
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Reyhan telah berhasil membawa 5 mahluk manusia ke tempat yang lebih aman, dan tidak terlalu jauh dari medan perang. Setidaknya tempatnya aman dan jauh dari serangan surgawinya. Reyhan telah kembali pergi dengan sihir perpindahan tempat dan meninggalkan Putri Mahkota Xiu Juan masih mematung dalam diamnya.
Perlahan tangannya memegang keningnya. Ia pun tersenyum, mukanya pun ikut merona. Tanpa disadarinya ada 3 gadis di dekatnya dan memperhatikannya.
"Apa hubunganmu dengan adikku ?" tanya Putri An Niu tiba-tiba.
Xiu Juan terkejut, lalu ia menoleh kepalanya. Xiu Juan baru sadar ternyata didekatnya ada Lin Wei, An Niu dan Zhu Niu yang sedang menatapnya dengan wajah seakan meminta jawaban. Tatapan Lin Wei biasa saja, tapi tatapan An Niu dan Zhu Niu, menatapnya dengan wajah dingin.
"A-aku tak ada hubungan apapun dengannya." jawab Xiu Juan gugup.
"Lalu ? Kenapa kakak Rey Hann tiba-tiba mencium keningmu ?" tanya Zhu Niu sinis.
"Sungguh aku tak tau." sahut Xiu Juan.
"Kau curang Putri Xiu Juan, kakak Rey Hann bahkan belum pernah mencium keningku." ucap An Niu kesal.
"Hey.. Kau ingin keningmu dicium kakak Rey Hann ? Jangan berharap !! Aku bahkan belum pernah mendapatkannya." bukan Xiu Juan yang menjawab, Zhu Niu lah yang menjawab ucapan saudara kembarnya.
Putri An Niu memutar bola matanya. "Aku malas berdebat denganmu, kau seperti anak kecil yang sedang mengemis kepada orang tuanya"
__ADS_1
"Kau..!!" sahut Zhu Niu tidak terima.
Putri Mahkota Xiu Juan mengernyit dahinya melihat An Niu dan Zhu Niu yang tiba-tiba sendiri berdebat. "Apa mereka berdua cemburu ? Bukankah mereka berdua 1 darah dengan Reyhan ?" batinnya.
"Cukup !!"
Putri An Niu dan Putri Zhu Niu terdiam setelah mendengar ucapan tegas dari Putri Mahkota Lin Wei. Jika sudah mendengar nada Lin Wei seperti barusan, mereka berdua hanya memilih untuk diam. Karena An Niu dan Zhu Niu tidak berani membuat Lin Wei kesal.
"Hanya masalah kecil saja kalian berdua bisa ribut seperti ini. Yang terpenting kita sudah aman dari Putra Mahkota Kai." ucap Putri Mahkota Lin Wei.
Putri Mahkota Xiu Juan dan Putri Kembar An Niu, Zhu Niu menghela nafasnya dan mengangguk-angguk kepalanya. Lin Wei tersenyum lalu pandangannya teralih ke arah Putra Mahkota KunLi Wong yang masih tertidur, tanganya mengusap pelan pipi laki-laki itu.
"Kapan kau sadar ?" tanya Lin Wei kembali dengan wajah sedihnya melihat keadaan KunLi Wong.
"Tunggu !!" ucap Xiu Juan tiba-tiba teringat sesuatu, seketika Ke-3 gadis didekatnya, langsung melihatnya.
"Dimana Putri Jing Mi ?"
Lin Wei, An Niu, dan Zhu Niu melebar matanya. Mereka ber-3 baru teringat, ternyata Jing Mi tidak ada di dekat mereka.
"Astaga, kita melupakannya." ucap An Niu bersamaan Zhu Niu panik.
"Kalian tetap disini, aku akan kembali mencari Putri Jing Mi." Putri Mahkota Xiu Juan langsung pergi tanpa mendapat jawaban dari ke-3 saudari Reyhan.
.....
__ADS_1
Kembali disisi medan perang, sisa-sisa serangan semua ratusan entah ribuan pedang dan tombak yang ada di tanah, telah lenyap kembali ke ruang kekayaannya sang pemilik. Putra Mahkota Jiazhen Kai sudah terlihat tak berdaya, ia hampir saja terbunuh serangan surgawi milik Reyhan. Kini tubuhnya, kedua tangan dan kedua kakinya terikat rantai.
