Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 77


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Hari demi hari, minggu demi minggu.


Tak terasa waktu sudah lebih dari 2 bulan. Hari-hari ke-7 Kerajaan di Negara Barat hidup tenang, tentram, dan damai. Meski kadang ada percuri rendahan, di setiap Kerajaan, tapi itu masih bisa diatasi oleh pengawal dan penjaga kota Kerajaan.


.


.


Disaat-saat keadaan kota Kerajaan Xie keadaan tenang seperti aktifitas biasanya, terlihat seseorang perpakaian seperti seorang prajurit berlari cepat di tengah-tengah kota. Orang itu adalah salah satu prajurit terpilih oleh ke-7 Kerajaan Negara Barat untuk menjaga perbatasan Negara Barat dan Negara Tengah.


Prajurit itu terus berlari menuju ke istana Kerajaan Xie. Kenapa tidak ke Kerajaan Shin, Wan atau yang lainnya ? Karena Kerajaan Xie adalah wilayah Kerajaan yang paling dekat dengan wilayah perbatasan Negara. Setelah masuk di istana, ia segera berlutut di ruang pertemuan, karena Raja Xie sedang mengadakan tapat dengan para perdana mentrinya dan juga bersama Putra Mahkota To Mu.


"Salam yang Mulia Raja Xie." ucap sang prajurit, dan Raja menerima salamnya.


"Maaf yang mulia, hamba mengganggu waktu yang mulia, karena hamba mndapat berita saat menjaga di wilayah perbatasan Negara." ucap prajurit.


"Apa itu, katakan." balas Raja Xie penasaran, begitu pun juga dengan dengan Putra Mahkota To Mu dan para perdana mentrinya.


"Hamba mendapat berita, belakang ini ada pembunuhan di setiap hari pasti terjadi ada pembunuhan di wilayah Negara Tengah, itu pun sudah terjadi 1 bulan lebih yang lalu. Tiap hari pasti ada 2 sampai 5 mayat rakyat yang sudah kelihangan nyawa."


"Lalu, apa hubunganya dengan Negara kita ?" tanya Raja.


"Karena hanya Negara kita yang belum terkena kejadian seperti itu. Tak hanya terjadi di Negara Tengah, tapi di Negara Utara, Negara Timur, dan Negara Selatan juga terkena pembunuhan itu."


Raja Xie, Putra Mahkota To Mu dan para perdana mentri terkejut mendengarnya. Raja Xie harus segera memberitahu berita yang baru saja ia dengar kepada Ke-6 Raja lainnya. Jika ia menyuruh 6 pengawalnya untuk memberitahu berita tersebut, yang ada memakan waktu yang sangat lama.


Harapannya hanyalah Reyhan. Ya karena dia yang bisa menggunakan sihir perpindahan tempat. Tapi bagaimana cara ia menghubungi Reyhan. Raja Xie pun teringat jika Reyhan pasti akan untuk pertemu dengan Putrinya. Ia pun bergegas pergi ke kediaman Xiu Juan, dan diekori Putra Mahkota To Mu di belakangnya.

__ADS_1


.


.


.


Raja Xie dan Putra Mahkota To Mu telah sampai di kediaman Putri Mahkota Xiu Juan. Sesuai dugaannya. Reyhan dan Xiu Juan sedang duduk berdua di taman sekitaran istana. Raja Xie dan Putra Mahkota To Mu segera menghampiri mereka berdua.


Di tengah-tengah bercandaan, Xiu Juan terkejut melihat Raja Xie dan Putra Mahkota To Mu telah datang menghampirinya. Xiu Juan dan Reyhan berdiri dan memberi salam.


"Ayah dan Kakak, apa yang membuat kalian berdua datang kemari ?" tanya Xiu Juan setelah memberi salam dan hormatnya ke kepada Raja Xie.


"Tidak ada salahnya 'kah jika Ayah dan kakakmu ini ikut bergabung ?" tanya Raja Xie.


"Tidak masalah, ayah." jawab Xiu Juan tersenyum.


Raja Xie pun duduk di kursi yabg sidah disediakan. Disusul Putra Mahkota To Mu pun ikut duduk. Xiu Juan dan Reyhan pun kembali duduk di kursi mereka berdua.


"Putra Mahkota Wan, bisakah kita bicara berdua." ucap Raja Xie mulai serius.


"Putraku, bisakah adikmu menjauh terlebih dahulu ?" tanya Raja Xie kepada Putranya, To Mu Xie.


