
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Jian Heeng berlari cepat, lalu melompat dan mengayunkan pedang Apinya ke arah Reyhan.
Tiang !!
Ayunan pedangnya tertahan Reyhan dengan pedang Apinya. Tatapan mereka saling bertemu, karena jarak mereka sangat dekat.
"Apa kau sudah kelelahan ?"
Reyhan tak menjawab, ia hanya diam dan tetap menatap tajam ke arah Jian Heeng.
BUGH !!
Reyhan terdorong mundur setelah menerima tendangan Jian Heeng ke tubuhnya. Reyhan menahan tubuhnya agar tidak terdorong dan jatuh ke tanah. Kini ia berlutut, ia mengatur nafasnya seperti kehabisan oksigen.
Jian Heeng berjalan mendekati Reyhan dengan senyuman menyeringai. Ia pun berdiam, kepalanya sedikit menunduk dan menatap Reyhan yang sedang berlutut dihadapan. "Kau menyerah ? Sungguh kau menyerah ? Hahahaha.."
Lalu ia mengarahkan pedangnya tepat di wajah Reyhan yang sedang menatap tajam ke arahnya. "Ada kata-kata terakhir ?"
Reyhan tidak menjawab, Jian Heeng tersenyum, lalu ia mengangkat pedangnya ke atas dengan kedua tangannya. Ia siap menebas tubuh Reyhan. "Baiklah kalau tidak ada kata-kata terakhir."
Yang tadinya mereka berhadapan dan saling bertatapan, kini Reyhan beralih pandangannya ke arah belakang Jian Heeng. "Kalian datang ?!"
Karena penasaran, Jian Heeng menurunkan pedangnya, ia tak jadi menebas Reyhan. Lalu ia membalikan tubuhnya untuk melihat siapa yang datang.
Setelah membalikan tubuhnya, Jian Heeng mengernyit heran, karena ia tak melihat siapa-siapa yang datang. Saat ia akan berbalik tubuhnya lagi, tiba-tiba tubuhnya menerima tendangan hingga terdorong dan terjatuh tengkurap di tanah.
"Ternyata kau bodoh ya." ucap Reyhan yang kini menginjak punggungnya Jian Heeng setelah ia menendang tubuh Jian Heeng dari belakang.
Reyhan pun mengarahkan tangan kirinya yang sudah bersinar dan menembus punggung Jian Heeng.
"Kau menipuku !!" ucap Jian Heeng seperti kesal dan kesakitan.
"Inilah salah satu caraku untuk menghentikanmu." jawab Reyhan sambil menarik sesuatu yang ia genggam dari dalam tubuh Jian Heeng.
"Tidak !!"
"Waktunya kita sudahi." balas Reyhan.
Tubuh Jian Heeng tiba-tiba terdiam seperti orang yang sedang pingsan. Reyhan telah berdiri di tanah dekat tempat Jian Heeng perbaring. Lalu ia menatap 1 bola cahaya hitam yang ada di genggaman telapak tangan kirinya.
Dengan tangan kirinya yang masih bercahaya, ia menggenggam erat bola cahaya hitam. Tiba-tiba terdengar suara yang keluar dari bola cahaya hitam itu.
"Kau mau apakan aku ?" ucap bola cahaya hitam, yang ternyata sosok iblis tanpa wujud yang ada di dalamnya.
"Melenyapkanmu." jawab Reyhan.
"Tidak tidak tidak, jangan lakukan itu."
"Kenapa ? Bukannya bagus jika kau lenyap."
__ADS_1
"Jika aku lenyap, maka Sihir Gelap akan kehilangan arah."
"Sihir Gelap ?"
"Iya, Sihir Gelap akan kehilangan arah."
"Itu mudah, tinggal aku segel saja, karena sosokmu sudah kulenyapkan."
"Tidak !!"
Tanpa Menjawab Reyhan langsung memusatkan Sihir Cahayanya di tangan kirinya. Di dalam genggamannya terdengar suara teriakan kesakitan.
"Aaggrrhhh !!"
CRASS...!!
Bola cahaya hitam yang ada di genggaman tangan kirinya telah hancur. Terlihat butiran-butiran debu hitam yang berterbangan di hadapannya. Tiba-tiba datang ke arahnya. Secara reflek, Reyhan menutupi mata dan wajah dengan lengannya.
.
.
.
Reyhan membuka matanya, ia melihat dan memeriksa dirinya. Tidak merasakan apa-apa.
"Sekarang kau telah mendapatkan Sihir Gelap. Gunakanlah sebaik mungkin, jangan sampai jatuh ke orang yang salah."
Reyhan terdiam setelah mendengar kata-kata baru saja yang ada dipikirannya. Setelah itu tak ada kata-kata lagi yang ada dipikirannya. Reyhan masih bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini. Tak ingin kebanyakan mikir, Reyhan memilih pergi untuk pulang karena ia telah mengalahkan musuh. Seketika ia teringat 2 orang yang ada di tempat itu.
Wsst !!
.
.
