Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 107


__ADS_3

Dua Minggu Kemudian.


Semua pengawal menjadi sibuk. Semua segala persiapan di ruang aula. Mereka kini telah menyiapkan acara dimana sang Raja akan digantikan oleh Raja baru.


Semua sudah tidak sabar acara akan segera dimulai. Para tamu undangan bertangan. Semua keluarga Bangsawan-Bangsawan berdatangan, dan berkumpul di ruangan itu.


Dan untuk para Rakyat biasa. Mereka berkumpul di ada yang di depan pintu di gerbang, mereka bersiap menunggu pengumuman dimana Raja mereka akan digantikan oleh penerusnya.


.


.


.


.


.


.....


Acara masih belum dimulai, tapi semua Bangsawan sangat antusias dan Putri mereka telah berdandan cantik sebelum matahari terbit.


Mereka melakukan itu agar bisa menarik perhatian kepada semua Putra dari Bangsawan lain. Atau mereka juga bisa mendapat perhatian dari jendral elit Kerajaan yang masih muda.


Dan yang paling utama adalah mendapat perhatian sang Putra Mahkota Reyhan. Mereka tak peduli jika Laki-laki itu sudah menikah, menjadi Selir untuk calon Raja itu, mereka rela.


.


.


.


.


.....


Beberapa selang kemudian, acara akan segera dimulai, semua pengawal sudah bersiap memperketat keamanan dan membantu para tamu undangan terhomat memasuki aula tempat acara tersebut.


Semua orang sudah berkumpul, acara pun dimulai setelah terdengar suara terompet. Raja dan ketiga istrinya sudah duduk di tempat utamanya. Mereka menunggu kedatangan Putra mereka. Begitu juga dengan Xiu Juan, dan ketiga adik iparnya, mereka juga duduk di tempat yang sudah disiapkan khusus untuk mereka.


Dan datanglah seorang laki-laki muda dengan memakai jubah merah khas miliknya, dengan dibantu hiasan garis-garis berwarna emas disetiap ujungnya kain jubahnya. Membuat semua Putri-Putri Bangsawan jatuh cinta karena melihat ketampanannya.


Melihat penampilan Reyhan yang sangat tampan, itu membuat Xiu Juan sebagai istri berdecak sebal melihatnya. Karena banyak tatapan wanita-wanita muda yang mengkagumi ketampanan yang dimiliki samg suami.


Disisi Reyhan, ia berjalan santai dengan tatapan dinginnya. Ia tak peduli semua orang yang mengkagumi dirinya. Baginya, cukup saja keluarga dan istrinya yang ia pedulikan. Ia terus melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Setelah di depan sang Raja ia berlutut. Penasehat Raja mengumumkan jika acara penobatan Raja baru dilaksanakan.


Reyhan yang akan menggantikan sang ayah, ia memulai sumpahnya. Setelah mengucapkan sumpah, sang penasehat mempersilahkan Raja Wan menyerahkan Mahkota Rajanya.


Reyhan menerimanya, dan ia memasangkannya sendiri di kepalanya. Kini ia memiliki tanggung jawab besar atas Kerajaannya yang kini ia pegang. Kali ini ia harus bersikap bijak layaknya seorang pemimpin.


Setelah upacara penobatan selesai, lalu sang Raja memberitahu ada kabar bahagia, bahwa sekarang menantunya tengah mengandung penerus Putranya nanti.


Semua bersorak bergembira, atas kenaikan Reyhan menjadi Raja Wan yang baru dan sekaligus memberi selamat kepada Reyhan dan istrinya yang akan segera memiliki keturunan.


Berita itu pun segera disebarkan di seluruh wilayah Kerajaan Wan oleh para pengawal. Semua penduduk pun juga senang mendengarnya. Karena bagi mereka, Reyhan adalah pahlawan yang sudah mengalahkan waktu sang iblis datang mengacau.


Kemudian, acara dilanjutkan dengan pesta. Semua tamu undangan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yabg bercerita, ada yang saling berdanca, dan ada yang sedang menikmati sajian di acara tersebut.


Reyhan kini tengah duduk bersama istrinya dan ketiga adik perempuannya.


"Aku tidak suka menyebarkan pesona ketampananmu. Lihat banyak yang melihatmu, seakan-akan mereka rela menjadi Selirmu !!" ucap Xiu Juan.


"Aku tak berminat mencari selir, cukup kamu saja untuk menjadi istriku satu-satunya." balas Reyhan santai, tapi dalam hatinya ia benar-benar serius dalam perkataannya barusan.


Xiu Juan tidak menjawab, ia memilih mangambil cemilannya dan mekannya untuk menutupi rasa bahagianya setelah mendengar kata-kata sang suaminya barusan.


