Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 189 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Setelah berhasil membujuk gadis yang ia cintai, Reynal mengajak Alice untuk ikut besamanya. Dan Alice pun menurutinya. Reynal langsung membawa Alice pergi menghilang dengan teleportnya.


Wsst !!


.....


Sementara Disisi Lain.


Reynal tengah duduk di kursi kayu dan bersantai di belakang rumah sambil menikmati teh buatan Putrinya.


Reynal tak sendiri, ia tengah berbicara saudara yang sudah sadar dan membuka kedua matanya. Kebencian Jian Heeng kepada Reyhan semakin besar.


Padahal Jian Heeng sudah bersenang-senang bebas kesana kemari bermain banyak jalang, dan membunuh yang menghalangi kesenangannya


Sedangkan Reynalda dan Elena, mereka berdua diam-diam mendengar pembicaraan kedua pria dewasa itu. Mereka terkejut, terutama Reynalda.


Mereka mendengar cerita Reyhan dan Jian Heeng di masa lalu, terutama kejahatan Jian Heeng yang ingin menjatuhkan Reyhan. Tentu saja Reynalda tidak terima akan hal itu.


Tapi smeua sudah terjadi. Ayahnya sudah mendapat haknya menjadi pewaris Kerajaan Wan. Dan Jian Heeng menjadi tahanan karena telah ia buronan yang di cap manusia berbahaya, maka harus di tahan. Dan entah sampai kapan dilepas masa tahanannya.


Wsst !!


Tiba-tiba muncullah sosok laki-laki dsn perempuan di belakang rumah itu. Reynalda dan Elena kembali terkejut. Sedangkan Reyhan hanya besikap biasa, karena ia sudah yakin kalau Putra Bungsunya pasti membawa gadisnya.


Reynal datang bersama Alice. Mereka bergandengan tangan. Elena yang tak bisa manahan rasa rindunya, ia segera berlari ke arah Alice.


Elena langsung memeluk sosok perempuan itu yang sudah ia anggap sebagai kakak perempuannya. Alice dan Elena saling berpelukkan.


Elena melepaskan pelukannya. Ia manatap Alice. "Kenapa kau baru kembali ?"


"Maafkan aku." ucap Alice.


Elena manatap Alice. Ia melihat perubahan penampilan Alice. Dari warna rambutnya yang indah, dan warna bola matanya. Alice menjadi sosok yang cantik.


Ya, itulah sosok Alice yang sebenarnya. Ternyata sosok Alice yang selama ini Elena kenal adalah manusia setengah vampir yang kekuatannya dan ingatannya selama ini telah disegel.


Reynalda mendekati dirinya kepada Alice dan Elena. Reynal memisahkan dirinya. Ia membiarkan kesempatan waktu untuk ketiga gadis itu.


Reynal berjalan mendekati ayahnya yang tengah duduk bersantai di dekat pamanya yanh tengah diikat rantai di pohon.


"Kau berhasil membawa gadis pujianmu." ucap Reyhan sambil mensruput tehnya.


Reynal tersenyum. "Iya, ayah, meski awalnya tidak mudah."


Reyhan mengangguk-angguk kepalanya. "Ya, karena semuanya butuh perjuangan."


"Ck, sungguh pemandangan memuakkan."


Reyhan dan Reynal menoleh, dan memandang Jian Heeng yang membicarakan mereka.


"Bagaimana keadaanmu paman ?" tanya Reynal, dan Reyhan hanya mengacuhkannya, ia memilih mensruput tehnya kembali.


"Karena ulah wanitamu, aku tak bisa bermain bebas kesana kemari." jawab Jian Heeng datar.


Reynal terkekeh. Reyhan masa bodo dengan itu. Yang terpenting bagi Reyhan, Jian Heeng berhasil ditangkap.

__ADS_1


.....


Hari demi hari. Sudah terlewat 1 bulan. Mereka berlima tinggal bersama di rumah sederhana yang Reyhan beli sebelumnya. Dan terhitung sudah 6 bulan lebih, Reynal tidak pulang ke dunia asalnya.


Seusai kesepakatan, dsn semua telah dibicarakan, Reynal akan membawa Alice ke dunianya dan menikah. Reyhan dan Reynalda tidak maslaah hal itu.


Namun, Elena menjadi sedih karena nantinya harus berpisah dengan Alice. Tapi mau bagaimana lagi, Elena juga ingin Alice berbahagia. Melihat Elena seperti itu, didalam hati Reynal berjanji akan membuat Alice bahagia bersamanya.


Kemudian Elena teringat sesuatu. Ia meminta kepada ketiga keluarga Kerajaan Wan itu. Sebelum pergi kembali ke dunia asalnya, Elena menginginkan mereka hadir di hari pernikahannya sebelum pergi.


