
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Kerajaan Xie
Di ruangan pertemuan Kerajaan Xie. Ke-7 Raja hanya diam dan duduk di kursi mereka. Mata mereka hanya menatap pedang mereka masing-masing, pedang pemberian Reyhan beberapa lama yang lalu.
Suasana hening diruangan itu. Sudah lama tak ada membahasan atau pembicaraan dan semacamnya semenjak Reyhan pergi keluar.
Krik.. Krik..
"Apa yang kita lakukan sekarang ?" tanya Raja Shin memecahkan keheningan.
"Bukankah rapat pertemuan kita telah selesai ?" lanjutnya.
"Aku pun tak tau." sahut Raja Lu.
"Sepertinya aku menyadari sesuatu." kata Raja Ho.
"Apa itu ?" sahut Raja Wan, Raja Wong, dan Raja Xie bersamaan.
"Biasanya setelah selesai pertemuan ini, kita pulang kembali ke Kerajaan kita masing-masing, benarkah ?" Raja Ho memastikan.
"Ya, kau benar." sahut Raja Jun, dan ke-5 Raja lainnya juga mengiyakan.
Suasana kembali hening. Beberapa detik kemudian mereka ber-7 saling menatap bergantian, dan akhirnya mereka tersadar.
"Kita akan pulang menggunakan apa ?" tanya ke-6 Raja itu bersamaan panik, karena mereka awalnya datang menggunakan cahaya portal milik Reyhan. Kecuali Raja Xie, ia terlihat tenang.
"Sahabatku, kemana Putramu pergi ?" Raja Shin bertanya kepada Raja Wan tentang keponakannya.
"Aku pun tak tau." sahut Raja Wan kebingungan.
"Putramu datang tiba-tiba dan mengumpulkan kita. Lalu ia tiba-tiba pergi meninggalkan kita disini." ucap Raja Jun kepada Raja Wan.
"Putramu membawa kita sendiri tanpa pengawal kita satupun." ucap Raja Ho kepada Raja Wan.
__ADS_1
"Dan sekarang lihatlah pada akhirnya, kita tak bisa pulang. Sedangkan perjalanan pulang ke Kerajaan kita masing-masing sudah tau jaraknya tidak dekat, dan membutuhkan waktu paling lama 2-3 hari jika menggunakan kuda." ucap Raja Wong juga kepada calon besannya, siapa lagi kalau bukan Raja Wan.
"Hey.., ayolah, kalian jangan menyudutku." Raja Wan mulai frustasi.
Raja Xie dan Raja Shin terkekeh melihat Raja Wan disudutkan. Lalu Raja Xie memandang Raja Shin, lalu Raja Shin juga sebaliknya memandang Raja Xie. Mereka berdua saling berpandangan.
"Kenapa kau tertawa ?" tanya Raja Xie kepada Raja Shin.
"Hey.., aku pun juga ingin bertanya yang sama kepadamu, kenapa kau tertawa juga ?" sahut Raja Shin berbalik bertanya kepada Raja Xie.
"Aku ketawa karena kalian ber-6 kebingungan untuk pulang." jawab Raja Xie.
"Sahabatku, kau salah, bukan ber-6, tapi kita ber-7 balas Raja Shin membenarkan, seketika 5 Raja lainnya menatap mereka berdua.
"Kau benar sahabatku, kita ber-7. Kecuali aku." sahut Raja Xie.
"Karena aku adalah tuan rumahnya, haha.." lanjutnya sambil tertawa bangga.
Ke-6 Raja hanya mendengus kesal melihat Raja Xie tertawa. Tiba-tiba, terdengar suara pintu ruangan itu terbuka. Masuklah seorang pengawal lalu berlutut.
"Mohon maaf Yang Mulia, karena hamba telah mengganggu." ucap pengawal itu.
"Tak apa, kita telah selesai dengan pertemuan ini. Jadi ada apa kau datang kemari ?" balas Raja Xie dan bertanya kepada salah satu pengawalnya itu.
"Baiklah, persilahkan Putra-Putriku untuk masuk." jawab Raja Xie.
Setelah mendapat izin dari Raja Xie, pengawal itu mengundurkan diri dari ruangan itu. Beberapa detik kemudian masuklah Sosok laki-laki tampan dan gadis cantik dan manis memasuki ruangan itu bersamaan. Laki-laki dan gadis itu memberi salam kepada Ke-7 Raja yang ada di ruangan itu.
Dan salam mereka berdua di terima, meskipun ada pertanyaan dipikiran mereka ber-7, karena laki-laki dan gadis itu tiba-tiba masuk kedalam ruang pertemuannya. Mereka berdua duduk di kursi panjang. Mereka berdua duduk di sisi kanan kiri Raja Xie.
"Ada apa kalian tiba-tiba masuk, Putra-Putriku ?" tanya Raja Xie kepada kedua anaknya, siapa lagi kalau bukan Putra Mahkota To Mu Xie dan Putri Mahkota Xiu Juan Xie.
"Ayah apa benar, Kerajaan kita mendapat bantuan dari Kerajaan lainnya ?" tanya Putri Mahkota Xiu Juan bertanya kepada sang ayah, Raja Xie.
Belum sempat dijawab Raja Xie, Raja Wan yang menjawab pertanyaan Putri Mahkota Xiu Juan. "Benar Putri Mahkota Xie."
"Ayah, izinkan hamba untuk turun ke medan perang nanti." ucap Putra Mahkota To Mu kepada Raja Xie.
