
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Waktu terus berjalan. Tak terasa waktu mereka tinggal 2 hari lagi menuju medan perang. Semua ke-7 Kerajaan sibuk menyusun strategi mereka masing-masing. Bahkan anggota Ksatria Negara Barat juga berlatih sendiri di Kediaman mereka. Sedangkan Reyhan, ia masih setia diam di Kediaman.
Dalam diamnya, ia sedang berfikir keras untuk membuat strategi untuk dirinya dan anggota Ksatrianya. Tapi ia belum menemukan hasil apapun. Pikirannya selalu tertuju ke Putri Mahkota Xiu Juan. Senyuman indah yang dimiliki Putri Mahkota Xiu Juan terus menghantui pikirannya.
Ditambah kebaikannya saat merawat dirinya yang masih tertidur. Reyhan tiba-tiba teringat awal pertemuannya dengan Putri Mahkota Xiu Juan setahun yang lalu waktu di perbatasan Kerajaan Wan. Seketika ia teringat batu yang pernah pemberian Putri Mahkota Xiu Juan saat akan berpisah.
Reyhan memunculkan cahaya portalnya, dan keluarlah batu hitam. Batu hitam itu, ia genggam batu itu dengan erat. Tiba-tiba Reyhan tersenyum tipis. Beberapa detik kemudian perlahan senyumannya memudar dan kembali wajah datarnya.
Karena ia tiba-tiba teringat kehidupan sebelumnya. Dimana ia dihianati oleh mantan istrinya. Reyhan kembali mengembalikan batu hitam itu ke dalam cahaya portalnya. Setelah itu, ia langsung merebahkan tubuhnya untuk tidur.
.....
Kerajaan Xie.
Terlihat sosok gadis yang tengah duduk di batu besar yang ada di taman sekitaran istana Kerajaan Xie. Entah semenjak kepergian sosok laki-laki yang ia kagumi, ia menjadi banyak diam. Pikirannya juga tertuju laki-laki itu.
Tiba-tiba kalung gioknya bergetar. Lalu keluarlah 2 hewan singa spiritual dari kalung gioknya. Ke-2 singa itu berdiri dihadapan gadis itu. Gadis itu tak lain adalah Putri Mahkota Xiu Juan Xie.
__ADS_1
"Ada apa Putri Xiu ?" tanya singa betina.
"Bukankah, aku sudah mengatakan padamu untuk memanggilku Xiu." sahut Putri Mahkota Xiu Juan.
"Baiklah Xiu, sudah 2 hari ini kau terlihat diam, sebenarnya ada apa ?" tanya Singa Betina.
"Sepertinya ia sedang memikirkan lamaran Putra Mahkota Kai." Singa jantan yang menjawab.
Putri Mahkota Xiu Juan langsung melirik tajam ke arah singa jantannya. Lalu Singa jantannya berbaring tubuhnya di tanah dan memasang wajah melas yang dibuat-buat.
"Bisakah kau tidak memasang wajah itu, rasanya aku ingin segera memajangkan kepalamu di dinding kamarku." ucap Putri Mahkota Xiu Juan kesal.
Seketika wajah singa jantannya berubah, dan memalingkan ke pandangan lain. Singa Betina melihat kekasihnya hanya memasang wajah datarnya, tapi di dalam hatinya tertawa.
Pikiran Putri Mahkota Xiu Juan campur aduk yang awalnya ia memikirkan sosok Reyhan. Tapi semenjak singa jantannya mengatakkan tentang lamaran Putra Mahkota Kai yang ia tolak, kini ia jadi memikirkan sosok Reyhan dan perang yang akan tiba dalam 2 hari lagi.
Kembali ia teringat kepada kondisi Reyhan yang tiba-tiba menurun karena terlalu menggunakan kekuatan sihir perpindahan berkali-kali. Ia bertekat ia akan melindungi Reyhan. Putri Mahkota Xiu Juan tak ingin kondisi Reyhan kembali turun.
.....
Waktu masih berjalan. Semua ke-7 Kerajaan Negara Barat sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing untuk persiapan di medan perang. Waktu masih saja berjalan dan hari jatuhnya akan perang telah tiba. Setiap Kerajaan telah siap di tempat wilayah terbuka di Kerajaan mereka masing-masing. Setiap Kerajaan sudah siap dengan 500 pasukan prajuritnya yang tangguh kepada Kerajaan Xie.
Sedangkan Kerajaan Xie sudah memiliki 1000 prajurit yang tak kalah tangguhnya. Jadi total pasukan yang Raja Xie miliki berjumlah 4000 prajurit nantinya. Setiap Raja Kerajaan telah siap duduk dikudanya. Setiap Raja di depan memimpin semua pasukannya dan menghadap pedang pemberian Reyhan yang sudah di berdiri tegak menancap di tanah. Dan tinggal menunggu cahaya portal muncul di depan mereka.
