
"Ayah maafkan hamba,"
"hamba tidak bermaksud mencelakai Kakak Mahkota." ucap Pangeran Jian Heeng pura-pura bersalah.
"Hamba hanya terpaksa melakukannya, karena Kakak Mahkota terlalu serius menyerang hamba. Sehingga dengan terpaksa hamba kelepasan, karena hamba tidak ingin berakhir karena masalah kecil." ucap Pangeran Jian Heeng panjang lebar.
Mendengar penjelasan Pangeran Jian Heeng, Raja tersenyum.
"Tak perlu minta maaf putraku. Ini semua salah ayah yang telah gagal mendidik kalian." jawab Raja Wan.
Pikiran Pangeran Jian Heeng terkejut, karena prediksinya tidak sesuai keinginannya. Ia mengira Raja Wan akan memihaknya dan menyalahkan Reyhan. Tapi, ternyata respon Raja Wan memihak dirinya dan Reyhan. Bahkan Raja Wan menyalahkan dirinya.
"Ayah gagal menjadi peran ayah yang baik untuk kalian. Andai saja dari awal ayah memperlakukan adil, kejadian ini tidak akan terjadi." lanjutnya.
"Sial... ini tidak sesuai keinginanku." batin Pangeran Jian Heeng.
Raja Wan menoleh kepalanya melihat Rwyhan yang masih diam ditempatnya. "Putraku, kenapa kau masih disana ?"
Dengan terpaksa Reyhan berjalan mendekati Raja Wan dan Pangeran Jian Heeng. Ia terpkasa mendekati mereka berdua, ia hanya ingin menghargai pemilik tubuh yang ia tempati.
Bagaimanapun Raja Wan adalah ayah dari pemilik tubuhnya. Darah Raja Wan juga mengalir di dalam tubuh yang ia tempati. Mau tak mau ia harus menerima itu.
Sambil berjalan, disisi kanan tubuh Reyhan muncul 1 cahaya portalnya, lalu tangan kanannya masuk kedalamnya. Raja Wan terkejut dan berkeringat dingin, tapi ia pasrah jika Reyhan berniat membunuhnya.
Raja Wan menerima hukuman jika mati di tangan Reyhan, jika kesalahan-kesalahannya bisa diampuni oleh putra pertamanya. Pangeran Jian Heeng segera mengambil posisi di depan tubuh Raja Wan, seolah ia sedang melindunginya.
Tapi, pikiran mereka salah. Awalnya mereka mengira Reyhan mengambil senjata di dalam cahaya portalnya. Ternyata yang Reyhan ambil bukanlah senjata, melainkan ia mengabil sebuah kain dengan warna hitam. Setelah berhadapan di depan Raja Wan dan Pangeran Jian Heeng. Reyhan menatap ke arah Pangeran Jian Heeng.
"Pakailah jubah ini ! Pakaianmu berantakan, kau akan malu jika rakyat Kerajaan melihat penampilanmu saat pulang nanti." kata Reyhan sambil memberi jubah hitamnya.
Pangeran Jian Heeng melongo tak percaya, dengan terpaksa ia menerima dan memakainya jubah pemberian dari Reyhan. Raja tersentuh melihat kebaikan Reyhan yang masih peduli dengan saudaranya setelah bertarung.
.
.
Disisi Putra Mahkota KunLi Wong ia segera pergi dari tempat itu. Tapi sebelum pergi, ia tersenyum setelah ia melihat Putri Mahkota Lin Wei yang masih bersembunyi di tempatnya.
Disisi Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya masih diam tak pergi dari persembunyiannya. Mereka tetap diam ditempat, mereka penasaran adegan apa setelah pertarungan yang mereka lihat.
__ADS_1
.
.
"Baiklah..., ayo kita kembali ke istana." ajak Raja Wan tersenyum.
"Baik ayah, kita harus kembali, karena besok adalah hari kedua perayaan ulang tahun Putri Mahkota." balas Pangeran Jian Heeng.
"Kalian kembalilah ke istana terlebih dahulu, aku akan menyusul." kata Reyhan datar.
"Ada apa putraku, apa kau tidak ingin kita kembali bersama ?" tanya Raja Wan terlihat sedih.
"Saudaraku, apa kau tidak ingin kembali ke istana hanya karena aku sudah hampir membunuhmu. Jika seperti itu, maafkan aku saudaraku." ucap Pangeran Jian Heeng memasang wajah menyesal.
