
_______________________________________
Reynal yang baru saja datang, ia langsung duduk di sebelah Alice. Depan mereka ada Reyhan dan Reynalda.
Alice diam, dia menatap pembicaraan antara ayah dan putranya. Sedang Reynalda, ia sibuk dengan cemilan yang ada di depannya
"Reynal, kau terhitung sudah berapa lama tinggal di dunia ini ?" tanya Reyhan dengan serius.
"Terhitung sudah 5 bulan ayah, aku tinggal di dunia ini." jawab Reynal.
"Syukurlah. Waktu di dunia kita dengan dunia ini sama. Hanya berbeda di waktunya saja." jawab Reyhan bernafas lega. Karena ia khawatir jika pengalamannya terulang kembali saat dia pergi ke Dunia Paralel.
"Waktu ?" sahut Reynal.
"Disini sudah malam, sedangkan di dunia kita sudah siang. Ayah dan Reynalda berangkat saat siang hari." jawab Reyhan.
"Apa pamanmu juga ada di dunia ini ?" tanya Reyhan.
Reynal mengangguk kepalanya. "Dia juga ada di dunia ini. Aku sudah bertemu dneganya 2 kali, dia selalu berhasil melarikan diri."
"Ayah, apa aku boleh bertanya ?" lanjut Reynal bertanya.
Reyhan mengangguk kepalanya. "Silahkan, bertanya saja."
"Bagaimana caranya ayah bisa datang kesini ?" tanya Reynal. "Bahkan aku tak tau kenapa bisa telempar ke dunia ini." lanjutnya.
Reyhan tersenyum. "Jika kau ingin tau, kau harus bisa mengendalikan Sihir Gelap dan Sihir Cahayamu secara bersamaan."
"Dan sekarang ayah tanya. Apa kau sudah menguasai keduanya ?" tanya Reyhan.
Reynal menghela nafasnya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Belum. Aku bahkan belum sepenuhnya mengendalikan Sihir Gelapku."
"Kalau kau bisa mengendalikan keduanya, maka kau bisa membuka pintu portal untal untuk pulang kembali." kata Reyhan.
"Kau hanya menggabungkan Sihir Cahaya dan Sihir Gelap, lalu kau fokuskan, dunia mana yang kau akan pergi." lanjutnya.
"Hanya itu ?" sahut Reynal tak percaya.
"Ya, hanya itu, tapi masalahnya apa kau bisa mengendalikan sepenuhnya ?" jawab Reyhan dan bertanya.
Reynal menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tapi ayah, bagaimana bisa aku datang ke dunia ini ? Padahal seingatku merasa tidak menggunakan Sihir Gelap. Aku hanya menggunakan Sihir Cahayaku."
"Sebelum kau terkirim ke dunia ini ?" tanya Reyhan.
Reynal mengangguk-angguk kepalanya. "Waktu itu, saat aku akan menangkap Paman Jian Heeng, Aku dan Paman Jian Heeng bertarung. Kami berdua bertarung, kami saling beradu kekuatan dan Sihir."
"Tunggu !!" ucap Reyhan, dia merasa tau penyebab Reynal bisa terlempar di dunia lain.
__ADS_1
"Sepertinya Sihir Cahayamu dan Sihir Gelap Pamanmu menyatu saat kalian berdua saling berdadu didalam pertarungan." lanjutnya.
"Tapi ayah, aku sama sekali tidak memikirkan tujuan dunia yang kutuju. Aku hanya fokus mengalahkan Paman, dan menangkapnya." kata Reynal.
"Mungkin karena Sihir Cahayamu dan Sihir Gelap pamanmu tak sengaja menyatu, dan kalian tak memiliki tujuan dunia yang ingin kalian kunjungi. Mungkin karena itu, kalian terlempar begitu saja." kata Reyhan.
"Kenapa bisa terlempar begitu saja ?" tanya Reynal.
"Mau di dalam kendali atau di luar kendali, semua bisa terjadi." jawab Reyhan.
"Ya, ya, ya, ada benarnya semua bisa terjadi." balas Reynal sambil tertawa, Reyhan pun juga tertawa.
Reynal pun menceritakan kegiatannya selama ia jalani dalam 5 bulannya. Reyhan tersenyum dan terkekeh mendengarnya.
Reyhan juga menceritakan kondisi Kerajaannya. Selama ia pergi sementara Reyhan menyerahkan kepimpinannya kepada Reyval.
Itupun sebagai salah satu pelajaran agar Reyval siap nantinya, ketika Reyhan sudah menyerahkan dan memawariskan tahtanya.
Disamping itu Chen dan HuanRan telah sembuh dari luka parahnya, dan kembali beraktifitas menajalankan tugas seperti biasanya.
