
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Waktu demi waktu, hari demi hari, tak terasa sudah satu minggu terlewati. Dan hari pernikahan KunLi LinWe dan Reyhan XiuJuan tinggal 3 minggu lagi. Acara pernikahan besar akan di adakan aula besar milik Kerajaan Wan.
Semua anggota keluarga Kerajaan bersantai, mereka hanya memberi perintah dan mempercayakan semuanya kepada Pelayan dan Pengawal mereka untuk mempersiapkan acara pernikahan.
(Sultan mah bebas)
.
.
.....
Di suatu tempat, taman sekitaran istana Kerajaan Wan, terlihat seorang laki-laki yang sedang tiduran beralas rumputan di bawah pohon besar. Siapa lagi kalau bukan Reyhan, ia sedang tiduran menikmati hembusan angin. Ia memenjamkan matanya, terasa damai ia rasakan.
Sudah hampir 2 minggu lebih setelah kejadian pertarungannya dengan Jian Heeng, ia akhirnya bisa merasakan damainya tanpa pertarungan. Dan kini tinggal terhitung 3 minggu lagi ia akan menikah dengan Xiu Juan.
Sudah 5 hari dirinya dan Xiu Juan tidak bertemu. Sebelumnya biasanya pasti Reyhan selalu teleport ke Kerajaan Xie untuk mengajak Xiu Juan jalan-jalan keluar dari istana.
Kali ini ia tak bisa terus tiap hari pergi seenak jidatnya, karena Raja Wan sudah mulai memberi perintah kepadanya agar ikut serta mengerjakan tugasnya sebagai calon pewaris Kerajaan.
Karena suatu saat nanti Raja Wan akan menurunkan tahtanya kepada Reyhan. Bahkan KunLi Wong juga sama, ia juga diberi kesibukan untuk persiapan sebagai pewaris Kerajaan Wong.
.
.
"Sekarang Xiu lagi ngapain ya ?" batinnya sendiri dengan matanya yang masih terpenjam.
"Andai saja ada handphone, aku bisa saja kirim pesan, hahaha ada-ada aja." lanjutnya.
Akhirnya Reyhan membuka kedua matanya dan bangun dari tidurnya. Kini ia tengah duduk. "Lebih baik aku datang saja ke Kerajaan Xie."
__ADS_1
Baru saja Reyhan berdiri, tiba-tiba ada salah satu pengawal datang menghampirinya, lalu ia berlutut. "Salam Yang Mulia Putra Mahkota."
"Ya.., ada apa ?" sahut Reyhan malas.
"Hamba ingin menyampaikan, bahwa Yang Mulia Raja memerintahkan saya untuk..." ucap pengawal itu terpotong.
"Ya.., ya.., ya.., aku mengerti, kamu terlalu kelamann bicaranya." jawab Reyhan memotong ucapan pengawal itu, lalu ia berjalan meninggalkan pengawalnya.
Pengawal itu hanya mengeleng-gelengkan kepalanya sambil sedikit tersenyum melihat sikap Reyhan yang sudah malas jika berurusan dengan tugas-tugas Kerajaan.
.
.
.....
Beberapa lama kemudian, Reyhan telah selesai menyelesaikan tugasnya, meskipun sedikit-sedikit, karena ia tak mau ambil pusing. Dan sisanya dilanjut sekaligus diselesaikan Raja Wan.
Raja Wan hanya bisa menghela nafasnya, dan emngalah. Karena memang mau gimana lagi, karena ini masil awal untuk Reyhan. Syukur-syukur Reyhan sudah tak dingin padanya, lebih baik ia mengalah terlebih dahulu.
.
.
.
.
Kerajaan Xie.
Reyhan telah sampai di kota Kerajaan Xie. Ia tak memilih langsung tiba di dalam Istana. Reyhan memilih tiba di kota Kerajaan di atas sebuah bangunan yang cukup besar, tepatnya dia atap rumah makan, karena ia ingin segera mengisi perutnya yang sudah minta diisi.