Reyhan lah yang melakukan itu. Jiazhen Kai sudah hampir kehabisan staminanya. Disaat Jiazhen Kai terlihat sudah mulai kelelahan, bersamaan dengan serangan pedang-pedang dari cahaya portal surgawinya, Reyhan melancarkan rantainya untuk mengikat Jiazhen Kai. Posisi Jiazhen Kai berlutut ditanah dengan tubuh dan kedua tangan dan kedua kakinya terikat rantai.
Jiazhen Kai sedikit meronta, tapi rantai yang mengikatnya semakin erat. Tubuhnya merasakan sakit karena ikatan rantai itu semakin erat mengikatnya, akhirnya ia memilih diam. Sedangkan Reyhan telah berdiri di hadapan Jiazhen Kai dengan wajah datarnya. Tak ada pembicaraan diantara mereka berdua.
Tiba-tiba terdengar suara sekumpulan langkah larian mendekat. Ternyata ke-7 Raja Negara Barat dan semua pasukannya datang menghampirinya. Bahkan Raja Kai dan pasukannya pun juga ikut datang. Semua terkejut apa yang mereka lihat. Tak terima melihat Putranya diikat rantai dan dibuat berlutut di tanah, Raja Kai turun dari kudanya, ia berjalan cepat ke arah Reyhan dan menarik pedangnya.
Belum sampai, Raja Kai menghentikan langkah kakinya. Karena tiba-tiba muncul 10 cahaya portal didekatnya dan mengeluarkan pedang yang tertahan, seakan siap untuk menyerangnya, Raja Kai pun melihat ke arah Reyhan. Dalam pikirannya, menduga-duga bahwa semua perbuatannya yang dilihatnya adalah hasil perbuatan laki-laki muda yang sedang berdiri di depannya.
Lalu mata Raja Kai melirik ke arah Putranya, Jiazhen Kai yang sudah terlihat tak berdaya dengan luka-luka yang didapatnya, tubuhnya terikat rantai, dan berlutut di tanah. Padahal Raja Kai sangat mengerti Putranya, Jiazhen Kai tidak pernah kalah dari lawannya atau berlutut dihadapan lawannya. Akhirnya Raja Kai menjatuhkan pedangnya, dan berlutut seakan ia memilih untuk menyerah.
Melihat Raja Kai yang sudah berlutut, Reyhan pun menarik kembali 10 pedangnya masuk ke cahaya-cahaya portalnya dan menghilang. Ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat. Raja Shin, Raja Wong, Raja Wan, Raja Xie, Raja Lu, Raja Ho, dan Raja Jun tersenyum melihat Reyhan. Mereka ber-7 bangga karena Reyhan yang telah membuat Raja dan Putra Mahkota Kerajaan Kai dari Negara Tengah yang terkenal terkuat, di generasi sekarang telah dibuat berlutut.
Semua pasukan Kerajaan Kai juga menjatuhkan pedangnya, dan berlutut. Jika Raja mereka sudah mengakui kekalahannya, mereka juga tak punya pilihan lain selain memgikuti sang Rajanya. Semua pasukan dari ke-7 Kerajaan Negara Barat bersorak atas kemenangan. Ke-7 Raja pun hanya bisa tersenyum.
"Putra Mahkota Wan, kau telah menenangkan perang ini, selamat !!" ucap Raja Shin kepada keponakannya. Dan Raja lainnya juga mengucapkan kata selamat kepada Reyhan.
Lalu tinggallah giliran sang Ayah, Raja Wan yang belum mengucapkan kata selamat kepada Reyhan. Raja Wan berdiri tepat didepan Reyhan, lalu kedua tangannya memengang kedua pundak Putranya.
"Selamat Putraku, kau 'lah yang terbaik. Dan maafkan ayah yang pernah memperlakukan tidak adil padamu." ucap Raja Wan sambil tersenyum dan matanya berkaca-kaca.
Reyhan juga tersenyum. "Terimaksih ayah, maafkan sikapku yang telah berubah dan tidak mengenakkan."
Reyhan akhirnya menerima Raja Wan sebagai ayahnya. Bagaimana pun, Raja Wan adalah ayah kandung pemilik tubuhnya. Jadi setidaknya ia harus menerima itu.
__ADS_1
Sebenarnya Reyhan juga ingin mendapatkan sosok ayah. Karena di kehidupan sebelumnya, Reyhan adalah anak yatim piatu dan pernah tinggal di panti asuhan sebelum ia lulus Sekolah Menengah Atasnya.