuplah tidur disini, aku yang akan membereskannya iblis ini." guman Jiazhen Kai.
Putra Mahkota Jiazhen Kai berlari kilat ke arah Jian Heeng yang baru saja terbangun. Setelah jarak yang menurutnya cukup, Jiazhen Kai melompat dan langsung mengarahkan kakinya untuk menendang Jian Heeng dengan tendangan Petirnya.
Jian Heeng bisa menghindarinya, dengan tanganya yang masih menggenggam pedangnya, ia mengayunkan pedangnya ke Jiazhen Kai. Jiazhen Kai reflek menghindari serangan itu.
.
.
.
.....
Waktu terus berjalan, hingga hari sore hari dan akan mendekati malam hari. Jiazhen Kai dan lawamnnya masih terus-terusan bertarung dengan Jian Heeng. Tak henti-hentinya ia mengayunkan pedangnya. Sesekali ia mencoba melepas tendangan Petirnya.
Tapi selalu saja, itu tak ada apa-apanya bagi Jian Heeng. Jiazhen Kai sendirian bertarung melawan Jian Heeng, karena kondisi Reyhan sudah kehilangan kesadarannya. Jiazhen Kai terius menyerang dengan pedangnya serta serangan fisilnya ke Jian Heeng.
Ditengah-tengah pertarungannya, Jian Heeng terus tersenyum setelah ia berhasil membuat Reyhan tak berdaya. Meski begitu, itu tak membuatnya puas, karena ia masih belum berhasil membunuh Reyhan oleh tangannya sendiri.
"Putra Mahkota Kai, bergabunglah denganku." tawar Jian Heeng yang saat ini masih berdiri tegak.
Disisi Jiazhen Kai, ia yang sedang berlutut sambil mengatur nafasnya. Staminanya benar-benar terkuras sia-sia, pasalnya ia terus-terusan menggunakan serangan tendangan Petirnya. Tapi serangannya selalu tak berarti apa-apa bagi Jian Heeng.
"Aku tak tertarik." jawab Jiazhen Kai.
"Jika kita bersama-sama menguasai dunia, kau bisa menambah banyak koleksi wanitamu." ucap Jian Heeng tersenyum mengejek.
Jiazhen Kai tersenyum sinis. "Bagiku memiliki 4 selir pun sudah puas bagiku."
"Kau akan menyesal menolak tawaranku." ucap Jian Heeng.
"Aku lebih baik menolak tawaran dari sosok iblis yang menjijikan." balas Jiazhen Kai
"Hahahahaha.."
__ADS_1
Jian Heeng tertawa mendengar ucap Jiazhen Kai telah menolak tawarannya. Sebenarnya Jian Heeng tidak sungguh-sungguh mengatakannya. Melainkan ia ingin memanfaatkan kekuatan musuhnya untuk menguasai dunia.