Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 130 | Season 2.1


__ADS_3

_______________________________________


Xiu Juan, Reyhan, dan kedua Putra-Putri Mahkota Kekaisaran Amore melanjutkan perjalanan mereka. Alexander dan Alexa terdiam, dalam pikiran mereka berdua maaih terbayang-bayang kejadian sebelumnya. Yang dimana Reyhan juga memiliki Sihir Cahaya.


Terutama Alexander, kali ini ia harus benar-benar menjaga pandangan dari Xiu Juan, jika ia tak ingin dibunuh. Ia benar-benar lupa kehebatan Reyhan 3 hari sebelumnya.


Apa pesona Wanita dan Pria yang bukan dari dunianya benar-benar membutakan mereka ? Itulah isi pikiran yang ada di kepala Alexander dan Alexa.


Tak ada pembicaraan mereka kali ini. Tapi telinga mereka berdua terganggu keromantisan pasangan suami istri itu.


"Sayang, waktu kita tinggal 5 hari lagi." kata Reyhan kepada Xiu Juan.


"Aku sudah rindu sama anak-anak kita, sayang." balas Xiu Juan.


"Ya, aku juga rindu mereka." ucap Reyhan.


"Aku harap setelah ini, tak ada yang mengganggu keluarga kecil kita." jawab Xiu Juan.


Reyhan tak menjawab, ia menggenggam tangan istrinya. Ia menoleh kepalanya menatap istrinya dan memberikan senyuman.


Seakan-akan ia berkata. "Aku akan mengorbankan nyawaku untuk menjaga kalian."


Xiu Juan pun juga sama ia menatap ke arah suaminya, dan memberikan senyuman indahnya.


Dan untuk Alexander dan Alexa yang mendengar percakapan pasangan suami istri itu, mereka bagaikan 2 nyamuk yang mengganggu.


Ingin sekali mereka berkata kepada pasangan suami istri itu. "Bisakah kalian berhenti !!" itulah yang ingin mereka katakan kepada pasangan suami istri itu. Tapi mereka berdua tak berani, jika Reyhan akan gila pada mereka berdua.


Saat masih dalam perjalanan, tiba-tiba ada sebuah bola Api datang ke arah mereka. Xiu Juan yang memiliki Sihir Tanah, ia segera membuat dinding tanah untuk melindungi mereka.


DUAR !!


Sihir Dinding Tanah milik Xiu Juan berhasil melindungi mereka. Mereka ber-4 segera meloncat tinggi. Dan ternyata pasukan prajurit Kekaisaran Carrole telah berada di depan mereka.


.....


Di Tempat Lain, di Kekaisaran Amore.


Kaisar Aldoran tak bisa menenangkan pikirannya. Ia marah besar. Ya, ia marah karena Reyhan berani membawa Putra-Putrinya berperang tanpa izinnya, tepatnya paksaan.

__ADS_1


Marah, ya jelas marah. Bisa-bisanya orang asing berani membawa pergi Putra-Putrinya, di depan matanya lagi. Gila, benar-benar gila, baru kali ini ia melihat orang yang berani melakukan itu di wilayah Kekaisarannya.


Jelas-jelas ia marah tak terima, kalau Putra-Putrinya dibawa paksa. Marah, tapi mau ia lampiaskan kepada siapa. Orang yang membuatnya marah juga tidak ada.


Semua orang yang ada di dalam ruangan aula besar itu terpaksa dibubarkan, karena kondisi kaisar Aldoran yang tak bisa berfikir karena ulah satu orang saja.


Mereka dibubarkan sambil menunggu keputusan sang Kaisar Aldoran. Di dalam ruangan itu hanya Aldoran saja, ia meminta ditinggalkan sendiri di ruangan aula.


Mungkin ruangan itu sepi, tapi ada satu orang yang tidak meninggalkan ruangan itu. Ia berjalan mendekati Kaisar Aldoran yang tengah duduk di kursi kebesarannya sambil tangan kanannya meminjat dahinya.


"Apa kau baik-baik saja ?" tanya orang itu.


Kaisar Aldoran terbelalak, ia mengenal suara itu. Suara wanita yang pernah menjadi kekasihnya dulu. Ia mendongak dan menatapnya.


Ya, yang ia lihat Caroline. Meski usianya sudah memasuki 40 tahun, wanita itu masih terlihat cantik. Aldoran menghela nafasnya, lalu membuang pandangannya ke arah depan.


"Bukankah aku sudah bilang tadi ke semuanya, tinggalkan aku sendiri." ucap Aldoran.


"Aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri dalam kondisimu seperti ini." jawab Caroline, lalu ia duduk di kursi yang berada di samping kursi kebesaran sang kaisar.


