
_______________________________________
Terlihat 2 orang laki-laki berjalan. Reyhan menatap datar ke arah depan, sedangkan laki-laki yang ia panggil KadaL, berjalan di depannya. Si KadaL sudah tidak terikat, Reyhan membiarkannya, mau melarikan diri pun tentu saja tidak bisa, Meskipun lari, Reyhan bisa mengejarnya dalam sekejap.
Mereka berdua kini berada di hutan wilayah Kekaisaran Amore. Tahanan yang Reyhan panggil KadaL mengatakkan dari jenis hutan yang ada di sekitar mereka adalah tempat wilayah Kekaisaran tersebut. Karena keadaan hutannya tampak damai, banyak sekali hewan-hewan yang berkeliaran bebas berlari di dalam hutan itu
Tidak seperti hutan di wilayah Kekaisaran Carrole, karena hampir semua hewan-hewannya selalu bersembunyi jika ada seorang yang berada di dalam hutan, mungkin kehadiran manusia yang hadir di hutan wilayah Kekaisaran Carrole dianggap ancaman bagi mereka.
"Sampai berapa lama kita berjalan ?" tanya Reyhan yang berjalan di belakang KadaL.
"Masih lama tuan, kita harus menyebrangi wilayah Kekaisaran ini."
Seketika Reyhan teringat jika dirinya bisa terbang dengan kedua sayapnya. Lalu ia memunculkan kedua sayapnya. "Ayo kita harus cepat untuk sampai di tempat tuanmu."
KadaL membalikan tubuhnya, seketika matanya terbelalak tak percaya melihat sang Raja mengeluarkan kedua sayapnya dari balik punggungnya.
"Sudah kuduga, kalau dia adalah Raja berbahaya, seharusnya aku tidak menuruti tuanku mencari masalah dengan Raja yang satu ini."
"Maaf, jika tuan terbang, itu bisa menimbulkan masalah di wilayah ini." ucap KadaL sambil membungkuk hormat untuk menutupi ketakutannya.
Reyhan mengangkat alis sebelahnya. "Apa maksudmu ?"
"Ini adalah wilayah Kekaisaran Amore. Kekaisaran ini terkenal karena kehebatannya."
"Maksudmu Kaisarnya dan pasukan-pasukannya ?" tanya Reyhan menebak.
"Benar tuan. Kekaisaran ini terkenal hebatnya dalam di medan perang. Ditambah Kaisar juga memiliki anak, Putra-Putri Mahkota yang hebat. Dan jika tuan terbang, maka tuan bisa ketahuan, meski dari jarak jauh, mereka tak sembarangan membiarkan orang asing masuk ke wilayah mereka."
Reyhan terdiam, lalu tubuhnya bergetar. Si KadaL melihatnya hanya bisa tertawa dalam hatinya, sebenarnya ia tak bermaksud menakutinya, ia hanya berkata jujur.
Tubuh Reyhan yang bergetar, perlahan ia mengeluarkan suara tawa, dan tawanya semakin keras. "Hahahahahaha.."
KadaL hanya terbelalak, ia mengira Raja yang dihadapannya akan bergetar ketakutan. Tapi ia malah melihat keanehan pada diri Reyhan yang tertawa.
Reyhan menghentikan tawanya, lalu ia tersenyum menyeringai. "Kau kira aku takut dengan ceritamu, aku tidak sama sekali takut dengan ceritamu, meskipun itu hanya cerita karanganmu atau cerita sungguhan, yang terpenting aku datang hanya untuk membawa istriku kembali pulang."
Tak ingin berlama-lama, ia segera menarik kain belakang pakaian si KadaL. Lalu ia mengepakkan kedua sayapnya, dan membawanya terbang.
KadaL terkejut tak main, karena dalam seumur hidupnya, baru kali ini tubuhnya dibawa terbang ke langit. Sebelumnya ia hanya bisa meloncat tinggi jauh saat ia menjalankan misinya.
__ADS_1
Kini mereka berdua telah melayang cukup tinggi di udara. Dan benar saja, pemandangan indah di wilayah luas Kekaisaran Amore tampak terlihat jelas. Bahkan si KadaL hanya diam karena melihat pesona pemandangan indah, karena baru kali ini melihat pemandangan dari atas langit.
Meski ia dibawa dalam keadaan digantung, ia tetap menikmati pemandangan yang ia lihat. Sedangkan Reyhan hanya memasang wajah datarnya, tapi dalam pikirannya ia memuji pemandangan itu.
Disaat tengah-tengah perjalanan terbang mereka, tiba-tiba ada serangan Api yang dilancarkan ke arah mereka. Reyhan yang menyadari itu, ia langsung menghindar dan seketika tahanan yang ia bawa terkejut tak main saat mendapat kejutan serangan sihir Api itu.