Kini Reyhan telah berada di tempat sebelumnya, ia melihat Putra Mahkota Jiazhen Kai yang sedang duduk bersandar di batu besar. Jiazhen Kai sedikit terkejut melihat pakaian yang dikenakan Reyhan.
"Kapan kau ganti Pakaianmu ?" tanya Jiazhen Kai.
"Semejak kau tidur tadi." jawab Reyhan dingin.
"Aku tidak tidur !! Aku memang kehabisan staminaku !!" elak Jiazhen Kai.
"Sebaiknya kita pergi kembali pulang ke Kerajaan kita masing-masing. Musuh kita telah kukalahkan." ucap Reyhan mengalihkan pembicaraan.
"Kau sudah mengalahkan ?" tanya Jiazhen Kai."
"Ya, aku sudah mengalahkannya." jawab Reyhan.
"Baiklah, sepertinya aku juga harus kembali pulang ke Kerajaan." balas Jiazhen Kai sambil berdiri.
"Aku akan mengantarmu." sahut Reyhan tiba-tiba.
Jiazhen Kai mengerut dahinya. Tanpa aba-aba Reyhan memegang salah satu pundaknya.
Wsst !!
__ADS_1
.
.
.
.....
Kerajaan Kai, Negara Tengah.
"Kenapa kau bisa melakukannya ?!?!" tanya Putra Mahkota Jiazhen Kai.
Jiazhen Kai terkejut, karena ia tiba-tiba telah berada di pintu gerbang, dan terlihat mereka sudah ada di depan kota Kerajaan Kai. Reyhan 'lah menggunakan teleportnya untuk mengantarkannya.
"Baiklah, sampai lagi, aku harus kembali pergu lagi." kata Reyhan.
"Hey..!! Kau belum manjawab pertanyaanku !!" ucap Jiazhen Kai.
Wsst !!
Seketika Reyhan telah menghilang dari hadapannya. Jiazhen Kai hanya bisa terdiam di tempatnya.
"Salam Yang Mulia Putra Mahkota."
Putra Mahkota Jiazhen Kai mendengar suara yang menyebut namanya. Ternyata salah 2 pengawal penjaga pintu gerbang yang menyapanya.
"Sejak kapan yang Mulia Putra Mahkota ada disini ?"
"Aku baru sampai." jawab Jiazhen Kai dingin.
"Kalian berdua kembalilah berjaga." lanjutnya kepada kedua pengawal penjaga pintu gerbang dan sambil berlalu masuk.
.
.
.
.....
Kembali Di Wilayah Terbuka, Di Kerajaan Wan. Hari sudah gelap malam. Terlihat seseorang sedang mengikat sesuatu. Reyhan 'lah yang menyelesaikan kegiatannya. Ia telah mengikat kedua tangan dan kakinya Jian Heeng. Sambil berlutut, tangannya memegang kepala Jian Heeng.
Wsst !!
Reyhan berteleport lagi dengan membawa Jian Heeng pergi ke Kerajaan Wan. Kini ia telah sampai di halaman istana Kerajaan Wan. Terlihat banyak orang yang sedang berkumpul, diantaranya keluarganya, para pengawal, dan keluarga Raja Xie.
"Ini 'kan sudah malam, kenapa mereka tidak tidur, apa mereka sedang menungguku pulang ?" batin Reyhan.
Semua terkejut melihat Reyhan yang tiba-tiba muncul depan mereka. Ditambah melihat Reyhan yang tengah membawa Jian Heeng dalam keadaan terikat dan tak sadarkan diri. Reyhan berjalan mendekati Raja Wan yang berdiri bersama ke-3 ibundanya, dan ke-4 saudarinya.
Setelah ia telah berdiri tepat dihadapan Raja Wan, Reyhan pun berlutut. Semua terkejut melihat Reyhan berlutut, karena semenjak Reyhan dinyatakan tewas dan pulang kembali, ia tak pernah berlutut, dan baru kali ini ia mau berlutut dihadapan Raja Wan.
"Salam yang Mulia Raja, aku, Putra Mahkota Rey Hann telah pulang."
"Cukup, aku menerima salammu, berdiri 'lah." jawab Raja Wan dengan menerimanya meski ia mendengar kata 'aku' bukan 'hamba' , tapi ia sudah cukup senang.
Reyhan berdiri dan menghadap Raja Wan dan sedikit menundukkan kepalanya. "Maaf yang Mulia Raja, aku tidak membunuh Jian Heeng, karena aku menghormati ibunda Selir MayLee. Bagaimana pun, beliau adalah ibunda yang telah melahirkan Jian Heeng."
__ADS_1
Selir May Lee yang mendengar kata-kata Reyhan, ia tersenyum. Memang benar, meski putra kandungnya telah dinyatakan sebagai buronan, tapi sebagai ibu kandungnya, ia masih menyayangi Putranya. Semua anggota keluarganya pun ikut tersenyum.
Raja Wan tersenyum simpul, lalu ia menghela nafasnya. "Pengawal !! Tahan Jian Heeng di Penjara Kerajaan. Perketatkan penjagaan !! Pasangkan pagar sihir di ruang tahanannya !!"