
_______________________________________
8 Tahun Kemudian.
*******************
Suatu hari, terlihat seorang anak yang sedang berlari, dan juga terlihat 2 anak memiliki wajah serupa mengejarnya. Mereka bermain berama di taman di sekitaran istana.
"Nak...!! Bisakah kalian tidak berlari-lari. Nanti kalian bisa jatuh." ucap salah satu wanita yang tiba-tiba muncul, dia terlihat cantik, dan muda, ditambah dia masih berumur 28 tahun.
Ketiga anak itu menoleh, lalu tersenyum, dan berlari bersamaan ke arah wanita itu.
"Bunda....!!!"
Mereka berlari lalu memeluk wanita itu yabg mereka panggil sebutan 'bunda'.
"Kalian bisa kah' jangan berlari, kaki kalian masih kecil, nanti kalian jatuh." ucap wanita itu kepada ketiga anaknya.
Ketiga anaknya hanya tertawa.
"Bunda.., ayah dimana ?" ucap salah satu anaknya yang laki-laki tampan, lucu, dan dia berumur 5 tahun.
"Ayah sedang sedang sibuk diruangannya. Sudah kalian jangan ganggu ayah kalian." jawab wanita itu dengan tegas.
"Kita tidak ganggu bunda, kita cuma mengajak ayah main." ucap anak perempuannya yang cantik, dia berusia 5 tahun, dan memiliki wajah yang serupa dengan anak laki-laki satunya.
"Kan ayah kita hebat, bunda. Pasti kerjanya cepat selesai, nanti bisa bermain sama kita. Tidak seperti bunda, selalu memarahi kita." ucap anak laki-laki satunya lagi dan berumur 8 tahun. Meski sudah berumur 8, sudah bisa ditebak jika sudah dewasa, akan sangat diincar oleh kaum wanita seusianya.
Wanita itu kedua matanya membulat mendengar ucapan anak sulungnya.
"Kakak, adik, ayo kita lari bunda akan marah !!" ucap anak perempuannya mengajak anak 2 laki-laki itu.
Mereka bertiga berlari sambil tertawa karena mereka selalu membuat ibunya kesal. Sang ibu pun mengejar mereka, dengan muka marahnya, sebenarnya ia tidak marah, hanya gemas, ia hanya pura-pura untuk menghibur ketiga anaknya.
Mereka berlari dari kejaran sang ibu di taman sekitaran istana.
.
.
.
.
.
...
__ADS_1
Wsst !!
Mereka bertiga berhenti karena tiba-tiba ada seorang laki-laki dewasa yang terlihat tidak asing bagi mereka. Laki-laki itu terlihat muda dan tampan meski sudah berumur 30 tahun.
"Ada apa ini ?"
Ketiga anak itu berlari, dan langsung mendekati laki-laki dewasa itu. "Ayah !!"
Laki-laki itu, tepatnya ayah mereka segera berjokok, dan merentangkan kedua tangannya. Lalu ketiga anaknya memeluknya.
"Ayah, lihatlah bunda, dia lagi marah." bisik anak laki-laki bungsunya sambil cekikikan, namun masih bisa didengar oleh sang bunda.
"Bunda mendengarnya." ucap bundanya, lalu mendekati ketiga anaknya dan laki-laki dewasa itu, tepatnya suaminya.
Mereka tertawa, menghabiskan waktu bersama di taman sekitaran istana. Meski sibuk dengan Kerajaannya. Jika kerjaannya bersisa sedikit ia serahkan kepada tangan kanannya. (Asistennya)
.....
Mereka adalah keluarga Kerajaan Wan.
Reyhan, Xiu Juan, dan ketiga anaknya.
Mereka hidup bahagia, dan usia pernikahan mereka sudah ke 9 tahun. Ditambah mereka dikarunia 3 anak. Anak pertamanya bernama Reyval Poetra Wan. Setelah itu, mereka memiliki 2 anak lagi kembar, Reynalda Poetri Wan, dan Reynal Poetra Wan.
Saat itu, dimana Reyval berusia 3 tahun, Xiu Juan kembali melahirkan anak kembar, sepasang perempuan dan laki-laki. Kebahagian Reyhan dan Xiu Juan semakin bertambah, hingga usia pernikahan mereka yang ke-9 tahun.
KunLi Wong dan Lin Wei, juga memiliki 2 anak, laki-laki dan perempuan. Mereka juga tak kalah tampan dan cantik seperti ketiga anak Reyhan dan Xiu Juan.
Untuk Putri An Niu, ia juga sudah menikah. Ia menikah dengan asistennya Reyhan. Awalnya mereka hanya diam-diam saja tak tak ingin saling menyapa. Namun Reyhan bisa menebak kalau Chen, asistennya tertarik dengan salah satu adiknya. Reyhan memberi kesempatan kepada Chen untuk mendekati adiknya.
Dengan berjalannya waktu, Chen berhasil meluluhkan Putri An Niu. Mereka saling jatuh cinta, dan akhirnya menikah. Mereka juga telah dikarunia seorang Putri cantik dan usianya 5 tahun.
