
_______________________________________
Semua orang bertanya-tanya di isi kepala mereka. Siapa pria berjubah merah itu. Delbert terkejut melihat anak buahnya mati dengan mudah. Alixe dan Elena juga terkejut.
"Siapa pria ini ?" itulah isi kepala mereka.
Namun tidak untuk Reynal, ia terkejut tak main saat melihat wajah pria itu. Pria itu menoleh melihat Reynal. Dia tersenyum. Lalu berjalan mendekati Reynal.
Elena segera menghalanginya. Alice pun bangkit dan ikut menghalangi pria itu. Jujur akui pria itu terlihat dewasa dan masih tampan seperti Reynal. Tunggu !! Wajahnya kenapa mirip dengan Reynal ?
"Jangan mendekat, tuan." ucap Alice tegas siap dengan kuda-kudanya.
"Jangan mendekat ?" sahut pria itu.
"Kau pria asing datang dari mana ?" tanya Elena waspada.
"Kau pasti satu pihak dengan Putra Mahkota Delbert." ucap Alice.
Pria itu mengerut dahinya. "Putra Mahkota ? Delbert ? Siapa Delbert ?"
"Aku 'lah Putra Mahkota Delbert." ucap Delbert yang merasa diabaiakan.
Pria itu menoleh kebelakang. Ia melihat Delbert. "Nama dan orangnya tidak sesuai. Orangnya jelek, kaya KodoK BeLanG."
Semua orang melongo tak percaya apa yang dikatakan pria itu. Elena sampa menganga, bisa-bisanya ada pria asing yang langsung berani menjelekkan nama kakak laki-lakinya.
Delbert marah. "Beraninya kau menjelekkan namaku yang berharga ini."
"Aku tidak menjelekkan namamu. Namamu sudah bagus. Aku hanya menjelekkan orangnya. Orangnya sudah jelek tidak sesuai dengan namanya." jawab pria itu.
Semua bandit terdiam. Ingin ketawa, tapi tidak mungkin menertawakan tuannya. Elena dan Alice juga terdiam, menurut mereka berdua, pria itu memiliki keberanian yang kelewatan.
Delbert semakin tidak terima.
"Siapa kau pria asing."
Pria menjawab. Namun suara Reynal memanggilnya. "Ayah !!"
Seketika Elena dan Alice terbelalak lalu menoleh ke arah Reynal. "Ayah ??"
Pria itu menatap Reynal, lalu berjalan mendekati Reynal. "Apa ayah datang terlambat ?"
"Bagamana Ayah bisa datang kemari ?" tanya Reynal, ternyata pria itu adalah ayahnya, sang Raja Kerajaan Wan, Reyhan Wan.
"Ayahmu ini pasti mencari segala cara untuk menemukan Putranya." jawab Reyhan tersenyum.
Reynal berlutut dan menundukan kepalanya. "Ayah maafkan aku. Paman Jian Heeng selalu berhasil melarikan diri dariku."
"Maka dari itu, ayah datang untuk membantumu, dan sekarang kita selesaikan uruasan yang sekarang." jawab Reyhan.
"Ayah datang sendiri ?" tanya Reynal.
__ADS_1
"Tidak. Hanya berdua." jawab Reyhan.
"Berdua ? Siapa ?" sahut Reynal bertanya.
"Kau akan tau." jawab Reyhan sambil tersenyum.
Tiba-tiba seorang gadis cantik dengan gaun putihnya datang mendarat ditengah-tengah 2 pihak itu.
Gadis berdiri dan sambil menarik pedangnya dari sarungnya. "Apa kau melupakanku, adikku yang dingin ?" ucap gadis itu sambil tersenyum tanpa menoleh kebelakang.
Reynal terkejut. "Kak Alda ?"
Ternyata gadis cantik itu adalah Kakak perempuannya, tepatnya saudara kembarnya, siapa lagi kalau bukan Reynalda.
Reynalda langsung mengayunkan pedangnya.
Ayunan pedangnya menimbulkan sebuah angin yang mendorong sekelompok bandit dan terlempar ke belakang. Delbert hanya terdorong jatuh dan duduk di tanah.
Alice dan Elena hanya diam, mereka tak bisa berkata-kata apa-apa melihat kedatang orang asing. Yang jelas 2 orang asing itu adalah ayah dan kakak perempuannya Reynal.
Delbert bengun ia tak terima. Ia pun menarik pedangnya. Reynalda pun langsung maju tanpa ragu, ia semakin semangat untuk bertarung.
Sedangkan Reyhan, ia fokus kepada Reynal. "Kau kenapa ?"
"Racun ? bagaimana bisa ? Seharusnya regenerasimu menyembuhkanmu." kata Reyhan.
