Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 179 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Reyhan berdiri dari duduknya. Ia menatap dingin ke arah Delbert. "Ada yang mau disampaikan lagi ?"


Delbert diam, ia hanya menatap benci. Tak mendapat jawaban Reyhan maju berjalan. Ia pun berdiri tepat dihadapan Delbert.


"Kau terlalu bangga dengan gelarmu sebagai Putra Mahkota." ucap Reyhan tepat dihadapan Delbert.


"Tapi pada akhirnya kau hanyalah sampah." lanjutnya.


Delbert ingin memukul pria itu. Tapi apa daya, entah kenapa tubuhnya kaku, tak mau bergerak mendengar ucapan Reyhan yang terkesan dingin dan menakutkan.


Reyhan memandang ke arah Raja Dorothy. "Entah apa yang kalian rencanakan, tapi yang jelas aku bisa merasakan hawa kebencian pada diri kalian bertiga."


Reyhan kembali duduk di kursinya. "Padahal aku menyukai dunia ini, layaknya seperti duniaku. Tapi, apa hanya Kerajaan ini saja yang memiliki Raja sampah sepertimu." sambil menatap remeh kepada Raja Dorothy.


Reynalda, dan Reynal hanya diam. Mereka paham sifat ayahnya yang bertindak tegas tanpa ampun jika menilai orang yang sudah buruk menurutnya. Karena penilaian di mata ayahnya tak pernah salah.


Alice hanya diam melongo, bisa-bisanya seorang Raja menjelekkan Raja lain secara langsung dan bertatap muka. Itu sama saja penghinaan dan memicu perang.


Sedangkan Elena, ia juga tak percaya jika ayahnya dijelek-jelekkan oleh Raja lain. Ia tak terima, ingin membela karena mau bagaimanapun Raja Dorothy adalah ayah kandungnya. Tapi masalahnya, entah kenapa tubuhnya seperti terkunci seakan takut kepada sosok Reyhan.


Disisi Reyhan, ia sudah bisa menebak kalau pasangan Raja dan Permaisuri yang ada dihadapannya memiliki rencana, meski ia tak tau rencana apa yang direncanakan. Hanya menebak raut dari seseorang, itu mudah bagi Reyhan.


Selama menjadi Raja, Reyhan selalu bisa mengatasi masalah di Kerajaannya, dan semuanya berjalan lancar. Jika diingat, mau bagaimanapun Reyhan tetap memiliki banyak pengalaman saat ia menjadi bodyguard terbaik di kehidupan sebelumnya.


.....


Reyhan mulai merasa bosan. Lalu ia mengajak kedua anaknya, dan Alice untuk pergi. Namun sebelum sebelum pergi meninggalkan ruangan itu, Reyhan bebicara di kepada Alice.


"Alice, setelah ini, kau jangan pernah masuk ke istana ini. Karena disini tak akan membuatmu nyaman." ucap Reyhan, di depan keluarga Kerajaan Dorothy.


Alice sedikit menunduk badannya. "Baik Yang Mulia."


"Lagian buat apa kamu datang kesini, kamu kan sudah tidak bertugas disini lagi." kata Reyhan santai.


Saat akan berjalan, Reyhan membalikkan tubuhnya, dan menatap Elena. "Kau ingin ikut ? Atau tetap menetap di keluarga sampahmu ?"

__ADS_1


Elena menganga tak percaya mendapat penawaran seperti itu. Seharusnya tak perlu sambil menghina keluarganya. Elena tak menjawab, ia merasa bimbang.


Reyhan menghela nafasnya. "Aku hanya menawarimu saja. Kusarankan kau ikuti saja kata hatimu."


Setelah berkata itu, Reyhan pun pergi keluar dari ruangan itu, dan diikuti Reynal, Reynalda, dan Alice. Mereka meninggalkan keluarga Kerajaan Dorothy yang diam membeku.


Raja Dorothy dan sekeluarga tak menyangka akan dijelekan secara terang-terangan. Sungguh Raja dari dunia lain itu sungguh pedas tanpa ragu sama sekali.


.....


Setelah keluar dari istana, Reyhan, kedua anaknya dan Alice berjalan-jalan. Mereka melihat sekeliling mereka. Banyak sekali pedagang yang berjualan di kota itu.


Mereka memilih berjalan kaki, tidak untuk berteleport. Kerena permintaan Reynalda yang ingin berjalan sambil menatap makanan ringan. Reynalda pun mulai sibuk sendiri memilih makanan ringan yang ia lihat.


Disini, Alice terlihat diam sambil menatap para pedagang di pinggir jalan. Reynal yang menyadari itu, pun bertanya kepadanya. "Kau kenapa ?"


"Aku harus memikirkan untuk kedepannya." sahut Alice.


