Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 83


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


"Hahahahaha.."


Telinga Putra Mahkota Jiazhen Kai semakin panas mendengar tawa Jian Heeng. Ia pun berdiri, matanya manatap tajam, dan membuang pedangnya.


Jiazhen Kai memasang kuda-kuda, seketika kedua kakinya seperti mengeluarkan percikan petir. Ia sudah tak peduli lagi jika ia harus sampai titik penghabisan.


Jian Heeng tersenyum menyeringai melihatnya. "Wahh..., kau masih ingin bermain rupanya."


"Baiklah, ayo kita bermain lagi." lanjutnya.


Jiazhen Kai berlari secepat kilat ke arah Jian Heeng. Tepat sudah di depan lawan, ia langsung melayangkan tendangannya. Jian Heeng bisa menghindari, tapi Jiazhen Kai tak dengan cepat melayangkan tendangan keduanya.


DUAR !!


Jian Heeng terpental jauh. Jiazhen Kai langsung berlari kilat ke arahnya. Belum sampai tubuh Jian Heeng jatuh ke tanah, Jiazhen Kai sudah lebih dulu berada di dekatnya dan langsung menendang lagi ke ke udara.


Tubuh Jian Heeng terdorong ke udara. Dengan cepat Jiazhen Kai melompat tinggi mendahului Jian Heeng. Dan ia kembali menendang lagi Jian Heeng hingga terdorong kuat jatuh ke tanah.


DUAR !!


Jiazhen Kai turun kembali mendarat ke tanah. Belum sampai mendarat kakinya ke tanah, Jian Heeng sudah berpindah cepat tepat dihadapannya. Belum sempat terkejut, Jian Heeng lebih dulu memukul Jiazhen Kai hingga terdorong jatuh ketanah.


"Hahahaha, ayo kita bermain, aku masih belum puas, hahahaha..." ucap Jian Heeng sambil tertawa.


.


.


.


DUAR !!


Jian Heeng terpental setelah kena ledakan Api biru. Ia terbangun dari jatuhnya dengan wajah amarahnya. Lalu mencari sumber yang sudah berani menyerangnya. Seketika matanya terbelalak, lalu ia tersenyum menyeringai.


"Apa kabar Ayah..," ucap Jian Heeng sambil berdiri.


Dari kejauhan Raja Wan dan rombongannya sudah tiba di tempat. Ia langsung menyerang Jian Heeng, karena melihat Reyhan yang sudah tak berdaya. Ia juga sempat melihat pertarungan Jian Heeng dengan Jiazhen Kai.


"Putraku, menyerahlah, dan serahkan dirimu untuk mengakui kesalahanmu." ucap Raja Wan.

__ADS_1


Lalu disebelah kanan kiri Raja Wan, ada Raja Xie, dan Putra Mahkota To Mu. Dan dibelakangnya sudah ada beberapa pengawal yang berjumlah 15.


"Wah, yang mulia Raja Xie, ternyata kau sudah ada disini, bukankah kau telah melarikan diri saat pertemuan kita tadi siang ?" tanya Jian Heeng sambil tersenyum menyeringai.


"Kekacauan apa yang telah kau perbuat, hingga Putra Mahkota Kai juga ada disini bertarung denganmu." ucap Putra Mahkota To Mu.


"Aku hanya bersenang-senang untuk memenuhi hasratku." jawab Jian Heeng santai.


"Bersenang-senang ?" sahut Raja Wan dan rombongannya.


"Ya..., aku haus akan membunuh untuk memenuhi hasratku, dan perlu kalian tau, rasanya sangat menyenangkan." jawab Jian Heeng tersenyum bangga.


"Kau sudah gila, kau harus dihukum atas perbuatanmu !!" ucap Raja Wan.


"Tangkap aku jika kalian bisa, hahahaha.." balas Jian Heeng tertawa keras.


Raja Wan tak menyangka kepada Jian Heeng, putranya yang dulu ia bangga-banggakan, kini telah terlihat sosok iblisb yang telah kehilangan kewarasannya.


Akhirnya Raja Wan menarik pedangnya, lalu mengarahkannya ke arah Jian Heeng. "Aku, Raja Kerajaan Wan, sekaligus ayahmu, memutuskan akan menghukummu."


"Hahahaha...., jadi kau masih menganggapmu dirimu ini adalah ayahku, hahahaha... Baiklah, ayo kita bersenang-senang."


