
_______________________________________
Serang yang berjalan dan masuk ke dalam ruangan Raja. Terlihat di dalam ruangan itu hanya ada seorang tampan dan wanita cantik yang tengah duduk dihadapan pria itu.
Terlihat Sang Raja dan Permaisuri sedang banyak pikiran. Reyval pun datang menghampiri dan berlutut di hadapan kedua orang tuanya.
"Salam Yang Mulia." ucap Reyval.
"Berdirilah." jawab Reyhan.
"Ada apa kalian kemari." lanjutnya, seperti biasanya, Reyhan yang ingin to the point.
"Ayah, izinkan aku pergi untuk mencari dan menangkap paman Jian." ucap Reyval.
"Tidak perlu." jawab Reyhan dengan cepat.
"Kenapa ?" tanya Reyval.
"Karena sudah ada orang yang kutugaskan." jawab Reyhan.
"Tapi ayah, aku tidak bisa menahan diri saja, aku ingin membalas atas semua yang dia lakukan pada kita." ucap Reyval.
"Reyval, ayah paham apa yang kamu rasakan. Tapi sekarang waktumu harus disini. Kamu harus membantu ayahmu ini untuk mengatur ulang Kerajaan ini, apa kau paham ?" ucap Reyhan.
Reyval menghela nafasnya, dirinya pun menyadari kondisi Kerajaan ayahnya yang ternyata ada yang berkhianat.
"Aku paham." sahut Reyval.
"Dan juga, jika kau pergi keluar hanya mencari orang gila itu. Sama saja kau pergi meninggalkan istrimu." kata Reyhan, dan Reyval mengangguk kepalanya.
"Lalu siapa yang ayah tugaskan untuk mencari paman Jian ?" tanya Reyval.
Reyhan memandang istrinya. Xiu Juan mengangguk kepalanya. Reyhan memenjam matanya, mungkin sudah saatnya memberitahunya.
"Dia.....
.....
Sementara disisi lain, di dalam hutan. Terlihat Jian Heeng berlari cepat. Meski umurnya sudah tak muda, dia masih memiliki stamina yang tinggi. Kini ia tengah melarikan diri.
Sudah 20 tahun lebih, akhirnya ia bisa melarikan diri dari sel tahanan. Dengan Sihir Gelap yang masih tersisa di dalam dirinya dengan begitu ia mampu memanipulasi pikiran seorang pengawal.
Sebenarnya tidak ada yang penghianat di di Kerajaan. Hanya saja ada kecerobohan seorang pengawal. Pengawal itu sedang bersih-bersih di ruangan bawah tanah. Saat bersih-bersih ia tak sengaja merusak segel pagar.
__ADS_1
Segel pagar rusak, dan Jian Heeng pun menyadarinya. Jian Heeng langsung merasa di dalam tubuhnya masih ada sisa Sihir Gelap, meski hanya sedikit. Dengan Sihir Gelapnya, ia mulai melakukan aksinya.
Ia memanipulasi pikiran pengawal itu. Dan Akhirnya Jian Heeng bebas. Dan ia memanfaatkan keadaan itu untuk memanipulasi lagi beberapa pengawal untuk membuat kekacauan.
Setelah Jian Heeng keluar, ia disambut Chen dan HuanRan. Mereka bertarung. Sihir Gelapnya tersisa sedikit, tapi ia lampiaskan keahliannya karena sudah lama tertahan sejak masuk sel tahanan.
Chen, HuanRan, dan beberapa pengawal kalah. Dan Akhirnya Reyhan muncul. Jian Heeng semakin panik, karena jelas-jelas ia mustahil ia bisa mengalahkan Reyhan yang sekarang. Ia memanfaatkan keadaan, ia menyeranh menara di dekat Chen dan HuanRan, dan langsung kabur begitu saja.
.....
BUGH !!
Saat tengah-tengah Jian Heeng berlari, tiba-tiba punggungnya terkena sebuah hantaman dan membuatnya jatuh.
Jian Heeng segera berdiri, ia membalikan tubuhnya. Matanya terbelalak. "Kau...!!"
"Hai paman, sudah selesai berlarinya ?" tanya Reyval.
"Kau mirip sekali dengan ayahmu." ucap Jian Heeng.
"Tentu, karena aku adalah anaknya." jawab Reynal santai.
"Tapi aku ragu, apa kau bisa menghalangiku." balas Jian Heeng mengejek.
"Apa perlu kita buktikan, tapi itu terlalu lama, aku harus segera membawamu kembali ke sel tahanan." jawab Reynal.
"Mungkin paman yang sudah salah, jelas-jelas ayahku adalah Putra Mahkota dari Raja terdahulu. Sedangkan paman hanyalah Pangeran sama sepertiku." jawab Reynal.