Sebagai perwakilan semuanya, Reyhan mengiyakan untuk hadir di pernikahan Elena dengan Aland. Dan keputusan Reyhan pun disetujui yang lainnya.


Dan sekarang, Reyhan berencana ke istana Kerajaan Dorothy, dan membawa keempat manusia, siapa lagi kalau bukan Reynalda, Reynal, Alice, dan Elena. Mereka pergi membiarkan Jian Heeng tinggal sendirian dengan kondisi terikat.


Karena ada hal kaitannya dengan pernikahan Elena. Maka ia harus datang dan menenangkan suasana. Reyhan harap dengan kejadian sebelumnya keluarga Kerajaan Dorothy bisa berubah.


Reyhan langsung membawa mereka berempat dengan teleportnya, dan mereka langsung sampai di ruang utama di dalam istana. Dan benar saja, semuanya tengah berkumpul.


Mereka semua terkejut melihat kedatangan Reyhan dan rombongannya secara tiba-tiba. Ternyata tak hanya ada Keluarga Kerajaan Dorothy, tapi juga ada Keluarga Kerajaan Arlie.


Aland yang melihat Elena, ia langsung bangkit, ia berjalan cepat dan memeluk Elena dengan erat. Semua pemandangan tidak terfokus kepada 2 pasangan berpelukan itu.


Melainkan mereka melihat sosok Alice yang juga ikut hadir. Raja Dorothy gemetaran melihatnya. Permaisuri Ella pun menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap Alice.


Sosok Alice yang sekarang sudah tidak seperti dulu, sosok yang sekarang adalah sosok jati dirinya.


Ternyata kedatangan keluarga Kerajaan Arlie adalah mempercepat pernikahan Aland dan Elena. Itulah Aland yang meminta. Ia sudah paham semua keadaan Kerajaan Dorothy.


Aland mengetahuimya karena ia memiliki salah satu pengawal yang ia tugaskan untuk memata-matai keadaan Kerajaan Dorothy dan mengawasi calon istrinya.


Aland juga mengetahui, kalau Elena dibawa oleh rombongan ayahnya Reynal. Dan ia percaya, Elena akan aman bersama Reynal dan rombongannya.


Raja Arlie memutuskan mempercepatkan pernikahan Aland dan Elena yang akan diadakan minggu depan.


Dan sekarang di Kerajaan Arlie pun sedang mempersiapkan semua itu. Raja Dorothy dan Permaisuri Ella hanya pasrah mengikuti kemauan dari pihak Kerajaan Arlie.


Ingin sekali membantah, tapi sosok terkuat ada disekitar mereka, siapa lagi kalau bukan Reyhan. Ditambah 2 keturunannya dan seorang manusia setengah vampir.


Reynal mengajak Alice dan Reynalda untuk keluar. Reyhan memilih untuk tetap di dalam ruangan itu, ia ingin melihat diskusi 2 Raja di hadapannya tentang pernikahan Aland dan Elena.


.....


"Apa tidak masalah, kalau kita disini ?" tanya Reynalda.


Reynal mengajak Alice dan Reynalda ke sebuah gazebo yang biasanya tempat bersantainya saat bersama Aland dan Elena.


"Tidak masalah, Elena pasti mengizinkan kita." jawab Reynal.


Tiba-tiba terdengar suara yang tak asing di telinga Reynal dan Alice.


"Wah lihatlah kalian, kalian sungguh terlihat bahagia."


Siapa lagi kalau bukan Delbert. Dia datang, ia sudah mengetahui kedatangan Reyhan dan rombongan, karena sebelumnya ia mengintip ruangan itu.


Semenjak kejadian sebulan yang lalu Delbert botak. Kini rambutnya sudah tumbuh namun masih terlihat tipis. Melihat itu Alice dan Reynal ingin tertawa, namun mereka tahan.


"Dia lagi." guman Reynalda, namun terdengar oleh Delbert.

__ADS_1


Delbert tak terima. "Kau tidak menyadari keberadaanmu sekarang ada dimana."


Mereka bertiga memilih terdiam. Mereka diam karena malas mananggapi Delbert.


Delbert memandang Alice. "Alice."


Sosok penampilan Alice sekarang, sungguh cantik, meski Alice menatap dirinya dengan datar, justru Delbert semakin tertarik padanya.


_______________________________________


Visual :


Reynal Poetra Wan.



.


Alice Chloe.



.


Elena Von Dorothy.



.


Aland Von Arlie.



.


Dorothy Von Dorothy.



.


Reyval Poetra Wan.



.


Xianlun Zhao.



.


Reynalda Poetri Wan.


__ADS_1


__ADS_2