Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 78


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Kerajaan Xie.


Semua Ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat sudah berkumpul dan memulai rapatnya. Tak lupa Reyhan, dan para Putra Mahkota dan para Pangeran pun juga ikut dalam pertemuan ini. Raja Xie menjelaskan dimana sekarang sudah banyak terjadi pembunuhan di Wilayah Kerajaan-Kerajaan, di 4 Negara.


"4 Negara ?" tanya Raja Wan.


"Benar, Negara Tengah, Negara Utara, Negara Timur, dan Negara Selatan." jawab Raja Xie.


"Dan hanya Negara kita 'lah yang belum mengalami kejadian ini." lanjutnya.


Semua Raja, Putra Mahkota dan Pangeran saling melempar pendapat dan berkomentar untuk mencari solusi agar Negara mereka aman dari kejadian yang sudah menimpa pada ke-4 Negara lainnya. Setiap kota Kerajaan akan mulai memperketatkan penjagaannya. Dan wilayah-wilayah perbatasan pun juga lebih ditingkatkan lagi penjagaannya.


Diposisi ini, hanya Reyhan saja yang diam. Ia diam bukan berarti tidak bisa memberi mendapat, melainkan ia berfikir siapa dalang yang membuat kejadian. Hingga ia menyebutkan pelaku tersebut adalah pembunuh berantai. Tangannya meraih batu hitam pemberian Xiu Juan yang di ada saku celana.


Reyhan terus memperhatikan batu itu. Ia teringat 2 bulan lalu, dimana ada bola cahaya bola kecil yang datang padanya, tapi tanpa diduga, malah cahaya itu tidak masuk karena bersamaan batunya yang ia lempar ke atas justru jatuh turun ke bawah dan melindunginnya agar cahaya itu tidak masuk ke dalam tubuhnya. Yang ada cahaya itu masuk ke batu hitamnya.


Reyhan kembali memasukan batu hitamnya ke saku celananya. Ia kembali fokus untuk memperhatikan rapat pertemuannya bersama Para Raja, Putra Mahkota dan Pangeran. Tak masalah jika harus terus-terusan menggunakan sihir perpindahan tempat. Padahal sebelum masuk ke ruang pertemuan, Raja Xie meminta maaf kepada.


Reyhan tidak mempermasalahkan itu. Setidaknya rapat di pertemuan berjalan lancar. Bahkan kekasihnya, Xiu Juan, menatap tajam pada dirinya sebelum ikut acara pertemuan. Xiu Juan mamarahinya agar tak terus-terusan memakai sihir perpindahan tempat. Reyhan tau, Xiu Juan mamarahinya karena khawatir pada kondisi tubuhnya.


.


.


.....


Disisi Lain.


Negara Tengah.


Di suatu Hutan, dan letaknya masih di dalam kawasan Kerajaan Yang, terlihat darah berceceran dimana-mana. Dan terlihat juga dan seseorang berjubah dan bertopeng hitam tertawa setelah membunuh 5 orang yang sedang berburu di hutan tersebut. Hasrat terpuaskan setelah membunuh 5 orang tersebut.

__ADS_1


Jian Heeng merasa puas apa yang telah ia lakukan. Semakin ia membunuh, tak hanya hasratnya terpenuhi, justru ia semakin bertambah kuat. Tanpa makan pun ia tak pernah merasakan lapar. Ternyata makanan sehari-harinya adalah cukup untuk membunuh manusia. Disamping itu, ia sudab termakan nafsu membunuh.


Jian Heeng kembali meneruskan perjalanannya setelah membunuh 3 manusia itu. Ia berniat membunuh lagi dalam kawasan Kerajaan Yang. Saat sudah sampai di garis perbatasan Negara, ia dihadang oleh 3 pengawal yang berjaga di tempatnya.


Tanpa basa-basi, Jian Heeng langsung membunuh 2 orang pengawal itu, dan tersisa 1 pengawal lagi yang berhasil kabur darinya. Dengan gerakan cepat Jian Heeng langsung mengejarnya dan mencekik leher pengawal itu setelah tertangkap.


"Le-lepaskan a-aku."


Jian Heeng tersenyum. Tiba-tiba tubuh pengawal itu lemas, seakan staminanya menghilang.


"A-apa yang kau lakukan padaku ?"


"Aku mengambil staminamu." jawab Jian Heeng, lalu ia langsung melepar tubuh pengawal itu ke atas dan ia melempar serangan bola sihir Api hitamnya.


Duar !!