Jian Heeng pun tersenyum menyeringai. "Apa kau tidak tertarik merebut posisi kakakmu. Jika kau menjadi Putra Mahkota, maka kau akan menjadi penerus Raja."
"Aku ? Menjadi Putra Mahkota ? Menjadi Raja ?" sahut Reynal.
"Ya, menarik bukan, aku bisa saja membantumu merebutkan posisi itu dari Kakakmu." ucap Jian Heeng.
Reynal terkekeh. Lalu ia tersenyum. "Tapi sayangnya aku tidak tertarik."
"Kau bodoh sekali." sahut Jian Heeng.
"Aku tidak bodoh, dasarnya aku tidak tertarik aku lebih suka menjalani kehidupan biasa-biasa saja." jawab Reynal.
"Ayo, paman ikut denganku, dan paman harus kembali sel tahanan, agar kerjaanku cepat selesai. Kau tahu, tindakan paman ini sangat merepotkanku." lanjutnya enteng.
"Aku bahkan tak merasakan apa itu menikah. Aku sudah dipenjara lama." jawab Jian Heeng.
__ADS_1
"Itu salahmu, karena menjadi buronan yang berbahaya. Jika paman bebas, bisa saja pamab menjadi penjahat kelamin nantinya. Maka dari itu, paman harus kembali ke penjara." balas Reynal.
Jian Heeng menjadi marah, karena tak terima ucapan Reynal. "Kau keponakan yang tak punya sopan sama sekali sama pamanmu !!"
Jian Heeng menarik pedangnya dari hasil rampasannya saat melarikan diri dan melawan beberapa pengawal. Ia langsung layangkan pedangnya.
Tiang !!
Reynal menangkis serangan Jian Heeng dengan pedang miliknya. Dan tak kalah ia segera melayangkan kakinya untuk menendang pamannya.
Jian Heeng mundur menghindar. Ia kembali maju dan layangkan hantaman pukulannya di pipi Reynal.
BUGH !!
Reynal terdorong setelah kena pukulan Jian Heeng. Ia berdiri dan tersenyum. "Ternyata paman hebat juga, tapi tak sehebat Ayahku."
"Kau menginginkan pertarungan yang sebenarnya ? Baiklah aku layani." balas Jian Heeng.
.....
Disisi Lain, di Istana Kerajaan Wan.
Reyval hanya duduk dan menangis setelah mendengar cerita sang ayah. Ia tak menyangak jika adiknya diam-diam mewarisi Kekuatan dan Sihir sang Ayah.
Reyval bukan iri kepada adik laki-lakinya. Ia tak merasa tak tega, karena adik laki-laki harus menerima tugas untuk membawa pamannya yang terkenal berbahaya, kembali ke sel tahanan.
Diluar ruangan, Reynalda dan Xianlun saling berpelukkan. Mereka menguping pembicaraan Reyhan, Xiu Juan, dan Reyval. Reynalda pun tak menyangka mendengarnya kalau saudara kembarnya mewarisi Kekuatan dan Sihir sang Ayah.
Reyhan menganggap tugas yang ia berikan kepada Reynal sebagai latihan. Jika tidak maka Reynal takkan bisa mengendalikan kekuatannya dan Sihirnya. Terutama Sihir Gelap.
Reyhan yang sebenarnya ingin turun tangan, tapi ia tak bisa. Ia harus di istana untuk mengurusi semuanya akibat ulah Jian Heeng. Ia khawatir saat ia pergi, masih ada penghianat yang mengancam keluarganya.
Ditambah keadaan Chen dan HuanRan. Kedua orang kepercayaannya tengah dirawat dan belum sadarkan diri. Karena biasanya saat ia pergi, kedua adik iparnya yang menggantikannya.
.....
Kembali disisi Reynal dan Jian Heeng.
Mereka masih saling bertarung. Jian Heeng semakin menggila dalam bertarung. Reynal berusaha tetap tenang agar Sihir Gelapnya tidak menguasainya. Karena Reynal baru bisa mengendalikan Sihir Cahaya.
Jian Heeng mengeluarkan aura Gelap dari tubuhnya. Sedangkan Reynal pun tak mau kalah, ia juga mengeluarkan aura cahaya biru. Mereka pun saling maju, dan kedua tangan mereka saling berpegangan.
DUAR !! DUAR !!
__ADS_1
Terjadilah ledakan - ledakan di sekitar mereka akibat kekuatan mereka saling bertabrakan. Kedua tangan mereka masih saja saling berpegangan, seakan mereka sedang beradu Kekuatan.
Tapi tanpa mereka sadari Sihir Gelap milik Jian Heeng dan Sihir Cahaya milik Reynal menyatu. Dan terjadilah hal diluar dugaan, sebuah cahaya yang menyelimuti dan menyialaukan pandangan mereka berdua.