Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 36


__ADS_3

Kini Reyhan telah berada di dalam ruang pertemuan di istana Kerajaan Xie. Ia tak sendiri dalam ruangan itu, dirinya tengah duduk di dan berhadapan dengan Raja Xie. Awalnya, sebelum pertemuan, Raja Xie heran atas kedatangan Reyhan di Kerajaannya, lalu ia mengizinkan Reyhan untuk masuk ke istananya. Raja Xie meminta para pengawalnya untuk pergi, karena permintaan Reyhan yang berbicara secara empat mata.


"Tidak kusangka kau datang kemari Putra Mahkota." kata Raja Xie.


Reyhan tidak menjawab, dirinya hanya tersenyum. Raja Xie tersenyum kaku melihat senyuman Reyhan yang misterius, lalu ia berdehem.


"Ehem.., Jadi ada perlu apa kau datang kemari Putra Mahkota Wan ?" tanya Raja Xie memulai pembicaraan.


"Aku hanya ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan baik-baik." jawab Reyhan dingin.


"Permasalahan apa Putra Mahkota Wan ?" tanya Raja Xie.


"Persoalan perjodohan." jawab Reyhan.


Raja Xie tersenyum. "Jadi kau sudah mengetahuinya ?"


Reyhan mengangguk kepalanya. "Raja Wan telah memberitahuku."


"Jadi kau menerima perjodohannya ?" tanya Raja Xie, dalam hatinya penuh harap Reyhan menerima soal perjodohannya.


Reyhan tersenyum, Raja Xie melihat senyuman Reyhan ia sudah bisa menebak kalau Reyhan memerima perjodohannya dengan Putrinya. Suasana hati Raja Xie bahagia, ia bermimpi ingin menjadikan Reyhan sebagai suami putrinya.


Tapi tiba-tiba senyuman Reyhan perlahan memudar. Dan memasang wajah datar menatap Raja Xie. Raja Xie yang tadinya tersenyum, ia merasa heran melihat perubahan Reyhan yang memasang wajah datarnya tanpa ada senyumannya.


"Aku menolak soal perjodohan ini." kata Reyhan tiba-tiba.


Seketika Raja Xie terdiam, ia mencoba mencerna kata-kata Reyhan. "Tunggu !! Menolak ? Apa aku tidak salah dengar ?" batinnya.


"Aku menolak soal perjodohan ini." kata Reyhan mengulang kata-katanya.


"Kenapa kau menolak ?" tanya Raja Xie, dalam hatinya benar-benar kecewa mendapat penolakan dari Reyhan.


"Apa aku harus menjawab alasan kenapa aku menolak perjodohan ini ?" tanya Reyhan.


Raja Xie mengangguk kepalanya. "Aku ingin tau alasanmu. Apa putriku kurang cantik ?"


"Aku tidak bisa memeberi alasan banyak, yang jelas, aku tidak percaya soal pernikahan." jawab Reyhan dingin.


Raja Xie terdiam setelah mendengar alasan Reyhan menolak perjodohannya. Ia menatap Reyhan dengan hati yang kecewa. Dirinya tak menyangka mendapat penolakan dari seseorang. Ditambah orang itu adalah Putra Mahkota dari Kerajaan lain.


"Yang Mulia Raja Xie, jangan anggap penolakanku adalah penghinaan. Inilah alasanku datang kemari secara langsung berbicara denganmu. Aku langsung datang menghadapmu, dan meminta secara baik-baik untuk membatalkan soal perjodohan ini." kata Reyhan menjelaskan


"Apa kau tidak mencoba mengenal Putriku terlebih dahulu." jawab Raja Xie.


"Yang Mulia Raja Xie, aku tak tau apa maksudmu yang berniat menjodohkanku dengan Putrimu. Entah karena kau dengan Ayahku melakukan perjanjian di masa lalu, atau mungkin kau dan Ayahku ingin memanfaatkanku karena kekuatanku," kata Reyhan, Raja diam ia menatap Reyhan datar.

__ADS_1


"atau mungkin juga, aku pernah berbuat baik padamu, sehingga kau merasa aku adalah orang baik yang pantas menjadikan suami untuk putrimu." lanjutnya.


Raja Xie terkejut mendengar kata-kata Reyhan yang terakhir. Seketika ia sekilas teringat saat dirinya diselamatkan oleh Reyhan 3 tahun yang lalu.


Seketika Raja Xie terdiam. Reyhan tau, hati Raja Xie bersedih. Tapi mau gimana lagi, ia tetap keras menolak perjodohannya. Lalu dirinya berdiri dari duduknya, ia berjalan meninggalkan Raja Xie yang masih diam. Tapi, baru beberapa langkah, ia berhenti.


"Ini bukan atas perintah Ayahku, sang Raja Wan. Melainkan ini adalah keinginanku. Jangan menganggap penolakan ini adalah hinaan. Jika kau menganggapnya karena tak terima, dan memutuskan perang, maka aku akan maju sendiri untuk menghancurkan Kerajaanmu." kata Reyhan dingin, dan ja berlalu pergi meninggalkan Raja Xie di ruangan pertemuan.


Raja Xie masih terdiam di tempat duduknya. Pikirannya entah kemana setelah mendengar kata-kata Reyhan yang cukup menusuk hatinya. Tapi mau gimanapun dirinya berharap Reyhan mau menjadi suami untuk Putrinya.


Tapi untungnya, soal perjodohan yang inginkan, hanya diketahui olehnya sendiri. Tak ada siapapun, atau Permaisuri dan Selirnya yang mengetahuinya. Bahkan mentri-mentrinya tak ada yang tau. Raja Xie hanya baru memberitahu niatnya kepada Raja Wan.