"Hahahahaha..."


Jian Heeng tertawa setelah melenyapkan tubuh pengawal itu tanpa sisa. Lalu ia terhenti tertawa, dan berlari ke arah hutan. Ia masih belum puas bersenang-senang di kawasan Kerajaan Negara lain. Selama ini ia telah berkeliling dan membunuh di 4 Negara. Dan tinggal 1 Negara yang belum ia datangi. Negara Barat, Negara asalnya.


Dan sudah saatnya, Jian Heeng sudah ingin pergi ke Negara Barat. Hasrat membunuhnya justru semakin menjadi ketika teringat dengan saudara laki-lakinya. Sudah tak sabar ingin segera membunuh Reyhan oleh tangannya sendiri.


Lalu Jian Heeng kembali melanjutkan perjalanannya.


.


.


.....


Kembali kesisi Kerajaan Xie.


Repat pertemuan telah selesai. Reyhan segera mempulangkan ke-6 Raja dan rombongannya pulang ke Kerajaan mereka masing-masing menggunakan sihir perpindahan tempat. Setelah semua sudah ia pulangkan, ia masuk ke ruangan Raja Xie.


Di dalam ruangan itu, hanya ada Raja Xie dan Xiu Juan yang tengah duduk. Reyhan pun ikut duduk di samping Xiu Juan. Raja Xie tersenyum melihat itu dan ia menghela nafasnya.


"Putra Mahkota Wan, apakah kau punya hubungan spesial dengan Putriku, Xiu Juan ?" tanya Raja Xie.

__ADS_1


Reyhan tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Benar Yang Mulia."


Xiu Juan menunduk kepalanya karena malu. Raja Xie tersenyum hangat melihat Putrinya seperti itu.


"Lalu apakah kalian berdua akan melanjutkan hubungan kalian lebh serius ?" Raja Xie bertanya lagi.


"Ya, yang Mulia, aku sudah memikirkan itu, aku berencana ingin melamarnya dan menikahinya." jawab Reyhan tersenyum sambil menatap Xiu Juan yang sedang merona mendengarnya.


Hati Raja Xie senang, akhirnya Reyhan mau menerima putrinya sebagai calon istrinya tepatnya calon Permaisurinya. Raja Xie meminta Reyhan segera menyampaikan hal tersebut kepada Raja Wan. Reyhan pun menerimanya setelah pulang nanti.


Reyhan pun berdiri, ia ingin pamit untuk keluar dari ruangan itu dan akan pulang. Xiu Juan pun juga keluar menyusulnya.


"Kak Rey, apa kau benar-benar akan melamarku ?" tanya Xiu Juan menatap Reyhan.


Reyhan tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Tentu, aku akan segera menikahimu."


Xiu Juan memeluk Reyhan. Ternyata impiannya waktu ia hidup di kehidupan keduanya akhirnya akan tercapai, meski di kehidupan ketiganya.


Reyhan membalas pelukan Xiu Juan. Hati Reyhan merasa yakin untuk kembali bangkit dan mendapat cinta barunya di kehidupan keduanya. Dalam hatinya, ia berdo'a semoga dikehidupannya yang sekarang, ia bisa merasakan bahagia. Xiu Juan dan Reyhan melepas pelukannya. Reyhan pun berpamitan dan pergi pulang.


Saat akan menggunakan sihir perpindahan tempat, tiba-tiba mendengar suara ledakan besar dari arah kota. Tak hanya Reyhan dan Xiu Juan yang terkejut, Raja Xie, Putra Mahkota To Mu dan para mentrinya keluar dari istana.


"Apa yang terjadi ?" tanya Raja Xie.


"Aku dan Xiu mendengar sebuah ledakan dari arah kota." jawab Reyhan.


"Ledakan ?" sahut Raja dan Para mentri terkejut.


Raja Xie memerintahkan semua pengawal untuk meningkatkan keamanan istana, dan ia juga memerintahkan semua prajuritnya untuk segera pergi bertindak.


Saat Reyhan akan ikut mengikuti para prajurit tiba-tiba muncul seseorang berjubah hitam dan mengenakan topeng dari atas dan jatuh di dekatnya. Orang itu melompat ke arahnya dengan cepat.


.


.


BUGH !!

__ADS_1


Belum sempat terkejut, Reyhan sudah lebih dulu kena pukulan hebat dari orang berjubah itu. Tubuh Reyhan terdorong melayang jauh dan menghantam dinding benteng istana.


__ADS_2