Saat Putra Mahkota To Mu akan menjawab, Xiu Juan memotongnya.


"Kenapa harus berdua, ber-4 pun tak masalah, aku juga ingin tau, ayah.." Xiu Juan sedikit kesal.


"Tidak putriku, ini sangat serius." tolak Raja Xie.


Xiu Juan tak terima. Dirinya merasa diremehkan oleh ayahnya. Xiu Juan merasa wajib harus tau apa yang akan dibicarakan oleh Raja Xie dengan kekasihnya.


"Jika ayah terus begini, lebih baik aku akan mengajak Reyhan ikut denganku. Cukup ayag saja yang bicara sendiri sama angin !!" ucap Xiu Juan mulai marah.


Reyhan hanya diam. Tapi di dalam hatinya ia tertawa setelah mendengar Xiu Juan meminta dirinya untuk ikut, dan Sang Raja disuruh bicara sendiri. Kaya orang setres dong.

__ADS_1


Raja Xie hanya mengehela nafasnya, ia tam menyangka Putrinya menyuruh dirinya untuk berbicara sendiri, padahal ia ingin membicaraka hal sesuatu yang penting bersama Reyhan. Tapi malah disuruh berbicara sendiri, itu sama saja tak punya lawan bicaranya.


"Baiklah, kita berdiskusi ber-4." Raja Xie akhirnya mengalah, dan Xiu Juan tersenyum puas.


.


.


Raja Xie memulai bercerita dimana ia baru saja mendapat berita dari prajurit yang berjaga di perbatasan Negara. Raja Xie bercerita mengenai berita yang ia dapat. Tentu saja tidak hanya Reyhan yang terkejut, Xiu Juan juga ikut terkejut.


Raja Xie memohon kepada Reyhan untuk menggunakan sihir perpindahan tempat dan mengumpulkan para ke-6 Raja lainnya. Karena ia akan menyampaikan berita tersebut di pertemuan rapat para Raja nantinya.


Reyhan pun mengabulkan permohonan Raja Xie. Tanpa basa-basi ia langsung menggunakan sihir perpindahan tempat dan pergi untuk mengumpulkan ke-6 Raja lainnya. Raja Xie merasa lega, karena ia tek perlu membutuhkan waktu yang lama untuk menyampaikan berita tersebut.


Disisi Xiu Juan, ia marah. Karena menurutnya, permohonan Raja Xie sangatlah beresiko dengan kondisi Reyhan. "Ayah, jangan terus bertanggung sama Reyhan !!"


"Tunggu, kenapa kau menyebutnya 'Reyhan', yang benar adalah 'Rey Hann'." ucap Raja Xie.


"Dia yang memintaku untuk memanggilnya dengan sebutan itu." jawab Xiu Juan asal, karena tak mungkin jika ia mengatakan yang sebenarnya bahwa kekasihnya, Reyhan berasal dari dimensi lain.


"Ayah, aku mohon untuk, jangan bergantung kekuatan Reyhan jika ingin mengadakan pertemuan." lanjutnya.


"Memangnya kenapa ?" tanya Putra Mahkota To Mu.


"Jika Reyhan menggunakan sihir perpindahan tempat berlebihan, itu akan membuat staminanya terkuras banyak. Ayah dan Raja lainnya pasti menganggap Reyhan memiliki kelebihan karena selalu menang. Tapi dari sisi kelebihan yang Reyhan miliki, pasti ada kekurangan, salah satunya sihir perpindahan tempat miliknya, itu membuat staminanya terkuras banyak. Jika berlebihan kondisinya tidak bisa memungkinkan untuk . Bahkan ia bisa tertidur lama."


Raja Xie dan Putra Mahkota To Mu terdiam. Raja Xie tiba-tiba merasa bersalah kepada Reyhan. "Jadi gimana ?"


"Nasi sudah menjadi bubur, Reyhan takkan berhenti hingga pertemuan yang ayah adakan selesai." jawab Xiu Juan marah.


Raja Xie terdiam dalam duduknya. Ia menunduk kepalanya. Dirinya merasa bersalah kepada calon menantunya.


Beberapa saat kemudian muncullah 1 cahaya portal di dekat mereka bertiga. Keluarlah Raja Wan dan 3 pengawalnya dari cahaya portal itu. Kini mereka menunggu ke-5 Raja lainnya dan setelah terkumpul semua, barulah mereka pergi ke ruang pertemuan dan mengadakan rapat.

__ADS_1


__ADS_2