"Kapan acara ini selesai." gumannya.


Xiu Juan, Putri An Niu, dan Putri Zhu Niu terdiam mendengar guman Reyhan yang terlihat tidak menikmati acaranya sendiri.


"Bukan begitu, aku lelah, aku ingin tidur sambil memeluk istriku." jawab Reyhan sambil melirik jahil ke arah sang istrinya.


Xiu Juan mencubit perut sang suami. Reyhan memang tidak merasakan rasa sakit dari cubitan istri, ia hanya pura-pura meringis kesakitan.


"Aduhhh, sayang sakit..., kalau kau sudah tidak sabar ingin memelukku dan bermain denganku di kamar, tunggu dulu sampai acaranya selesai." kata Reyhan pelan dengan muka polos yang ia pasang.


"Raja Mesum !!" gerutu Xiu Juan dengan pelan, ia oun menunduk Karena malu.


"Tidak ada salahnya kalau aku mesum sama istri sendiri." goda Reyhan sambil tersenyum dan kedua alisnya naik turun.


Disisi An Niu, Zhu Niu, dan Jing Mi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kakak laki-lakinya yang selalu menggoda istrinya.


Bagi meraka sudah biasa pemandangan itu. Karena hampir setiap hari mereka pasti melihat keromantisan Reyhan kepada istrinya. Kadang mereka kesal, seakan jiwa jomblo mereka meronta-ronta.


.


.


.

__ADS_1


.


.....


Acara pesta masih berjalan. Semua menikmati pesta tersebut. Banyak Putri para Bangsawan ingin sekali mendekati Reyhan, mereka berharap mendapat perhatian dari sang Raja Baru tersebut.


Disisi Reyhan, ia merasa risih melihat tatapan mereka. Ia memilih bersikap dingin kepada mereka dan bersikap romantis kepada sang istri yang tengah mengandung anaknya.


Hari sudah melewati siang, dan Pesta masih berjalan. Reyhan mengajak istrinya untuk ikut pergi bersamanya dari aula. Setelah keluar, ia terus menggenggam tangan istrinya. Xiu Juan hanya pasrah mengikuti ajakan suaminya.


Setelah sedikit jauh, Reyhan segera menggendong Xiu Juan dengan gaya bridal style. Xiu Juan terkejut tubuhnya tiba-tiba digendong sang suami.


"Eehhh..., turunkan aku, aku bisa jalan sendiri." ucap Xiu Juan.


"Tenang 'lah, aku ingin menunjukan sesuatu yang indah untukmu."


Mendengar kata-kata suaminya, Xiu Juan terdiam, ia pun menjadi penasaran apa yang akan ditunjukan oleh suami tercintanya.


Tiba-tiba, muncul kedua sayap di punggung Reyhan. Kedua mata Xiu Juan membulat. Ia terkejut melihat suaminya memiliki sayap.


Wusss !!


Dalam gendongannya, Kedua tangan Xiu Juan melingkari leher suaminya. Ia tak menyangka jika suaminya membawa dirinya dibawa terbang di udara.


Reyhan dengan hati-hati menggendong istrinya agar selalu aman dengannya. Ia tersenyum melihat istrinya yang terus menatap dirinya dengan wajah cantiknya.


Setelah beberapa lama kemudian.


Reyhan telah membawa istrinya terbang tinggi. Kini mereka berdua sudah sangat tinggi jauh di langit.


"Lihatlah."


Xiu Juan tersadar, dari tadi menatao wajah sang suami. Ia melihat apa yang di tujukan Reyhan padanya.


Xiu Juan tersenyum lebar melihat keindahan yang ia lihat dengan kedua matanya. Ia juga melihat wilayah Kerajaan Wan yang ternyata sangat luas dan indah jika dilihat dari atas langit. Ia benar-benar. Ia benar-benar kagum dengan keindahan yang dimiliki oleh sang alam.


Reyhan tersenyum. "Bagaimana ?"


"Ini sangat indah." jawab Xiu Juan, lalu menoleh dan menatap suaminya. "Terimakasih."


"Karena aku sangat mencintaimu, aku akan melakukan apapun demi kebahagianmu dan membuatmu tersenyum, dan membahagiakan anak-anak kita nantinya."


"Aku mencintaimu." balas Xiu Juan, dan ia langsung mencium bibir sang suami dengan dalam.


Reyhan sedikit terkejut mendapat ciuman dari sang istri, tapi ia langsung membalas ciumannya dan melum4tnya dengan lembut.

__ADS_1


Hati mereka berdua benar-benar merasakan rasa bahagia.Dan kebahagian mereka semakin bertambah karena akan hadir malaikat kecil diantara mereka berdua nantinya.


__ADS_2