Tak lama ia melompat turun dari atap bangunan itu. Setelah mendaratkan kakinya di tanah, ia segera masuk ke dalam rumah makan. Bangunan rumah makan itu ada 2 lantai, lantai 1 untuk rakyat biasa, dan lantai 2 khusus untuk para anggota keluarga Bangsawan. Dan jika ada anggota Kerajaan yang datang sebagai pelanggan, itu sudah ada tempat khusunya. (Ibaratkan VIP)
Reyhan memilih untuk tidak di tempat khusus itu, melainkan ia memilih di lantai 2, karena dirinya paling tidak suka diistimewakan. Ia sudah memilih mejanya, ia pun akhirnya duduk, lalu ia memanggil pelayan untuk memesan makanan. Banyak sekali sepasang mata yang memandang dirinya. Karena ia sudah sangat terkenal di Kerajaan Xie.
Reyhan terkenal bukan karena ia adalah Putra Mahkota Kerajaan Wan, atau calon suami Putri Mahkota Kerajaan Xie yang sering jalan-jalan bersama dengan calon isteinya, melainkan ia disebut sebagai pahlawan yang sudah mengalahkan iblis yang telah membuat kekacauan di Kerajaan Xie, kenapa bisa tau ? Karena Raja Xie 'lah yang mengumumkan berita itu.
__ADS_1
Ingin sekali mereka ingin mendekati Reyhan dan berkenalan, terutama gadis-gadis muda bangsawan yang juga ada di rumah makan itu. Tapi mereka urungkan, karena wajah Reyhan yang dingin, ditambah ia adalah calon suami Putri Mahkota Kerajaan Xie.
Bebrapa saat kemudian, pesanan makanannya telah datang, ia pun segera melahap makanannya. Rencana setelah makan dan bayar, ia akan pergi ke istana Kerajaan Xie, tentu saja ia ingin bertemu Xiu Juan.
.
.
.....
Disisi Lain, di Istana Kerajaan Xie.
Terlihat seorang gadis yang sedang berdiam diri, ia melihat ke arah luar dari jendelan kayu kamarnya, dan terlihat seperti melamun. Xiu Juan terlihat jenuh, rasanya bosan, mau tak mau, ia harus terima. Karena tak mungkin setiap hari harus bertemu calon suaminya.
Karena calon suaminya mulai sibuk mengurusi pekerjaannya sebagai calon Raja Kerajaan Wan nantinya. Dan ia bahkan sesekali berkhayal saat sudah menikah dengan Reyhan, maka ia akan menjadi Permaisurinya.
Membayangkan itu ia malah senyum-senyum sendiri. Ia merasa senang, bukan karena mendapat gelar Permaisuri, atau kekayaan, melainkan ia bisa terus bersama Reyhan setiap harinya.
Krusak krusuk..
Tiba-tiba ada suara yang memecahkan lamunannya. Xiu Juan menoleh kepalanya kesana-kemari mencari sumber suara yang tiba-tiba ia dengar oleh telinganya.
Krusak krusuk..
Suara itu lagi, lalu Xiu Juan menangkap salah satu pohon besar yang letak jauhnya kurang lebih 10 meter dari tempat kediamannya. Ia menatap tajam arah pohon itu.
Tiba-tiba ada yang turun dari pohon itu. Terlihat seorang berpakain hitam penuh, dan hanya menggunakan topeng dan manatap ke arah Xiu juan, nungkin sudah kebwradaannya ketahuan, Orang memilih itu melompat tinggi ke arah kediaman Putri Mahkota Xiu.
Xiu Juan menghindar ke samping, karena orang itu seenak jidatnya melompat dan langsung masuk ke dalam kamarnya lewat jendela. Xiu Juan mencoba untuk tenang, saat orang itu kini rengah menatapnya.
"Siapa kau ?" tanya Xiu Juan dingin ke arah ornag itu.
"Tenanglah aku takkan menyakitmu, aku hanya menjalankan tugasku untuk membawamu ke tuanku, karena tuanku ingin bertemu." jawab orang itu berjalan mendekati Xiu Juan.
"Aku menolak, karena aku tak ingin bertemu dengan orang asing." balas Xiu Juan dengan sinis.
Orang itu terdiam, tapi bergerak dengan langkah cepat ia sudah berada di belakang tubuh Xiu Juan. Ia ingin memukul belakang kepalanya. Xiu Juan juga tak mau kalah, Ia segera cepat menghindar, dan berjaga jarak, karena jika terkena, itu akan membuatnya jatuh pingsan.
__ADS_1