Putri Zhu Niu juga sudah menikah dengan laki-laki berkeluarga Bangsawan di Kerajaan Wan. Laki-laki yang kini telah menjadi suaminya juga menjabat menjadi salah perdana mentri Kerajaan Wan, menggantikan ayahnya. Mereka juga telah memiliki anak laki-laki, dan berusia sama dengan 4 tahun.
Dan terakhir Putri Jing Mi, ia juga menikah dengan Pangeran Jierui Wong. Awalnya ayah mereka berdua menolak. Tapi dengan kekuatan cinta Jierui dan Jing Mi, ditambah bujukan Reyhan, akhirnya ayah mereka merestuinya,
Mereka merestui, kerena mendengar penjelasan Reyhan, yang dimana hanya karena KunLi dan Lin Wei menikah, tidak ada salahnya jika adik mereka berdua juga menikah, selagi itu tidak ada hubungan darah.
Setelah Jierui dan Jing Mi menikah, mereka telah memiliki anak perempuan yang cantik dan lucu, dan kini masih berusia 5 tahun.
Itulah kehidupan setelah 9 tahun berjalan. Meraka semua telah memilki kehidupan masing-masing. Walaupun ada yang masih dalam satu kawasan.
Dan orang tua mereka yang sudah dipanggil Kakek dan Nenek, mereka tetap di istana Kerajaan, di Kediaman mereka untuk menimati masa tua mereka dan bermain bersama cucu-cucu mereka.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.....
Usia pernikahan Reyhan dan istrinya memang sudah berjalan 9 tahun. Dan kali ini Reyhan terlihat seperti kerasukan. Ia marah kepada orang yang ada dihadapannya. Orang itu terikat di kursi. Ia telah menangkap salah satu orang yang berani mengganggu kehidupan keluarga kecilnya.
Bagaimana tidak marah, di saat ia baru selesai tugasnya sebagai Raja. Ia kembali ke kediaman untuk menghabiskan waktunya bersama keluarga kecilnya. Saat telah sampai di Kediamannya, ia melihat ketiga anaknya tengah menangis berlari di lorong menuju keluar kediaman, dan ternyata ketiga anaknya mengejar 2 orang berpakaian hitam tertutup.
Dan salah satu orang itu membopong istrinya yang telah kehilangan kesadaran diri di pundaknya. Reyhan langsung marah, ia langsung berteleport mendekat. Tapi Reyhan tidak tepat waktu, karena saat ia berteleport mendekat, bersamaan ada cahaya seperti portal miliknya dulu. Portal itu berada di dekat kediamannya, dan 2 orang itu berlari mendekat ke portal itu.
Orang yang membawa Xiu Juan berhasil masuk ke dalam portal. Tapi saat orang satunya akan ikut masuk, Reyhan keburu muncul di atasnya, dan menginjak badannya. Bersamaan Reyhan muncul portal itu menghilang. Padahal ia Reyhan langsung akan masuk, tapi sialnya, portal itu menghilang, seperti sadar jika musuhnya berada di dekatnya.
Reyhan seperti kesetanan.
Ia langsung memukul orang yang berhasil ia tangkap secara brutal, dan menyeretnya. Ia menyeretnya ke ruang bawah tanah setelah menyuruh beberapa pelayan untuk membawa ketiga anaknya dan menenangkannya.
Reyhan menyiksa orang itu, di ruang bawah tanah, dengan dipasang sihir pagar khusus dibuatnya untuk musuhnya, agar musuhnya itu tidak bisa menggunakan sihirnya. Orang itu memilih jujur, karena ia tak ingin kehilangan nyawanya.
Reyhan sudah membuka maksa topeng orang itu, dan orang itu masih terlihat muda darinya. Meski orang itu sudah berkata jujur, bahwa dirinya dari dunia yang berbeda. Tapi Reyhan sudah seperti psyco, mungkin karena dikuasai amarahnya atau karena sihir gelapnya.
Dengan sadisnya Reyhan memotong jempol jari kaki orang itu, dan ia menuangkan air arak ke lukanya.
"Aggrrhhhh..!!"
"Sekarang, bagaimana cara aku bisa pergi ke duniamu." ucap Reyhan sambil memegang belatinya ke arah salah satu jari kaki orang itu.
"Kumohon jangan potong lagi jari kakiku, aku sudah jujur mengatakannya, tapi mengapa kau tetap menyiksaku." ucapnya, justru itu membuat Reyhan tersenyum menyeringai.
.
.
.
.
"Aggrrhhh..!!"
"Katakan, bagaimana cara aku pergi ke duniamu." ucap Reyhan setelah memotong salah satu jari kaki orang itu lagi.
Orang itu belum menjawab, ia meringis kesakitan dan menangis, karena luka yang dideritanya. Kini total jari kaki kanannya tinggal 3.
__ADS_1
Belum mendapat jawaban, Reyhan memunculkan pedang merah darahnya, dan mengarahkanya ka area terlarang milik orang itu. "Jika kau masih meringis sakit, aku akan memotong kelaminmu."