Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 114 | Season 2.1


__ADS_3

_______________________________________


Reyhan berjalan menuju kediaman orang tuanya. Tak butuh banyak persiapan, yang terpenting adalah membawa sang istri tercintanya kembali pulang. Reyhan telah sampai, dan masuk kediaman orang tuannya. Terlihat didalam ada ayah dan ketiga ibundanya sedang menenangkan ketiga anaknya.


Reyhan berlutut menstarakan tingginya dengan ketiga anaknya. Ketiga ibundanya mempersilahkan 3 anaknya datang mendekati ayahnya. Dengan perlahan ketiga anaknya mendekatinya. Kini ketiga anak kecil itu sudah berdiri dihadapan ayahnya dengan wajah mereka menunduk sedih.


"Ayah akan membawa bunda kalian pulang." ucap Reyhan, spontan ketiga anaknya menatapnya.


Ketiga anaknya tak hanya merasakan sedih, tapi mereka juga merasakan rasa takut, mereka ingat dimana mereka melihat langsung saat Reyhan dalam sosok yang menyeramkan saat menghajar salah satu orang yang gagal melarikan diri.


"Kalian kenapa melihat ayah kalian ini seperti itu ?" tanya Reyhan lembut.


"Apa kalian takut dengan ayah ?" lanjutnya.


Mereka bertiga masih diam, mereka tak berani menjawab. Mereka teringat kembali di masa-masa saat mereka bertiga selalu mengganggu Reyhan saat bekerja.


Mereka tak pernah melihat ayah mereka marah. Dan baru kali ini mereka menyadari sosok yang menyeramkan yang terbangun jika sudah marah tak terkendali.


Reyhan memeluk ketiga anaknya. "Ayah tidak pernah marah sama kalian. Ayah tidak bisa marah sama kalian, kalian 'lah harta berharga ayah dan bunda."


Reyval, Reynalda, dan Reynal menangis lalu memeluk Reyhan. Reyhan tersenyum dan menatap ayahnya dan ketiga ibundanya yang juga tersenyum padanya.


"Ayah selamatkan bunda." ucap Putra sulungnya, Reyval.


"Ayah, aku ingin bunda pulang." ucap Putrinya, Reynalda.


"Kapan bunda pulang ayah ?" ucap Putra bungsunya, Reynal.


Itulah ucapan ketiga anaknya sambil menangis dalam pelukannya. Perlahan Reyhan melepaskan pelukannya dan menatap ketiga anaknya sambil tersenyum. "Ayah akan pergi, dan membawa bunda kalian pulang kembali."


"Ayah janji ?" sahut mereka bertiga serempak.


"Ayah janji." jawab Reyhan tegas dan tersenyum.


Lalu ia berdiri berjalan mendekati ayah dan ketiga ibundanya. "Aku akan pergi menjemput istriku." pamit Reyhan.

__ADS_1


KongLi, sebagai ayah hanya bisa mendukung Putranya. Ia sudah percaya kalau selama Reyhan menjabat menjadi Raja, sudah memiliki banyak orang kepercayaan kepada Putranya. Bahkan Kerajaannya kini lebih berjaya.


"Kamu jangan khawatir, kita akan menjaga ketiga anakmu. Mau gimana pun, ketiga anakmu adalah cucu kami." ucap ibunda Xia.


"Apapun yang terjadi, kita percaya padamu, jemputlah istrimu." ucap ibunda May Lee.


"Bawalah pulang menantu kami." ucap ibunda Bao.


Reyhan mengangguk kepalanya lalu menatap ayahnya. KongLi hanya memberi senyuman seakan ia mengatakan. "Semua akan baik-baik saja."


Reyhan pun pamit setelah memeluk keempat orang tuanya dan ketiga anaknya. Ia pun pergi menuju kediamannya.


Setelah sampai kediamannya, ia melihat sekeliling ruangan kamarnya. Ia teringat saat keromantisan dirinya pada istrinya tercintanya. Ia berjalan sebuah lukisan kecil yang tertempel di dindingnya. Lukisan keluarga kecilnya.


Ia pun mengambil lukisan itu, ia lepas dari bungkai kayunya dan ia lipat, lalu ia simpan ke dalam pakaiannya. Ia lakukan itu agar dirinya saat pergi nanti, saat rindu, ia tinggal melihat lukasan keluarga kecilnya yang ia bawa.


Sejenak ia menarik nafasnya dan memenjamkan kedua matanya. Dalam pikiran terus membayangkan saat Xiu Juan yang di bawa pergi oleh orang asing dari dunia lain. Kini ia harus pergi kedunia lain itu. Reyhan sudah tau cara pergi ke dunia lain itu.


Orang yang ia tangkap telah memberitahu cara untuk pergi ke dunia tempat orang itu tinggal. Karena orang itu mengatakan kalau dirinya adalah saksi saat tuan mereka menyuruh penyihir membuka portal untuk menyebrangi antar 2 dunia.


