Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 150 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Waktu terus berjalan.


Tak terasa sudah 1 bulan Reynal masih belum pulang ke dunia asalnya. Ia masih belum tau mencari cara untuk pulang kembali. Selama ini ia hanya mengandalkan koin emas yang dia punya, itu pun juga untuk makan.


Dia memang membawa koin yang banyak. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, koin asal dunianya memiliki harga yang mahal. Ia pun juga menukar koin emasnya. Yang ada dia mendapat banyak sekali koin.


Tapi tetap saja pasti lama kelamaan dalam satu tahun lebih akan habis, itu pun sudah termasuk semua kebutuhannya. Reynal menyimpulkan, ia men-estimasikan batas setahun untuk bisa kembali pulang ke dunia asalnya.


Tak mungkin selamanya ia terus terjebak di dunia yang ia tempati saat ini. Selama setahun, ia harus bisa menemukan cara untuk pulang kembali. Dan sekarang sisa masih 11 bulan lagi.


Semakin lama berfikir, Reynal memilih keluar dari penginapannya. "Lebih baik aku mencari suasana untuk meringankan beban pikiranku."


Karena hari sudah pagi, Reynal memanfaatkan udara pagi untuk menyegarkan dirinya. Reynal keluar dari kamarnya. Ia melangkah berjalan, dan menuruni tangga.


Semua pelayan-pelayan, dari manusia dan elf menunduk kepalanya, sebagai memberi hormat kepada pelanggan. Reynal hanya membalasnya dengan senyuman simpul.


Sebulan Reynal menginap, semua pelayan sudah hafal dengannya, bahkan pemilik penginapan pun juga. Tak hanya perempuan dari ras manusia yang kagum padanya, perempuan dari ras elf pun juga kagum.


Bahkan ada wanita yang mencoba mendekati Reynal dan merayunya. Dengan sikap dingin dan tegas, Reynal menolaknya dengan mentah-mentah. Menurutnya sikap seperti itu sangat menjijikan.


Reynal sudah keluar dari penginapan. Ia berjalan menulusuri kota Kerajaan. Ada rasa bosan, karena ua sudah paham dengan kota itu. Ingin kembali ke penginapan untuk tidur, tapi lama-kelamaan juga bosan.


Tiba-tiba ia mendengar teriakan para warga. "Pertandingan akan segera dimulai !!"


Reynal mengerut dahinya. "Pertandingan ?"


Semua para penduduk berlari, menuju ara yang sama. Karena penasaran, Reynal bertanya kepada salah satu warga. "Ada pertandingan apa ?"


"Apa kau tidak mendengar kabar berita ? Sekarang ada acara pertandingan pertarungan." ucap warga itu dan berlalu pergi.


Reynal terdiam. "Pertarungan ya ?"

__ADS_1


"Sepertinya menarik, baiklah aku akan menontonnya. Mungkin dengan menonton bisa menghilang rasa bosanku."


.....


Setelah duduk di salah satu kursi penononton. Reynal menatap sekelilingnya. Banyak sekali peduduk yang juga menonton. Ia jadi teringat arena pertarungan di Kerajaan miliki ayahnya.


Dirinya tak menyangka, karena di dunia lain yang ia tempati ternyata juga memiliki kesamaan. Beberapa lama kemudian, terdengar suara Kasim yang mengumumkan pertandingan akan dimulai.


Semua telah dibacakan oleh Kasim itu. Ternyata acara pertandingan pertarungan diadakan oleh Raja Dorothy untuk memperingati ulang tahun Putra Mahkotanya.


Reynal memutar bola matanya karena tak suka dengan Putra Mahkota itu. Ya, dia tak suka Delbert yang sikapnya terlalu tinggi.


Tapi, Reynal tak menyangka, acara pertandingan pertarungan tak hanya diikuti oleh para Ksatria, ternyata Putra-Putri Mahkota dan Pangeran dari Kerajaan-Kerajaan lain pun juga mengikutinya. Dan tak lupa dari kalangan Bangsawan.


"Wah, pasti akan seru sekali nantinya." ucap Reynal yang tak sabar.


"Kau benar nak, pasti akan seru." ucap salah satu pria tua, yang ternyata dia adalah salah satu penduduk Kerajaan Dorothy. Pria itu juga tak sabar menonton. Ia duduk di sebelahnya Reynal.


