
_______________________________________
Elios bangun lalu berdiri dari jatuhnya, ia pun juga membantu Eldezer. Elios sanga-sangat tidak terima kepada Reyhan yang melempar dirinya dengan mudah.
Padahal ia sudah memiliki Sihir Gelap pada dalam diirinya. Terkadang dari awal sebelum pertarungan, Sihir Gelapnya susdah dikendalikan. Padahal ia sudah sangat yakin Shiri Gelap yang ia dapatkan bisa ia kendalikan.
Ia menatap Reyhan yang berdiri di depan 2 wanita cantik. Ia semakin tak terima melihat Reyhan yang sudah memiliki Xiu Juan, kini mendapat Alexa, dan hatinya panas.
"Apa kau masih belum puas memilikinya ?" tanya Elios.
"Apa maksudmu ?" sahut Reyhan bertanya.
"Kau sudah memiliki istri, tapi kau menambah wanita lagi." jawab Elios.
Reyhan mengerut dahinya. Ia pun menoleh ke belakang, ia melihat istrinya dan Alexa yang berdiri di belakangnya yang juga bersikap sama dengannya. Ia pun mengerti apa maksud ucapan Elios kepadanya.
"Kau iri padaku ?" tanya Reyhan mengejek.
"Sebaiknya kau lepaskan Anathasya untukku !! Dan kau bisa memiliki Alexa." ucap Elios.
Xiu Juan terbelalak, tak hanya dia, Alexa pun juga begitu. Xiu Juan masih tak habis pikir kepada Elios yang masih saja terobsesi padanya.
"Maaf saja, istriku tetap menjadi miliku, mungkin Alexa bisa untukmu." ucap Reyhan enteng.
Alexa terkejut mendengar ucapan Reyhan, ia tak terima. "Hei !! Apa maksudmu !!"
Elios yang diam, ia sudah tak bisa lagi menahan amarahnya. Ia mengeluarkan bola Api hitamnya, dan melancarkannya ke arah 3 orang itu.
Reyhan yang menyadarinya, tentu saja tidak membiarkan begitu saja. Ia mengarahkan tangannya ke depan untuk menerima serangan Api hitam yang datang padanya.
Elios terkejut melihat Reyhan menyerap Api gelap miliknya, tak hanya dia, Kaisar Eldezer juga tak percaya apa yang ia lakukan lihat, padahal ia yakin Putranya bisa mengalahkan Reyhan jika memiliki Sihir Gelap.
.
.
.
Flashback.
Beberapa hari yang lalu, setelah kepulangan dari Kekaisaran Amore, perasaan Elios masih tidak terima kepada Reyhan, karena ia tak bisa membawa Xiu Juan padanya.
Elios berencana mengalahkan Reyhan dan menghancurkan Kekaisaran Amore. Tapi ia tak memiliki kekuatan lebih atau mengimbangi kekuatan Reyhan dan kekuatan Kekaisaran Amore.
Elios pun teringat dimana Ayahnya memiliki tahanan berbahaya yang memiliki Sihir Gelap. Elios menemui Eldezer, dan meminta bantuan cara agar Sihir Gelap yang ada di tubuh tahanan itu bisa berpindah padanya.
Eldezer tak tau caranya, ia pun teringat peramal yang pernah membantunya. Tapi sayangnya peramal itu telah pergu entah kemana. Dan Akhirnya Elios sendiri yang mencari peramal lain yang mungkin lebih hebat dari peramal sebelumnya.
Hampir sehari penuh ia mencari, dan akhirnya ia bertemu peramal asing, yang mungkin telihat lebih hebat. Elios membawa peramal itu ke istana. Setelah membawanya ke istana bertemu dengan Eldezer. Ia pun mengajukan meminta solusi.
__ADS_1
Elios meminta peramal untuk cara bisa memiliki Sihir Gelap yang berada di tubuh tahanan itu berpindah kepadanya. Sang peramal pun membantunya dan sedikit meminta bantuan kepada beberapa pengawal istana.
Semua pengawal yang membantu peramal itu, untuk persiapan ritual, mereka membuat pola garis lingkaran dengan motif-motif yang sulit dimengerti, dan hanya peramal itu yang tau.
Setelah itu beberapa pengawal lainnya membawa tahanan dengan keadaan kondisi terikat ikatan sihir segel, dan menyuruhnya berlutut di dalam lingkaran itu.
Tahanan itu berontak tak terima jika Sihir Gelap miliknya akan diam, karena itu sama saja ia akan kehilangan nyawanya. Ia tak bisa melawan, tali sihir yang mengikatnya sehingga ia tak bisa menggunakan kekuatannya.
