
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Pandangan Xiu Juan dan KunLi Wong tertuju pada Reyhan. Reyhan hanya diam dan menyandarkan punggungnya di dinding rumah kayunya sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Xiu Juan dan KunLi Wong bangun dari tidurnya. 2 orang itu kini tengah duduk di ranjang-ranjang kecil mereka.
Xiu Juan dan KunLi Wong hanya diam menatap Reyhan. Tiba-tiba mereka berdua memegang kepalanya merasakan sakit. Lalu dipikiran mereka muncul seperti rekaman-rekaman atau gambar-gambaran ingatan mereka tentang kehidupan pertama dan kehidupan kedua mereka. Ingatan kehidupan pertama mereka telah dikembalikan.
"Putra Mahkota KunLi Wong, itukah namaku ?" batinnya.
KunLee Yao telah kembali ke kehidupan sebelumnya dan juga arwahnya telah kembali tubuhnya. Kini ia teringat siapa dirinya sebenarnya, dirinya adalah Putra Mahkota KunLi dari Kerajaan Wong.
Begitu juga dengan XiuLee Yao, ia telah kembali dan arwahnya juga ikut masuk ke tubuhnya. Putri Mahkota Xiu Juan Xie, itulah dirinya kini, ia benar-benar kembali ke kehidupan pertamanya
Bisa dikatakan kehidupan mereka berdua sekarang adalah kehidupan yang ketiga. Tak hanya ingatannya kembali, tapi segala ingatan di kehidupan mereka berdua waktu di dunia modern juga masih diingat.
Xiu Juan dan KunLi Wong saling berpandangan, mereka berdua mencoba mengingat-ingat lagi, mereka turun dari ranjang mereka masing-masing, dan langsung saling berpelukkan.
"Kita telah kembali." ucap Putra Mahkota KunLi Wong (KunLee Yao).
"Iya kak, ternyata kita masih saling mengingat 2 ingatan di kehidupan ketiga kita." jawab Putri Mahkota Xiu Juan Xie (XiuLee Yao).
Tanpa disadari mereka berdua yang tengah-tengah berpelukkan, ada 1 orang yang hanya diam, memasang wajah datarnya dan ia masih menyandarkan punggungnya di dinding sambil melipatkan kedua tangannya.
"Tunggu !!" ucap KunLi Wong, lalu ia melepaskan pelukannya. "Kita ada dimana ya ?" lanjutnya.
"Aku pun tak tau, seingatku aku terbangun, udah disini." jawab Xiu Juan.
"Begitu pun juga aku." balas KunLi Wong.
Mereka saling memasang wajah bingung. Bersamaan, mereka berdua terbelalak, dan teringat siapa orang pertama yang mereka lihat saat awal-awal mereka sadarkan diri. Xiu Juan dan KunLi Wong menoleh kepalanya bersamaan ke arah yang sama.
Sosok laki-laki memakai jubah merah. Laki-laki itu yang sedang menyandarkan punggungnya, kedua tangannya dilipatkan di depan dadanya, dan menatap mereka berdua dengan wajah datarnya.
Sosok laki-laki itu siapa lagi kalau bukan Reyhan. KunLi Wong dan Xiu Juan menatap Reyhan, mereka berdua mencoba mengingat-ngingat. Sosok Putra Mahkota Rey Hann dari Kerajaan Wan, ya.. mereka berdua mengenalnya. Tapi tiba-tiba pikiran mereka kacau.
Kepala Xiu Juan dan KunLi Wong kembali sakit. Mereka berdua memegang kepalanya lagi, dalam pikiran mereka, terlihat 2 rekaman berbeda. Seperti menggambarkan 2 takdir yang berbeda dimana saat mereka berdua mati ditangan Putra Mahkota Jiazhen Kai saat perang.
Lalu mereka melihat rekaman ke-2, dimana takdir mereka berdua telah berubah, yang dimana KunLi Wong mendapat luka yang sangat parah oleh Jiazhen Kai, sedangkan Xiu Juan juga sama, tapi bukan Jiazhen Kai yang melukainya, melainkan Jian Heeng.
__ADS_1
Mereka berdua terus kesakitan hingga terduduk dilantai. Reyhan yang melihat mereka berdua seperti itu, ia segera mendekatinya, ia berlutut dan kedua tangannya memegang pundak kanan kiri mereka. Reyhan kembali menyalurkan kekuatan regenerasinya.
Seketika Xiu Juan dan KunLi Wong menoleh kepalanya menatap Reyhan dari dekat. Kali ini rasa sakit kepala mereka telah menghilang. Dan ingatan kehidupan mereka yang takdirnya telah berubah, kini mereka mengenal sosok Reyhan.
"Kalian baik saja ?" tanya Reyhan, lalu ia melepas pundak kanan kiri mereka.
