
Semua terlihat tenang dan menikmati sarapan mereka. Namun tiba-tiba mereka terdiam melihat salah satu pasangan pengantin baru yang terlihat sangat romantis. Bahkan KunLi Wong dan Lin Wei yang juga pengantin baru, tidak melakukannya karena di sekitar mereka masih ada anggota keluarga mereka.
Siapa salah satu pasangan pengantin tersebut selain KunLi Wong dan Lin Wei, siapa lagi kalau bukan Reyhan dan Xiu Juan.
Terlihat Reyhan yang kini tidak tanggung-tanggung memberi suapan kepada istri tercintanya. Dengan malu-malu Xiu Juan menerima suapan dari suami tercinta.
Reyhan terlihat memanjakan sang istri. Xiu Juan yang dimanja hanya pasrah, karena sebelumnya ia sudah menolak, tapi suaminya berbisik dan mengancamkan akan membuatnya tidak bisa berjalan setelah bermain panas ranjang nantinya.
Mau tak mau Xiu Juan menerimanya, karena area sensitifnya juga masih sedikit terasa sakit. Lebih baik menurut dari pada mendapat ancaman konyol dari suaminya.
Sebenarnya Reyhan tidak benar-benar mengancamnya. Sikapnya murni karena dirinya ingin memanjakan istrinya.
Raja Wan dan ketiga istrinya tidak menyangka sikap perubahan Reyhan menjadi romantis. Bahkan saudari-saudarinya hanya mendengus kesal.
"Kak, sudah.., malu..." ucap Xiu Juan setelah menelan makanan yabg disuapi oleh suaminya.
"Gapapa, anggap saja mereka tidak ada." balas Reyhan santai. Seketika ucapanya membuat semua orang terbelalak.
Raja Wan dan kedua Raja lainnya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tapi mereka merasa bangga dan merasa kalah karena melihat Reyhan yang sangat romantis di depan istrinya.
KunLi Wong hanya memutar bola matanya dengan malas. "Dasar bucin." batinnya.
.
.
Semua sudah selesai sarapan. Sesuai dengan rencana yang sudah siap, anggota keluarga Kerajaan Wong akan kembali pulang ke Kerajaan mereka, KunLi Wong pun akan membawa istrinya.
Meski berat Raja Wan dan Permaisurinya mengikhlaskan melepaskan Putri mereka untuk ikut pergi bersama suaminya. Begitu juga hal yang sama dirasakan oleh Raja Xie berserta keluarganya.
Mereka harus pergi pulang kembali ke Kerajaan Xie dan meninggalkan Xiu Juan yang kini telah menjadi istri sekaligus Permaisuri Putra Mahkota Kerajaan Wan.
.
.
.
.
.
.
.....
Hari demi hari, minggu demi minggu, tak terasa waktu telah terlewat 1 bulan setelah hari pernikahan. Kini Xiu Juan tengah berjalan-jalan bersama ketiga saudari Reyhan. Tentu saja mereka dikawal oleh pengawal.
Reyhan kini tengah sibuk mengerjakan tugas lantaran ia akan diangkat untuk menggantikan Raja Wan. Meski usia masih tergolong muda. Raja Wan percaya bahwa Putranya telah siap menggantikan posisinya.
__ADS_1
Kembali ke posisi Xiu Juan dan ketiga adik iparnya. Mereka berjalan-jalan di kota Kerajaan Wan di siang hari. Tiba-tiba Xiu Juan terlintas ingin memakan sesuatu karena perutnya sudah terasa lapar.
"Aku lapar. Ayo kita cari makanan." ucap Xiu Juan.
"Bukankah kita sudah makan siang di istana sebelum kita berangkat ?" tanya Putri Jing Mi, PutribAn Niu dan Putri Zhu Niu juga sepemikiran dengannya.
"Entahlah, tapi perutku terasa lapar." balas Xiu Juan memasang wajah memelas.
"Ya sudah ayo kita ke rumah makan itu." jawab Putri Zhu Niu sambil menunjukkan salah satu rumah makan yang cukup terlihat mewah dan ramai.
"Ayo !!" sahut Xiu Juan bersemangat.
Akhirnya mereka ber-4 masuk ke dalam rumah makan tersebut.