__ADS_1
Tak hanya itu, setiap anggota Ksatria Negara Barat juga telah siap berdiri tegak di barisan pasukan Kerajaan mereka masing-masing. Disisi wilayah terbuka di Kerajaan Wan, Raja Wan ia tak hanya didampingi Pangeran Jian Heeng yang berada di depannya. Ke-4 Putrinya, Lin Wei, Jing Mi, An Niu dan Zhu Niu juga telah siap berdiri tegas di belakang Pangeran Jian Heeng.
Seakan-akan mereka ber-5 melindungi sang ayah mereka. Awalnya Raja Wan melarang ke-4 Putri untuk tidak ikut turun ke medan perang. Tapi, semakin dilarang, ke-4 putrinya semakin jadi. Akhirnya Raja Wan pasrah, tapi ia memberi sayrat. Ke-4 Putrinya ke medan perang di barisan depan. Cukup mendapinginya di barisan belakang. Untuk menunggu bagian terakhir.
Karena, pasukan prajurit Kerajaan, harus barisan depan da melindungi sang Raja dan anggota Kerajaan lainnya. Sedangkan disisi Lain di wilayah terbuka di Kerajaan Wong, Raja Wong juga di dampingi Putra Mahkota KunLi Wong dan Pangeran Jierui Wong yang berada di sisi kanan kiri Raja Wong.
.....
Perbatasan Negara Barat dan Negara Tengah. Pasukan prajurit Kerajaan Xie telah berada lebih awal datang di wilayah terbuka di perbatasan Negara Barat dan Negara Tengah. Dengan jumlah 1000 prajurit tangguh, mereka telah siap untuk maju berperang.
Dibelakang prajuritnya Raja Xie duduk di kudanya dengan didampingi oleh salah satu anggota Ksatria dan Putra-Putrinya, XeuMei, Putra Mahkota To Mu dan Putri Mahkota Xiu Juan. Putri Mahkota Xiu Juan juga dampingi kedua singa spiritualnya.
Di seberang, pasukan prajurit Kerajaan Kai datang. Ksatria XeuMei, dan Putra Mahkota To Mu terkejut, disisi Raja Xie tetap tenang saat melihat Raja Kai dan Putra Mahkota membawa pasukannya. Tak disangka pasukan prajurit yang dibawa Raja Kai melebihi jumlah pasukan prajuritnya. Raja Xie masih berusaha untuk tenang.
Putri Mahkota Xiu Juan melihat kesana kemari seperti mencari sosok yang ia rindukan. Lalu matanya terbelalak melihat Reyhan yang masih setia mengenakan jubah merahnya. Reyhan berdiri sendiri di atas batu besar samping ujung depan pasukan Kerajaan Xie. Ia melihat ketenangan Reyhan yang berdiri tegak dengan satu pedang digenggam di tangan kanannya.
Raja Kai dan pasukannya telah siap akan menyerang. Raja Kai dan Putra Mahkota Kai tersenyum meilhat jumlah pasukan prajurit Kerajaan Xie yang kalah jumlah dengan pasukannya. Dengan 6000 prajurit yang mereka bawa, mereka sangat yakin peperangan ini akan dimenangkan atas Kerajaan Kai.
Disisi Reyhan, ia memenjam kedua matanya. Ia bersiap-siap untuk menggunakan kekuatan sihir perpindahannya dari 6 tempat berbeda ke 1 tempat yang sama. Reyhan menarik nafasnya dalam-dalam, lalu ia lepaskan. Reyhan membuka kedua matanya, dan pedang di tangan kanannya ia angkat ke atas.
Raja Xie, Putra Mahkota To Mu, Putri Mahkota Xiu Juan, dan Ksatria XeuMei terdiam saat melihat Reyhan yang sudah mengangkat pedang yang ke atas. Disitulah tanda-tanda dari Reyhan yang akan menggunakan kekuatan sihir perpindahannya. Raja Kai dan Putra Mahkota Kai heran melihat Reyhan.
Tiba-tiba muncullah cahaya portal yang besar berjumlah 6 di area wilayah terbuka itu. Disisi lain, bersaman ke-6 Kerajaan di tempat mereka masing-masing juga muncul cahaya portal didepan mereka yang sudah ditunggu-tunggu. Lalu setiap Raja Kerajaan Barat memerintahkan semua pasukannya untuk segera maju dan masuk kedalam cahaya portal.
__ADS_1
Semua ribuan pasukan Kerajaan Kai yang ada di wilayah terbuka terkejut melihat cahaya portal yang dalam bentuk besar di hadapan mereka, bahkan Raja Kai dan Putra Mahkota Kai menganga tak percaya yang mereka lihat. Mereka kembali terkejut lagi saat ratusan prajurit muncul keluar dari setiap dari 6 cahaya portal besar itu.