Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 196 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Hari sudah malam. Reynalda pulang kembali ke istana. Pikirannya tertuju terus tentang laki-laki yang ia liah tadi. Ia merasa tak yakin kalau laki-laki itu memiliki kesamaan soal kekuatannya.


Kekuatan laki-laki asing yang ia lihat, memilki kekuatan yang sama dengan ayahnya dan adik laki-lakinya. Setahunya hanya ayah dan adiknya yang bisa melakukan teleport. Pikirannya semakin negatif.


.....


Semua berkumpul di ruang makan Keluarga Kerajaan. Mereka semua menikmati makan malamnya, tak lupa juga dengan Alice yang juga ikut dalam mereka.


Reynalda terlihat seperti tak biasanya. Ia biasanya akan memakan makanannya dalam porsi yang banyak. Namun kali ini ia hanya makan porsi sedikit.


"Alda, kau kenapa ? Kau tak seperti biasanya." kata XiuJuan, ia sadar akan sikap Reynalda yang tak seperti biasanya.


"Ahh, aku tidak kenapa-kenapa bunda, aku baik-baik saja." jawab Reynalda.


"Benarkah ?" sahut XiuJuan.


Reynalda tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya.


.....


Semua telah selesai makan malam mereka. Semua kembali ke kediaman mereka masing-masing. Reyhan memilih untuk pergi ke ruang kerjanya, tak sendiri, ia bersama Reyval. Karena ada hal kecil yang harus mereka berdua lakukan.


Reynalda tidak pergi kediamannya. Ia pergi ke tempat kerja ayahnya. Ia mengikuti ayahnya dan kakak laki-lakinya secara sembunyi-sembunyi.


Reyhan dan Reyval telah sampai di dalam ruangannya. Reyhan duduk di kursi kebesarannya, lalu ia membaca kertas-kertas penting, dan di kursi lain Reyval memeriksa kertas-kertas penting lainnya.


"Adik, kalau kau ingin masuk, masuklah, tak perlu diam-diam mengikuti aku dan ayah." ucap Reyval, ia sudah menyadari keberadaan adik perempuannya di luar ruangan.


Reyhan terkekeh, ia sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Putrinya, ia memilih untuk diam.


Reynalda pun masuk kedalam ruangan. Lalu ia duduk kursi kosong yang ada di dalam ruangan.


"Ada apa, Putriku ? Sampai-sampai kau diam-diam mengikuti ayah dan kakakmu." kata Reyhan, tatapannya fokus ke kertas yang ia pergang.


"Aku ingin menanyakan sesuatu ayah." jawab Reynalda.


"Tanyakan saja." balas Reyhan.


"Sebenarnya ayah punya istri simpanan ya ?" tanya Reynalda.


Reyhan terkejut mendengar pertanyaan Putrinya. Tak hanya itu, Reyval pun juga terkejut bukan main mendengar pertanyaan adik perempuannya.


.....

__ADS_1


Disisi Lain.


Terlihat seorang laki-laki berjubah hitam di dalam sebuah kamar. Ia dalam posisi tergeletak di kasur. Dia menyewa sebuah kamar di penginapan.


Laki-laki itu cukup tampan, dan terlihat muda. Ia tengah bingung apa yang harus ia lakukan sedangkan keadaan dunia yang ia tempati saat ini sudah tak terjadi apa-apa.


Sambil tiduran di atas kasur, Laki-laki terus mengucap dalam hatinya


"Sudah 21 tahun ya."


"21 tahun aku terjebak ditubuh ini."


"21 tahun, baru kali ini aku melihat dunia luar."


"Aku tak mengenal siapapun."


"Kakek tua bangka itu tidak muncul lagi dihadapanku semenjak awal pertama kali bertemu."


"Datang pergi seenak jidat lebarnya."


Laki-laki itu menghela nafasnya. Ingin sekali mengamuk, tapi untuk apa ? Mengamuk bukanlah gayanya.


Ia pun memilih tidur dan beristirahat, karena besok ia harus kembali kerja untuk membantu berdagang dengan orang yang mmeberinya pekerjaan.


.....


"Bukankah sudah ayah jelaskan, ayah tak pernah berhubungan lebih dengan wanita manapun, kecuali bundamu." kata Reyhan.


Ia tengah meyakinkan Putrinya. Reyval hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat menatap ayah dan adik perempuannya.


"Ayah tidak berbohongkan ?" Reynalda mencoba untuk percaya.


"Ayah tidak berbohong." jawab Reyhan tegas.


"Lalu kenapa kau bisa mengatakan kalau ayah memiliki istri simpanan ?" lanjutnya bertanya.


