
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Hari sudah malam, salah satu waktu yang tepat untuk istirahat, tapi itu tidak berlaku bagi 2 saudara yang kini tengah bertarung.
.
.
DUAR !!
.
.
BUGH !!
Pertarungan antara 2 laki-laki yang tiada salaing mengalah. Mereka berdua terus saling menyerang tanpa ragu. Mereka berdua sama-sama saling beradukan pedang, pukulan, dan tendangan mereka.
Dan mereka berdua juga saling mengarahkan sihir elemennya. Dengan elemen Api yang sama tapi dengan warna yang berbeda.
Penampilan Jian Heeng, tubuhnya diselimuti Api Hitamnya.
Sedangkan disisi Reyhan, ia terlihat penampilannya tertambah asesoris pada tubuhnya.
Penampilan keduanya berubah, dan kekuatan mereka sama-sama meningkat. Semua aduan pedang mereka berdua, selalu menimbulkan tanah sekitarnya bergetar dan menimbulkan hembusan angin. Lingkungan sekitar di wilayah terbuka itu, sangat terlihat kacau.
.
.
Kini, disisi Jian Heeng, ia melompat mundur dan mengarahkan bola Api Hitamnya ke arah Reyhan.
.
.
DUAR !!
Reyhan berhasil menghindarinya. Kemudian ia mengarahkan salah satu pedangnya ke arah Jian Heeng. terlihat pedangnya mengeluarkan Api dengan warna merah darah dan menyerangnya.
.
.
Jian Heeng menghindar dan ia semakin menggila.
Ia mengeluarkan beberapa bola Apinya dan ia lepaskan ke arah Reyhan.
DUAR !! DUAR !! DUAR !!
Reyhan menggerakan kedua kakinya untuk berlari dan menghidari serangan dari Jian Heeng.
DUAR !! DUAR !! DUAR !!
DUAR !! DUAR !! DUAR !!
Dengan gerakan cepat, Reyhan terus menghindar serangan dan mendekati Jian Heeng.
BUGH !!
Jian Heeng terdorong kebelakang setelah mendapat pukulan keras dari Reyhan. Jian Heeng terjatuh ke tanah, ia kembali berdiri, lalu mengeluarkan bola Apinya dan melepaskan ke arah Reyhan yang sedang berlari ke arahnya.
__ADS_1
.
.
Sling !!
.
.
DUAR !!
DUAR !!
Reyhan membelah bola Api itu dengan pedangnya menjadi dua hingga mengenai tanah dan meledak. Ia terus mendekati Jian dan mengayunkan pedangnya.
Tiang !!
Jian Heeng menahan ayunan pedang Reyhan dengan pedang miliknya. Lalu ia tepis dan mengayunkan pedangnya ke arah perut Reyhan.
Tiang !!
Kali ini Reyhan yang menahan ayunan pedang Jian Heeng dengan pedang kirinya. Lalu ia menendang tubuh Jian Heeng dengan kuat.
BUGH !!
Jian Heeng terdorong setelah menerima tendangan Reyhan ke tubuhnya, hingga ia terjatuh lagi ke tanah. Saat akan berdiri, ia sedikit terkejut melihat bola Api Merah Darah datang ke arahnya.
.
.
DUAR !!
Jian Heeng terpental dan terjatuh lagi, ia kembali berdiri. Saat baru berdiri, ternyata Reyhan sedang berlari cepat mendekatinya lalu melompat sambil mengayun kedua pedang Api Merah Darah ke arah dirinya.
DUAR !!
DUAR !!
"Sungguh permainan yang hebat !!" ucap Jian Heeng.
"Lihatlah hasil karya kita di tempat ini." ucapnya lagi sambil menunjuk sisa-sisa pertarungannya dengan Reyhan.
"Sepertinya, yang berbicara bukanlah saudaraku." kata Reyhan dingin.
"Kenapa kau bisa mengatakan itu ?" tanya Jian Heeng.
"Dari suaramu, sudah terdengar jelas, kau bukanlah Jian Heeng." jawab Reyhan.
"Hahahaha, Ternyata kau menyadarinya, hahaha."
"Tentu saja aku menyadarinya, sangat terdengar jelas." jawab Reyhan.
"Benarkah ? Kukira kau takkan menyadarinya, baiklah ayo kita sama-sama kerahkan semuanya."
Tanpa menjawab, Reyhan langsung menyerang dengan bola Api Birunya.
Begitu juga dengan Jian Heeng, ia juga melepaskan bola Apinya.
.
.
DUAR !!
Kembalilah terjadi perang antar saudara lagi. Reyhan langsung bergerak, ia melompat melewati ledakan itu. Ia langsung mengarah ke Jian Heeng sambil mengayun kedua pedangnya.
