Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 123 | Season 2.1


__ADS_3

_______________________________________


Semua terkejut apa yang dilakukan Reyhan pada Elios. Elios kini hanya berteriak kesakitan dan berlutut sambil memengang lengannya karena tangannya sudah terputus dari lengannya.


Reyhan berjongkok dihadapan Elios yang masih berlutut di tanah. Reyhan menatap Elios dengan wajah pura-pura sedih. "Apa itu sakit ?"


Elios tidak menjawab, ia hanya meringis kesakitan yang amat luar biasa. Ia menatap tajam ke arah Reyhan dengan tatapan benci dan marah.


Xiu Juan hanya diam melihat suaminya yang masih bermain-main dengan mainannya. Ya, mainannya siapa lagi kalau bukan Elios.


Sebenarnya ia bisa menghentikan amarah sang suami, tapi Xiu Juan membiarkannya, mungkin inilah hukuman yang pantas karena sudah berani mencari masalah dengannya sehingga membuat suaminya benar-benar marah tak main.


Eldezer maju berlari mendekati Elios dan Reyhan. Ia juga menarik pedang dari sarungnya dan langsung ia lancarkan menyerang Reyhan.


Reyhan melompat ke belakang menghindari serangan pedangnya Eldezer. Ia pun berdiri melihat Eldezer sedang berdiri di depan dan melindungi Elios yang masih berlutut di belakangnya.


"Wah.. Kau ingin bermain denganku ?" tanya Reyhan dengan wajah senangnya.


"Aku tak ingin bermain denganmu, justru aku ingin membunuhmu." jawab Eldezer dingin.


"Uhhh... Aku takut..." balas Reyhan dengan wajah pura-pura ketakutan.


Xiu Juan memutar bola matanya. Lalu ia berjalan mendekat dan memegang pundak suaminya. "Sayang, ayo kita pergi, aku rindu dengan anak-anakku."


"Anak-anakmu juga anak-anakku, sayang." balas Reyhan tersenyum.


Xiu Juan menghela nafasnya. "Iya, maksudku, anak-anak kita."


"Tapi aku mengalami masalah, kita tak bisa langsung pergi pulang ke dunia kita." jawab Reyhan serius.


"Kenapa ? Kau ingin bermain-main dulu disini, jika begitu maumu, aku menolak, aku ingin benar-benar pergi dari dunia ini dan kembali ke dunia yang seharusnya kita tinggali." kata Xiu Juan kesal.


"Jangan menganggapku seperti itu. Ini serius nanti aku ceritakan, kita bisa kembali setelah satu bulan atau lebih." jawab Reyhan sambil mengelus pipi istrinya.


"Kenapa ?" tanya Xiu Juan heran.


"Sudah kukatakan nanti aku ceritakan. Lebih baik kita mencari tempat aman dulu selama tinggal di dunia ini." jawab Reyhan tersenyum.


Xiu Juan melihat kedua mata suaminya. Dan benar saja, ia melihat keseriusan sesuatu apa yang diucapkan suaminya. "Baiklah, ayo kita pergi dari sini."


Xiu Juan memegang dan menggenggam tangan suaminya dan menarik lembut, mengajak suaminya untuk segera pergi dari tempat itu.


Reyhan pun paham yang diinginkan istrinya. Ia segera menuruti kemauan istrinya. Mereka berjalan untuk pergi.

__ADS_1


JLEB !!


Baru beberapa langkah Reyhan dan Xiu Juan berjalan bersampingan, tiba-tiba sebuah pedang menusuk Reyhan dari belakang hingga tempus ke depan. Xiu Juan terkejut melihat sebuah pedang yang menusuk Suami hingga tembus di dadanya.


"Kau takkan kubiarkan pergi membawa Putriku !!"


Eldezer 'lah yang menyerang dan menusuk Reyhan. Ia mengangkat pedangnya dan Reyhan pun ikut terangkat karena pedangnya masih tertusuk di tubuhnya. Dengan sekuat tenaga Eldezer melempar tubuh Reyhan yang masih tertusuk oleh pedangnya ke sembarang arah.


Xiu Juan tak terima melihat suaminya diperlakukan seperti benda oleh Eldezer. Ia pun menendang dada Eldezer dengan kekuatannya.


BUGH !!


Eldezer terjauh ke tanah setelah menerima tendangan.


Xiu Juan berlari mendekati suaminya yang sedang berdiri. Meski suaminya memiliki kekuatan regenerasi, tapi tetap saja, mana ada seorang istri tidak sedih melihat suaminya terluka.


"Kau tidak apa-apa ?" tanya Xiu Juan memeriksa bekas luka tusukan di dada suaminya.


Reyhan tersenyum melihat istrinya yang mengkhwatirkan dirinya. "Tenanglah, aku tidak kenapa-kenapa."


Reyhan memegang kedua tangan istinya. "Ayo kita pergi dari sini."


Xiu Juan mengangguk-angguk kepalanya. Reyhan menoleh kepalanya menatap tajam ke arah Eldezer yang sudah berdiri dengan pedangnya yang masih dipegang di tangannya, seolah ia ingin siap menyerang Reyhan lagi.


"Kali ini, aku membiarkanmu." ucap Reyhan, lalu ia menggendong istrinya, dan melompat tinggi meninggalkan tempat itu. Ia meloncat-loncat dari atap ke atap.


Semua orang dari semua para Raja hingga Bangsawan segera pergi kembali pulang ke Kerajaan mereka masing-masing meninggalkan lingkungan istana kaisar.


