
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Raja Xie, Permaisuri Xie, Putra Mahkota To Mu, Putri Mahkota Xiu Juan, dan beberapa pengawalnya telah berpindah tempat dari Kerajaannya ke Kerajaan Wan. Kini mereka semua telah berada di depan istana. Raja Xie, dan rombongannya segera masuk ke dalam istana Kerajaan Wan.
Mereka disambut para pengawal istana. Raja Xie bertanya kepada pengawal istana dimana keberadaan Raja Wan. Pengawal itu memberi tau Raja Wan sedang berada di ruangannya bersama para perdana mentrinya. Ia pun segera membawa rombongannya ke ruangan Raja Wan.
Setelah masuk, terlihat Raja Wan dan sedang berdiskusi dengan para perdana mentrinya. Raja Wan menoleh kepalanya melihat Raja Xie beserta rombongannya telah berada di ruangannya. "Ada apa sahabatku ? Kau terlihat panik. Dan kenapa kau juga membawa keluargamu ?"
"Maaf atas kelancangan ini sahabatku, aku langsung datang tanpa memberitahumu." jawab Raja Xie.
"Tidak masalah." balas Raja Wan sambil tersenyum, lalu mempersilahkan Raja serta keluarganya untuk duduk.
"Apa kedatangan kami mengganggu waktumu ?" tanya Raja Xie setelah melihat Raja Wan telah duduk di hadapannya.
"Tidak sahabatku, aku dan para mentriku sedang berdiskusi untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan Kerajaan sesuai tentang apa yang kita diskusikan beberapa saat yang lalu" jawab Raja Wan menjelaskan.
"Ada apa sahabatku ? Bukankah beberapa saat yang lalu..., kita telah bertemu saat mengadakan pertemuan di Kerajaanmu ?" lanjutnya Raja Wan bertanya.
"Kerajaanku telah diserang." jawab Raja Xie, seketika Raja Wan dan para perdana mentrinya terkejut mendengarnya.
"Sang iblis telah datang bebuat kekacauan di Kerajaanku." lanjutnya.
"Putra Mahkota Rey Hann telah menyelamatkan kami dan mengirimkan kami kesini." bukan Raja Xie yang berbicara, Putra Mahkota To Mu 'lah yang berbicara.
Raja Wan terkejut kembali. "Lalu dimana Putraku ?"
"Dia menahan iblis itu saat menyelamatkan kami." jawab Putra Mahkota To Mu.
"Jadi dia masih berada disana ?" tanya Raja Wan.
Raja Xie mengangguk kepalanya. "Benar."
"Kau takkan percaya, siapa iblis ini, kau pasti sangat mengenalnya." ucap Raja Xie lagi.
__ADS_1
"Siapa ?" tanya Raja Wan, dan para perdana mentri penasaran.
"Dia 'lah putramu, Jian Heeng, dia telah memiliki Kekuatan sang iblis." jawab Raja Xie.
Semua orang-orang Kerajaan Wan terkejut mendengar. Bahkan Raja Wan pun tak percaya. "Tidak mungkin."
"Benar, hamba melihatnya dengan kedua mata hamba sendiri." balas Putra Mahkota To Mu.
"Yang Mulia Raja Wan, yang dikatakan Raja kami dan Putra Mahkota To Mu benar, karena kami juga melihatnya." ucap salah satu pengawal Kerajaan Xie.
Raja Wan memijat dahinya. Ia masih tak percaya jika putra keduanya bisa memiliki Kekuatan sang iblis kuno tersebut. Lalu Raja Wan teringat kembali saat dimana ia melihat Jian Heeng mencoba membunuh Putrinya, Jing Mi, dan akhirnya Xiu Juan 'lah yang hampir terbunuh.
Setelah itu Jian Heeng melarikan diri, dan tak pernah terlihat lagi. Hingga akhirnya Raja Wan sendirilah yang menghapus gelar Pangeran dan menge-cap Jian Heeng sebagai buronan. Tak pernah diketahui keberadaannya. Dan sekarang Jian Heeng telah kembali dengan sosok yang memiliki Kekuatan sang iblis.
"Baiklah, aku akan mengirim berita ini ke-5 Kerajaan lainnya." ucap Raja Wan.
Raja Wan memerintahkan salah satu pengawalnya yang ada di ruangan itu untuk mengiri pesan burung kepada ke-5 Raja lainnya. Lalu ia memanggil beberapa pelayannya untuk mempersiapkan 3 ruangan yang nyaman untuk Raja Xie, dan keluarganya.
"Sahabatku, kau pergilah istirahat, aku telah menyuruh pelayan untuk menyiapkan tempat yang nyaman untukmu dan Keluargamu. Kalian akan aman disini." ucap Raja Wan.