Reyhan tau apa maksud dibalik wajah Pangeran Jian Heeng. Tapi ia memilih tersenyum mengikuti permainannya. "Tidak perlu minta maaf saudarku. Aku ada urusan tertentu, nanti aku akan menyusul kalian, jika urusanku sudah selesai."
"Urusan apa putraku ?" tanya Raja Wan.
"Ini urusan pribadiku, aku harap tidak ada yang ikut campur." jawab Reyhan dingin.
Raja Wan terkejut mendengar jawaban Reyhan dan sikap dinginnya. Tapi ia memilih menuruti jawaban Reyhan. Sedangkan Pangeran Jian Heeng yang mendengar ucapan Reyhan, ia melihat sekelilingnya.
"Apa kau ingin mengambil sisa-sisa senjata-senjatamu bekas pertarungan kita suadaraku ?" tanya Pangeran Jian Heeng setelah melihat sekeliling bekas pertempurannya, dan terlihat banyak sisa-sisa senjata Reyhan yang berserakan dimana-mana.
"Tenang saja, tanpa bantuan siapapun, senjata-senjataku akan kembali ke asalnya." jawab Reyhan.
Raja Wan dan Pangeran Jian Heeng keheranan mendengar jawaban Reyhan. Lalu tiba-tiba, semua ratusan senjata-senjata milik Reyhan yang berserakan dimana-mana, perlahan melenyap seperti debu/serbuk keemasan.
Semua orang terkejut, yang awalnya melihat ratusan senjata Reyhan berserakan menyebar dimana-mana, kini wilayah itu telah bersih tanpa sisa ada senjata-senjata lagi.
.
.
"Kemana senjata-senjata itu menghilang ?" batin mereka.
"Baiklah, kalian semua kembalilah, aku akan menyusul nanti." ucap Reyhan datar.
Raja Wan dan Pangeran Jian Heeng kembali ke istana, dan diikuti oleh para pengawal dan para mentri. Sedangkan Reyhan masih diam di tempat, melihat Raja Wan dan rombongannya semakin jauh dari wilayah terbuka sisa pertarungannya.
__ADS_1
.
.
Disisi Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya belum pergi dari tempat persembunyiannya.
"Ayah dan Kakak Jian Heeng sudah pergi, tapi kenapa Kakak Rey Hann belum pergi juga ?" tanya Putri Jing Mi melihat Reyhan yang belum pergi dari tempatnya.
"Aku juga tidak tau, tapi yang jelas kita harus tau apa yang akan adik Rey Hann lakukan setelah ini." jawab Putri Mahkota Lin Wei.
Ketiga saudarinya saling menatap, lalu mereka mengangguk kepalanya. Lalu keempat gadis itu kembali melihat Reyhan setelah berdiskusi. Tapi bersamaan mereka kembali melihat ke depan, Reyhan sudah di hadapan mereka.
.
.
DEG
"Kalian sedang apa disini ?" tanya Reyhan dingin.
Mereka berempat terkejut dan hanya diam melihat Reyhan yang tiba-tiba sudah ada di hadapan mereka. Mereka terpesona oleh ketampanan dari penampilan Reyhan yang berubah derastis. Dari model rambut, bertelanjang dada dengan tato garis-garis merah di tubuh six packnya. Dan zirah emas yang hanya dipakai sebagai bagian celananya.
Tapi tiba-tiba mereka berempat teringat kekuatan yang dimiliki Reyhan saat bertarung tadi. Seketika mereka berempat merasa tubuhnya sedikit gemetaran, seperti orang ketakutan.
.
.
Maksud dari Reyhan punya urusan yaitu, Reyhan ingin bertemu dengan keempat saudarinya. Reyhan tau, sebelum ia pergi dari istana untuk bertarung,
Reyhan mengetahui keempat saudarinya mengikutinya dan diam-diam bersembunyi. Dan ia juga penasaran apa tujuan mereka mengikutinya.
.
.
Terlihat sedikit gemetaran pada karena ketakutan yang dirasakan keempat saudari itu.
"Kenapa aku jadi ketakutan begini ?" batin Putri Jing Mi.
__ADS_1
"Astaga apa yang harus kulakukan, kenapa kedua kakakku diam saja ?" batin Putri kembar An Niu dan Zhu Niu bersamaan setelah Putri Mahkota Lin Wei dan Putri Jing Mi.
"Adikku benar-benar terlihat menakutkan." batin Putri Mahkota Lin Wei.