
"Bunuh.., bunuh.., bunuh..,"
Jian Heeng berguman Sambil menatap tajam ke arah Reyhan dengan kedua matanya yang sudab menghitam. Ditambah aura-aura api hitam yang sudah menyelimuti tubuhnya.
Ia berlari dan melompat ke arah Reyhan dengan kecepatan tinggi, dan langsung mengayunkan pedangnya.
Tiang !!
Reyhan menangkisnya, dan ia langsung melancarkan gerakan ayunan kedua pedangnya yang masih menyala.
.
.
.
Tang Ting Tang Ting !!
Mereka berdua terus tak ada henti-hentinya mangadukan pedang mereka. Jian Heeng mulai mengeluarkan Api Hitamnya lagi, dan ia lempar ke Reyhan yang juga mengarahkan serangan Apinya.
DUAR !!
Tejadilah ledakan hebat lagi.
Reyhan dan Jian terus beradu pedang mereka, dan saling menyerang dengan sihir Api mereka masing-masing.
DUAR.. !! DUAR..!!
Terus terjadi ledak-ledakan di wilayah terbuka. Di sisi lain, di Hutan, Raja Wan dan yang lainnya hanya bisa diam terpaku melihat pertarungan saudara. Meski hanya melihat dipersembunyiannya dan jaraknya lumayan jauh, tapi sangat terlihat jelas melihat ledakan besar tersebut.
"Kita tak bisa hanya diam saja !!" ucap Putri Lin Wei.
"Lalu kau mau apa, Putriku ?" tanya Raja Wan.
"Kita harus membantunya !!" jawab Lin Wei.
"Tidak, Putriku !!" balas Raja Wan.
"Jika kita membantu Reyhan, justru kita yang menjadi beban." lanjutnya.
"Benar yang dikatakan beliau, sebaiknya pilihan kita tetap harus bersembunyi, agar serangan-serangan mereka berdua." ucap Putra Mahkota To Mu.
Semua terdiam, yang dikatakan Putra Mahkota To Mu ada benarnya. Tak lama kemudian sudah tidak terjadi ledak-ledakan lagi di wilayah terbuka tersebut. Mereka semua penasaran, apakah pertarungan Reyhan dan Jian Heeng telah berakhir ? Itulah yang ada dipikiran mereka semua.
.
__ADS_1
.
Kembali Ke Sisi Pertarungan.
Reyhan tengah berada diatas tubuh Jian Heeng, dengan ganas tangan kirinya mencekik leher dan tangan kanannya memukul wajah Jian Heeng.
Sebelumnya.
Jian Heeng yang tadinya baru saja melempar sihir Api Hitamnya mengenai Reyhan dan meledak. Tak disangka Reyhan bisa keluat dari ledakak tersebut, dengan regenerasinya, Reyhan bisa keluar tanpa meninggalkan luka. Reyhan keluar sambil membuang kedua pedangnya ke sembarang.
Dengan melompat cepat dari ledakan, Reyhan langsung mengarah tubuhnya ke Jian Heeng. Ia yang berhasil menabrak tubuh Jian Heeng hingga terjatuh di tanah, ia langsung mencelakainya dan memukul wajah Jian Heeng setelah mengambil posisi menduduki tubuh Jian Heeng.
BUGH !! BUGH !! BUGH !!
BUGH !! BUGH !! BUGH !!
Tiada puasnya Reyhan memukul wajah Jian Heeng. Ia tak peduli dengan regenerasi milik Jian Heeng. Kali ini Reyhan yang sudah terbakar emosi. Ia terus memukul wajah Jian Heeng.
Jian Heeng terus menggunakan regenerasi miliknya saat lehernya dicekik dan wajahnya masih terus dipukul oleh Reyhan. Jian Heeng menendang kuat Reyhan hingga menyingkir dari tubuhnya.
Jian Heeng berdiri, kini ia harus menetralkan kesadarannya, karena kesadarannya kembali seperti sebelumnya, seperti akan diambil alih. Reyhan berdiri dan berjalan mendekati Jian Heeng yang sedang berdiri sambil memegang kepalanya.
"Bunuh.., bunuh.., bunuh..,"
Jian Heeng terus berucap kata 'bunuh'. Hasrat memhunuhnya kembali lagi. Ingin sekali membunuh tapi, hanya ada satu orang dihadapannya, itupun kalau ia memang bisa membunuhnya.
