
_______________________________________
Setelah mendapat perintah dari kaisar. Semua keluarga Bangsawan Valentine berangkat ke istana Kekaisaran Amore. Kini mereka berada di ruang aula besar.
Bahkan masyarakat biasa juga ikut berkumpul, hanya saja mereka berada di luar istana. Mereka hanya menunggu kabar berita dari pengawal Kekaisaran jika acara pertemuan telah selesai.
Semua keluarga para Kerajaan dan para Bangsawan telah berkumpul. Entah apa maksud dari kaisar ingin mengumpulkan semua orang-orang di wilayah Kekaisarannya untuk berkumpul.
Bahkan Reyhan dan Xiu Juan pun diundang dalam pertemuan ini.
Setelah semua berkumpul, kasim memberitahu Kaisar Aldoran memasuki ruangan. Aldoran ia berjalan menuju depan ujung ruangan aula.
Ia tak sendiri, ia diekori oleh para pengawalnya, bahkan Putra-Putrinya juga ikut mengekori sang ayah mereka. Sesekali Putri Mahkota Alexa curi-curi pandang ke arah Reyhan. Bahkan Putra Mahkota Alexander pun juga sama curi-curi pandang ke arah Xiu Juan.
Xiu Juan yang berdiri disamping Reyhan, ia tak menyadari dirinya dipandangi oleh Putra Mahkota Amore itu. Ia hanya memasang wajah dengan tatapan kosong, karena ia terlalu rindu kepada ketiga anaknya.
Disisi Reyhan, ia menyadari kalau dirinya dipandangi oleh wanita yang pernah bertarung dengannya, yang tak lain Putri Mahkota Alexa. Ia tak menghiraukannya, tapi ia memandang dingin ke arah Putra Mahkota Alexander yang sudah berani mencuri pandang ke arah istrinya.
Alexander yang menyadari itu, ia langsung membuang pandangannya ke arah lain. Ia tak berani dengan pandangan Reyhan kepadanya. Ia pun sadar, ia tak seharusnya memandang wanita yang sudah berstatus istri orang.
Kaisar Aldoran telah berdiri di depan dengan panggung kayu yang sudah disiapkan. Ia ingin memberitahukan kapada semua orang-orang di wilayah Kekaisarannya dengan berita yang ia dapat.
"Terimakasih semuanya telah berkumpul. Walaupun ini semua sangat mendadak untuk kalian semua." ucap Kaisar Aldoran.
Semua orang pun terdiam, karena mereka fokus untuk mendengar Kaisar Aldoran untuk berbicara.
__ADS_1
"Disini, aku ingin menyampaikan berita yang kudapat tadi pagi. Aku mendapat kabar berita dari pengawal yang menjaga dipintu wilayah Kekaisaran. Dijauh depan sana bahwa Kaisar Eldezer dari Kekaisaran Carrole datang bersama pasukannya dan mereka menyerang pintu perbatasan wilayah Kekaisaran, dan kini pasukan kita yang menjaga pintu tengah berjuang memberi perlawanan." ucap Kaisar Aldoran.
Semua orang di dalam ruangan aula terkejut mendengarnya. Yang benar saja Kekaisaran Carrole dan Kekaisaran Amore adalah 2 Kekaisaran yang menjalin perdamaian dan persahabatan dari pedahulu mereka.
Semua orang ribut dalam kata-kata mereka sendiri karena tak percaya jika Kekaisaran Carrole ingin memutuskan tali perdamaian dan persahabatan. Reyhan, Xiu Juan, dan keluarga Valentine sudah bisa menebak kenapa Kaisar Eldezer ingin menyatakan perang.
Sang Kasim berteriak untuk menenangkan semua orang, karena Kaisar Aldoran akan melanjutkan kata-katanya.
Setelah semua tenang, Kaisar Aldoran menghela nafasnya.
"Dengan ini, aku terpaksa, tanpa ada persiapaan, kita harus bersiap setelah pertemuan ini, kita harus maju ke depan untuk menghentikan mereka dan....." ucap Sang Kaisar terpotong karena terdengar suara langkah kaki berjalan mendekatinya.
Kaisar Aldoran menoleh ke arah sumber suara langkah kaki itu. Tak hanya dirinya, semua orang yang tadinya terfokus melihat Kaisar Aldoran, kini semua memandang seorang laki-laki berambut pirang keemasan dan mengenakan jubah merah khasnya.
