Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 65


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Putri Mahkota Xiu Juan masih mencari Putri Jing Mi., tapi ia belum menemukannya. Sebelumnya ia sudah kembali ke tempat dimana Reyhan yang membawanya pergi dengan sihir perpindahan tempat. Hari sudah sore tapi, terlihat langit sudah mulai gelap.


Meskipun begitu, Xiu Juan tetap terus mencari Jing Mi. Ia sudah tau perang telah usai dan dimenangkan oleh Reyhan. Ia mulai mendekati hutan didekat wilayah terbuka perbatasan antar 2 Negara Tengah dan Barat. Tanpa sengaja dari jaraknya ia mendengar suara percakapan antara 2 orang.


Suara salah satunya suara perempuan dan ia sangat mengenali suaea itu. Suara itu adalah suara Putri Jing Mi, tapi siapa yang satunya lagi suara laki-laki. Penuh dengan penasaran dipikirannya, ia mencoba diam-diam mendekat dan bersembunyi di balik pohon besar.


.


.


"Bukan sudah kukatakan dari awal, aku menolak keinginanmu !!" ucap Putri Jing Mi yang sedang duduk kasar di tanah dan ia seperti kelelahan.


"Hei, kau ini adik kandungku, seharusnya kau mematuhiku !!" ucap laki-laki itu yang berdiri di hadapan Jing Mi. Ya siapa lagi kalau bukan kakak kandung Jing Mi, Pangeran Jian Heeng.


2 orang itu adalah sepasang kakak beradik kandung, 2 anak yang lahir dari rahim Selir pertama Raja Wan, May Lee Ho. Saat pertarungan Reyhan dan Putra Mahkota Jiazhen Kai, Jing Mi sedang berlari mendekati Putri Mahkota Xiu Juan 2 Kakak kembarnya, An Niu dan Zhu Niu. Tapi, tiba-tiba Pangeran Jian Heeng muncul dihadapannya


Jian Heeng datang dan meminta Jing Mi ikut dengannya. Jing Mi menolak, karena ia tak suka sikap Jian Heeng, ia memilih pergi menjauh dari tempat itu. Jian Heeng mengejarnya hingga masuk ke dalam hutan ada di dekat wilayah terbuka perbatasan itu. Mereka sempat berhenti untuk berbicara.

__ADS_1


Jian Heeng meminta Jing Mi untuk ikut rencananya. Rencana untuk membunuh Reyhan secara diam-diam, karena ia baru saja menemukan racun yang mematikan di sekitaran perbatasan Negara Tengah dan Barat. Jing Mi terkejut mendengarnya.


Jing Mi tak menyangka ternyata kakak kandungnya selama ini ia nilai baik, ternyata menyembunyikan rasa benci kepada Reyhan. Jing Mi langsung menolak, karena itu sama saja membunuh salah satu keluarganya, dan juga ia sangat menyayangi seluruh keluarganya.


Salah satunya Reyhan, meskipun kakak dari beda rahim, ia menyanyanginya semenjak Reyhan dinyatakan tewas saat diasingkan. Ia hanya ingin punya keluarga lengkap dan rukun damai. Jian Heeng tidak terima. Akhirnya mereka berdua hingga bertarung.


Mereka berdua beradu pedang, saling menyerang dan menangkis. Terlihat jelas dari awal Jian Heeng 'lah lebih jauh kuat dari Jing Mi. Jian Heeng tidak tanggung-tanggung menggunakan sihir tanahnya kepada Jing Mi hingga terdorong dan jatuh ditanah.


Setelah itu Jian Heeng berbicara, dan meminta ulang kembali ke Jing Mi untuk menjalankan Rencana. Tentu saja Jing Mi menolak keras. Tanpa disadari mereka berdua, Putri Mahkota Xiu Juan baru saja datang dan bersembunyi untuk mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Kau salah satu kakak laki-lakiku yang gila !!" ucap Jing Mi.


"Ayolah, saharusnya kau patuhi aku dan jalani rencanaku, kau hanya perlu memasukkan racun ini ke dalam makanannya." kata Jian Heeng sambil menunjukan botol kecil yang berisikan racun. Racun itu berwarna kehijauan yang ia dapatkan dari selembar daun tumbuhan yang terkenal beracun mematikan yang hanya didapatkan di dalam hutan perbatasan Negara Tengah dan Barat.


"Dan jika Rey Hann telah mati, maka aku akan menjadi Putra Mahkota, dan kau akan kuangkat menjadi Putri Mahkota." lanjutnya.


"Aaaagggrrrrhhh...!!"


"Jangan sia-siakan usahaku, cukup aku telah gagal sekali membuat Rey Hann mati saat diasingkan !!" ucap Jian Heeng kesal, hinggal ia tak menyadari apa yang ia ucapkan.