Raja Wan dan para pengawalnya menyebar kemana-kemana. Semua telah siap dengan senjata-senjata mereka masing-masing. Raja Xie dan Putra Mahkota To Mu pun juga ikut menarik pedang dari sarungnya.


.


.


.


.....


Disisi Reyhan yang sudah memenjam matanya dan tak berdaya, kini telah dikepungi ke-5 gadis, diantara 4 saudarinya dan 1-nya sang kekasih.


Xiu Juan berusaha membangunkan Reyhan, ia menggoyang-goyangkan tubuh Reyhan agar terbangun.


"Kak Rey, bangun..." ucap Xiu Juan sambil menangis.


Tak hanya Xiu Juan saja, Putri Mahkota Lin Wei, dan ke-3 saudarinya juga tak kuat melihat kondisi Reyhan dan Xiu Juan yang terus menangis. Mereka tak bisa melakukan apapun, dan hanya bisa ikut mengeluarkan air matanya.


"Kenapa kau tak bangun-bangun, aku tak ingin kehilangan kau lagi Kak Rey, cukup di kehidupan keduaku merasakan kehilanganmu."


Ingin berkata seperti itu, tapi Xiu Juan tak mampu mengucapkannya. Ia terus menangis. Air matanya terus mengalir. Xiu Juan seketika terdiam membeku saat akan meraih tangannya Reyhan.


Didekat tangan Reyhan, ada batu hitam. Xiu Juan mengambil batu hitam itu. Xiu Juan teringat sesuatu. Ya batu hitam itu adalah pemberiannya saat dimana pertama kali pertemuannya dengan Reyhan.

__ADS_1


"Ternyata kau masih menyimpan batu ini Kak Rey.." ucap Xiu Juan pelan.


Xiu Juan menggenggam kuat tangan Reyhan. Dan batu hitamnya berada didalam genggama mereka berdua. Tangan Reyhan dicium Xiu Juan.


Tiba-tiba terlihat cahaya dari dalam genggamannya. Xiu Juan terkejut, seketika ia melepaskan genggamannya. Ternyata cahaya itu berasal dari batu hitam pemberiannya.


Batu itu melayang di udara dan pecah, seketika mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Bahkan cukup menyinari wilayah terbuka itu, kerena memang langit sudah akan gelap.


Bahkan cahaya itu membuat Jian Heeng mengehentikan gerakannya. Raja Wan dan yang lainnya pun juga ikut berhenti. Mereka semua berhenti bertarung, karena cahaya yang tiba-tiba menyinari wilayah terbuka itu.


Kembali disisi Xiu Juan dan Ke-4 Putri Raja Wan. Mereka semua terpaku melihat tubuh Reyhan tiba-tiba melayang dan menyatu dengan cahaya itu. Sangat menyilaukan, bahkan membuat mata mereka terpenjam.


.


.


.


Di Tempat Lain.


Di tengah-tengah padang rumput yang luas, seorang laki-laki, ia terdiam setelah mendengar Raja Gil mengatakan dirinya lemah. Dan sosok Raja Gil menghilang, dan kekuatan yang ia berikan pada laki-laki itu pun juga menghilang. Laki-laki itu dapat merasakan perubahan aneh pada dirinya.


Laki-laki itu yang tak lain siapa lagi kalau bukan Reyhan. Ia merasakan kekuatan pemberian dari Raja Gil benar-benar telah hilang. "Aku benar-benar tidak dapat merasakan kekuatan apa-apa pada diriku."


"Apa kau bisa mendengar suaraku ?"


DEG!!


Tiba-tiba telinga Reyhan mendengar suara asing dari belakangnya. Ia pun membalikan tubuhnya. Reyhan melihat sosok seorang yang tak jelas wujudnya.



Tapi meski begitu ia marasakan kekuatan yang sangat besar dari sosok itu.


"Siapa kau ?" tanya Reyhan.


"Aku adalah wujud kekuatan yang seharusnya berada pada di dalam tubuh Putra Mahkota Rey Hann ketika lahir."


"Bereinkarnasi maksudmu ?" tanya Reyhan.


"Bisa dikatakan begitu."


"Astaga..., kalau kau memang bereinkarnasi ke tubuh yang kutempati, seharusnya dari kau masuk ke tubuh ini dari awal !! Jadi aku gak perlu repot-repot nyasar ke tubuh ini dan hidup lagi." ucap Reyhan kesal.


"Hahahaha.., sebenarnya ini adalah keliruan pemilikku sebelumnya."

__ADS_1


__ADS_2