Reyhan berdiam di tempatnya dalam posisi kedua sayapnya masih ia gerakan agar tetap melayang di udara.
"Tuan, ada serangan !!"
"Aku tau." sahut Reyhan santai.
"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi, kita akan ketahuan jika terbang. Seharusnya kita menyelinap sembunyi-sembunyi di dalam hutan."
Reyhan tak menjawab, ia masih memasang wajah dinginya. Tatapan mata tajamnya ke arah sumber asal serangan sihir Api tadi. Meski jauh, ia dapat melihat ada beberapa orang yang sedang merapal sihir.
Tangan kirinya masih memegang erat kain belakang pakaian si KadaL, sedangkan tangan kanannya, ia arahkan ke arah depan. Tangan kanan Reyhan mengeluarkan bola Api birunya dan langsung ia lancarkan ke arah targetnya.
Dengan kecepatan tinggi, bola api birunya tetap sasaran dan menimbulkan ledakan api besar.
Si KadaL hanya terbelalak, ia tak berani berkata apa-apa saat melihat serangan sang Raja satu ini.
KadaL menelan salivanya sambil melirik kecil ke arah Reyhan. "Ia bisa melakukan sihir Api biru dan langsung menyerang tanpa rapalan."
Setelah terjadi ledakan, Reyhan melanjutkan perjalanannya, seakan tak terjadi apa-apa. Lagi-lagi si KadaL menelan salivanya. "Dia bahkan masih terlihat santai setelah melancarkan serangannya tadi."
Beberapa lama kemudian tiba-tiba ada serangan angin besar ke arah mereka. Reyhan terpaksa turun ke tanah, karena itu bisa mengganggu posisi terbangnya.
Reyhan mendaratkan kakinya di tanah, dan melepaskan genggamannya, seketika si KadaL terjatuh dalam posisi tengkurap.
"Tuan, aku tau kau itu hebat, tapi bisakah kau merasa kasihan padaku, aku lelah tersiksa seperti ini."
"Itu salahmu karena dari awal sudah mencari masalah denganku." jawab Reyhan datar tanpa menatap tahananya.
Tatapan Reyhan ke arah dalam hutan. Dari tempatnya, matanya bisa melihat seseorang gadis dengan zirah lengkap dengan pedang dan perisainya.
__ADS_1
KadaL pun juga melihat gadis itu, seketika ia gemetaran ketakutan. "Tuan sebaiknya kita harus melarikan diri secepatnya. Dia berbahaya."
"Melarikan diri ? Itu bukan gayaku." balas Reyhan yang tatapan masih ke arah gadis itu.
"Tapi tuan, dia..."
Tiang !!
Ucapan si KadaL terpotong, ia kaget karena gadis itu tiba-tiba bergerak cepat ke arah dirinya dan Reyhan. Gadia itu mengayunkan pedangnya, secara tak sangka, Reyhan memunculkan pedang merah darahnya dan langsung menangkisnya, seakan ia sudah paham target gadis yang satu ini.
Gadis itu mundur ke belakang setelah serangan sihir pedangnya di tangkis oleh Reyhan. Gadis itu memasang kuda-kudanya, pedang dan perisainya seakan sudah siap untuk menyerang dan menahan setiap serangan yang diberikan oleh lawannya.
Reyhan hanya berdiri tegak tanpa kuda-kuda, ia memunculkan lagi pedang merahnya di tangan kirinya. Pedang di tangan kanannya ia menghadap ke arah belakang.
"Kau mundur. Terserah kau mau melarikan diri atau tidak, aku tetap bisa menemukanmu, karena aku telah menandaimu di bekas lukamu." ucap Reyhan tanpa menoleh ke arah tahanannya.
Si KadaL tidak menjawab, tapi ia menuruti perkataan Reyhan dan mencari tempat yang aman untuknya bersembunyi.
Reyhan dan Gadis itu saling menatap tajam.
.
.
.
.
.
.....
Disisi Lain.
Kekaisaran Carrole.
Di dalam kediaman Putri Mahkota Anathasya, terlihat Xiu Juan masih setia memenjam kedua matanya. Ia tidur dalam pingsannya.
Terlihat seorang berlari masuk secara paksa ke ruang utama Kaisar. Eldezer yang sedang rapat dengan mentri-mentri, hanya bisa menatap tajam ke arah orang itu yang sebelumnya pernah ia datangkan. Ya, dia adalah seorang peramal.
__ADS_1
"Yang Mulia, mohon ampun atas kelancangan hamba. Hamba terpaksa melakukan ini, karena hamba ingin menyampaikan bahwa kehancuran Kekaisaran ini sudah dekat."