Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 30


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Reyhan masih tak percaya apa yang ia lihat, Api biru muncul di tengah pusaran cahaya portalnya yang berputar-putar. Bahkan semua prajurit yang melihatnya terkejut melihat Reyhan, dan mengira Reyhan bisa mengendalikan sihir elemen Api.



(Klik Gambar, Gambar Format Gif)


.


Reyhan masih menatap Api birunya yang masih menyalas-nyala di tengah pusaran cahaya portalnya. Reyhan berfikir keras kenapa Api birunya muncul sesuai keinginan Reyhan di dalam pikirannya. Lalu ia mencoba membuka telapak tangannya, dan membayangkan Api biru untuk muncul di tangannya. Tapi, ternyata tidak muncul Api birunya.


Reyhan kembali menatap cahaya portalnya yang masih berputar-putar dengan Api birunya yang masih menyala. Reyhan mencoba menghilangkannya, dan memunculkan cahaya portalnya dan memutar-putar lagi sambil membayangkan Api biru di tengah pusaran cahaya portalnya. Ternyata Api birunya muncul.


Reyhan berfikir keras, ia heran dengan kekuatan yang ia miliki. Tanpa cahaya portalnya sihir Api birunya bisa muncul, sedangkan tanpa cahaya portalnya, sihir Api birunya tidak bisa muncul.


Kembali lagi, Reyhan yang tak ingin kelamaan mikir tentang kekuatannya, lebih baik segera mencoba kekuatan barunya. Reyhan tak ingin repot-repot memikirkan timbul kekuatannya muncul. Setidaknya kekuatannya bisa berguna untuk melakukan kebaikan.


Reyhan kembali menatap cahaya portalnya, Api birunya masih menyala di tengah-tengah. Kedua tangannya mengarahkan ke arah langit. Cahaya portalnya juga ikut mengarah langit. Reyhan berfokus untuk melancarkan kekuatannya, kemudian cahaya portalnya berputar-putar dengan cepat.



(Klik Gambar, Gambar Format Gif)


.


Semakin cepat berputar, Api birunya juga ikut menjadi satu titik. Reyhan pun melepaskan serangannya ke udara.


.


.


.



Serangan seperti laser biru.

__ADS_1


Semua prajurit menganga tak percaya melihat Reyhan melepaskan serangan yang menurut mereka tak ada tandingannya. Merek membayangkan jika dirinya menjadi target serangan Reyhan, pasti mereka tewas dengan tubuh hancur tanpa sisa.


.


.


.


Merasa sudah selesai menciptakan serangan baru. Reyhan segera pergi dari tempat latihan para prajurit. Reyhan tak ingin menghadiri acara pembagian hadiah dari Raja. Bukan dirinya tak menghargai ulang tahun Putri Mahkota Lin Wei, menurutnya ulang tahun cukup dirayakan 1 hari, tepat di hari ulang tahunnya, buat apa dirayakan 3 hari lebih, membuang waktu istirahat saja.


Lagian yang ulang tahun siapa ? Kenapa acara ulang tahunnya terbelit-belit pake acara menampilkan bakat, dan pertandingan, buang-buang tenaga saja, lebih baik bermalas-malasan di hari ulang tahun itu lebih baik. Dan juga dirinya tak menginginkan hadiah, siapa yang ulang tahun ? Siapa harus mendapat hadiah ? Itulah menurutnya.


Reyhan terus berjalan dan memikirkan itu. Ia tak habis pikir, apa hidup di dunia kerajaan terlalu repot, Lalu langkah kaki Reyhan berhenti. Tunggu !! Reyhan berfikir keras, sebenarnya dirinya mau pergi kemana ? Jadi dari tadi selama Reyhan pergi dari tempat latihan, dirinya tak tau arah tujuannya, lalu dari tadi dirinya terlalu memikirkan tentang kehidupan kerajaan.


Aggrhhhhh !!!


Reyhan mengacak rambutnya, terlihat dirinya seperti frustasi. Karena ia tak punya tujuan untuk hidup di lingkungan Kerajaan. Apa lebih baik dirinya kembali pergi dari istanan dan berpetualang lagi ? Jika dirinya pergi, pasti Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao akan sedih. Ditambah pemilik tubuhnya baru saja mendapat perhatian dari keempat saudarinya. Tak ingin terjebak di dalam pikirannya, lebih baik dirinya pergi ke kediamannya dan segera tidur.


