
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Peperangan antara pasukan prajurit Kerajaan Kai dengan pasukan prajurit 7 Kerajaan dari Negara Barat masih berlangsung. Tak sedikit mayat prajurit yang berjatuhan dan gugur, tapi masih tersisa banyak prajurit terus maju dengan penuh semangat memperebutkan kemenangan untuk Kerajaan mereka masing-masing
Di mendan perang, waktu perang telah memakan hampir setengah hari, dan hari telah menginjak sore. Semua pasukan sudah tidak bisa ada yang sanggup melanjutkan pertarungannya dalam perang itu. Semua stamina prajurit telah terkuras dan hampir mencapai titik batasnya. Jika dipaksakan, itu akan membahayakan kondisinya. Raja Kai menyuruh pasukan untuk mundur.
Sedangkan Ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat juga memerintahkan semua Pasukannya mundur, karena Raja Kai telah menarik pasukannya. Dari mereka ber-7, Raja Xie maju melangkah sendiri dengan menaiki kudanya ke tengah-tengah wilayah terbuka itu. Ke-6 Raja lainnya hanya diam di tempatnya.
Karena peran 6 Raja itu adalah sebagai pendukung dan membantu Raja Xie dari belakang. Karena juga inti dari perang mereka adalah hanya dikaitkan oleh Raja Xie dengan Raja Kai. Disisi Raja Kai, ia juga berjalan sendiri mendekati Raja Xie dengan menunggang kudanya ke tengah-tengah wilayah terbuka itu.
.
.
Mereka berdua kini di tengah wilayah terbuka itu. Raja Kai dan Raja Xie saling berpandangan dengan tatapan tajam mereka berdua masing-masing. Sudah turun dari kuda mereka, Raja Xie dan Raja Kai sama-sama menarik pedang mereka dari sarungnya.
"Menyerahlah, dan serahkan Putri Mahkotamu untuk Putraku. Maka aku akan menghapus tanda penghinaan di Kerajaanmu." ucap Raja Kai. "Jika tidak ? Aku tak segan-segan mengahancurkanmu dan ke-6 Kerajaan Negara Barat lainya oleh Kerajaanku. Setelah itu aku akan membawa Putri Mahkotamu dan akan kunikahkan dengan Putraku." lanjutnya dengan tegas.
"Sampai kapan pun aku, Raja Kerajaan Xie dari Negara Barat, tidak akan menyerahkan Putriku kepada Putramu yang sudah memilki banyak istri." jawab Raja Xie tegas.
"Baiklah, aku akan membunuhmu dan menghacurkan Kerajaanmu !!" balas Raja Kai dan langsung melompat dan mengayunkan pedangnya menyerang Raja Xie.
.
.
Tiang..!!
Raja Xie menangkisnya, ia pun tak mau kalah dari pertarungannya dengan Raka Kai. Raja Xie menyerahkan semua kemampuannya untuk mengalahkan lawannya terkenal kehebatannya dalam gaya bertarungnya.
__ADS_1
.....
Disisi Lain, jauh dari tempat para Raja dan para pasukan, 2 orang laki-laki muda masih terus bertarung, dan tak ada yang ingin mengalah. Tak ada henti-hentinya mereka berdua saling mengeluarkan serangan-serangan andalan mereka. Pertarungan Reyhan dan Putra Mahkota Jiazhen Kai bisa dikatakan seimbang. Tak hanya ayunan serangan pedangnya, Jiazhen juga mengerahkan sihir elemen Anginnya untuk menyerang lawannya.
Tubuh Reyhan penuh luka, tapi ia tetap tenang agar tidak terbawa emosi. Dengan ke-2 pedang ia genggam, Reyhan terus menangkis serangan ayunan pedang milik Jiazhen Kai. Disini, terlihat jelas Jiazhen Kai bisa lebih cepat dari Reyhan. Kembali ke sisi Reyhan, ia terus berusaha tetap tenang dan menggunakan segala kemampuannya.
Dari lawan-lawan sebelumnya, baru kali ini ia menghadapi lawan yang bisa mengimbangi kecepatannya. Dari medan perang ini dan pertarungannya dengan Jiazhen Kai, Reyhan mengambil 1 pempelajaran baru. Ia takkan menggunakan sihir perpindahan tempat berkali-kali secara langsung saat perang sudah didepan mata, jika tak ingin staminanya terkuras banyak.
