
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
(Klik Gambar, Gambar Format Gif)
Ke-4 bandit terkejut tak main melihat cahaya-cahaya portal yang tiba-tiba mucul dan mengeluarkan senjata-senjata.
.
.
.
Tak ada waktu terkejut untuk terkejut, karena tiba-tiba senjata-senjata itu meluncur ke arah mereka ber-4. Semua senjata dilancarkan tanpa jeda, sekali pedang atau tombak yang keluar dari cahaya portal itu, maka keluarlah lagi pedang atau tombak yang baru.
Ke-4 bandit itu terus menghindari serangan-serangan pedang dan tombak itu. Mereka ber-4 mencoba menyebar, mereka mengira senjata-senjata itu meluncur menyerang ke 1 target saja.
Ternyata dugaan mereka salah. Meskipun mereka sudah menyebar, tetap saja, masing-masing dari mereka tetap dijadikan target. Tak bisa maju menyerang balik, karena pedang-pedang dan tombak-tombak terus berdatangan ke arah mereka.
Hampir memakan waktu lama, akhirnya semua serangan dari cahaya portal berhenti mengeluarkan senjata-senjatanya. Dan seketika cahaya-cahaya portal itu menghilang. Reyhan melipat kedua tangannya melihat ke-4 bandit yang ada di depannya sudah kelelahan dari menghindari serangannya.
Ke-4 bandit sudah berlutut kelelahan, mereka ngos-ngosan seperti kehabisan oksigen. Mereka ber-4 telah kelelahan setelah banyak bergerak untuk menghindari serangan-serangan yang dilancarkan Reyhan.
Bandit1 mencoba mengambil salah satu pedang di dekatnya, karena pedang miliknya telah patah akibat menangis semua serangan yang dilancarkan Reyhan. Matanya terbelalak tak percaya nelihatnya. Karena baru saja memegangnya, tiba-tiba pedang itu lenyap seperti debu keemasan.
__ADS_1
Tak hanya di dekatnya, semua senjata-senjata yang berserakan dimana-mana juga ikut melenyap. Tak hanya bandit1 yang terkejut melihatnya, tapi teman-temannya juga ikut terkejut dalam diamnya.
Keadaan terdiam, Reyhan diam dalam berdirinya, Putri An Niu dan Putri Zhu Niu juga diam berdiri dibelakang Reyhan. Terkadang Putri An Niu dan Putri Zhu Niu bertanya-tanya dalam pikiran mereka berdua, seberapa banyak senjata-senjata yang dimiliki Reyhan.
Reyhan mengarah tangannya dan bersamaan muncul cahaya portal dan keluar 4 rantai bersamaan. Ke-4 Rantai itu bergerak cepat ke arah ke-4 bandit itu. Rantai itu memutar-putar setiap bandit. Dan akhirnya ke-4 bandit itu tak bisa bergerak untuk melawan atau melarikan diri.
Telapak tangan Reyhan mengepal, seketika cahaya portalnya menarit 4 rantainya masuk kembali ke ruang kekayaannya. Ke-4 bandit terseret kasar hingga berhenti di hadapan Reyhan. Ke-4 bandit itu manatap Reyhan yang sedang menatap mereka dengan wajah dinginnya.
Reyhan berjongkok dan menatap ke-4 bandit itu bergantian. "Siapa sebenarnya kalian ?"
Tak ada yang menjawab dari ke-4 bandit itu. Mereka ber-4 saling melirik-lirik. Reyhan kembali berdiri dan disamping tubuhnya muncul cahaya portal barunya.
(Klik Gambar, Gambar Format Gif)
Cahaya portal barunya berputar-putar dan keluarlah Api biru di tengah-tengahnya. Seakan ia sedang mengancam ke-4 bandit yang ada di depannya untuk menjawab pertanyaannya.
"Aku bertanya kepada kalian ber-4 dengan serius, jika kalian tak menjawab, maka aku lenyapkan kalian. Sekarang jawab pertanyaanku, siapa kalian ?" jawab Reyhan tegas. Masih tak ada yang menjawab, mereka hanya saling melemparnya pandangannya, seakan-akan tak ingin identitasnya diketahui.
Akhirnya, Reyhan melenyapkan mereka ber-4 dengan serangan Api Birunya.
Putri An Niu dan Putri Zhu Niu terkejut melihat kesadisan Reyhan. Hanya tak menjawab pertanyaan, ke-4 bandit itu dihanguskan dengan Api biru hingga hangus tak tersisa. Telah selesai urusannya Reyhan, berjalan menghampiri kedua adik kembarnya.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita." ajak Reyhan kepada Putri An Niu dan Putri Zhu Niu.
