Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 63


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Pertarungan Raja Xie dan Raja Kai masih berlangsung hebat. Para pasukan Kerajaan Kai dan Pasukan 7 Kerajaan Negara Barat hanya bisa diam menyaksikan pertarungan hebat antara Raja Kai dengan Raja Xie.


Semua pasukan dari kedua pihak yang berbeda hanya diam. Semua pasukan tak berani ikut turun tangan, karena hanya melihat saja itu sudah membuat tubuh mereka bergetar. Sebelumnya pun Para Raja telah menyuruh pasukannya untuk mundur.


Kini hanya pertarungan antar 2 Raja saja. Dari pertarungan mereka, cukup terlihat jelas, salah satu dari mereka berdua memilki kemampuan yang hampir seimbang. Hanya saja Raja Kai lebih unggul dalam staminanya, tidak seperti Raja Xie.


Raja Xie sudah seperti kehabisan nafas, terlihat jelas ia sudah mulai lelah. Inilah kesempatan Raja Kai untuk melancarkan serangannya. Ia menggunakan sihir Api birunya dan langsung ia lancarkan ke arah Raja Xie.


Duar !!


Serangan Api biru milik Raja Kai digagalkan oleh serangan Api biru milik Raja Wan. Raja Wan datang dan melindungi Raja Xie, bukan bermaksud mencari perhatian atau apapun. Ia tak tahan melihat sahabatnya yang sudah kelelahan, karena lawannya jauh lebih hebat.


Ke-6 Raja yang melihat gaya pertarungan Raja Kai pun mengakui jika Raja Kai lebih unggul dari diri mereka masing-masing. Darah Kai yang mengalir yang terus diturunkan dari generasi-generasi sebelumnya, tidak perlu diragukan lagi.


Kini semua orang, dari para Raja dan Pasukan Negara Baratnya percaya tentang cerita legenda. Yang dimana dahulu Negara Tengah memiliki 10 Kerajaan, dan 1 Kerajaan dihancurkan. Dan kini tersisa 9 Kerajaan saja. Semua sudah tak perlu diragukan lagi, Kerajaan Kai 'lah yang melakukan itu.


Ke-5 Raja pun turun dari kuda mereka. Mereka ber-5 melangkah maju mendekati Raja Wan dan Raja Xie. Kini Ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat, tengah berdiri tegak dalam satu baris, dan mereka semua menatap 1 orang saja, siapa lagi kalau bukan musuh utama mereka, Sang Raja Kai.


"Jadi sekarang, ber-7 ingin bertarung denganku ?" tanya Raja Kai dengan senyuman mengejek,


Pertanyaan Raja Kai tidak dijawab oleh ke-7 Raja yang ada dihadapannya.


"Tak perlu ber-7, ber-10 aku masih mampu mengalahkan kalian semua." ucap Raja Kai angkuh, lalu ia mengayun-ayunkan pedangnya. Lalu ia memasang kuda-kuda. "Aku, Raja Kerajaan Kai dari Negara Tengah akan mengalahkan kalian semua. Jika kalian kalah maka wilayah Negara Barat akan jatuh di kekuasaan Kerajaan Kai !!"


Raja Kai berucap kata-kata yang tegas. Semua pasukannya dan pasukan ke-7 Kerajaan Negara Barat terkejut mendengarnya. Disisi ke-7 Raja hanya diam, dan berusaha tetap tenang, tapi apa daya mereka, sudah berani memanaskan sang Raja Kai.

__ADS_1


Ibaratkan jika di dunia modern.


Kita sudah menyalakan api, untuk memandamkannya kita harus menyiramnya dengan air. Tapi kita malah menyiraminya dengan bensin.


Ke-7 Raja sudah merarik pedang mereka masing-masing. Bersamaan, mereka ber-7 berlari ke arah Raja Kai. Disisi Raja Kai pun juga berlari ke arah ke-7 Raja itu. Saat sudah akan mendekat, tiba-tiba dari jauh ada sinar cahaya yang cukup menyinari wilayah terbuka itu.


Meskipun hari telah sore seharusnya matahari perlahan akan tenggelam. Tapi anehnya, kenapa ada sinar cahaya yang tiba-tiba datang. Tak hanya ke-7 Raja berhenti berlari, Raja Kai pun juga berhenti di tempatnya.


Entah kebetulan atau tidak, Raja Kai dan Ke-7 Raja Negara Barat bersamaan berhenti berlari. Mereka semua menoleh kepalanya untuk melihat sumber sinar cahaya yang tiba-tiba datang. Tak hanya para Raja, semua Pasukannya pun juga terbeku setelah melihat yang tak pernah mereka lihat.


Tiba-tiba perasaan Raja Kai tidak enak.


Semua Raja Kerajaan Negara Barat masih diam dan terkejut melihatnya.



Meskipun jauh, tapi cukup telihat jelas dari tempat mereka.


Hanya 1 Raja yang tidak terkejut melihat sekumpulan cahaya-cahaya portal itu. Karena ia juga pernah melihat sebelumnya. 1 Raja itu, siapa lagi kalau bukan Raja Wan. Raja Wan sudah bisa menebak siapa dalang dibalik itu.


Raja Wan tersenyum. "Aku percaya padamu, Putraku. Sekarang 'ku akui, kau 'lah yang terbaik." batinnya.