Putri Jing Mi terdiam, dalam diamnya ia terkejut. Dibalik pohon besar, Putri Mahkota Xiu Juan juga terkejut mendengar apa yang barusan saja ia dengar.


"Jadi, dulu kau yang telah meracuni ibunda Permaisuri ?!?!" ucap Jing Mi menatap tajam ke arah Jian Heeng.

__ADS_1


Jian Heeng terdiam. Betapa bodohnya dia, rahasia besar yang selama ini ia jaga sendiri, terbongkar dari mulutnya sendiri. Tidak mendapat jawaban, Jing Mi berdiri dan segera pergi dari tempat itu. Tiba-tiba Jian Heeng menyerangnya dengan sihir Apinya. Pangeran Jian Heeng tak ingin Putri Jing Mi membongkar rahasianya.


Lebih baik Jian Heeng membunuh adiknya sekarang, ia tak ingin Raja Wan mengetahui rahasia terbesarnya terbongkar. Jing Mi yang masih kelelahan, ia hanya pasrah jika kakak kandungnya membunuhnya. Ternyata dibalik sifat Jian Heeng yang ia kenal selalu menyendiri, ternyata diam-diam ia berhati iblis.


Tapi, belum terlambat. Putri Mahkota Xiu Juan muncul dari persembunyiannya tepat waktu. Dengan sihir elemen tanahnya, Xiu Juan membuat sebuah dinding pelindung agar terlindung serangan Api milik Jian Heeng. Xiu Juan langsung menggendong Jing Mi di punggungnya dan langsung berlari dari tempat itu.


Jing Mi terdiam, tak berbicara apa-apa saat dirinya ditolong oleh sosok Putri Mahkota Xiu Juan dari Kerajaan Xie. Ia tapi hatinya merasa senang, karena Sang Kuasa mengirimkan sosok menyelamat dari kematian. Disisi Pangeran Jian Heeng, berteriak keras. Jian Heeng marah, karena tak berhasil membunuh Jing Mi.


Karena Putri Mahkota Xiu Juan datang dan menyelamatkannya. Jian Heeng lalu berfikir, jika Xiu Juan tiba-tiba datang, berarti gadis itu juga mendengar rahasia besarnya. Jian Heeng segera berlari dan mengejar 2 gadis itu yang sudah mulai menjauh.


.....


Perang telah usai, Raja Kai dan Putra Mahkota Jiazhen Kai telah diberi maaf oleh Reyhan. Awalnya ke-7 Raja termasuk ayahnya menolak, dan mereka semua menginginkan Raja Kai dan Putra Mahkota Jiazhen Kai dihukum, tapi Reyhan berusaha meyakinkan para Raja, setidaknya perang berakhir damai.


Dan akhirnya ke-7 Raja membebaskan Raja Kai dan Putra Mahkota Kai sekaligus pasukkannya. Tapi disisi Putra Mahkota Jiazhen Kai, hatinya masih sedikit tidak terima, ia memilih diam karena sang ayah, Raja Kai mengakui kesalahannya, dan berusaha kejadian ini takkan terulang kembali.


Raja Kai, Putra Mahkota Jiazhen Kai dan pasukannya telah kembali pergi ke Kerajaannya. Sedangkan semua prajurit, jendral, dan Ksatria ke-7 Kerajaan pun juga Reyhan pulangkan dengan sihir perpindahan tempat miliknya lagi. Bahkan yang telah gugur juga dipulangkan.


Reyhan tak peduli jika staminanya terkuras banyak setelah ia terus-terusan memakai sihir perpindahan tempat. Yang terpenting semua bisa kembali pulang ke Kerajaan mereka masing-masing. Dan juga perang telah usai. Semua orang telah kembali ke Kerajaan mereka, tinggallah Raja Wan, Raja Xie, Raja Wong, Putra Mahkota To Mu Xie, dan Pangeran Jierui Wong .


Mereka ber-5 ingin ikut Reyhan menjemput Putri Mahkota Lin Wei, Putri Mahkota Xiu Juan, Putra Mahkota KunLi Wong, dan Putri Kembar An Niu dan Zhu Niu di persembunyiannya. Reyhan kembali menggunakan sihir perpindahan tempat lagi. Setelah tiba, Reyhan terkejut, ia tak melihat Putri Mahkota Xiu Juan.


"Dimana Putri Xiu Juan ?" tanya Reyhan.

__ADS_1


"Setelah kau pergi, Putri Xiu Juan kembali ke medan perang untuk mencari Adik kita, Jing Mi." jawab Putri Mahkota Lin Wei.


Reyhan menepuk jidatnya. "Astaga, kenapa aku bisa melupakan Jing Mi."


__ADS_2