Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 84


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Di tengah-tengah padang rumput yang luas, Reyhan tengah berbicara dengan sosok orang yang tak jelas wujudnya.



"Siapa kau ?" tanya Reyhan.


"Aku adalah wujud kekuatan yang seharusnya berada pada di dalam tubuh Putra Mahkota Rey Hann ketika lahir."


"Bereinkarnasi maksudmu ?" tanya Reyhan.


"Bisa dikatakan begitu."


"Astaga..., kalau kau memang bereinkarnasi ke tubuh yang kutempati, seharusnya dari kau masuk ke tubuh ini dari awal !! Jadi aku gak perlu repot-repot nyasar ke tubuh ini dan hidup lagi." ucap Reyhan kesal.


"Hahahaha.., sebenarnya ini adalah keliruan pemilikku sebelumnya."


"Keliruan ? Keliruan apa maksudmu ?" tanya Reyhan.


"Pemilikku mengira bahwa dunia telah damai, jadi ia menyegelku. Sebelum pemilikku menyegelku, ia telah mengalahkan iblis itu. Dengan bantuan seorang kakek-kakek, ia menyegelkanku bersama kekuatan iblis itu."


"Tunggu !! Seorang kakek-kakek ?" tanya Reyhan.


"Ya, berjenggot dan berambut panjang berwarna putih."


Reyhan pun akhirnya teringat, dimana ia bertemu dengan seorang kakek-kakek yang barusan disebutkan ciri-cirinya. Ia bertemu kakek itu waktu ja tinggal di hutan angker.


"Tujuan pemilikku untuk menyegelkanku karena ia mengira dunia sudah damai setelah ia mengalahkan iblis itu. Sebagian kekuatan kecil sang iblis telah ia segel di gunung kembar awan hitam. Dan sebagian besarnya tersegel di batu besar yang berada di Negara Tengah, dan...."


Reyhan terdiam, ia menunggu kata-kata selanjutnya.


"Dan akhirnya, aku pun ikut disegel oleh pemilikku. Dengan bantuan dari seorang kakrk itu, pemilikku menyegelkanku bersama kekuatan iblis di batu besar."


"Negara Tengah ? Batu besar ? Aku tidak pernah kesana, bahkan melihat batu yang menyegelmu aku pun tidak tau."


"Benar bukan kau yang menghancurkan segelnya, tapi yang menghancurkannya adalah sosok iblis yang sekarang kau hadapi."


Mata Reyhan terbelalak. "Jian Heeng ?"


"Entah siapa yang menghancurkan segelnya aku tak tau. Tapi kenyataanya dia yang menghancurkan segelnya."


"Saat dihancurkan, aku dan kekuatan iblis itu keluar. Seharusnya setelah aku telah keluar, aku seharusnya masuk ke tubuhmu. Tapi karena saat kau sedang melempar-lempar batumu ke udara, bersamaan yang seharusnya aku masuk ke tubuhmu, yang ada aku terjebak dan masuk ke batu hitammu."


Reyhan terdiam, lalu ia tersenyum sinis karena ia telah mengingatnya.


"Jadi, bisa kau jelaskan alasan kenapa kau disegel." ucap Reyhan.


"Pemilikku dibantu oleh seorang kakek-kakek menyegelkanku bersama kekuatan iblis. Karena aku ikut tersegel, maka aku tidak bisa bereinkarnasi ke penerus pemilikku. Jadi saat Putra Mahkota Rey Hann lahir, ia tak memiliki bakat sihir sama sekali."

__ADS_1


"Seharusnya pemilikmu tidak menyegelkanmu, dia mengira dunia sudah damai. Buktinya sekarang kekuatan iblis yang disegelnya telah bebas. Kenapa tidak dari awal tidak dilenyapkan saja ?"


"Lalu alasan aku bisa menempati tubuhnya karena apa ?"


"Entahlah, mungkin karena aku disegel, jadi aku tidak bisa direinkarnasi menjadi Putra Mahkota Rey Hann saat lahir, dan saat ia tewas akhirnya kau masuk ke tubuhnya untuk menggantikan perannya."


"Lalu, kenapa tiba-tiba ada kekuatan Raja Gil bisa ada di dunia ini, ia pun memberikanku kekuatannya, dan sekarang ia menariknya kembali." ucap Reyhan.


"Aku tak bisa menjelaskan, karena aku tak tau."


"Dan yang bikin aneh, kau pun muncul setelah kekuatan Raja Gil telah hilang dari tubuhku." ucap Reyhan bingung.


"Untuk itu pun aku juga tidak tau."


"Apa aku bisa bertanya lagi ?" tanya Reyhan.


"Silahkan."


"Kau ini adalah wujud kekuatan dari pemilikmu, lalu siapa pemilikmu ?"


"Dia lah sang pahlawan."


"Baiklah-baiklah, cukup kita berbincang-bincangnya, aku sudah lelah." ucap Reyhan, lalu ia merebahkan tubuhnya dan tiduran di atas rumput yang lembut.