Disisi Lain, Putra Mahkota Jiazhen Kai berlari secepat kilat untuk menghindari serangan-serangan yang menghampirinya. Hujan pedang dan Hujan tombak meluncur datang kearahnya. Yang bikin ia heran, kenapa lawannya bisa memiliki Kekuatan seperti itu ?


Putra Mahkota Jiazhen Kai terus berlari, mencoba membuat pelindung dari sihir petir lagi, itu mustahil ia lakukan lagi. Karena sebelumnya sudah ia lakukan. Tapi serangan semua pedang dan tombak menghujaninya dengan deras hingga pelindung petirnya tak mampu bertahan.


Jadi ia memilih berlari untuk menghindari serangan hujan pedang dan hujan tombak datang ke arahnya. Ingin ia tangkis, tapi itu mustahil, entah puluhan ? Ratusan ? Ribuan ? Pedang dan tombak datang ke arahnya bersamaan.


Yang bikin ia heran lagi, seberapa banyak pedang dan tombak yang dikeluarkan dari sinar cahaya portal besar itu ? Yang lebih parahnya, kapan semua pedang dan tombak itu berhenti menghujaninya. Jiazhen sudah tak berlari secepat kilatnya karena ia tak ingin stamina terkuras habis.

__ADS_1


Disisi Reyhan yang sedang melayang di udara di tengah-tengah cahaya portal surgawinya, ia tersenyum lucu melihat Putra Mahkota Jiazhen Kai berlari kesana-kemari.



Seketika ia teringat kehidupan sebelumnya, ibaratkan Jiazhen Kai adalah seorang maling sedang berusaha lari dari amukan warga.


Reyhan kembali fokus melihat Jiazhen Kai. Seketika matanya terbelalak saat Jiazhen Kai berlari menuju Putri Mahkota Lin Wei, kakak kandungnya yang masih diam di tempat dan masih setia memeluk tubuh KunLi Wong. Reyhan tau, kenapa Jiazhen Kai berlari ke Lin Wei, agar Lin Wei juga ikut terkena serangan surgawinya.


Reyhan tak punya pilihan lain, jika ia menghentikan serangan surgawinya, Jiazhen Kai pasti meloloskan diri dari dirinya. Jadi Reyhan memilih untuk tidak berhenti, ia tetap terus melakukan serangan surgawinya. Tapi, disamping itu Reyhan juga akan melakukan sihir perpindahan tempat untuk menolong dan memindahkan Lin Wei dan KunLi Wong ke tempat yang aman.


Meski staminanya harus kembali terkuras banyak lagi. Karena, sebelum Reyhan melakukan cahaya portal surgawinya, ia telah menggunakan sihir perpindahan tempat saat akan mengenai serangan tendangan petir Jiazhen Kai.


Yang terkena serangan tendangan Petir Jiazhen Kai adalah tubuh seorang mayat prajurit dari Kerajaan Kai. Reyhan 'lah yang melakukan itu dengan sihir perpindahan tempat, dan menukarkan dirinya dengan salah satu mayat itu, agar menjadi tipuannya untuk Jiazhen Kai.


Dan sekarang, mau tak mau Reyhan harus kembali menggunakan sihir perpindahan tempat dan cahaya portal surgawinya dalam waktu bersamaan. Ia tak peduli tentang keadaannya nanti, yang terpenting ia harus menyelamatkan Lin Wei dan KunLi Wong.


Disisi Putra Mahkota Jiazhen Kai, yang tengah berlari ke arah Putri Mahkota Lin Wei yang sedang memeluk tubuh KunLi Wong. Tiba-tiba matanya terbelalak melihat Reyhan yang muncul setelah keluar dari sebuah cahaya portal yang tiba-tiba juga muncul di dekat Lin Wei.


Lalu mereka bertiga kembali menghilang setelah masuk ke cahaya portal itu lagi. Pikiran Jiazhen Kai semakin kacau karena ia sudah kelelahan berlari dari hujan-hujan pedang dan tombak masih terus datang ke arahnya.


Reyhan telah memindahkan Lin Wei dan KunLi Wong. Ia juga tak lupa membawa Xiu Juan, An Niu dan Zhu Niu setelah ia membawa Lin Wei dan KunLi Wong.


KunLi Wong masih menutup matanya. Ke-4 gadis yang baru saja diselamatkan Reyhan, diam membeku melihat dirinya yang tengah berdiri. Reyhan hanya tersenyum.


"Adik, kau masih hidup ?"


"Kakak, kau masih hidup ?"


Putri Mahkota Lin Wei, dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu bertanya bersamaan setelah terkejut melihat sosok laki-laki yang dikira mereka telah tiada. Reyhan tak menjawab, ia hanya tersenyum. Lalu pandangan Reyhan teralihkan ke Xiu Juan yang masih terdiam menatapnya dengan air matanya terus mengalir.


Hati Xiu Juan bahagia ternyata Reyhan masih hidup. Reyhan melihat Xiu Juan seperti itu, ia pun mendekat. Reyhan tak berbicara apa-apa, tiba-tiba kedua tangannya mengusap lembut air matanya Xiu Juan, lalu ia mencium keningnya. Reyhan mengelus kepalanya Xiu Juan yang masih terdiam.

__ADS_1


Mendapat perlakuan seperti itu, jantung Xiu Juan berdebar tak karuan. Setelah itu, Reyhan kembali pergi dengan sihir perpindahan tempat miliknya lagi. Sedangkan Lin Wei, An Niu dan Zhu Niu menganga tak percaya perlakuan Reyhan kepada Xiu Juan.


__ADS_2