
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Putra Mahkota Jiazhen tersenyum melihat Putri Mahkota Xiu Juan dan Putri Mahkota Lin Wei. Tiba-tiba tubuhnya terserang dan terdorong jauh dari tempat itu. Tapi dengan mudahnya, ia bisa keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh di tanah. Lalu ia memandang sengit ke arah siapa yang sudah berani menyerangnya.
Putra Mahkota KunLi Wong 'lah yang melakukan itu. Dengan sihir elemen Anginnya, ia menyerang Putra Mahkota Jiazhen karena tidak terima saat meminta kepada gadis pujaan untuk menikah dan menjadi wanitanya. Reyhan hanya bisa diam, ia diam bukan karena takut kepada Putra Mahkota Jiazhen.
Melainkan Reyhan masih mengumpulkan tenaganya. Karena, semenjak dari awal sebelum perang dimulai, tenaganya sudah terkuras banyak. Hanya menggunakan kekuatan sihir perpindahan dari 6 tempat berbeda dengan ukuran cahaya portal yang besar, dan ia kumpulkan di satu tempat. Tentu itu menguras tenaganya.
Biasanya Reyhan hanya menggunakan kekuatannya hanya untuk menyerang dengan cahaya-cahaya portalnya. Serangan biasanya hanya menguras sedikit kekuatannya. Dan baru kali ini Reyhan mengetahui jika ia sekali menggunakan sihir perpindahan tempat, maka tenaganya terkuras banyak.
..
Putra Mahkota Jiazhen hanya terdiam, lalu ia melangkahkan kakinya berjalan untuk kembali mendekati Putri Mahkota Xiu Juan dan Putri Mahkota Lin Wei di tempatnya. Putra Mahkota KunLi Wong sedikit melangkah maju ke depan, ia menarik pedangnya dari sarungnya.
"Jangan harap kau bisa menikahinya, membawanya saja, kau harus langkahi mayatku !!" ucap Putra Mahkota KunLi Wong tegas, dan matanya manatap tajam ke arah Putra Mahkota Jiazhen.
Putri Mahkota Lin Wei terkejut mendengar ucapan Putra Mahkota KunLi Wong. Tak hanya dirinya, Putri Jing Mi, dan Putri Kembar An Niu dan Zhu Niu juga terkejut mendengarnya.
"Baiklah, aku akan melangkahi mayatmu. Akan kubuat kau tersiksa atas keberanianmu kepadaku." ucap Putra Mahkota Jiazhen sambil tersenyum menyeringai.
Seketika ia berlari ke arah Putra Mahkota KunLi Wong. Ia berlari cepat, dan muncul sihir Angin di kaki kanannya yang sudah siap akan ia lancarkan saat akan melompat dan menendangkan korbannya. Putra Mahkota KunLi Wong juga tak mau kalah, ia segera maju berlari.
Jarak semakin mendekat, Putra Mahkota Jiazhen melompat ke arah Putra Mahkota KunLi Wong, dan tubuhnya berputar dengan kaki kanannya siap akan menyerang. Tapi serangannya tak mengenaiknya. Putra Mahkota KunLi Wong membangun dindin es dan di jadikan perisainya.
__ADS_1
Putra Mahkota Jiazhen melompat mundur. Dengan cepat Putra Mahkota KunLi Wong menggunakan sihir esnya. Dengan sihir esnya, ia menjadikan permukaan tanah di sekitarnya menjadi es. Lalu ia berlari cepat selangkah demi selangkah seakan ia seperti sedang berselancar di permukaan es.
Putra Mahkota KunLi Wong melompat ke arah Putra Mahkota KunLi dengan pedang yang ia genggam untuk menyerang. Putra Mahkota Jiazhen menangkis dengan pedangnya. Saling mengayun dan menangkis serang demi serang dari yang dilakukan oleh keduanya.
Putra Mahkota Jiazhen Kai dan Putra Mahkota KunLi Wong saling berpadu pedang. Mereka tak ingin ada yang mau mengalah. Putri Mahkota Lin Wei terpaku melihat Putra Mahkota KunLi Wong yang bertarung demi melindunginya dari Putra Mahkota Jiazhen Kai.
Putra Mahkota Jiazhen mempercepat gerakan ayunan pedangnya. Putra Mahkota KunLi Wong tersudut dipoisisnya. Terlihat celah Putra Mahkota Jiazhen menendang perut lawannya dengan sihir angin hebatnya. Putra Mahkota KunLi Wong terpental setelah menerima tendangan itu.
Putra Mahkota KunLi mencoba berdiri dari jatuhnya. Barus aja berdiri, ia berlutut, lalu ia berbatuk dan bersamaan dari mulutnya mengeluarkan darahnya. Putra Mahkota Jiazhen berlari mendekati dan ingin membunuh Putra Mahkota dengan tebasan pedangnya. Saat akan mendekat, ia mengangkat pedangnya.
