
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
"Ayo kita kumpulkan anggota Ksatria kita !!"
Ajaknya laki-laki itu. Putra Mahkota KunLi Wong terdiam, lalu ia tersadar apa yang diucap laki-laki yang tiba-tiba muncul di kamar penginapannya, lebih tepatnya didepannya.
"Tunggu Putra Mahkota Rey Hann !! Apa maksud dari ucapanmu barusan ??" tanya Putra Mahkota KunLi Wong.
Laki-laki yang tiba-tiba muncul di depannya adalah Putra Mahkota Rey Hann Wan/Reyhan.
"Kau sudah lupa untuk memanggilku sebutan apa ?" tanya Reyhan.
"Baiklah.., baiklah..., MasBro, tentang ucapanmu tadi saat tiba-tiba kau muncul disini, apa maksudnya ?" jawab Putra Mahkota KunLi Wong dan bertanya.
"Bukankah kau adalah penggantiku sebagai pemimpin anggota Ksatria Negara ini selama aku tidak ada 'kan ?" tanya Reyhan memastikan.
Putra Mahkota KunLi Wong mengangguk kepalanya. "Benar, jadi....?"
"Kita kumpulkan semua anggotanya." jawab Reyhan.
"Tunggu !! Kenapa tiba-tiba ingin mengumpulkan anggota kita, sementara kau baru saja kembali." balas Putra Mahkota KunLi Wong.
"Raja dari Kerajaan Kai menyatakan perang kepada Kerajaan Xie." jawab Reyhan.
"Kerajaan Kai ??" sahut Putra Mahkota KunLi Wong terkejut, dan Reyhan mengangguk kepalanya.
"Kerajaan Kai dari Negara Tengah ?" lanjutnya bertanya.
Reyhan mengangguk kepalanya lagi. "5 hari lagi Kerajaan Xie dan Kerajaan Kai akan berperang."
"Apa alasan Kerajaan Kai tiba-tiba ingin menyerang Kerajaan Xie ?" sahut Putra Mahkota KunLi Wong bertanya.
"Alasanya hanya masalah kecil." sahut Reyhan.
"Masalah kecil ? Apa itu MasBro ?" balas Putra Mahkota KunLi Wong.
__ADS_1
"Putra Mahkota Kai melamar Putri Mahkota Xie untuk menjadi Permaisurinya, tapi ditolak." jawab Reyhan.
Putra Mahkota KunLi Wong terkejut mendengarnya. "Itu sudah bukan masalah kecil. Menolak lamaran dari anggota keluarga Kerajaan itu adalah masalah besar. Karena menolak sama saja penghinaan bagi anggota Kerajaan."
Reyhan memutar bola matanya malas mendengar penjelasan Putra Mahkota KunLi Wong. Jelas-jelas di kehidupan sebelumnya, menolak perasaan atau menolak lamaran itu adalah hal wajar, sudah biasa.
"Tapi tetap saja menurutku itu adalah masalah kecil. Jadi ayo kita kumpulkan anggota Ksatria Negara kita," kata Reyhan.
"Terserah dirimu mengatakan apa," balas Putra Mahkota KunLi Wong.
"Aku baru teringat, letak Kerajaan Xie dekat dengan perbatasan Negara Barat dan Negara Tengah." lanjutnya.
"Aku tau, jadi Kita harus membuat rencana." jawab Reyhan. Jiwa Tentara Reyhan sebelum menjadi bodyguard di kehidupan sebelumnya bangkit.
"Kau pikir ini mudah, mengumpulkan anggota kita. Kau yang tak pernah hadir di pertemuan dan tiba-tiba pulang kembali dan muncul di depanku dan mengajakku mengumpulkan anggota kita." jawab Putra Mahkota KunLi Wong.
"Jika kita ingin mngumpulkan anggota Ksatria, Kita juga harus mengumpulkan ketujuh Raja Kerajaan kita, dan membuat rencana bersama." lanjutnya menjelaskan.
Reyhan tidak menjawab, ia berbalik badan dan dan mengulurkan tangan kanannya ke arah depan. Tiba-tiba muncul cahaya portalnya.
"Ayo ikuti aku !!" ucap Reyhan.
"Kita kumpulkan 7 Raja kita, dan anggota kita." jawab Reyhan, sambil melangkah masuk ke dalam cahaya portalnya.
Putra Mahkota KunLi Wong terkejut melihat Reyhan tiba-tiba masuk ke dalam cahaya portal yang ada di depannya. Putra Mahkota KunLi Wong segera ikut masuk ke dalam cahaya portal itu untuk memecahkan rasa penasarannya.
Setelah masuk, seketika ia keluar dari cahaya portal, ia sudah ada di dalam ruangan istana. Putra Mahkota KunLi Wong terkejut tiba-tiba ia telah sampai di dalam ruangan istana Kerajaan Wan.
Tepatnya berada di ruangan Raja. Dan sekarang Raja Wan juga ada di depannya dengan matanya membulat, seakan-akan ia terkejut melihat Reyhan dan Putra Mahkota KunLi Wong tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Putraku, kenapa kau tiba-tiba muncul dari cahaya portalmu ?" tanya Raja Wan terkejut.