Disisi Lain, Caroline hanya bisa diam melihat semua apa yang ia lihat. Ia pun pergi meninggalkan suaminya dan para pengawal yang sedang membantu Elios pergi kediamannya untuk dirawat.


Caroline sebenarnya tak tega melihat Putra angkatnya yang terluka. Tapi mau gimana lagi ia sudah memberi nasehat agar tidak melakukan kebodohan seperti yang dilakukan suaminya.


Sebenarnya Caroline tidak mencintai suaminya. Ia terpaksa menjadi istrinya karena perjodohan yang dilakukan ayahnya dan ayahnya Eldezer. Meski tidak mencintai suaminya, ia tetap setia menemaninya dan menjalankan tugasnya sebagai istri sekaligus Permaisurinya.


Diusianya yang sudah tak muda, tapi tetap saja wajah cantiknya masih terawat. Meski ia sudah melahirkan anak dari benih suaminya, ia masih belum bisa mencintainya. Sebenarnya ia mencintai laki-laki lain. Ia dan laki-laki itu memang saling mencintai.


Hanya saja orang tua mereka sudah menyiapkan calon untuk menjodohkan mereka masing-masing. Hingga akhirnya cinta mereka terpaksa kandas. Perintah dari sang ayah adalah mutlak.


Kali ini Caroline sudah tidak tahan dengan sikap Eldezer yang keras kepala. Ia sekarang berniat pergi meninggalkan suaminya karena atas semua kejadian yang baru saja ia lihat.


Meski ia tak tega meninggalkan suaminya dan Putra angkatnya, tapi tetap saja, ia sudah tak tahan dengan kehidupannya yang penuh paksaan tanpa didasari cinta. Sebelumnya ia sudah bersiap untuk pergi.


Caroline tak sendiri, ia akan pergi bersama pelayan muda yang setia menemaninya. Dulu ibu dari pelayan muda itu adalah pelayan pertamanya. Kini putrinya yang meneruskan kesetiaan ibunya menjadi pelayan Caroline.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.....


Sementara Disisi Lain Setelah Beberapa Saat, dan Masih di wilayah Kekaisaran Carrole. Terlihat pasangan suami istri yang menggunakan jubah dengan warna yang sama-sama berwarna merah. Tapi sang istri mengenakan cadar untuk menutupi sebagian wajahnya.


Sedangkan suaminya, ia masa bodo dengan wajahnya yang tak ia tutupi sama sekali. Karena hanya wajah istrinya saja yang sama mirip dengan wajah Putri Mahkota Anathasya. Ya, pasangan suami istri itu adalah Reyhan dan Xiu Juan. Mereka berdua berjalan bersampingan dan bergandengan tangan di tengah kota.


Sebenarnya Xiu Juan ingin segera pergi dari wilayah itu dan menjauh. Tapi Reyhan memilih untuk berjalan bersama untuk menikmati perjalanan mereka selama satu bulan. Reyhan meyakinkan Xiu Juan semua akan baik-baik saja dan melindunginya jika terus bersama.


"Kenapa kita tak bisa kembali ke dunia kita ?" tanya Xiu Juan kepada suaminya, ia sudah paham setelah mendengar ucapan suaminya cara untuk menyebrangi antara 2 dunia.


"Sebelum aku sampai di wilayah ini, aku bertemu seseorang yang mengaku dirinya adalah seorang peramal. Dia tau kalau aku bukan berasal dari dunia ini. Dan yang bikin aku kaget dia juga tau apa tujuanku kemari."


"Apa tujuanmu ?" tanya Xiu Juan ingin tau, karena penasaran, kenapa suaminya tidak langsung membawanya pulang ke dunia mereka.


"Tentu saja tujuanku menjemputmu dan membawamu pulang." jawab Reyhan.


"Lalu kenapa kau bilang padaku, kita hanya bisa pulang ke dunia kita setelah sebulan kita disini ?" tanya Xiu Juan.


"Sebelum aku pergi meninggalkan peramal itu, dia mengatakan padaku, aku bisa kembali pulang ke dunia kita setelah satu bulan atau lebih. Dia hanya mengatakan itu adalah hukum di dunia Sihir di dunia ini untuk melintasi antar 2 dunia. Lalu aku mencobanya, dan benar itu terbukti, saat aku menggabungkan Sihir Cahaya dan Sihir Gelapku, portal yang untuk pulang ke dunia kita tidak muncul, melainkan menjadi ledakan. Aku pun tak tau kenapa bisa begitu, ketika aku akan bertanya ke peramal itu lagi, dia sudah hilang pergi entah kemana." jawab Reyhan menjelaskan panjang lebar.


"Jadi selama1 bulan lebih kita harus berada disini, setelah itu kau baru bisa menggunakan kedua sihirmu itu untuk membawa kita pulang ?"


"Benar."


"Aku rindu dengan anak-anak."


"Bukan hanya kau, tapi aku juga rindu dengan mereka."


"Lalu Kerajaanmu ? Siapa yang mengurusnya saat kau tidak ada ?"


"Tentu saja kedua adik ipar kita."


Xiu Juan mengangguk-angguk kepalanya.

__ADS_1


"Selagi kita disini, kita bisa menikmati waktu untuk berdua, anggap saja kita sedang berbulan madu. Yuk kita cari penginapan."


Xiu Juan mencubit perut suaminya. Sedangkan Reyhan hanya tertawa.


__ADS_2