Reyhan membuka kedua matanya. Ia segera pergi meninggalkan kediamannya ke depan istana Kerajaannya.


Wsst !!


Chen, HuanRan, dan beberap pengawal berada di depan istana. Mereka menunggu sang Raja datang. Diantara mereka ada satu orang dengan pakaian serba hitam tanpa penutup kepala dan wajahnya. Orang itu adalah orang dari dunia lain.


Kini keadaannya sudah tak mengenaskan, hanya saja ia dalam kondisi kedua tangannya diikat dan lehernya di rantai seperti hewan. Dan untuk luka-lukanya, sudah disembuhkan oleh Reyhan tanpa mengembalikan 2 jari kakinya yang sudah terpotong.


Ia terpaksa jujur kepada Reyhan, karena ia masih menyayangi nyawanya dan alat kelaminnya. Akhirnya ia mengatakan cara untuk pergi ke dunianya. Tapi ia ragu, karena ia sediri tidak memiliki sihir untuk syarat untuk membuka portal untuk menyebrangi antar 2 dunia.


Wsst !!


Reyhan telah muncul di tengah-tengah mereka. Sekali lagi Reyhan berpamitan kepada Chen dan HuanRan, ia mempercayakan semuanya kepada adik iparnya sekaligus orang terpercayanya.


Sedangkan orang yang menjadi tahanan Reyhan hanya bisa diam, ia masih bingung menatap Raja yang satu ini, karena ia baru pertama kali sihir teleport, karena di dunianya sihir teleport hanyalah sihir terlarang bahkan belum ada yang bisa menggunakan sihir itu.

__ADS_1


Reyhan berjalan mendekati tahanannya dan menatapnya dengan tatapan dingin.


"Namamu siapa ?" tanya Reyhan.


"Namaku Chris." jawab tahanannya.


"Ck, namamu terlalu bagus. Aku akan memanggil KadaL." balas Reyhan.


Mendengar itu, seketika orang itu terkejut dan melotot ke arah Reyhan, sekaan ia tak terima. Disisi Reyhan ia paham jika tahanannya pasti tidak terima.


"Jika kau tidak terima, kutusuk kedua lubang telingamu." ucap Reyhan tersenyum menyeringai.


Tahanan itu menelan salivanya dan akhirnya ia hanya pasrah patuh, dari pada harus kedua telinganya ditusuk oleh Raja yang ia anggap Gila. Karena baru kali ini ia melihat seorang Raja yang senang sekaligus tega menyiksa tahanan, seperti dirinya sekarang.


Karena setahunya, algojo yang biasanya memberi hukuman secara fisik untuk tahanan yang sudah berani membuat kesalahan atau mengganggu ketenangan seorang pemimpin.


Sedangkan Chen, HuanRan, dan beberapa pengawal yang mendengar, hanya bisa menahan tawa mereka.


Reyhan mulai merentangkan kedua tangannya. Telapak kedua tangannya ia buka. Reyhan memfokuskan Sihir Cahaya dan Sihir Gelapnya di kedua tangannya masing-masing.


Ia sudah tahu itu dari tahanannya, jika untuk membuka portal untuk menyebrangi antara 2 dunia harus memiliki Sihir Cahaya dan Sihir Gelap.


Reyhan mengarahkan Sihir Cahaya dan Sihir Gelapnya ke depannya, lalu ia pusatkan. Dan perlahan dari titik cahaya kecil lalu membesar. Bahkan ia merasakan stamina di dalam pada dirinya sedikit terkuras.


Dan akhirnya ia berhasil membuka portal antar 2 dunia. Semua orang yang melihat terkejut seakan tidak percaya apa yang mereka lihat, terutama tahanannya.


Tahanannya, si KadaL, dalam pikirannya sudah tidak tenang. Ia menyimpulkan kalau Raja yang ada dihadapannya adalah bukanlah Raja sembarangan sekaligus Raja yang berbahaya.


Masih dalam pikirannya, si KadaL mengutuk tuannya, tak lain adalah Kaisar Eldezer, karena sudah berani memulai mencari masalah dengan Raja yang satu ini, hingga dirinya yang kena getahnya dan menjadi bahan siksaan.


Chen memberikan ujung rantai yang ujung satunya mengikat leher tahanannya. Reyhan menerima itu, lalu menatap tajam si KadaL.


Reyhan berpamitan lagi kepada kedua adik iparnya sebelum berangkat. Kali ini cukup dirinya dan si KadaL yang pergi, ia tak mengizinkan siapa pun untuk ikut. Yang terpenting ia meminta jagalah Kerajaannya selama ia pergi.


"Ayo kita berangkat !!" ucap Reyhan berjalan sambil mengenakan jubah merahnya dan ia masuk ke dalam portal sambil menarik kasar ujung rantainya.

__ADS_1


Setika tahanannya berjalan, bahkan hampir terjatuh karena Reyhan menarikan ujung rantainya, seakan orang itu layaknya seperti seekor hewan, ia sudah pasrah apa yang terjadi nantinya.


__ADS_2