Karena saat ia tengah sibuk mengurusi pekerjaannya. Dan tengah pusing untuk rencana membantu Kerajaan Xie, tiba-tiba muncul cahaya portal di ruangannya. Saat ia akan mendekat, tiba-tiba lagi, Reyhan keluar dari cahaya portal itu.
"Simpan saja bertanyaanmu ayah, kita sekarang harus mengadakan pertemuan 7 Raja Kerajaan Barat dan Anggota Ksatrianya." ucap Reyhan.
"Apa tujuanmu yang tiba-tiba datang dan meminta mengadakan pertemuan ?" tanya Raja Wan.
"Bukankah 5 hari lagi Kerajaan Kai dari Negara Tengah akan menyerang Kerajaan Xie. Jadi kita harus mengadakan pertemuan, dan menyusun rencana untuk membantu Kerajaan Xie." jawab Reyhan.
__ADS_1
"Benar putraku, ayahmu ini ingin sekali membantu Kerajaan Xie dalam perang, tapi waktu kita hanya 5 hari. Itu tidak cukup, kita akan memakan waktu banyak untuk mengumpulkan ketujuh Raja Kerajaan kita." kata Raja Wan.
"Ayah tenang, aku akan mengumpulkan kalian ber-7." jawab Reyha santai.
"Bagaimana caramu mengumpulkan Ke-7 Raja. Jika kau ingin tau, butuh hampir 5 hari lebih kita baru bisa berkumpul dan mengadakan pertemuan. Kita harus mengirim kabar ke seluruh Kerajaan Negara kita terlebih dahulu." balas Raja Wan.
Reyhan merentangkan tangan kanannya, seperti sebelumnya, muncullah cahaya portalnya.
"Apa yang akan kau lakukan putraku ?" tanya Raja Wan terkejut melihat Reyhan yang tiba-tiba memunculkan cahaya portal di ruangannya.
"Kita akan mengumpulkan kalian ber-7 dalam kurang dari 2 hari ini." jawab Reyhan.
"Apa maksudmu ?" tanya Raja Wan heran mendengar jawaban Reyhan.
"Ayah jangan bertanya dulu, sekarang ikutlah denganku." jawab Reyhan.
"MasBro KunLi, kau juga harus ikut." lanjutnya kepada Putra Mahkota KunLi Wong.
Putra Mahkota KunLi Wong tidak menjawab, ia mengangguk kepalanya. Putra Mahkota KunLi Wong sudah paham apa yang dilakukan Reyhan. Karena seperti sebelumnya, Reyhan mengajak dirinya untuk berpindah tempat.
Reyhan mulai masuk ke dalam cahaya portalnya. Lalu diikuti oleh Putra Mahkota KunLi Wong. Raja Wan terkejut melihat kedua Putra Mahkota itu masuk ke dalam cahaya portal. Masih Ragu untuk ikut, tapi ia masih penasaran apa yang dilakukan Reyhan.
Akhirnya Raja Wan masuk ke dalam cahaya portal milik Putranya. Setelah masuk cahaya portal di dalam ruangan itu menghilang. Disisi lain, tepatnya di luar ruangan itu ada 2 orang yang mendengar percakapan Reyhan, Raja Wan, dan Putra Mahkota KunLi Wong.
"Kakak, apakah perang besar akan terjadi ?" tanya Putri An Niu.
"Entahlah adikku, sepertinya ini bukanlah masalah yang tidak serius. Kita harus mencari tau sendiri apa yang dikatakan mereka." jawab Putri Mahkota Lin Wei.
Putri Mahkota Lin Wei dan Putri An Niu tak sengaja mendengar suara percakapan serius antara Raja Wan dan Reyhan. Mereka berdua awalnya akan mengajak Raja Wan untuk makan siang bersama.
Tapi saat sampai di luar ruangan Raja, mereka tak sengaja mendengar percakapan Raja Wan dan Reyhan. Jadi mereka memutuskan untuk tidak masuk ke dalam. Mereka memilih diam di balik dinding ruangan itu dan mendengar apa yang sedang dibahas.
.....
Disisi Lain, di dalam Istana Kerajaan Xie, Reyhan, dan Raja Wan Putra Mahkota KunLi Wong telah berada di ruangan Raja Xie. Tentu saja Raja Xie terkejut melihat 3 orang yang tiba-tiba muncul di ruangannya.
Reja Wan melotot tak percaya apa yang dialaminya. Tiba-tiba ia telah sampai di dalam ruangan Raja Kerajaan Xie. Ia menatap ke arah Reyhan, ia tak percaya ternyata Putranya yang selama ini yang ia anggap memiliki Kekuatan atau sihir perpindahan tempat.
_____________________________________________
__ADS_1
Lanjut Up lagi ?? Bantu Vote, Like, dan Rate⭐5 dari kalian ya... 😊, biar author makin semangat Up-nya, Terimakasih.