.


.


.


.


.


Pangeran Jian Heeng kini telah berada di Kediamannya. Dirinya ingin sekali menghabisi Reyhan segera mungkin. Dirinya tak menyangka kepada Reyhan yang bisa-bisa mengabaikan kebaikan Raja Wan. Karena Raja Wan masih mempertahankan posisi gelar Putra Mahkota kepada Reyhan. Pangeran Jian Heeng harus membuat rencana agar bisa kemabali menjatuhkan Reyhan.


.


.


Sedangkan disisi Raja Wan, dirinya sedang berbicara dengan salah satu Raja dari Kerajaan Xie, yang menghampiri dan mengajaknya berbicara secara empat mata. Setelah di ruang kerjanya, Raja Wan segera memulai bertanya.


"Ada Raja Xie, tidak bisanya kau meminta berbicara denganku berdua."


"Tidak apa-apa, hanya saja aku ingin menyampaikan sesuatu untuk Kerajaan kita berdua." jawab Raja Xie.


"Apa itu ?" sahut Raja Wan penasaran.

__ADS_1


"Apa kau setuju jika anak kita jodohkan ?" jawab Raja Xie bertanya.


"Anakku yang mana ? Aku memiliki 6 anak." jawab Raja Wan sambil mengangkat alis sebelahnya dan sedikit tersenyum.


"Jika kau ingin ingin menjadikan Putri Mahkota Lin Wei, maaf aku harus menolaknya, karena aku sudah menyiapkan jodohnya." balas Raja Wan hati-hati, karena menolak tawaran menjodohkan dari Raja Kerajaan lain sama saja dirinya menghina Kerajaan itu.


"Tenang, aku hanya menginginkan Putriku dijodohkan dengan Putramu." sahut Raja Xie sambil terkekeh.


"Jian Heeng ?" tebak Raja Wan.


Raja Xie menggeleng-gelengkan kepalanya. "Bukan, maksudku putra pertamamu."


Mata Raja Wan melebar. "Kau yakin dengan putra pertamaku ?"


"Sangat yakin." jawab Raja Xie tegas.


"Kau menginginkan Putraku dijodohkan oleh Putrimu ?" tanya Raja Wan, dan Raja Xie mengangguk kepalanya.


"Kau berbicara seperti ini karena tertarik kekuatan yang dimiliki oleh Putra Mahkota Rey Hann ?" lanjutnya Raja Wan menebak.


"Tidak, aku sudah tertarik kepada Putra Mahkotamu sejak lama. Aku sudah merasakan kebaikannya waktu dia menyelamatkanku." jawab Raja Xie.


"Kapan Putra Mahkotaku menyelamatkanmu ?" tanya Raja Wan.


"Putra Mahkotamu pernah menyelamatkanku 3 tahun yang lalu. Diriku ini pernah menyamar menjadi masyarakat biasa saat aku mencari Putriku yang susah diatur. Kudaku terluka karena habis melarikan diri dari serangan seorang bandit. Tapi Putra Mahkotamu datang dan menyelamatkanku dengan menukarkan kudanya kepadaku. Dia menyalamatkanku sangay tulu, disitulah aku merasakan kebaikan yang ada di dalam dirinya." kata Raja Xie panjang lebar.


Raja Wan yang mendengar cerita Raja Xie tersentuh. 3 tahun lalu, berarti waktu Putra Mahkota Rey Hann masih berusia 15 tahun, sebelum dirinya memberi hukuman kepada Putra Mahkota Rey Hann dituduh meracuni Permaisuri Xia, padahal kejadian itu terjadi 1 tahun yang lalu.


.


.


.


Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya mencari Reyhan di sekitarnya istana. Lalu mereka berempat bertemu Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao.


"Kalian mau kemana ?" tanya Permaisuri Xia menatap putri-putrinya.


"Kami mencari Putri Mahkota Rey Hann, ibunda." jawab Putri Mahkota Lin Wei.


Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao mengangguk-angguk kepalanya. "Tadi ibunda mendapat laporan dari pelayan katanya Rey Hann sudah pergi ke kediamannya."

__ADS_1


"Kebetulan kita kesana bersama, ibunda ingin bertemu dengannya, ibunda khawatir, karena Rey Hann tidal hadir di acara hari terakhir perayaanmu." lanjutnya.


Akhirnya Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya pergi ke kediaman Reyhan bersama ketiga ibundanya.


__ADS_2