Caroline menatap laki-laki itu yang pernah menjadi kekasihnya dulu. Ia bisa melihat kesedihan dan kekhawatiran disana.


"Kau bilang baik-baik saja ? Apa yang baik-baik saja, mereka pergi ber-4 melawan pasukan musuh yang berjumlah banyak. Itupun Putra-Putriku dibawa paksa olehnya !!" ucap Aldoran marah dengan nada bicaranya yang tinggi.


Caroline berusaha untuk tenang. "Mungkin kau sudah lupa tentang siapa Reyhan."


Aldoran berdiam, lalu ia pun teringat. "Dia adalah Raja Kerajaan Wan yang bukan dari dunia kita."


"Apakah kau juga lupa, kalau Putra-Putrimu adalah Pasangan Putra-Putri Mahkota terkuat ?" tanya Caroline, dan Aldoran terdiam.


"Mungkin inilah alasannya Reyhan membawa Putra-Putrimu." ucap Caroline.


"Tapi, musuh yang akan kita lawan tidaklah sedikit." balas Aldoran.


"Dan apakah kau lupa kalau Reyhan mengatakan ia bisa membuka portal itu pulang ke dunianya ?" tanya Caroline, Aldoran mengangguk kepalanya.


"Jadi, apa kau tau cara membuka portal itu ?" ucap Caroline bertanya lagi sambil tersenyum.


Aldoran berfikir, matanya terbelalak, ia pernah mendengar cerita legenda kuno dimana untuk menyebrangi dunia Paralel, dengan cara menyatukan 2 Sihir langka, yang tak dimiliki oleh siapapun. Sihir Cahaya dan Sihir Gelap.

__ADS_1


Jika ada, pasti hanya beberap orang saja yang memiliki Sihir itu, itupun hanya memiliki salah satu dari Sihir tersebut, mustahil jika memiliki Sihir Cahaya dan Sihir Gelap sekaligus.


.....


Di Tempat Lain.


Terlihat banyak sekali prajurit yang berusaha melawan musuh mereka. Ya semua kini tengah berperang, 4 VS 1000. Apakah itu menyulitkan untuk orang 4 itu ?


Jawabannya tidak.


2 wanita, Xiu Juan dan Alexa melawan semua pasukan yang berjumlah 1000. Tak ada henti-hentinya mereka berdua menyerang, dan saling berkerja sama.


Mungkin sudah 200 prajurit lebih sudah dikalahkan mereka. Alexan yang terkenal Putri Mahkota terkuat, sedangkan Xiu Juan, Seorang Permaisuri muda jenius. Mereka berkolaborasi.



DUAR !!


Mereka berdua saling melepar Sihir Api mereka. Tanpa diduga Alexa, ia tak percaya Xiu Juan bisa menggunakan Sihir Api biru. Dan melemparnya menjadi sebuah ledakan besar.


Sedangkan dirinya, dia memang bisa menggunakan Sihir Api, tapi ia belum bisa mencapai level Apinya seperti Xiu Juan.


Tak hanya saling melempar sihir, dengan gerakan cepat mereka melompat, menghindar dan menyerang semua pasukan yang datang ke arah mereka.


.....


Sementara, Disisi Lain.


Putra Mahkota Alexander bertarung dengan Jendral Kekaisaran Carrole. Mereka benar-benar terlihat imbang dalam pertarungan mereka. Jadi, mungkin inilah alasan Reyhan membawanya, tak mungkin Reyhan yang diam saja, dan menjadikannya bawahannya.


Ternyata Alexander melawan seorang Jendral yang kuatnya setara dengannya. Justru membuatnya bersemangat karena baru ada yang menyaingi dirinya.


Sementara, Kaisar Eldezer hanya duduk tenang di kudanya dan dilindungi oleh beberapa pengawal dan prajuritnya. Ditempatnya ia hanya diam menyaksikan pertarungan.


Sedangkan Elios sedang bertarung dengan Reyhan. Ia seperti orang gila dalam bertarung. Bahkan sebelum pertarungan dimulai, Alexander merasakan aura menakutkan dari Elios, dan akhirnya Reyhan 'lah yang bertarung dengan Elios, dan memerintahkan Alexander bertarung dengan Jendral yang dan mengincar Eldezer.


"Hahahahahah..."


Elios tertawa, Reyhan hanya tersenyum seakan-akan ia melihat dirinya saat Gilanya kumat saat ingin bermain-main. Dalam pikirannya bertanya-tanya, apa yang membuat Elios bertambah kuat dan memiliki Sihir Gelap ? Ya, tepatnya Elios tak bisa mengendalikan Sihir Gelapnya.

__ADS_1


__ADS_2