Reynalda pun mulai menceritakan kejadian awal pertemuannya dengan laki-laki asing yang ia temuinya. Ia menceritakan semuanya tanpa dikurang atau dilebihkan.


"Aku melihat laki-laki seusiaku memiliki Kekuatan yang sama persis dengan ayah dan Reynal." kata Reynalda setelah selesai ia bercerita.


"Sama persis ?" sahut Reyval.


"Ya, dia bisa teleport." jawab Reynalda.


Reyhan berdehem. Lalu ia bersuara. "Kalau dia bisa teleport, apa yang salah ?"

__ADS_1


"Bukankah bisa teleport dia memiliki Sihir Cahaya dan Gelap ?" tanya Reynalda.


Reyhan terkekeh, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Putriku, sepertinya kau belum paham. Semua orang di dunia kita, tidak ada yang bisa memiliki kedua Sihir itu sekaligus. Sangat jarang. Mungkin hanya ayah dan Reynal saja yang bisa memiliki keduanya, karena ayah penerus pahlawan yang dulu, dan Reynal adalah selanjutnya."


"Tapi, aku melihat dia bisa teleport, ayah." kata Reynalda.


"Kalau ada orang yang hanya memiliki sihir cahaya, dia juga bisa teleport." jawab Reyhan. Lalu wajahnya menjadi datar. "Bahkan kalau ada orang yang hanya memiliki sihir gelap saja, dia juga bisa teleport."


"Kemungkinan orang itu memilih salah satu antara Sihir Cahaya dan Sihir Gelap, kah ?" tebak Reyval.


"Tapi, waktu kita di dunia fantasi, kenapa paman Jian Heeng tidak bisa teleport, bukankah dia juga memiliki Sihir Gelap ?" tanya Reynalda.


"Pamanmu tidak bisa menggunakannya dengan sempurna. Maka ia jarang memakainya." jawab Reyhan.


Reynalda mengangguk-angguk kepalanya. Lalu pikirannya tertuju lagi ke laki-laki asing yang ia temuinya. "Apa dia terlahir memiliki sihir cahaya atau sihir gelap ?"


Reyhan memandang Reynalda dengan serius. "Apa kau melihat dia berbuat masalah di kota ?"


Reyhan khawatir, jika laki-laki yang ditemui Putrinya memiliki Sihir Gelap, dan terbuat kekacauan seperti Jian Heeng di masa lalu.


"Dia terlihat baik. Wajah tampannya menjadi damai saat ia tersenyum." jawab Reynalda jujur.


Reyval terkekeh. "Sepetinya kau terlalu memperhatikannya, kau bahkan mengatakan dia tampan."


"Diamlah !!" sahut Reynalda. Jujur, dalam hatinya ia malu.


Reyhan menghela nafasnya. "Ya sudah, kalian kembalilah ke kediaman kalian. Ini sudah malam. Waktunya istirahat."


Reyval dan Reynalda mengiyakan ucapan ayah mereka. Mereka berdua pergi keluar dari ruangan setelah berpamitan.


Setelah kepergian Reyval dan Reynalda, Reyhan hanya berdiri diam. Pikirannya masih bertanya-tanya tentang laki-laki asing yang diceritakan oleh Putrinya.


"Siapapun dia, aku tak masalah keberadaannya. Asal dia tidak menyalahgunakan kelebihannya, dan mencari masalah."


Merasa selesai dengan tugasnya, ia keluar dari ruang kerjanya. Ia pergi ke kediamannya untuk tidur istirahat sambil memeluk istri tercintanya.


.....


Semenjak hari itu, Reynalda sudah jarang bertemu lagi dengan laki-laki asing itu. Meski kadang ia tak sengaja melihat laki-laki asing itu tengah membawa barang, seperti petugas pengantar barang.


Pasti selalu di tempat yang sepi, Reynalda melihat laki-laki itu. Saat akan ia akan bergerak untuk mendekat, laki-laki itu sudah duluan berteleport dan menghilang.


Tapi yang selalu Reynalda heran, laki-laki itu pasti sebelum berteleport, selalu pergi ke tempat yang sepi, dan setelah itu menghilang.


Reynalda terus mencoba mendekati laki-laki asing itu karena rasa penasarannya. Hingga pada akhirnya, tak terasa besok adalah hari pernikahan Reynal dan Alice.

__ADS_1


Reynalda belum bisa mendekat laki-laki asing itu. Yang pasti ia kalah cepat untuk bergerak Kadang Reynalda kesal, hanya sekedar mendekat saja sudah.


Ibaratkan ia ingin menyapa saja susah. Orang yang ingin ia sapa susah sekali didekati. Reynalda kalah cepat bergerak.


__ADS_2