
Kerajaan Kai.
Disebuah Kediaman yang mewah, terlihat seorang laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesarannya. Terlihat juga da beberapa pengawal di dalam ruangan itu, dan ada beberapa pelayan yang melayani dan menyuapi makanan pada dirinya bagaikan seorang Raja.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru memasuki ruangan itu. Seorang laki-laki berpakaian hitam dan mengenakan topeng. Di hadapan sang tuan yang sedang duduk di kursi kebesarannya, laki-laki itu berlutut.
"Salam yang Mulia." orang itu memberi salam kepada tuannya
"Bagaimana ? Apa kau membawa wanita yang kupinta ?" tanya tuannya, yang tak lain Putra Mahkota Jiazhen Kai, berdiri dari kursi kebesarannya, dan melangkah mendekati orang suruhannya.
"Mo-mohon ampun yang Mulia. Hamba tidak bisa membawa wanita yang engkau pinta yang Mulia."
BUGH !!
Jiazhen Kai memukul orang itu hingga terdorong dan tergelusur.
"Bagaimana bisa kau tak dapat membawanya !! Bukankah aku sudah memerintahmu untuk diam-diam saat menculiknya !!" kata Jiazhen Kai berteriak.
"Sebenarnya hamba, telah berhasil membawanya, tapi..."
"Tapi apa !! Kau tak membawa wanitaku !!" Jiazhen Kai membentak.
"Kalau kau memang berhasil seharusnya wanita itu sudah ada di hadapanku !!" lanjutnya.
"Mohon ampun yang Mulia, hamba telah gagal menjalani tugas, karena ada seseorang datang dan dia sangat jauh bukan tandingan hamba."
Putra Mahkota Jiazhen Kai terdiam mendengarnya, ia mencoba mencari kebohongan dengan cara melihat sorot mata orang suruhannya.
Tak ada kebohongan, Jiazhen menatap tajam. "Siapa orang itu ?"
"Dia menyebutnya Putra Mahkota Wan, yang Mulia."
Kedua mata Jiazhen Kai membulat sempurna mendengarnya, ya orang yang harus ia hindari, yang tak lain adalah Reyhan. Dirinya tak menyangka, padahal ia sudah diam-diam agar tidak ada yang mengetahui rencananya.
Padahal, ia sudah merencanakan ini dalam waktu lama setelah dirinya membantu Reyhan untuk bertarung dengan iblis di beberapa minggu yang lalu. Ia mengira kalau Reyhan tidak akan mencurigainya.
Jiazhen Kai menganggap kalau Reyhan telah melupakan masalah tentang perang sebelumnya. Dan sekarang, hancur sudah rencananya. Ditambah, kekuatan bukanlah tandingannya.
Jiazhen Kai menculik Xiu Juan dan berniat menjadikannya sebagai istrinya. Ia melakukan diam-diam agar semua Kerajaan di Negara Barat tidak mengetahui tujuannya. Seketika Jiazhen Kai teringat seseorang selain Xiu Juan. "Lin Wei."
Kedua tangannya memegang kepalanya. Kacau sudah, ia sudah menebak kalau Reyhan pasti akan datang padanya. Karena ia telah berani menculik Putri Mahkota Lin Wei, dan Xiu Juan, karena 2 gadis itu adalah orang yang berhubungan dengan Reyhan. Tanpa disadari sendiri, Jiazhen Kai telah terobsesi dengan 2 gadis itu.
Rencana hancur sudah. Rencana untuk memiliki Xiu Juan dan Lin Wei kandas sudah. Raja Kai, sang ayah dan berserta anggota keluarga Kerajaan tak ada yang tau dengan rencananya. Bahkan ke4 istrinya juga tak tau apa-apa tentang rencana nakalnya.
__ADS_1
"Yang Mulia, mohon maaf sebelum hamba dilepaskan, Putra Mahkota Wan untuk menyampaikan sesuatu."
"Menyampaikan apa ?" tanya Jiazhen Kai kesal.
"Beliau mangkatakan, ia akan datang kemari."
Jiazhen Kai terdiam, Kini matanya beralih ke orang itu. Tatapannya berubah menjadi tatapan membunuh. Tanpa aba-aba ia langsung melancarkan sihir petirnya dan menyerang orangn suruhannya tadi.
DUAR !!
Seketika orang itu langsung tewas ditempat setelah menerima serangan sihir Petir hebat milik Jiazhen Kai. Dirinya terduduk lemas di kursi kebesarannya.