Jackie, tak ikut karena ia masih dalam menyelesaikan pendidikan di akademi. JiaLi bersama Xiu Juan, Zhu Niu, dan An Niu membantu menjaga sekaligus menemani Xialun yang tengah mengandung.
Saat mendengar kakak iparnya mengandung, Reynal sangat senang, ia akan memiliki keponakan. Rasa tidak sabar untuk pulang.
Alice tersenyum melihat kedekatan antara ayah dan putranya. Reyhan yang menyadari pembicaraannya diperhatikan oleh Alice. Ia menoleh kepada Alice.
"Tidak apa tuan. Justru aku sangat suka suasana ini." jawab Alice sopan.
"Tuan apa saya boleh bertanya ?" tanya Alice sopan.
"Ya, silahkan." jawab Reyhan.
"Apa tuan seorang Raja ? Karena Reynal pernah mengatakan kalau dirinya Pangeran dan ayahnya seorang Raja." tanya Alice sopan, tepatnya polos.
"Ya benar." sahut Reyhan tiba-tiba dingin.
"Namaku Reyhan Wan. Aku Raja dari Kerajaan Wan." lanjutnya, auranya Rajanya pun keluar.
Seketika Alice ketakutan, ia langsung berdiri dari duduknya, lalu berlutut di depan Reyhan. "Maaf Yang Mulia, hamba benar-benar tidak tau."
"Tenanglah, aku bisa menebak mana orang baik dan mana orang yang buruk." jawab Reyhan tiba-tiba santai.
Alice mendongak, ia tak percaya jika ada seorang Raja bisa terlihat santai. Reyhan pun menyuruh Alice kembali duduk.
"Jadi kalian, tinggal dalam satu atap disini." tebak Reyhan.
"Benar ayah." jawab Reynal.
__ADS_1
"Tapi, kita tak pernah melakukan yang hal yang melanggar." lanjutnya cepat, Reynal tak ingin Ayahnya salah paham.
Alice pun juga terlihat panik, ia takut Raja, sekaligus ayah dari kekasihnya salah paham padanya.
"Aku hanya selalu didekatnya dan melindunginya." ucap Reynal.
"Melindungi dari siapa ?" tanya Reyhan.
"Laki-laki yang tadi ayah kalahkan." jawab Reynal. Reyhan mengangguk-angguk kepalanya.
Disini 'lah, Reynal dan Alice menceritakan tentang Delbert. Alasan kenapa Delbert seperti itu. Reynal dan Alice menceritakan semuanya.
Reyhan pun tersenyum, bagaimana tidak, ternyata Putra Bungsunya tengah menjalani hubungan sepasang kekasih dengan Alice. Karena itu, Delbert terobsesi pada Alice dan ingin memilikinya.
Hati sudah mendekati tengah malam. Pembicaraan mereka diakhirnya. Ternyata tanpa mereka sadari Reynalda sudah tertidur. Reynalda terbangun, lalu Alice mengajaknya tidur bersama di kamarnya.
Karena di rumah Alice hanya memiliki 3 kamar saja. Reyhan pun juga telah disediakan kamar kosong, sedangkan Reyval pun masuk ke kamar yang sudah ia tempati dari awal. Mereka pun tidur.
.....
Keesokan Harinya. Pada pagi hari. Di Istana Kerajaan Dorothy. Delbert terbangun. Tubuhnya terasa sakit. Ia mencoba mengingat-ngingat terakhir yang ia lakukan.
Ia terbelalak setelah ingat.
Delbert ingat semuanya, rencana kemarin saat menculik Alice gagal. Lalu bertarung dengan gadis cantik yang tiba-tiba datang. Lalu hantam habis-habisan oleh seorang pria dewas berjubah merah.
"Sial !!!" teriak Delbert.
"Siapa pria itu. Kekuatan tidka sembarangan. Tapi kalau dirasakan auranya, sedikit menyerupai laki-laki asing itu." batinnya.
.....
Disisi Lain Elena sudah disiap untuk pergi ke rumah Alice. Namun saat akan pergi, ia dicegah oleh Permaisuri Ella.
"Kau mau kemana ?" tanya Permaisuri Ella.
"Aku mau pergi ke rumah Kak Alice." jawab Elena.
"Mulai hari ini, kau tidak boleh kesana." ucap Permaisuri Ella tiba-tiba.
"Kenapa ?" sahut Elena.
"Ibu sudah menyuruh pengawal untuk menyampaikan kabar ke rumahnya." kata Permaisuri Ella.
"Kabar ? Ibu menyampaikan Kabar apa ?" sahut Elena bertanya.
"Hari ini, Alice sudah bukan pengawalmu lagi !!" jawab Permaisuri Ella.
__ADS_1