
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
"Padahal pertemuan itu setahun yang lalu. Tapi kenapa dia bisa tau bahwa aku adalah Putri Mahkota ?" Putri Mahkota Xiu Juan bertanya pada dirinya sendiri dengan nada kecil, agar para pengunjung tidak mendengar suaranya bahwa dirinya adalah Putri Mahkota Xie dan ia juga terlihat seperti sedang frustasi, karena Kerajaan ayahnya akan berperang dengan Kerajaan Kai.
"Itulah kesalahanmu, karena kau ceroboh, terlalu menikmati petualanganmu, dan akhirnya kau pertemu pria idamanmu." balas Reyhan tersenyum tipis hampir tak terlihat.
"Iya aku akui, aku melakukan kesalahan." jawab Putri Mahkota Xiu Juan.
"Tunggu !! Dia bukan pria idamanku !!" lanjutnya.
"Bukankah di semua Kerajaan memiliki Selir itu adalah hal yang wajar ?" tanya Reyhan.
"Itu benar, tapi aku tak suka berbagi. Kau tau Ayahku hanya memiliki Permaisuri, ibundaku, ia tak memiliki Selir demi cintanya kepada ibundaku. Itulah alasaku karena aku menolak lamaran Putra Mahkota Kai, aku tak ingin jika suatu saat nanti suamiku cintanya terbagi, kau tau maksudku." jawab Putri Mahkota Xiu Juan.
"Tapi jika Putra Mahkota Kerajaan Kai hanya memilihmu untuk menjadi Permaisuri satu-satunya, dan tak mengambil Selir, apa kau mau dengannya ?" tanya Reyhan lagi.
"Tetap saja aku menolaknya. Aku tak suka." jawab Putri Mahkota Xiu Juan tegas.
"Kenapa ?" sahut Reyhan bertanya.
"Entahlah, aku bingung sekarang," jawab Putri Mahkota Xiu Juan.
"Bagaimana rasanya, enak kah ?" lanjutnya bertanya, seakan ia mengalihkan pembicaraan.
Reyhan mengangguk kepalanya. "Enak sekali, Terimakasih telah menemaniku."
"Tak masalah karena kau adalah temanku." balas Putri Mahkota Xiu Juan.
Sesak, dikatai 'kau adalah temanku' olehnya, tapi tak hanya Reyhan yang merasakan itu. Disisi Putri Mahkota Xiu Juan juga dadanya sesak setelah ia sendiri yang mengucapkannya.
"Kenapa aku merasakan rasa sesak ini ? Hanya karena gadis kecil ini menganggapku teman. Ayolah Rey, dirimu yang sebenarnya adalah pria yang sudah berumur berkepala 4, dan duda, buat apa kau tertarik dengan daun muda." batin Reyhan pada dirinya sendiri.
Disisi Putri Mahkota Xiu Juan. "Kenapa tiba-tiba perasaanku tak karuan begini, padahal aku sendiri yang menganggapnya teman." batin dirinya.
Dalam diam mereka, tiba-tiba sepasang telinga mereka berdua mendengar suara para pengunjung di rumah makan itu sedang membicarakan Kerajaan Kai.
"Bukankah Kerajaan Kai salah satu Kerajaan yang terkuat di Negara Barat."
__ADS_1
"Tapi pernah kudengar, Kerajaan Kai bukan hanya Kerajaan terkuat di Negara Barat, tapi Kerajaan terkuat di Benua."
"Terkuat di Benua ? Jangan asal kau mengarang cerita kau !!"
"Benar, ini bukan karangan cerita, apa kalian pernah mendengar cerita pada puluhan tahun yang lalu di Negara Tengah memiliki 10 Kerajaan."
"Benar, aku pernah mendengar cerita itu, dan sekarang di Negara Tengah sudah tidak 10 lagi, sekarang ada 9 Kerajaan."
"Apa kau tau kenapa sekarang bisa ada 9 Kerajaan ?"
"Aku sudah menduganya, Kerajaan Kai 'lah yang telah menghancurkan Kerajaan tersebut sehingga sekarang menjadi 9."
"Dan aku juga pernah mendengar, di Negara Utara juga ada 2 Kerajaan yang telah di hancurkan oleh Kerajaan Kai."
"Kau juga mendengar cerita itu ? Ternyata tak hanya aku saja yang mengetahui cerita legenda itu."
"Bisa bahaya jika kita masih berada di Kerajaan ini, Kerena berita Kerajaan Kai akan perang dengan Kerajaan ini."
"Kenapa Kerajaan Kai ingin perang dengan Kerajaan ini ?"
"Berita yang kudengar, Putri Mahkota Xie menolak lamaran Putra Mahkota dari Kerajaan Kai."
"Kenapa Putri Mahkota Xiu menolak lamaran Putra Mahkota Kai ?"