"Hamba juga ayah, ini karena kesalahan hamba yang telah menolak lamaran Putra Mahkota Kai." ucap Putri Mahkota Xiu Juan dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Raja Xie hanya diam, bukan karena marah. Ia tak tega membayangkan kedua anaknya jika nanti ikut turun ke medan perang. Terutama ia juga tak ingin mengorbankan masa depan Putra-Putrinya. Tak hanya Raja Xie, Ke-6 Raja lainnya juga merasa yang sama.
Tiba-tiba di tengah-tengah mereka muncul cahaya. Semua orang di ruangan itu terkejut. Tapi hanya terkejut beberapa detik saja. Karena sudah tak asing mereka melihat cahaya itu. Ya, siapa lagi cahaya portal. Dan keluarlah Reyhan dari cahaya portalnya.
Bersamaan setelah Reyhan keluar, cahaya portalnya perlahan menghilang. Lalu ia mendapat tatapan tajam dari orang-orang di ruangan itu. Tapi Reyhan berusaha tenang, dan tetap memasang wajah datarnya.
Putri Mahkota Xiu Juan yang duduk di sisi kanan Raja Xie, ia terkejut melihat Reyhan, lalu tiba-tiba ia berdiri. "Kau...!!"
Reyhan pun sedikit menoleh kepalanya ke arah sumber suara itu, karena tidak asing baginya. Seketika matanya terbelalak saat melihat siapa pemilik suara itu. Ya, benar, pemilik suara itu adalah Putri Mahkota Xiu Juan yang ada di ruangan pertemuan.
Putri Mahkota Xiu Juan menatap tajam padanya. Putri Mahkota Xiu Juan masih kesal atas kejadian sebelumnya yang dilakukan Reyhan padanya. Yang tiba-tiba Reyhan mendorong dirinya, dan seketika ia berpindah di Kediamannya dalam sekejap tanpa menjawab pertanyaannya.
Reyhan diam membeku saat Putri Mahkota Xiu Juan menatap tajam ke arahnya. Tiba-tiba terdengar sebutan nama yang membuat Putri Mahkota Xiu Juan terkejut.
"Dari mana saja kau, Putra Mahkota Rey Hann Wan." ucap Raja Wan bertanya kepada Putranya sambil menekan nama lengkap Putranya.
Raja Wan masih sedikit kesal, karena ulah Reyhan, dirinya disudukan oleh Raja lainnya beberapa saat lalu. Disisi lain, Putri Mahkota Xiu Juan terdiam, mencoba mencerna ucapan Raja Wan barusan.
Reyhan pun tersadar dari diamnya. "Aku baru saja dari Kerajaan kita, Kerajaan Wan, dan sebelumnya aku juga telah pergi dari perbatasan Negara ini dengan Negara Tengah."
"Untuk apa kau melakukan itu, Putraku ?" tanya Raja Wan terkejut mendengarnya
"Aku pergi ke perbatasan untuk menandakan tempat dimana pasukan kita nanti akan datang dalam sekejap sebelum berperang, dan setelah itu aku pergi ke Kerajaan Wan untuk mengembalikan anggota Ksatria pulang ke Kerajaan mereka masing-masing." jawab Reyhan menjelaskan.
Ke-7 Raja hanya diam tak menjawab. Karena mereka telah mengerti apa yang ucapkan Reyhan.
Putri Mahkota Xiu Juan masih terdiam, lalu menatap lekat ke arah Reyhan. Tiba-tiba ia teringat kejadian setahun lebih yang lalu. Dimana saat ia sedang berpetualang dan mendapat laporan dari hewan spiritualnya saat menyamar menjadi dirinya. Bahwa sang ayah, Raja Xie akan menjodohkaannya dengan Putra Mahkota dari Kerajaan Wan.
(BAB 36)
Perjodohan itu pun dibatalkan karena Putra Mahkota Wan menolak keras tentang perjodohan itu. Ternyata Putra Mahkota Wan adalah laki-laki dingin yang baru saja menjadi temannya, yang tak lain adalah Reyhan. Tapi kenapa tiba-tiba ia merasa sesak.
Sedangkan disisi Reyhan, ia menebak-nebak perasaan Putri Mahkota Xiu Juan sedang bercampur aduk. Ia dan Putri Mahkota Xiu Juan saling berpandangan. Tapi pandangan mereka tersadar.
"Baiklah, apa kau masih sanggup untuk mengantar pulang ke-6 Raja ke Kerajaannya masing-masing, putraku." tanya Raja Wan dengan hati-hati.
Reyhan mengangguk kepalanya tegas. "Tentu, aku masih sanggup."
Bersamaan, Reyhan memunculkan 6 cahaya portalnya. Akhirnya para Raja merasa lega karena bisa kembali pulang, dan mereka pun masuk kedalam cahaya portal itu setelah berpamitan sesama lainnya. Mereka pun juga tak lupa membawa pedang pemberian dari Reyhan. Setelah ke-6 Raja masuk.
__ADS_1
Putra Mahkota To Mu dan Putri Mahkota Xiu Juan terpaku melihat Reyhan melakukan semacam sihir perpindahan untuk membawa ke-6 Raja pulang ke Kerajaan mereka masing-masing. Perlahan ke-6 cahaya portalnya menghilang, kini tinggal Reyhan yang belum pulang kembali ke Kerajaannya.
Raja Xie, Putra Mahkota To Mu dan Putri Mahkota Xiu Juan terkejut melihat Reyhan yang tiba-tiba berlutut. Bersamaan penglihatan Reyhan buram dan darah perlahan keluar dari salah satu lubang hidungnya. Putri Mahkota Xiu Juan terbelalak melihatnya, dengan cepat ia segera mendekat dan menangkap tubuh Reyhan saat akan terjatuh di lantai.