Tiang !!
Jian Heeng menagkisnya. Ia sedikit mundur setelah mendapat serangan tadi. Lalu ia kembali maju dan mengayunkan pedangnya ke Reyhan yang juga sedang datang ke arahnya.
__ADS_1
Tang !! Ting !! Tang !!
Tiang !!
Reyhan dan Jian Heeng mundur, hingga pedang mereka juga ikut terlepas dari genggamannya. Reyhan dan Jian Heeng kembali melangkah maju sambil mengepalkan tangannya.
BUGH !!
BUGH !!
Bersamaan, Reyhan dan Jian Heeng sama-sama terkena pukulan di wajah mereka masing-masing. Tubuh mereka ikut terdorong kebelakang membuat hingga jarak mereka menjauh.
Jian Heeng kembali berdiri. Mungkin disisinya bukanlah Jian Heeng yang mengendalikan tubuhnya melainkan kekuatannya, kekuatan sang iblis yang mengendalikan tubuhnya. Meski terkena serangan, dengan regenerasinya, ia masih bisa berdiri.
Sedangkan Reyhan, yang baru saja mendapat kekuatan baru, ia juga tak menyangka kekuatan sangat hebat dari kekuatan sebelumnya. Ditambah kekuatan yang ia dapatkan sekarang adalah kekuatan sang pahlawan. Ia pun berdiri setelah tubuhnya beregenerasi.
Kini pandangan mereka sama-sama saling manatap tajam ke arah lawannya. Mereka berdua sama-sama merentangkan tangannya, seketika pedang mereka terbang sendiri dari tempatnya ke genggaman Reyhan dan Jian Heeng.
"Aaggrrhhh !!" Jian Heeng berteriak mengahadap langit, bersamaan Api Hitam yang menyelimuti tubuhnya semakin besar.
Disisi Reyhan, Tubuhnya sedikit diselimuti Api berwarna merah darah. Mereka berdua sama-sama di tempat, dan memasang kuda-kuda.
Woeesss !!
Reyhan dan Jian Heeng bersamaan maju ke arah mereka masing-masing. Tak henti-hentinya mereka terus bergerak dan loncat kesana kemari di tempat yang sudah gelap malam.
Dalam pertarungan pun mereka berdua saling melepaskan sihir Api mereka ke arah satu sama lain.
"Bagaimana cara mengalahkannya ?" ditengah-tengah pertarungannya, Reyhan berbicara dengan kekuatan sang pahlawan di dalam pikirannya.
"Ada satu cara untuk menghentikannya."
"Apa itu ?"
"Kau harus mengeluarkan kekuatan sang iblis dari tubuh saudaramu."
"Caranya ?"
"Kau harus mengumpulkan sihir elemen cahaya disalah satu tanganmu. Dengan begitu tanganmu bisa menembus ke dalam tubuhnya dan menarik kekuatan iblis itu."
"Tunggu !! Apa kau bilang tadi ? Sihir lemen cahaya ?"
"Ya, karena kau adalah pemilikku, maka kau juga memiliki sihir elemen cahaya. Bisanya kau melakukan regenerasi karena itu adalah dari salah satu dari sihir cahaya. Karena sihir cahaya bisa menetralkan keadaan seseorang."
"Kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal ? Jadi aku tak perlu repot-repot melawannya."
"Kan kau tidak bertanya." jawabnya enteng.
"5hit !!"
"Apa itu '5hit' ?"
"Lupakan !!"
"Aku mau bertanya lagi, kenapa dia memiliki Kekuatan iblis juga bisa regenerasi ?"
"Mungkin sebelumnya, dia telah banyak mengambil kehidupan orang-orang yang ia bunuh. Coba kau bayangkan, sudah berapa banyak kau menyerangnya, maka sudah berapa banyak orang-orang yang ia bunuh."
Reyhan terdiam.
"Dan perlu diingatkan, untuk mengeluarkan kekuatan iblis itu, kau harus menyalurkan banyak staminamu. Karena semakin banyak, kekuatan iblis akan mudah ditarik keluar."
"Baiklah."
.
.
.
Kembali kesisi Pertarungan.
Di Hutan, masih ada 2 orang laki-laki sedang terbang dan bertarung, siapa lagi kalau bukan Reyhan dan Jian Heeng. Mereka berdua masih beradu pedang dan melepaskan sihir elemen mereka.
__ADS_1
Reyhan menghilangkan salah satu pedang yang ia genggam di tangan kirinya. Setelah ia sembunyikan di belakang tubuhnya, Reyhan mencoba memfokuskan sihir cahayanya di tangan kirinya.