"Kau tau, dari dulu, jika menolak segara ucapan Raja atau Putra Mahkota Kerajaan Kai, sama saja itu penghinaan."
"Aku tak bisa membayangkan jika Kerajaan ini dihancurkan oleh Kerajaan Kai nantinya."
"Dan 5 hari lagi Kerajaan Kai dan Kerajaan ini akan berperang."
"Kita harus mengungsi sebelum perang terjadi."
"Andai saja Putri Mahkota Xie tidak menolak lamaran Putra Mahkota Kai, maka tidak akan seperti ini."
Itulah topik pembicaraan mereka, Putri Mahkota Xiu Juan hanya menunduk kepalanya. Hari sudah sore, Reyhan segera pergi dari tempat makan itu setelah meninggalkan beberapa koin emas untuk membayar makanannya dan makanan Putri Mahkota Xiu Juan. Melihat Reyhan yang telah meninggalkannya di tempat, Putri Mahkota Xiu Juan menyusulnya.
.....
"Kau akan kemana ?" tanya Putri Mahkota Xiu Juan yang kini telah berada di samping Reyhan berjalan setelah ia mengejarnya.
"Ke perbatasan." jawab Reyhan singkat.
__ADS_1
"Perbatasan ?"
"Untuk apa ?" lanjutnya Putri Mahkota Xiu Juan bertanya.
"Bukankah kau sudah tau, 5 hari lagi akan terjadi perang Kerajaan ayahmu ini dengan Kerajaan Kai." ucap Reyhan tanpa menoleh kepada dan terus berjalan.
"Iya, aku tau, tapi buat kau pergi ke perbatasan ?" jawab Putri Mahkota Xiu Juan.
"Karena aku nantinya akan membantu ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat untuk mengahadapi Kerajaan Kai." jawab Reyhan.
Putri Mahkota Xiu Juan terbelalak mendengarnya. "6 Raja Kerajaan pun ikut membantu Kerajaan Ayahku ?"
"Ya, karena Kerajaan Kai bukanlah Kerajaan seperti Kerajaan-Kerajaan Negara kita, seperti yang kita dengar tadi." jawab Reyhan.
"Tapi perang masih tinggal 5 hari lagi, dan untuk apa kau ke perbatasan sekarang ?" sahut Putri Mahkota Xiu Juan bertanya.
"Aku akan membuat tanda disana." jawab Reyhan.
"Tanda ? Tanda apa maksudmu ?" Putri Mahkota Xiu Juan bertanya lagi, karena ia tak paham jawaban Reyhan.
Seketika Putri Mahkota Xiu Juan tersadar sesuatu.
"Sebenarnya siapa kau Reyhan ? Kenapa kau juga turun tangan membantu Kerajaan Ayahku ?" tanya Putri Mahkota Xiu Juan manatap Reyhan.
"Gadis kecil ini banyak tanyanya." batin Reyhan gemas, tak mungkin ia memberitahukan tentang siapa dirinya adalah Putra Mahkota Rey Hann Wan yang dulu pernah akan dijodohkan untuk Putri Mahkota Xiu Juan Xie.
Reyhan berhenti langkah kakinya. Lalu ia mengeluarkan cahaya portalnya di samping Putri Mahkota Xiu Juan. Tanpa basa-basi Reyhan langsung mendorong tubuh Putri Mahkota Xiu Juan ke arah cahaya portalnya. Putri Mahkota Xiu Juan terkejut, tubuhnya tiba-tiba di dorong dan masuk kedalam cahaya portal.
Seketika ia keluar dari cahaya portal dan tubuhnya terjatuh ke permukaan yang empuk. Putri Mahkota Xiu Juan terbelalak ternyata tubuhnya terjatuh di kasurnya, tepatnya, ia berada didalam kamar KeKediamannya. Putri Mahkota Xiu masih terkejut apa yang dialaminya barusan.
"REYHAN !!!!" teriaknya karena kesal, ternyata ia dikirim pulang ke kediamannya oleh kekuatan laki-laki yang bernama Reyhan itu.
Lalu ia mengatur nafasnya. "Dari mana ia punya sihir semacam perpindahan tempat." batinnya.
.....
Disisi Lain, ruangan pertemuan di Kerajaan Xie. Xie. Ke-7 Raja hanya diam dan duduk di kursi mereka. Mata mereka hanya menatap pedang mereka masing-masing, pedang pemberian Reyhan beberapa lama yang lalu.
Suasana hening diruangan itu. Sudah lama tak ada membahasan atau pembicaraan dan semacamnya semenjak Reyhan pergi keluar.
Krik.. Krik..
__ADS_1
"Apa yang kita lakukan sekarang ?" tanya Raja Shin memecahkan keheningan.
"Bukankah rapat pertemuan kita telah selesai ?" lanjutnya.