Ritual dimulai, itu disaksikan oleh Eldezer dan para mentrinya. Dan akhirnya tahanan itu kehilangan nyawanya. Sihir Gelap miliknya telah berpindah ke Elios.
Flashback end.
.
.
.
.....
Pertarungan Reyhan dengan Elios kembali berlanjut. Semua prajurit hanya bisa diam sambil menunggu perintah dari pemimpinnya. Kaisar Eldezer masih tak percaya melihat Putranya belum bisa mengalahkan Reyhan.
Tapi Eldezer bisa melihat jelas dari wajah Putranya yang sepertinya belum bisa mengendalikan Sihir Gelap. Dan ia bertanya-tanya saat melihat Reyhan yang mampu melawan Putranya yang sudah memiliki Sihir Gelap.
Xiu Juan dan Alexan juga diam di tempat mereka. Mereka berdua melihat pertarungan 2 laki-laki dengan seksama.
Tang !! Ting !! Tang !! Ting !!
Disisi Elios, ia seperti tak sanggup lagi menahan rasa sakit pada tubuhnya. "Sial, kenapa Sihir ini sulit dikendalikan."
BUGH !!
Reyhan memukul wajah Elios, hingga terdorong dan jatuh ke bekalang.
Reyhan tau, kalau Elios seperti kesakitan di tubuhnya. Ia mengarahkan pedangnya ke Elios. "Menyerahlah."
"Sampai kapanpun aku takkan menyerah !!" jawab Elios berteriak.
Eldezer yang melihat Elios dibuat jatuh oleh lawannya, ia segera memerintahkan semua prajuritnya untuk menyerang Reyhan.
Semua prajurit maju, mereka berlari ke arah Reyhan. Mereka melewati Xiu Juan dan Alexan begitu saja. Mereka berdua ingin membantu Reyhan, tapi mereka sudah kelelahan.
"Dimana kakakku ?" tanya Alexa yang baru menyadari kalau kakak laki-lakinya tidak kelihatan.
"Mana kutahu." balas Xiu Juan pergi meninggalkan Alexa.
Xiu Juan dan Alexa berpisah, meninggal Eldezer yang masih dia ditempat.
Xiu Juan berlari, ia akan membantu suaminya yang sedang mengahadapi semua prajurit yang datang melawannya.
__ADS_1
Xiu Juan berhenti, karena melihat apa yang ia lihat. Suaminya kini tengah menggila membantai semua prajurit yang datang padanya.
"Kalian ingin bermain denganku ? Aku akan melayaninya." ucap Reyhan yang sudah melepaskan gejolak pada di dirinya.
Reyhan mengeluarkan bola Api Merah darah, Biru, dan Hitam miliknya dan menyerang semua prajurit. Ia tak tanggung menyerangnya.
DUAR !!
DUAR !!
DUAR !!
Xiu Juan melihat itu segera pergi menjauh agar tidak terkena amukan suaminya, ia segera pergi dan mencari tempat persembunyiannya dan juga untuk memulihkan tenaganya.
.....
Sementara, Disisi Lain.
Alexander baru saja mengalahkan Jendral Kekaisaran Carrole. Alexa pun datang menghampirinya.
"Kau sudah selesai ?" tanya Alexa kepada kakak laki-lakinya.
"Ya, aku sudah mengalahkannya." jawab Alexander sambil melihat Jendral Kekaisaran Carrole dan pasukan-pasukannya yang sudah mati terbunuh olehnya.
"Sekarang, apa rencana kita ?" tanya Alexa.
"Aku tak tau, apa kita membantu pria menyebalkan itu ?" sahut Alexander bertanya.
DUAR !!
DUAR !!
DUAR !!
Alexa belum sempat menjawab karena tiba-tiba mendengar suara ledakan. Mereka berdua menoleh, dan melihat. Mata mereja berdua terbelalak melihat ledakan-ledakan besar.
"Apa yang terjadi ?" guman mereka berdua.
"Apa sebaiknya kita melihat ?" tanya Alexa yang khawatir kepada Reyhan.
"Ya, sebaiknya kita kesana." jawab Alexander yang juga khawatir kepada Xiu Juan.
Mereka segera meninggalkan tempat itu, dan pergi ke tempat dimana telah membuat ledakan-ledakn besar yang mereka lihat.
.....
Disisi Lain, hampir semua prajurit Kekaisaran Carrole sudah terlihat tak mati semua setelah terkena ledakan bola-bola Apinya, dan tak berdaya dan juga ada yang terlihat sekarat.
__ADS_1
Tinggallah Eldezer dan Elios yang sedang terduduk di tanah sambil melihat Reyhan yang tengah terbang menggunakan kedua sayapnya. Dan ia terlihat sedang tertawa melihat mereka berdua.