Semua orang yang ada di ruang itu memilih diam karena tak berani jika keadaan Jiazhen Kai sudah marah.
.
.
.
.
.
BRAK !!
BRUGH !!
Tubuh manusia itu terjatuh, ia masih memakai pakaian hitam dan mengenakan topeng yang sudah hancur sebelah, ia terlihat tak berdaya dan tergeletak di hadapan Putra Mahkota Jiazhen Kai.
Semua orang terkejut tak main.
Siapa yang berani-berani membawa tubuh manusia dalam keadaan babak belur. Jiazhen Kai hanya terbeku dalam diamnya.
Tap. Tap. Tap. Tap.
Tap. Tap. Tap.
Tiba-tiba telinganya mendengar suara langkah kaki memasuki ruangannya. Jiazhen Kai langsung terbelalak melihat siapa yang datang. Pikirannyaa yang sudab kacau, sekarang dugaannya tak salah, Reyhan kini berdiri dengan tatapan amarah di ruangannya.
.
.
__ADS_1
Flashback.
Reyhan dan KunLi Wong telah sampai di gerbang kota Kerajaan Kai. Mereka memilih untuk bersembunyk terlebih dahulu di pohon besar disekitarnya. Mereka berjaga-jaga agar tidak ketahuan oleh penjaga gerbang.
Tiba-tiba ada orang berpakaian hitam dan memakai topeng, sedang melompat dari pohon ke pohon sambil menggendong seorang wanita di pundaknya.
Reyhan dan KunLi Wong terkejut saat melihat Lin Wei yang sedang digendong oleh orang itu dalam keadaan tidak sadarkan diri. KunLi Wong marah, saat akan maju, Reyhan menahannya.
"Aku yang akan meenghajarnya, setelah itu kau urus Kak Lin Wei." ucap Reyhan tegas, dan KunLi Wong mengangguk kepalanya
Wsst !!
Reyhan berteleport.
Seketika ia langsung muncul dihadapan orang itu yang mengendong tubuh Lin Wei di pundaknya. Dan ia langsung menghajar kuat di wajah orang itu hingga terdorong kebelakang dan bersamaan tubuh Lin Wei terlepas dari gendongannya.
Tanpa menunggu aba-aba, KunLi Wong langsung bergerak dan menangkap tubuh Lin Wei agar tidak jatuh ketanah. KunLi Wong segera kembali ke pohon besar agar aman. Dari tempatnya, ia melihag Reyhan yang telah menghajar habis-habisan kepada orang yang sudah berani menculik Lin Wei.
Reyhan segera datang kembali, dan mengirim KunLi Wong dan Lin Wei pulang ke Kerajaan Wan dengan sihir teleportnya. Setelah mempulangkan sahabatnya dan kakak perempuannya, Reyhan kembali kepada orang yang sudah terlihat tak berdaya akibat ulahnya.
Reyhan memunculkan sayapnya, dan menenteng orang itu dan membawanya pergi terbang pergi terbang ke dalam Kerajaan Kai. Dalam perjalaan terbangnya Reyhan bertanya diaman kediaman Jiazhen Kai dengan ancaman ia akan melepaskan pegangannya agar orang itu terjatuh.
Setelah diberitahu, Reyhan segera datang. Setelah sampai ia langsung menendang pintu kediaman Jiazhen Kai hingga hancur, dan dengan tega ia melempar orang yang ia bawa ke arah Jiazhen Kai hingga jatuh tepat dihadapannya.
Flashback end.
.
.
.
"Lihatlah, kau datang kemari ?" tanya Jiazhen Kai berusaha tenang untuk menutupi ketakutannya.
Wsst !!
BUGH !!
Tak terduga, Reyhan berteleport dan langsung menghajar wajah Jiazhen Kai hingga terdorong dan jatuh. Reyhan langsung melompat dan menindih tubuh Jiazhen Kai lalu mengajarnya wajahnya tanpa jeda.
BUGH !! BUGH !! BUGH !! BUGH !!
BUGH !! BUGH !! BUGH !! BUGH !!
__ADS_1
Semua orang di dalam ruangan itu hanya bisa diam, karena sudah terlihat jelas kalau mereka bukanlah tandingan seorang laki-laki yang kini sedang memukul habis-habisan tuannya.
Setelah puas membuat karya luka memar di wajah Jiazhen Kai, Reyy berdiri dan memegang salah satu kaki Jiazhen, setelah itu menyeretnya, lalu ia lempar sembarangan arah.