"Sekarang bukanlah untuk bersantai-santai, sudah waktunya aku menyatu ke tubuhmu."


"Jika kau menyatu denganku, kau pasti yang mengendalikannya. Jika benar seperti itu, aku menolak !!"


"Lalu bagaimana dengan Putra Mahkota Rey Hann. Aku hanya menempati tubuhnya."


"Putra Mahkota Rey Hann pasti tidak masalah, mungkin ia sudah tenang. Karena tubuhnya telah ditempati olehmu."


Reyhan bangun tidurnya. Ia kini posisi duduk. "Baiklah, aku menerimanya, lagian aku sudah kesal sama saudara laki-laki dari pemilik tubuh ini."


Tak ada jawaban, perlahan wujud kekuatan sang pahlawan berubah menjadi bola cahaya. Lalu medekati Reyhan. Dan akhirnya bola cahaya itu dan Reyhan menyatu.


.


.


.


.....


Kembali ke Dunia Nyata.


Semua orang manutup kedua matanya karena cahaya yang tiba-tiba menyilaukan di wilayah terbuka itu.


Bahkan disisi musuh, yang tak lain Jian Heeng, tubuhnya bergetar hebat. Ia tak tau kenapa tubuhnya tiba-tiba bergetar. Lalu dalam pikirannya kekuatannya berbicara padanya.


"Kau harus hati-hati !!"


"Kenapa ?" tanya Jian Heeng.

__ADS_1


"Sekarang lawanmu yang sebenarnya sudah ada dihadapanmu."


.


.


.


.....


Semua orang perlahan membuka matanya, karena cahaya itu mulai meredup. Terlihat wujud manusia yang bersinar, dan tak jelas rupanya. Xiu Juan dan ke-4 Putri Raja Wan masih berdiri di dekat orang cahaya itu.


Mereka semua melihatnya seperti sosok manusia yang bersinar, perlahan turun mendarat di tanah. Wujudnya masih tak terlihat karena masih diselimuti cahayanya.


Raja Wan, Raja Xie, Putra Mahkota To Mu, dan para pengawalnya berlari mendekati ke-5 Putri yang berdiri di dekat sumber cahaya yang menyilaukan tempat mereka.


"Putriku, kenapa kau ada disini ?" tanya Raja Xie, ia dan Putra Mahkota To Mu telah berada di depan Xiu Juan.


"Kami ingin membantu kalian." jawab Xiu Juan.


Belum sempat dijawab Raja Xie, Raja Wan bersuara. "Kalian tau tidak disini berbahaya." ucapnya sambil menatap ke-4 Putrinya dan Xiu Juan.


Kedua Raja khawatir dengan Putri-putri mereka, meskipun pandai bela diri, tapi tetap seoranh ayah selalu cemas kepada Putrinya.


"Tunggu !! Putraku Rey Hann dimana ?" tanya Raja Wan, ia baru menyadari kalau Reyhan tidak adadi tempatnya, karena sebelumnya ia melihat Reyhan yang tengah tertidur tak sadarkan diri.


Xiu Juan dan ke-4 Putri Raja Wan, baru teringat. Saat dimana Reyhan yang tak sadarkan diri tiba-tiba tubuhnya terbang ke udara dan menyatu dengan cahaya yang keluar dari batu hitam.


Mereka ber-5, akhirnya teringat sesuatu, lalu menoleh kepala mereka melihat sosok manusia yang bercahaya di yang tengah berdiri seperti menatap mereka semua termasuk manatap Jian Heeng dari kejauhan. Raja Wan dan lainnya ikut menoleh kepalanya, ke arah yang sama yang dilihat Xiu Juan dan Ke-4 Putrinya.


.


.


.


.....


Manusia bercahaya itu perlahan meredup, dan menghilang. Semua orang terkejut melihatnhya. Semua orang terpaku, bahkan Jian Heeng.


Semua melihat sosok yang manusia dengan pakaian serba hitam, dengan rambut pirang keemasan, dan bola merah di kedua matanya.


"Kak Rey..." guman Xiu Juan melihat sosok baru dari Reyhan yang tengah berdiri dengan penampilan barunya.


.


.



Dari penampilan saja, orang-orang yang disekitar dan melihatnya, mereka sudah bisa menebak, bahwa orang ini, yang tak lain adalah Reyhan telah memiliki kekuatan besar. Reyhan berdiri tegak, lalu ia mengeluarkan kedua pedangnya yang menyala-nyala Api berwarna merah darah.


Reyhan langsung berlari melewati orang-orang yang menatapnya. Ia berlari cepat ke arah Jian Heeng. Disisi Jian Heeng ia mengerat pegangan pedangnya, ia pun tak mau kalah, ia ikut berlari ke arah Reyhan yang sudah mendekatinya. Mereka berdua semakin mendekat, bersamaan melompat dan mengayunkan serangan pedang mereka.

__ADS_1


__ADS_2