Hanya dijawab anggukan kepalanya mereka berdua. Mereka kembali menaiki kuda mereka. Sekarang Reyhan 1 kuda dengan Putri An Niu, Putri Zhu Niu naik kuda sendirian.
Tak protesan dari Putri Zhu Niu, dirinya memilih diam, karena teringat kesadisan Reyhan, meski di dalam hatinya cemburu, melihat Putri An Niu memeluk tubuh Reyhan dari belakang.
_____
Disisi Lain Pangeran Jian Heeng sedang latihan bersama rekannya siapa lagi kalau bukan dengan Pangeran Jierui Wong. Mereka berambisi mengambil posisi pemimpin anggota Ksatria Negara Barat yang sedang kosong.
__ADS_1
Beberapa selang kemudian Pangeran Jian Heeng dan Pangeran Jierui Wong beristirahat. Pangeran Jian Heeng memerintah pelayan untuk membawa makanan dan minuman untuk dirinya dan Pangeran Jierui Wong.
"Aku ingin sekali mengambil posisi pemimpin anggota kita." ucap Pangeran Jian Heeng, reflek Pangeran Jierui Wong menoleh kepalanya menatap Pangeran Jian Heeng.
"Apa ?" sahut Pangeran Jian Heeng melihat Pangeran Jierui Wong yang tiba-tiba menatapnya.
"Kau juga ternyata, aku sendiri juga ingin mendapat posisi anggota ini." jawab Pangeran Jierui Wong.
"Baiklah, kita lihat saja yang pantas menjadi pemimpin anggota ini." balas Pangeran Jian Heeng.
Pangeran Jierui Wong tidak menjawab, ia hanya tersenyum. Meskipun kekuatannya setara dengan Pangeran Jian Heeng, ia tetap harus berlatih, karena tak hanya kakaknya, Putra Mahkota KunLi Wong yang lebih kuat dirinya.
Ternyata ada orang yang lebih kuat dari Putra Mahkota KunLi Wong, Reyhan. Pangeran Jierui Wong mengakui kehebatan kekuatan Reyhan, maka dari itu dia tetap harus berlatih keras.
_____
Disisi Lain, Putra Mahkota KunLi Wong merasa gelisah di Kediamannya, karena ia ingin sekali bertemu dengan Putri Mahkota Lin Wei. Tapi mau gimana lagi, Putri Mahkota Lin Wei selalu bersikap dingin, ketika ia mengunjunginya.
Semenjak kepergian Reyhan, Raja Wan telah memberitahukan kepada Putri Mahkota Lin Wei tentang perjodohan dengannya. Putra Mahkota KunLi Wong tidak bisa berbuat apa-apa.
Putra Mahkota KunLi Wong ingin sekali membuat Putri Mahkota Lin Wei jatuh cinta kepadanya sebelum mendapat kabar perjodohan. Sekarang Putri Mahkota Lin Wei sudah tentang perjodohannya dengan Putra Mahkota KunLi Wong.
Beberapa bulan yang lalu, Putra Mahkota KunLi Wong mengunjungi Kerajaan Wan. Ia mengikuti rapat Bersama para Raja sebagai anggota Ksatria Negara Barat. Sesekali ia ingin menyapa saat berpapasan dengan Putri Mahkota Lin Wei.
Namun yang ada, Putri Mahkota Lin Wei tak mersponnya, bersikap dingin ketika bertatapan kepadanya. Putra Mahkota KunLi Wong berandai-andai, jika saja Reyhan sebelumnya mau membantunya. Pasti Putri Mahkota Lin Wei bersikap hangat padanya.
"Baiklah aku akan mengunjunginmu, dan mendapat cintamu." guman Putra Mahkota KunLi Wong sambil membayangkan Putri Mahkota Lin Wei.
Putra Mahkota KunLi keluar dari kediamannya, ia berjalan menuju ruang kerja Raja Wong dan meminta izin untuk pergi mengunjungi Kerajaan Wa dan menemui calon istrinya.
_____
Keesokan harinya Putra Mahkota KunLi Wong masih di tengah jalan. Ia baru saja masuk wilayah Kerajaan Wan. Ia sendiri, dan hanya ditemani kudanya yang dijadikan kendaraan perjalanannya.
Beberapa selang kemudian akhirnya ia masuk di kota Kerajaan Wan. Ia segera mencari tempat penginapan. Tanpa bantuan apapun Putra Mahkota KunLi Wong ingin membuat Putri Mahkota Lin Wei jatuh cinta kepadanya dengan usahanya sendiri.
__ADS_1