Reynal pun menceritakan kalau dirinya sedang menolong seorang perempuan. Reyhan mengangguk-angguk kepalanya lalu tersenyum.
"Menyelamatkan seorang ? Perempuan ?" tanya Reyhan menggoda sambil menatap Alice dan Elena bergantian.
"Cukuplah ayah, bisakah kasih solusi agar racunnya hilang dari tubuhku." ucap Reynal.
"Ternyata musuhmu tidak bodoh juga. Dengan segel pagar, tentu saja itu membuatmu kesulitan." jawab Reyhan sambil menyalurkan kekuatan regenerasinya kepada Reynal.
Sambil menyembuhkan Putranya, Reyhan menatap 2 gadis yang ada di samping kanan kiri Putrnyanya. "Kalian siapanya Putraku ya ?"
Alice dan Elena tersadar dari diamnya. "Maaf tuan."
Reynal pun memperkenalkannya.
"Ayah, nama dia Alice. Dan dia Elena, dia adalah Putri Mahkota salah satu Kerajaan disini." Reyhan mengangguk-angguk kepalanya.
Reynal pun selesai disembuhkan. Racun yang di dalam tubuhnya telah hilang. Lalu Reynal berdiri, Alice pun membantunya. Reyhan tersenyum melihatnya.
Lalu pandangan mereka beralih ke arah Reynalda yang mulai kesulitan. Ternyata Delbert dibantu bandit-banditnya. Reyhan tak terima jika satu lawan banyak, lagi melihat putrinya malawan lawan yang banyak.
"Reynalda, mundur !!" Reyhan memberi perintah.
__ADS_1
Reynalda yang memang sudah kesulitan. Ia pun melompat mundur. Ia bergabung bersama Reynal, Alice, dan Elena. Mereka berempat berdiri di belakang Reyhan.
Reyhan mengeluarkan kedua pedang merah darahnya. Saat Reyhan akan maju, Elena bersaura. "Tuan, aku mohon jangan membunuh kakakku, cukup buat dia tak bisa melawan."
"KodoK BeLanG itu Kakakmu ?" sahut Reyhan.
"Baiklah, pasti ada alasannya kalau kakakmu jadi begini." ucap Reyhan sambil melepas jubahnya. Dan ia Iangsung maju.
DEG.
Reynal menebak, ayahnya pasti menggila. Dan benar, Ayahnya menggila, dia langsung menebas semua para bandit tanpa ampun. Para Bandit pun tewas.
Tidak segan-segan Reyhan melempar kepala-kepala bandit yang sudah terputus dari badannya. Reyhan melemparnya ke arah Delbert.
"Dasar Gila !!" teriak Delbert.
Wsst !!
Reyhan muncul dan langsung memengang kakinya Delbert, setelah itu Reyhan membantingnya. Tubuh Delbert dibanting kesana-kemari olehnya hingga tak sadarkan diri.
Delbert jatuh tengkurap di depan Reynal, Alice, Elena, dan Reynalda. Lalu Reyhan menginjak punggungnya Delbert yang sudah tak sadarkan diri.
Reyhan menatap Elena. "Sudah, aku tak membunuhnya."
Elena dan Alice terdiam.
Mereka tak bisa berkata-kata apa-apa. Mereka akui Reynal memang menakutkan saat marah. Tapi ternyata ayahnya Reynal, melebihi kata Gila.
.....
Karena hari sudah malam. Reynal berteleport membawa semuanya kembali ke rumah Alice. Reyhan dan Reynalda bersantai di belakang rumahnya Alice. Alice menyiapkan minuman hangat untuk mereka berdua.
Dan Reynal, ia mengantar Elena. Dan juga mengantar Delbert yang masih tak sadarkan diri. Reynal langsung berteleport ke istana Dorothy. Tanpa sepengetahuan siapapun Reynal dan Elena meletakkan Delbert di dalam kamarnya. Setelah selesai Reynal pamit kepada Elena.
"Besok ku akan datang ke rumah Kak Alice." ucap Elena, setelah Reynal berpamitan.
Reynal mengangguk kepalanya. "Ya, datang saja, lagian itu rumahnya Alice."
Setelah itu Reynal berteleport. Ia kembali ke rumahnya Alice.
.....
Setelah tiba di rumahnya Alice, Reynal segera berjalan ke belakang. Dan benar saja, ayahnya dan kakak perempuannya sedang duduk bersebelahan sambil menikmati cemilan dan teh hangatnya.
Ada Alice juga Yang duduk di hadapan mereka. Terlihat mereka bertiga mengobrol sambil tetawa Reynal pun bergabung.
"Kau sudah mengantar Putri Elena ?" tanya Alice.
"Sudah." jawab Reynal, sambil duduk di sebelah Alice.
__ADS_1