Tapi sebelumnya, tanpa ia dan Reyhan sadari, ada seorang perempuan yang diam-diam mendengar obrolan mereka dibalik dinding ruang pertemuan. Perempuan itu mendengar semua obrolan mereka. Sebelum Reyhan pergi keluar, perempuan itu segera berlari pergi menjauhi ruangan itu agar tidak ketahuan.


.


.


Kembali ke ruangan pertemuan.


Raja Xie menghela nafasnya, lalu ia berdiri dan pergi dari ruangan itu. Ia kembali ke ruang kerjanya. Sedangkan Reyhan, ia telah keluar dari istana dan ia kembali terbang ke langit. Dirinya berencana berpetualang menjelajahi dunia barunya. Entah kapan ia akan kembali pulang. Minggu depan ? Bulan depan ? Tahun depan ? Entahlah, yang penting ia jalani dulu.


.


.


.


Disisi lain, disalah satu hutan buruan di dekat wilayah perbatasan Kerajaan Wan, terlihat seorang gadis memakai jubah hitam, dan sedang menikmati makanannya. Ia tak sendiri, ia di temani oleh seekor singa besar. Gadis itu adalah majikan dari singa itu. Meskipun gadis itu adalah majikannya, tapi ia sudah menganggap singa itu adalah temannya.


Saat sedang menikmati makanannya, tiba-tiba singa besar itu berbicara kepadanya. "Ini sudah hampir setahun, akhirnya kau akan pulang kembali."


"Tentu, aku rindu dengan ibundaku." jawab gadis itu.


"Aku sudah rindu dengan kekasihku, aku ingin melihat keadaannya." jawab singa itu.


"Sabar, setelah kita sampai di Kerajaan, kau akan kembali bertemu dengan kekasihmu."


Gadis itu dan singanya kembali menikmati makanan mereka. Setelah selesai makan mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka yang akan memasuki perbatasan wilayah Kerajaan Xie.


.


.


Tiba-tiba, gadis itu merasa ada getaran di dekat dadanya. Terlihat batu giok yang ia buat sebagai kalung yang melingkari lehernya. Lalu ia meraih batu gioknya.

__ADS_1


"Ada apa ?" tanya gadis itu kepada batu gioknya.


"Aku ingin memberitahumu, ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu tuan Putri Xiu Juan." jawab batu gioknya yang terdengar seperti suara perempuan.


"Ayolah, kita ini teman, kau cukup panggil aku Xiu." pinta gadis itu yang Ternyata benama Xiu Juan. (Xiu Juan Pernah muncul di BAB 09 - 12)


"Baiklah, Xiu."


"Apa yang ingin kau sampaikan kepadaku ?" tanya Xiu Juan.


"Yang pertama, 3 hari yang lalu anggota keluarga Kerajaanmu datang ke Kerajaan Wan selama tiga hari untuk merayakan ulang tahun Putri Mahkota Wan."


"Terus ?"


"Dan yang kedua. Hari ini, saat aku melewati ruang pertemuan, aku tak sengaja mendengar obrolan Raja Xie yang akan menjodohkanmu dengan Putra Mahkota Wan."


Seketika Xiu Juan terkejut mendengarnya. "Kau jangan bercanda !"


"Aku tidak bercanda Xiu. Tapi tenang saja, perjodohanmu ditolak keras oleh Putra Mahkota Wan."


Xiu Juan mengehela nafasnya. "Syukurlah, apa adalagi yang ingin kau sampaikan ?"


"Tidak Xiu, hanya itu."


"Baiklah, sebentar lagi, aku dan kekasihmu ini akan pulang kembali ke Kerajaan."


"Baiklah." jawab suara perempuan terdengar senang.


Akhirnya pembicaraan mereka berakhir. Ia kembali menyimpan batu gioknya. Batu giok miliknya bukan batu giok biasa. Melainkan batu gioknya bisa menghubungi seseorang dari jarak jauh. Jika orang yang dihubunginya juga memiliki batu giok yang sama jenisnya.


.


.


"Apa apa ?" giliran si singa yang bertanya setelah mendengar majikannya, yang tak lain Xiu Juan berbicara dengan batu gioknya.


"Kekasihmu memberitahukan keadaan Kerajaan." jawab Xiu Juan.


Singa itu mengehela nafasnya. "Bisa-bisanya kau menyuruh kekasihku untuk menyamar dan memainkan peranmu di istana." ucap singanya dan Xiu Juan tertawa mendengarnya.


Sebenarnya hewan spiritual juga memiliki wujud manusia. Tapi jika sudah memiliki majikan dan menjalin kontrak darah, hewan itu menjadi bisa menyamar dalam wujud majikannya. Jika sang majikannya yang memerintahkannya.


Xiu Juan sebenarnya adalah Putri Mahkota Kerajaan Xie, nama aslinya Xiu Juan Xie. Ia memiliki kepribadian yang mandiri dan ceria. Ia memiliki 2 singa spiritual dengan jenis kelamin berbeda, jantan dan betina.


Kedua singanya telah menjalin hubungan sepasang kekasih. Hanya saja, yang sekarang bersamanya adalah singa jantannya, sedangkan singa betinanya, sedang memerankan dirinya di istana sebagai Putri Mahkota Xiu Juan Xie.

__ADS_1


Xiu Juan menyuruh singa betinanya untuk menyamar, berubah wujud menjadi dirinya, dan memainkan perannya di istana. Karena sebelumnya ia merasa bosan suasana Kerajaan dan juga ingin berpetualang untuk mengenal dunia luar. Dan sekarang sudah waktunya ia pulang kembali ke Kerajaan Xie.


__ADS_2