Xiu Juan mengangguk kepalanya, dan matanya berkaca-kaca. Hatinya berdebar-debar, ia telah mengingat semua, ke-3 ingatannya menjadi satu. Sosok laki-laki yang dihadapannya adalah laki-laki yang ia dekati sebelum perang, dan panggilan akrabnya.
"Apa aku boleh bertanya ?" tanya Putri Mahkota Xiu Juan.
"Boleh." sahut Reyhan.
"Biasanya aku memanggilmu 'Reyhan' 'kah ?" tanya Xiu Juan, ia mengingat awal pertama kali dirinya bertemu Reyhan, dan pertemuan kedua sasebelum perang.
Reyhan tak menjawab, ia hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya. Sesuai dugaan, panggilan 'Reyhan' berarti sosol Reyhan yang ada didepannya adalah sosok Reyhan cinta pertamanya di kehidupan keduanya. Dari sikap dan gaya bicaranya sama persis.
"Apa kau dari dunia lain ?" tanya Xiu Juan.
"Maksudku kau pernah hidup dikehidupan sebelumnya ?" lanjutnya, Xiu Juan ingin memecahkan rasa penasarannya.
Reyhan terdiam, isi kepalanya bertanya-tanya. "Kenapa dia bisa tau, apa karena efek dari kekuatan regenerasiku ya ?"
"Apa itu perlu 'ku jawab." tanya Reyhan.
Reyhan mengehela nafasnya, lalu ia mengangguk-angguk kepalanya. "Benar, sebenarnya aku bukan dari dunia ini."
Air mata Xiu Juan akhirnya tak tertahan untuk jatuh. Ia langsung memeluk erat Reyhan. "Kak Rey..."
DEG !!
Reyhan terbelalak mendengar nama panggilan yang tak asing baginya. Ia melepaskan pelukan Xiu Juan, dan menatapnya.
"Siapa kau ?" tanya Reyhan datar.
"Sikapmu masih belum berubah ya kak Rey." jawab Xiu Juan sambil tersenyum dan menghapus air matanya. Lalu ia menatap Reyhan. "Apa kau bisa menebakku ?"
Reyhan perlahan berdiri, dan Xiu Juan juga berdiri.
"Kau siapa ? kau bukan Xiu yang 'ku kenal." ucap Reyhan.
"Ini masih aku Kak Rey..., hanya saja ini adalah kehidupanku yang ketiga." jawab Xiu Juan lembut.
__ADS_1
Reyhan mengangkat alis sebelahnya. "Aku tak paham."
Xiu Juan maju melangkah mendekati Reyhan, lalu ia memeluknya. Anehnya Reyhan tak menolak pulukkan Xiu Juan, tapi ia tak membalas pelukannya. Xiu Juan melepaskan pelukannya, lalu ia mulai menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya.
Dari kehidupan pertama, kehidupan keduanya, hingga ia bisa hidup kembali ke kehidupannya yang pertama karena garis takdir berubah. Reyhan jelas terkejut mendengarnya.
"Jadi kau XiuLee ? Atau Xiu Juan ?" tanya Reyhan.
"Dua-duanya, Kak Rey." jawab Xiu Juan tersenyum lalu memegang pipi Reyhan dengan lembut.
"A-apa kau masih ingat, kejadian yang membuatmu tertidur setelah perang kemarin ?" tanya Reyhan bergetar.
"Aku ingat semuanya, saat aku menyatakan......" jawab Xiu Juan terpotong.
Reyhan tiba-tiba langsung memeluk tubuh Xiu Juan yang belum menyelesaikan kata-katanya.
"Aku mencintaimu." ucap Reyhan tengah memeluk Xiu Juan.
Xiu Juan membalas pelukan Reyhan. "Aku juga mencintaimu, hingga dikehidupan kaduaku, aku juga mencintaimu, dan kini aku tetap mencintaimu."
Reyhan dan Xiu Juan berpelukkan. Reyhan akhirnya telah membalas cinta Xiu Juan. Entah Xiu Juan atau XiuLee, ia tak peduli. Tapi tetap saja, gadis yang ia peluk adalah gadis yang sama.
.
.
.
"Ehem..., MasBro masih ada aku disini." ucap KunLi Wong yang dari tadi melihat tayangan drama Reyhan dan Xiu Juan. Itu membuat Reyhan dan Xiu Juan bersamaan langsung berhenti dan melepaskan pelukan mereka.
.
.
.....
Disisi Lain, masih di wilayah Negara Barat. Terlihat ada seorang laki-laki yang masih berpakaian zirah. Sudah 2 minggu ia berjalan tak mencari tempat tujuan.
Laki-laki itu mencari tempat yang aman. Karena ke-7 Kerajaan telah menandai dirinya sebagai buronan. Dan gelar 'Pangeran'-nya pun juga dihapuskan.
__ADS_1
Laki-laki itu kini tengah berjalan menuju gunung yang terlihat dengan awan hitam di sekitarnya. Jian Heeng tetap terus berjalan ke arah gunung itu.