"Terimakasih sahabatku, maaf aku telah merepotkanmu." balas Raja Xie.
Raja Xie mengangguk kepalanya. "Ya, sekali lagi, aku dan mewakili keluargaku berterima kasih padamu."
Akhirnya Raja Xie dan Keluarganya menetap di Kerajaan Wan sementara hingga kekacauan di Kerajaannya selesai karena ulah sang iblis.
Xiu Juan hanya bisa berdiam sambil meneteskan air matanya. Permaisuri Xie yang duduk di samping Putrinya, ia hanya bisa menenangkan dan mengelus lembut pundak Putrinya.
.
.
.
.....
Disisi Lain.
__ADS_1
Reyhan dan Jian Heeng masih bertarung sengit. Tak ada yang saling mengalah. Mereka berdua bertarung di wilayah terbuka, dan tempat itu masih masuk kawasan Kerajaan Wan. Dengan sihir perpindahan tempat, Reyhan memindahkan Jian Heeng dan dirinya dari Kerajaan Xie ke tempat wilayah terbuka.
Memang wilayah terbuka itu masih masuk kawasan Kerajaan ayahnya. Sebenarnya Reyhan sengaja mengirim ke wilayah itu, karena selama ia berkeliling Negara Barat, hanya wilayah itu yang paling luas di Negaranya.
.
.
.
Tiang !!
Reyhan dan Jian Heeng masih terus bertarung. Gerakan ayunan pedang Jian Heeng semakin menggila. Reyhan masih bisa menangkisnya. Bersamaan Reyhan mengeluarkan cahaya-cahaya portalnya, dan meluncurkan pedang-pedangnya ke arah Jian Heeng.
Anehnya Jian Heeng bisa menghindari semua serang-serangan yang datang ke arahnya. Dengan mudahnya ia menangkisnya dengan pedangnya. Reyhan menyembur Api biru dari cahaya portal barunya ke arah Jian Heeng. Dan disisi Jian Heeng, ia menyemburkan Api hitamnya ke arah Reyhan.
Api biru Reyhan dan Api hitam Jian Heeng, saling bersemburan kemana-kemana. Jian Heeng berhenti menyemburkan Api hitamnya. Kesempatan ! Reyhan mempercepat putaran cahaya portal barunya agar seburan Api birunya yang keluar lebih kuat lagi. Jian Heeng malah berlari ke arah Api birunya Reyhan.
Reyhan berfikir, Jian Heeng telah terbakar. Tiba-tiba Jian Heeng muncul tepat di depannya.
BUGH !!
.
.
Reyhan terpental jauh ke belakang setelah tububnya menerima tendangan Jian Heeng kepadanya
Reyhan terlihat tergeletak di tanah. Ia mencoba memaksa tubuhnya untuk bangun. Tubuhnya seperti terasa berat, ia tak bisa menggunakan regenerasinya karena staminanya sudah terkuras banyak. Dengan paksaan Reyhan pun terbangun. Ia mencoba berdiri.
Saat akan menegakkan tubuhnya setelah bangun dari jatuhnya, tiba-tiba Jian Heeng sudah muncul di hadapannya. Dan ia langsung memukul tubuh Reyhan hingga terdorong jauh lagi ke ke belakang. Hingga tergelusur di tanah dan berguling-guling, Reyan masih bisa menahan itu.
Reyhan mencoba bangun lagi, tiba-tiba ia berbatuk darah dari mulutnya, dan lubang hidungnya pun juga mengeluarkan darah hingga ia kembali terjatuh dan berlutut. Reyhan mengatur nafasnya, lalu ia memenjamkan kedua matanya.
"Apakah ini akhir di kehidupan keduaku ? Jika memang benar, aku tak masalah. Karena aku sudah lelah, aku ingin segera istirahat dengan tenang." batin Reyhan, lalu ia membuka kembali kedua matanya dan menatap datar ke arah Jian Heeng.
Disisi Jian Heeng, ia tersenyum menyeringai melihat saudara laki-lakinya yang terlihat sudah pasrah. "Apa hanya segini kemampuanmu, saudaraku ? Seharusnya dari awal aku yang menjadi Putra Mahkota, bukan kau..!! Kau yang terlahir lemah seharusnya aku yang menjadi Putra Mahkota......, hahaha tapi sekarang aku sudah tak tertarik."
__ADS_1
Reyhan masih berlutut, ia tersenyum sinis dan mengeleng-gelengkan kepalanya, lalu menatap dingin ke arah Jian Heeng. "Kau terlalu banyak bicara."