Reynal tersenyum dan mengangguk kepalanya. Mereka berdua menjadi lebih akrab, tak membedakan status, kasta, bahkan umur. Reynal dasarnya memang sopan terhadap orang tua.


Terlihat semua para Ksatria, kalangan Bangsawan, para Putra-Putri Mahkota, para Pangeran berbaris di arena. Mereka dibagikan, bagian kapan akan mulai pertanding.


Reynal terbelalak, melihat Alice. Ternyata Alice tak hanya gadis tulen, itulah yang ia tau, ia mengira, Alice ahli pemanah. Ternyata gadis itu adalah seorang Ksatria Pemanah terbaik.


Ada Elena yang juga mengikuti pertandingan. Bahkan ada laki-laki yang sedang ulang tahun sekaligus ia benci pun juga ikut. Ya, dia adalah Delbert, laki-laki itu ikut pertandingan.


.....


Pertandingan masih berjalan dengan baik. Banyak sekali suara sorakan penonton untuk memberi semangat kepada para jagoan mereka.


Terutama saat giliran perempuan yang mulai turun ke arena pertarungan. Semua teriakan penonton terutama laki-laki, bersorak keras, Reynal hanya tersenyum.


Waktu terus berjalan. Setiap pertandingan ada yang menang dan kalah. Ada Ksatria kalah saat bertarung dengan Pangeran, dan ada juga Pangeran kalah. Tapi berakhir dengan sebuah jabat tangan untuk damai.

__ADS_1


Waktu saat giliran Alice yang turun ke area pertarungan, semua bersorak hebat. Ya, Alice terkenal dengan penglihatannya yang tajam dalam memanah.


Mungkin Alice tak menyadari kehadiran Reynal yang tengah melihatnya bertarung. Dari kursi penonon Reynal hanya bisa tersenyum melihat gadis yang sudah mencuri hatinya.


Ya, ia menyadari kalau dirinya jatuh cinta pada Alice. Tapi ia sadar, ia telah membuat gadis itu ketakutan padanya. Ditambah dunia Alice dan dirinya bukanlah dari dunia yang sama. Lebih baik ia pendam saja rasanya. Itu lebih baik.


Tapi, tanpa Reynal sadari, ada laki-laki tengah menatap dirinya dengan tatapan benci. Lalu ia tersenyum sinis. Dari kursinya, Delbert memiliki rencana.


.....


Hari telah siang. Pertandingan masih berjalan. Kali ini Reynal terlihat malas. Ia malas bukan karena lapar. Ia malas melihat pertandingan, karena salah satu peserta adalah laki-laki yang ia benci.


Kalau untuk melihat Alice bertarung, ia senang-senang saja. Tapi giliran gadis itu setelah pertarungan Delbert selesai. Mau tak mau, ia harus menunggu.


Pertarungan Delbert dimulai.


Ternyata Delbert digilani oleh para Putri-Putri Kerajaan dan Bangsawan. Reynal malas melihatnya. Karena Delbert menjadi tokoh utama di acara, secara karena dia yang ulang tahun.


Pertarungan selesai, dan dimenangkan oleh Delbert. Kasim mulai berbicara, acara pertandingan akan dihentikan sementara, untuk melewati waktu istirahat. Tapi setelah itu Kasim kembali bersuara, dan itu membuat Reynal terkejut.


"SEORANG LAKI-LAKI BERNAMA REYNAL, HARAP TURUN KE ARENA PERTANDINGAN !!"


Semua orang bertanya-tanya. Apa maksudnya ? Para Raja dan Permaisuri pun tak mengerti, bahkan Raja Dorothy, dan Permaisuri Ella pun tak tau sama sekali, karena kasim tiba-tiba memanggil nama Reynal.


Alice hanya terdiam, didalam dirinya ada yang berdebar-debar. Disisi Elena, ia gemetaran ketakutan, padahal dirinya dan Alice tak membocorkan apapun tentang kejadian waktu itu.


Disisi Reynal, ia masih dipenuhi rasa bingung di kepalanya.


Apa harinya sedang kena sial ?


Kenapa dirinya dipanggil ?


Apakah Alice dan Elena melaporkan dirinya ?

__ADS_1


Jika memang begitu, ia tak masalah. Tinggal bertarung atau melarikan diri, beres. Tapi tunggu !! Kenapa baru dilaporkan sekarang ?


__ADS_2