.
.
Tiang !!
"Kau akan kubunuh karena sudah berani mendorong wajahku !!" ucap Putra Mahkota Jiazhen melihat sosok laki-laki yang telah melepas jubah merahnya, ia bertelanjang dada, dan hanya mengenakan celana zirah emasnya.
Reyhan 'lah yang telah mendorong wajah Putra Mahkota Jiazhen hingga tubuhnya ikut terdorong. Putri Mahkota Lin Wei membantu Putra Mahkota KunLi Wong untuk berdiri dan menjauh dari tempat itu. Meski staminanya belum sepenuhnya pulih, sekiranya Reyhan telah memiliki stamina yang cukup untuk menggunakan kekuatan cahaya portal senjatanya. Bersamaan Reyhan dan Putra Mahkota Jiazhen maju dan saling beradu pedang.
Putra Mahkota Jiazhen sedikit terkejut karena lawannya kini bisa mengimbangi kecepatannya. Reyhan meloncat mundur untuk menghindari serangan tendangan angin milik Putra Mahkota Jiazhen. Bersamaan Reyhan mendarat di tanah, lalu ua berdiri dan tangan kanannya ke arah lawannya dan muncullah 6 cahaya portal miliknya.
Sling.. Sling.. Sling.. Sling.. Sling.. Sling..
Bersamaan ke-6 cahaya portal itu muncul, semua jenis pedang dan tombak langsung keluar dari masing-masing ke-6 cahaya portal dan meluncur untuk menyerang Putra Mahkota Jiazhen. Diposisi ini, Putra Mahkota Jiazhen terkejut, tapi ia tak ingin jadi lengah karena rasa terkejutnya. Ia menggunakan sihir elemen Petir hebatnya untuk menjadikan pelindungnya.
Putra Mahkota Jiazhen terlindungi dari serangan hujan semua pedang dan tombak yang datang kearahnya. Sihir Petirnya menjadi pelindung dan melindungi dirinya dari serangan-serangan pedang dan tombak yang dilancarkan Reyhan ke arahnya.
__ADS_1
Reyhan terus melancarkan serangannya tanpa henti ke arah lawannya yang berlindung dengan ke-2 sihir elemennya.
Tapi hasilnya, serangannya tidak menembus perisai lawannya, yang ada pedang-pedangnya tertangkis dan terpental ke tanah. Mata Reyhan terbelalak saat pelindung petir itu musuhnya terlihat menyebar tak karuan.
"5hit...!! Aku terlalu meremehkannya. Level dia berbeda dari orang-orang yang pernah kulawan sebelumnya." batin Reyhan.
Sihir petir menyambar dan menyerang di yang ada di sekitarnya. Reyhan terpaksa menghentikan serangan cahaya portalnya, lalu ia meloncat tinggi ke belakang dan mundur untuk menghindari sihir petir lawannya. Mata Reyhan melebar, karena Putra Mahkota Jiazhen tiba-tiba bergerak secepat kilat, dan kini ia berada di tepat depan Reyhan.
Dengan kaki kirinya, ia ingin membunuh Reyhan dengan tendangan Petirnya. Tubuh Reyhan tiba-tiba tertabrak sesuatu tubuh besar. Sehingga Reyhan terdorong tak mengenaik tendangan Petir dari lawannya. Reyhan terjatuh di tanah.
Reyhan melihat ledakan kilatan petir yang besar, ia merasa lega karena ia tak mengenai Petir itu. Tapi, beberapa saat kemudian, ia terkejut melihat Putri Mahkota Xiu Juan menangis memeluk kedua singanya yang sudah tergelatak tak berdaya di tanah.
Ternyata kedua singa spiritual milik Putri Mahkota Xiu Juan yang menolongnya. Singa Betina menabrak dan mendorong tubuh Reyhan agar tidak terkena serangan tendangan petir itu. Dan singa jantannya menggigit tubuh Putra Mahkota Jiazhen agar menghentikan serangan tendangan Petirnya. Tapi itu terlambat, tubuh singa betina terkena tendangan, dan singa jantannya juga ikut terkena ledakan petirnya.
Reyhan segera berlari mendekati Xiu Juan yang sedang menangis. Ia segera memeluknya lalu ia menggendongnya, dan langsung melompat tinggi untuk menjauh dari tempatnya, karena Jiazhen Kai sedang berjalan mendekati Xiu Juan. Jiazhen Kai tidak terima melihat salah satu gadis pujaannya digendong oleh laki-laki lain. Ia langsung melempar pedang dengan dorongan sihir elemen Angin hebat miliknya ke arah punggung Reyhan dengan cepat.
.
.
JLEB..!!
__ADS_1