Setelah duduk di tempat yang kosong, mereka segera memanggil salah satu pelayan, dan memesan makanan. Ketiga Putri Raja Wan tak menyangka Xiu Juan memesan makanan yang 3 porsi sekaligus. Sedangkan mereka bertiga hanya memesan kue bulan dan teh saja, karena perut mereka masih terasa kenyang.
Beberapa lama kemudian, pesanan mereka datang. Xiu Juan berbinar melihat pesanannya telah datang, ia langsung memakan makanannya dengan lahap, tanpa menghiraukan sekelilingnya.
Ketiga adik iparnya melongo tak percaya melihat kakak iparnya memakan makanannya seperti orang kelaparan.
"Tenang kak, kita tidak akan merebut makananmu." kata Putri An Niu.
"Ini sangat enak." sahut Xiu Juan disela-sela ia memakan makanannya.
Bahkan semua pengunjung juga curi-curi pandang melihat ke-4 Putri Kerajaan. Mereka menjaga sikap karena sekeliling mereka ada beberap pengawal yang berjaga.
Beberapa selang kemudian, makanan Xiu Juan sudah habis tak tersisa. Ia benar-benar puas setelah menghabiskan 3 porsi sekaligus. Ketiga adik iparnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mereka segera pergi keluar dari rumah makan tersebut setelah membayar makanannya. Mereka berjalan untuk segera pulang ke istana.
.
.
.
.
.
.
.....
Disisi Lain.
Diruangan pertemuan peremuan terlihat banyak para perdana mentri. Ada Reyhan dan Raja Wan juga. Mereka melakukan rapat penting tentang kondisi Kerajaan mereka yang telah berjalan dengan lancar.
Meski ada penjahat-penjahat kecil yang masih berkeliaran, tapi itu masih bisa diatasi. Kali ini mereka membahas tentang acara dimana Reyhan akan dinobatkan sebagai Raja Wan selanjutnya.
__ADS_1
Sudah waktunya Raja Wan untuk mewariskan tahtanya kepada Putranya. Reyhan hanya mengela nafasnya, kali ini mengikuti kemauan sang ayah. Meski menolak pasti suatu saat ia akan di angkat.
Rapat telah selesai. Acara pengangkatan Reyhan menggantikan posisi ayahnya sebagai Raja Kerajaan Wan berikutnya. Dan akan diadakan 3 minggu lagi.
Semua membutuhkan persiapan. Raja Wan senang melihat Putranya kali ini mau memenuhi keinginannya. Meski terlihat wajah Putranya seperti belum siap saat akan melakukan serah terimannya.
Semua sudah selesai. Para perdana mentri pergi dari ruangan itu. Begitu juga dengan Reyhan dan Raja Wan segera pergi dari tempat tersebut. Reyhan hanya memasang wajah datar dan pergi ke kediamannya.
Tak beberapa kemudian ia telah sampai di Kediaman.
"Apa istriku sudah pulang ?" tanya Reyhan kepada salah satu pengawal penjaga pintu kediamannya.
"Sudah yang Mulia."
Reyhan mengangguk kepalanya, dan berlalu masuk ke dalam kediamannya.
.
.
.
.
Baru masuk kamar, ia melihat istrinya tengah berdiri di dekat jendela. Xiu Juan terlalu fokus menatap arah luar dari jedela, sampai ia tak menyadari kehadiran suaminya.
Reyhan perlahan menutup pintu kamarnya, ia mengendap-endap mendekati istrinya.
Xiu Juan terkejut, saat merasakan ada yang memeluknya dari belakang. Ia segera menoleh, ia pun tersenyum melihat suaminya memeluknya dengan kedua tangannya melingkar di perutnya.
"Kau sudah pulang ?" tanya Reyhan.
Xiu Juan mengangguk kepalanya. "Sudah."
"Kemana saja tadi ?" tanya Reyhan lagi.
"Bersama ketiga adikmu, jalan-jalan berkeliling kota seperti biasanya."
"Hanya itu ?"
"Kiita mampir ke rumah makan, karena tiba-tiba perutku terasa lapar."
Reyhan mengernyit heran, karena sebelum pergi berpamitan, istrinya telah makan siang bersamanya. Hari ini Ia merasakan hal yang berbeda dari istrinya, tapi ia segera menepis pikirannya. Karena menurutnya kalau lapar, wajarlah kalau mau makan lagi.
_______________________________________
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
__ADS_1