Dengan cepat, Reyhan berlari dengan sihir Angin pendorong tubuhnya ke arah hutan untuk menemui Raja Wan, Raja Xie dan yang lainnya. Berhubungan Jian Heeng yang terus berguling-guling di tanah, bukan karena setelah kena serangan Reyhan, melainkan tak bisa menahan hasrat membunuhnya, dan kesadarannya seperti diambil alih oleh kekuatan iblisny.
.
.
"Kalian harus pergi dari sini !!"
Reyhan yang baru sampai di hadapan Raja Wan, Raja Xie dan lainnya, ia langsung memerintahkan semuanya untuk pergi.
"Lalu bagaimana denganmu, adik ?" tanya Putri Mahkota Lin Wei.
"Entahlah, saat ini kemungkinan hanya aku yang bisa menahannya." jawab Reyhan.
"Kakak, kau tak ingin kami membantumu ?" tanya Putri An Niu.
Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku harus mengalahkannya disini."
Lalu Reyhan beralih menatap Xiu Juan yang terlihat kedua matanya terpenjam. "Apa dia tertidur ?"
"Sebenarnya, aku yang telah membuatnya pingsan, karena ia keras kepala ingin membantumu." jawab Putra Mahkota To Mu.
__ADS_1
Reyhan mengangguk-angguk kepalanya, lalu ia beralih menatap Putri Jing Mi. "Apa kau tidak keberatan jika aku membunuh Jian Heeng ?" lanjutnya bertanya ke Putri Jing Mi.
Jing Mi menghela nafasnya. "Aku tidak keberatan. Dia memang saudara kandungku, tapi dari perbuatannya yang telah ia buat, aku tak menyukainya."
Lalu Reyhan beralih melihat ke Raja Wan. "Ayah, apa kau keberatan jika aku membunuh Jian Heeng, putra keduamu ?"
Raja menatap ke arah Reyhan. "Aku Raja dari Kerajaan Wan, memberi izin untuk membunuh Jian Heeng, mantan Pangeran Kerajaan Wan."
Reyhan tersenyum lalu ia melangkahkan mundur ke belakang. Lalu ia merentangkan tangan kanannya ke depan di hadapan semua orang.
Wsst !!
Reyhan menggunakan sihir teleportnya, sehingga Raja Wan, Raja Xie dan yang lainnya telah menghilang dalam sekejap. Reyhan mengirim mereka ke Istana Kerajaan Wan, agar semuanya merasa aman. Karena juga hari sudah malam. Cukup dirinya saja yang harus menetap di tempat untuk mengalahkan iblis bencana.
"Kekuatan baruku sungguh luar biasa, tapi aku tidak boleh bangga karena hal ini, aku harus bisa menggunakan kekuatan baruku sebaik-baik mungkin." guman Reyhan sambil berlari cepat keluar dari hutan dan mendekati Jian Heeng yang masih berguling-guling di tanah.
.
.
"Bunuh.., bunuh.., bunuh..," guman Jian Heeng.
Reyhan yang sudah didekat Jian Heeng dan masih terdengar jelas. "Apa kau sudah tidak waras ?"
"Bunuh.., bunuh.., bunuh..,"
"Kau mau melanjutkan pertarungan kita." balas Reyhan.
"Bunuh.., bunuh.., bunuh..,"
"Sepertinya kau kehabisan obatmu ya ?" tanya Reyhan mengejek.
"Aaggrrhhh !!"
Entah kenapa tiba-tiba Jian Heeng teriak keras.
BUGH !!
Reyhan langsung menendang tubuh Jian Heeng hingga terdorong berguling-guling di tanah.
"Ini tuh sudah malam !! Bisakah kau tidak berteriak, itu membuat pendengaranku sakit !!" ucap Reyhan.
Jian Heeng sudah tidak bersuara, tapi ia kini sedang berusaha bangun, dan ia pun berdiri dengan tatapan tajam ke arah Reyhan. Sedangkan Reyhan hanya memutar bola matanya malas, lalu menatap datar ke arah Jian Heeng.
Reyhan merentangkan Kedua tangannya, seketika kedua pedangnya yang terbang sendiri dari tempatnya ke genggaman Reyhan Jian Heeng berdiri tegak, dan menatap tajam ke arah Reyhan, dan ia langsung menyerang dengan sihir Api Hitamnya.
DUAR !!
__ADS_1
Reyhan masih bisa menghindar. Saat akan siap untuk menyerang balik, ia terbelalak. Jian Heeng sudah tak ada di tempatnya. Ia telah melarikan diri.