"Maksudnya ?" tanya Reynal.


Alice pun menjelaskan.


"Tidak perlu." sahut Reyhan memotong kata-kata Alice.


"Kau tidak perlu melakukannya. Jika kau perlu apa-apa katakanlah padaku." lanjutnya.


"Tapi Yang Mulia, koin disini..." ucap Alice.


"Sudah kubilang kau tenang, kalian bertiga aku yang tanggung." Reyhan memotong lagi ucapan Alice.


Reyhan teringat saat Reynal menjelaskan kalau mata koin di dunianya lebih mahal jika ditukarkan di dunia ini. Mengingat itu, Reyhan tersenyum mengejek, karena ia memiliki banyak koin emas asal kekuatan dari Raja Gil.


Reynalda telah selesai urusan membeli makanan ringan. Alice pun belanja untuk keperluan bahan di rumahnya, Reynal pun membantunya.


Semua kebutuhan mereka bertiga, Reyhan 'lah yang menanggungnya. Selesai sudah, mereka pun segera pulang kembali ke rumah Alice. Mereka ingin merayakan makan malam.


.....

__ADS_1


Sudah 1 minggu berlalu.


Semua masih berjalan lancar tak ada yang mengganggu. Alice tenang tanpa gangguan, dan dia juga senang karena ia benar-benar merasakan rasa memiliki keluarga lagi.


Sosok Reyhan sudah seperti ayah baginya. Reynalda sudah seperti saudara perempuan. Alice pun juga senang, Reyhan merestui hubungan Alice dengan Reynal.


Pihak istana Kerajaan sudah tak berani mengganggu, atau datang ke rumah memberi peringatan. Karena tak ada yang berani dengan sosok Reyhan yang ditakuti oleh keluarga dan orang-orang istana Kerajaan.


Mereka tak ingin mati dengan mudah. Mengingat Reyhan yang pernah memberi peringatan yang tak main membuat semua terkejut saat melihatnya.


Elena pun juga tak pernah datang lagi ke rumah Alice. Entah ia tak mau berurusan dengan Alice dan Reynal, atau memang keluarga Kerajaannya melarangnya.


Namun kali ini, benar-benar membuat Alice bimbang. Bagaimana tidak ? Alice kini tengah memikirkan hubungannya dengan Reynal harus bagaimana ? Secara Alice harus ikut Reynal dan meninggalkan dunianya.


Memang, Reynal dan yang lainnya belum membicarakan masalah itu. Rasa tidak rela harus meninggalkan dunia tempat lahirnya, tapi Alice juga tak bisa membayangkan jika nanti harus berpisah, rasanya juga tak rela.


Alice memilih menepis masalah lebih dahulu. Karena sekarang, ia juga harus membantu Reynal dan lainnya mencari seseorang yang berbahaya, siapa lagi kalau bukan Jian Heeng.


Sekarang mereka berempat pergi dari rumah. Mereka terbang, Reynal dan Reynalda menggunakan Sihir Api biru untuk membantu tubuh mereka terbang.


Alice terbang dengan menaiki kuda terbang miliknya, sedangkan Reyhan ia terbang dengan sayapnya. Tentu saja munculnya kedua sayap milik Reyhan membuat Alice terkejut.


Alice mengakui kalau ayah dari kekasihnya bukanlah Raja yang mudah dikalahkan. Mereka tebang mencari lokasi yang agak jauhan untuk mencari Jian Heeng.


Posisi Reynal dan Reyhan berada di depan. Sedangkan Reynalda dan Alice dibelakang 2 laki-laki itu.


"Reynal, gunakanlah Sihir Gelapmu untuk melacak keberadaan Sihir pamanmu." Reyhan memberi perintah. Reynal mengangguk kepalanya.


Reynalda terbang bersampingan dengan Alice mengelus dada, sambil berbisik. "Syukurlah, aku tak mewarisi Sihir ayah."


Alice pun mendengar, ia pun tersenyum. "Kanapa kau bicara seperti itu ?"


"Aku tak mau terlihat gila saat mengamuk seperti ayahku. Membayangkan saja aku sudah ketakutan." jawab Reynalda.


Alice mengangguk-angguk kepalanya. Reynalda pun berbicara. "Reynal sudah banyak berubah."


"Berubah ?" sahut Alice.

__ADS_1


"Ya, sebelumnya Reynal lebih banyak diam. Tapi, sepertinya setelah aku tau Reynal dan kau memiliki hubungan, Reynal tidak seperti dulu." jawab Reynalda, lalu ia memandang Alice dalam-dalam. "Terimakasih telah merubahnya."


Alice entah harus menjawab apa. Ia hanya tersenyum saja. Karena ia merasa tak melakukan apapun kepada Reynal.


__ADS_2