Ditambah mendapat lawan yang dapat mengimbangi bahkan melebihi kemampuannya. Saat Reyhan mencoba melompat tinggi untuk mundur, Jiazhen Kai pun juga ikut melompat maju mendekati Reyhan. Jiazhen Kai menggunakan sihir petirnya untuk mempercepat gerakannya secepat kilat. Dan tak lupa tangan kanannya telah mengepal kuat dan siap menyerang lawannya.
.
.
.
BUGH..!!
Reyhan terkena pukulan Jiazhen Kai diperutnya, hingga ia terdorong cukup jauh kebelakang dan terjatuh di tanah. Jiazhen Kai berlari secepat kilat dan berhenti tepat dihadapan Reyhan yang bangun dari jatuhnya dan berlutut. Tangannya memegang perutnya yang masih merasakan rasa sakit.
Reyhan kembali berdiri. Jiazhen Kai berhenti tertawa, ia terkejut melihat Reyhan yang sudah berdiri gagah dengan luka-luka di kulitnya perlahan hilang dan sembuh. Reyhan telah mengumpulkan staminanya selama pertarungannya.
Dari awal, ternyata Reyhan mengalah selama jalan pertarungannya dengan Jiazhen Kai. Karena ia harus benar-benar mendapat staminanya kembali. Meskipun ia mendapat banyak luka akibat serangan Jiazhen Kai, tapi kini stamina yang Reyhan miliki sudah cukup, meski hanya setengah saja.
"Bagaimana kau bisa sembuh luka-luka yang kuberikan padamu ?" tanya Jiazhen Kai terkejut melihat tubuh Reyhan bersih dari luka-luka yang ia buat.
Putra Mahkota Jiazhen Kai melompat jauh ke belakang menghindari Reyhan jika tiba-tiba ia diserang mendadak. Jiazhen Kai telah mendaratkan kakinya di tanah, ia kembali melihat Reyhan yang hanya memandangnya dengan wajah datarnya. Selangkah demi selangkah Reyhan berjalan ke arah Jiazhen Kai.
Lalu ia berlari cepat, dan melompat, dengan mengayunkan ke-2 pedangnya yang akan menebas tubuh Jiazhen Kai. Tapi beruntung, Jiazhen Kai menggunakan sihir petirnya untuk melindunginya dari serangan Reyhan. Sehingga Reyhan terdorong kebelakang dan terpental ke udara.
Putra Mahkota Jiazhen Kai langsung menggunakan sihir petirnya untuk bergerak cepat secepat kilat. Reyhan di udara dan akan jatuh ke tanah, tapi ia mengimbangi posisi tubuhnya. Tapi belum sempat mendaratkan kakinya di tanah, Jiazhen Kai sudah berada di depannya dengan gerakan kilatnya.
Putra Mahkota Jiazhen Kai mengayunkan kaki kirinya. Ia berencana menendang tubuh Reyhan dengan tendangan Petir hebat miliknya.
__ADS_1
.
.
Duar.. !!
Terjadi sebuah ledakan petir besar. "Hahahahaha...."Putra Mahkota Jiazhen Kai tertawa keras menghadap ke langit setelah ia berhasil melenyapkan Reyhan hingga tak tersisa.
Dari kejauhan, Putri Mahkota Lin Wei sudah membeku setelah melihat apa yang dilakukan oleh Jiazhen Kai kepada Reyhan. Meski dari jauh, terlihat jelas ledakan serangan Jiazhen Kai.
"Hiks.. Hiks.. "
Putri Mahkota Lin Wei kembali menangis, tubuhnya tak bisa bergerak dari tempatnya dan ia masih setia memeluk tubuh KunLi Wong. Dari jarak kejauhan dari tempatnya, Putri An Niu dan Putri Zhu Niu berlutut dan menangis karena kakak mereka telah tiada.
Sedangkan Putri Mahkota Xiu Juan, ia juga menangis, dan hatinya semakin sedih setelah kehilangan 2 hewan spiritualnya, kini laki-laki yang ia istimewakan di dalam hatinya telah tiada. "Hiks.. Reyhan.. Hiks.. "
Putra Mahkota Jiazhen Kai tersenyum menyeringai, meski terlihat jauh dari tempatnya, telihat Lin Wei dan Xiu Juan dari menangis ditempat mereka. "Hahahaha... Kalian berdua akan menjadi milikku !!"
Saat Putra Mahkota Jiazhen Kai tengah tertawa, tiba-tiba ada sinar cahaya dari belakang tubuhnya. Jiazhen Kai berhenti tertawa, perasaannya menjadi tak karuan. Dengan perlahan ia membalikkan tubuhnya.
.
.
.
.
DEG !!
__ADS_1
Kedua matanya Jiazhen Kai melebar sempurna setelah melihat apa yang ia lihat.