Laki-laki berjalan menaiki panggung, ia tak sendiri, ia bersama istrinya. Semua memandang pasangan itu berjalan mendekati Kaisar Aldoran.
Reyhan berhadapan dengan dengan Kaisar Aldoran. Sedangkan Xiu Juan berdiri dibelakang suaminya, seakan ia adalah asistennya.
"Jadi kau bermaksud ingin bilang kita akan perang dengan Kekaisaran Carrole ?" tanya Reyhan dengan wajah seriusnya.
Kaisar Aldoran mengangguk kepalanya. "Ya, kita tidak bisa diam saja, meski aku tak tau apa yang diinginkan pemimpin Kekaisaran itu yang tiba-tiba datang menyerang secara mendadak."
Reyhan yang tak menjawab, entah apa yang ada dipikirannya, tiba-tiba ia beralih pandangannya ke arah Putra Mahkota Alexander. Ia berjalan mendekatinya.
Jantung Alexander berdetak cepat saat Reyhan berjalan mendekatinya. Ia merasa gelisah, apa karena ia ketahuan memandangi Xiu Juan. Sehingga membuat Reyhan tak terima karena istrinya dipandang terus olehnya.
__ADS_1
Kini Reyhan sudah ada hadapannya dengan tatapan datar. Lalu pandangannya beralih ke Putri Mahkota Alexa. Pandangan kembali ke arah Alexander. Meski Alexander terlihat tenang, tapi dalam pikirannya tak karuan.
"Kau dan adikmu ikut denganku." ucap Reyhan sambil tersenyum.
Aldoran mengernyit dahinya. "Kemana kau pergi, dan kenapa kau membawa kedua anakku ?"
Reyhan hanya tersenyum dan belum menjawab. Xiu Juan yang dari tadi berdiri diam di tempat, juga hanya diam, ia sudah tau rencana suaminya.
Didalam pikiran Aldoran dan kedua anaknya, bertanya-tanya penasaran. Tak hanya mereka. Bahkan semua orang yang ada didalam ruangan juga merasakan apa yang dirasakan pemimpinnya.
.....
Disisi Lain. Di perbatasan Wilayah Kekaisaran. Terlihat semua serba hancur. Pintu gerbang perbatasan wilayah Kekaisaran telah dihancurkan.
Semua pasukan yang menjaga, tak bisa memberi perlawanan yang membuat mereka menang. Yang ada mereka telah kalah, sebagian ada yang tewas, dan sebagiannya juga luka-luka.
Semua diserang tanpa ampun oleh Kaisar Eldezer dan pasukannya. Sang jendral memerintahkan Pasukannya untuk maju sesuai rencananya dari sang pemimpinnya.
Kaisar Eldezer dan Elios hanya diam ditempat mereka sambil menunggangi kuda mereka sambil menunggu hasil pasukan mereka telah menyelesaikan tugasnya.
Mereka berdua terlihat puas setelah semua pasukannya telah menjalankan tugasnya dengan baik. Sang Kaisar Eldezer masih tak terima apa yang ia alami.
Karena menurutnya yang ia dapat setelah pulang dari Kekaisaran Amore adalah penghinaan. Dan ia tak bisa membawa pulang istrinya, justru ia harus memutuskan hubungan, meski karena ulahnya sendiri, ia tetap tak terima.
Ditambah Xiu Juan sudah lepas dari tangannya. Tapi kali ini, ia tak peduli dengan Xiu Juan yang tidak menjadi Putrinya,dan tak peduli jika telah kembali kepada suaminya. Kali ini ia akan membawa kembali paksa Caroline.
__ADS_1
Eldezer menyesal, ia menyadari kalau dirinya kehilangan Caroline yang selalu menemaninya, dan tak pernah melawannya. Ia tak peduli meski harus merusak ikatan perdamaian dan ikatan persahabatan dengan Kekaisaran Amore, ia siap menerima resikonya, asal Caroline kembali kepadanya.
Sedangkan Putra Mahkota Elios, ia sudah punya rencana sendiri. Tanpa perlu dijelaskan, kita pasti sudah bisa menebaknya. Ia masih terobsesi pada Xiu Juan, entah apa yang direncanakannya setelah memperoleh sesuatu yang kini berada di dalam dirinya.