
Putra Mahkota Jiazhen Kai terjatuh tengkurap, terdengar ia meringis kesakitan setelah tubuhnya dilempar oleh Reyhan. Saat akan mencoba bangun dari jatuhnya, tiba-tiba dari belakang pakaian hanfunya seperti ditarik dan seketika tubuhnya terangkat.
Jiazhen Kai melihat siapa yang mengangkatnya. Reyhan 'lah yang mengangkat tubuhnya. Ia berniat mengeluarkan sihir petirnya, tapi keburu Reyhan duluan melempar dirinya ke arah dinding ruangannya.
BRUAK !!
Jiazhen Kai terlempar hingga dinding ruangnya hancur dan ia terjatuh ke luar kediamannya. Ia terguling di tanah. Dan entah kebetulan, Raja Kai sedang berkeliling bersama beberapa pengawalnya.
Seketika matanya terbelalak melihat Putra keluar dari Kediamannya seperti dilempar hingga mmebuat dinding kediamannya hancur berlubang. Raja Kai segera bercepat berlari menghampiri Jiazhen Kai.
.
.
.
"Apa yang terjadi ?" tanya Raja Kai setelah membantunya berdiri.
"Ada apa dengan wajahmu ?" ucap Raja Kai lagi karena terkejut melihat wajah Putranya penuh lembam, dan memar.
Jiazhen tidak menjawab, tubuhnya kini dipapah oleh Raja Kai yang masih penasaran kepada Putranya.
"Hey Raja Kai, apa kabar ?"
Terdengar suara di telinganya, Raja Kai mencari sumber suara itu. Raja Kai membulat kedua matanya melihat Reyhan yang baru saja keluar dari dinding kediaman Putranya yang sudah hacur berlubang.
"Putra Mahkota Wan ?" ucap Raja Kai terkejut melihat Reyhan.
"Ya, ini aku." sahut Reyhan santai.
"Kenapa kau ada di Kerajaanku ?" tanya Raja Kai.
"Aku datang ke Kerajaan karena Putramu yang memulainya." jawab Reyhan, ia berusaha menahan amarahnya.
"Putraku ?" sahut Raja Kai, lalu ia menoleh kepalanya dan menatap tajam ke arah Putranya.
Jiazhen yang melihat Raja Kai tajam menatapnya, ja hanya menunduk kepalanya. Lalu Raja Kai kembali menoleh kepalanya ke arah Reyhan. "Sebenarnya apa yang telah dilakukan Putraku ?"
"Dia telah berniat menculik Kakakku, dan calon istriku !!" jawab Reyhan yang membentak.
Raja Kai terbelalak mendengarnya. Memang ia akui Putranya tak hanya terhebat di Kerajaannya, tapi juga mampu menebar pesonanya, hingga akhirnya telah memiliki 4 istri.
Kini, terjadi masalah lagi yang sama. Karena masalah sebelumnya telah menimbulkan perang hanya karena seorang gadis. Dan sekarang Reyhan datang dengan amarah karena masalah yang sama, sekaligus gadis yang sama.
.
__ADS_1
.
Wsst !!
BUGH !!
Jiazhen Kai yang tadinya dipapah Raja Kai, ia terdorong kebelakang setelah menerima serangan tendangan mendadak dari Reyhan yang tiba-tiba muncul setelah berteleport. Semua orang, dan termasuk Raja Kai terkejut melihatnya.
Reyhan berteleport lagi, dan langsung muncul di hadapan Jiazhen Kai yang masih terbaring ditanah. Dengan kasar, Reyhan menarik bajunya, ditambah tatapannya yang membunuh. Jiazhen Kai hanya diam, seperti pasrah. Lagian dirinya bukan tandingan Reyhan.
"Jika kamu masih sayang nyawamu, jangan berani-berani mengganggu ketenanganku." kata Reyhan.
Lalu ia melempar keras tubuh Jiazhen Kai lagi, dan menghantam ke tanah.
Krakk !!
"Aggrrhhhh !!"
Reyhan menginjak lengan kiri Jiazhen Kai, hingga terdengar seperti tulangnya yang patah.
BUGH !! BUGH !! BUGH !!
BUGH !! BUGH !!
Reyhan kembali menghajar wajah Jiazhen Kai habis-habisan.
"Aggrrhhhh !!"
Disisi Raja Kai melihat perlakuan Reyhan kepada Putranya, ia marah. Ia tak terima Putranya yang sudah terlihat tak berdaya maaih saja disiksa.
Raja Kai mengarahkan tangannya ke arah Reyhan dan keluarlah sihir Api biru. Saat ia akan melepaskan sihirnya, tiba-tiba Reyhan berteleport dan muncul di hadapannya dengan tatapan membunuh.
"Kau ingin menyerangku ?" tanya Reyhan dengan tatapan membunuh.
Reyhan merentangkan kedua tangannya. Dengan telapak tangan kanan kirinya terbuka. Keluarlah Api Merah Darah di tangan kanannya, dan Api Hitam di tangan kirinya.
Raja Kai bergetar hebat melihat 2 jenis Api dengan warna yang berbeda. Seketika Api Birunya menghilang karena nyalinya menciut. Raja Kai bersimpuh di hadapan Reyhan, ia menunduk dan tak berani menatapnya.
"Jika disalah satu dari kalian membuat masalah lagi, selanjutnya aku tidak akan main-main." ucap Reyhan sambil menyeringai.
Terdengar ada sedikit suara di telinganya, Reyhan menoleh dan melihat Jiazhen Kai mulai bangun berdiri, dengan dibantu salah satu pengawalnya.
"Maafkan aku, aku takkan membuat masalah lagi." ucap Jiazhen Kai yang terbata-bata karena sambil menahan sakit di gusinya.
Reyhan melangkah maju mendekati Putra Mahkota Kai itu. Kini ia berhadapan dengan Jiazhen Kai. "Aku takkan memulai ini jika kau tidak yang memulainya dan mencari masalah denganku."
__ADS_1
.
.
.
.
Cling..!!!
Bruk !!
"Agggrrhhhh....!!"
Semua orang yang melihat Putra Mahkota Jiazhen Kai berteriak keras dan kesakitan, mereka terdiam membeku. Seakan tak percaya apa yang mereka lihat.
Bahkan Raja Kai sendiri melihat dan mendengar Putranya kesakitan tak karuan ia memilih diam karena percuma jika ia membantu Putranya, karena kekuatan Reyhan bukanlah tandingannya.
Jiazhen Kai berlutut dan berteriak keras karena kesakitan yang amat luar biasa setelah mendapat perlakuan Reyhan padanya. Darahnya mengalir cukup banyak, dan berceceran kemana-kemana.
Reyhan hanya tersenyum menyeringai melihat Jiazhen Kai yang sedang kesakitan akibat luka yang ia dapat darinya. Ya, Reyhan 'lah yang memberinya luka. Reyhan menggunakan pedangnya, sekali tebas, bagian seluruh tangan hingga lengan atas kirinya jatuh ke tanah.
Lalu Reyhan mengambilnya dan melemparnya hingga jatuh di tanah tepat di depan Raja Kai. Raja Kai terbelalak dalam diamnya. Ingin sekali membalas kekejaman Reyhan, tapi apa daya, sudah jelas Reyhan bukanlah tandingannya.
Reyhan kembali berjalan mendekati Jiazhen Kai yang kini sedang berbaring di tanah sambil memegang pundak kirinya, ia kesakitan, menangis, dan terlihat berdaya seperti tak punya tujuan hidup. Reyhan memegang luka bekas tebasannya, lalu menyalurkan regenerasinya agar menghentikan pendarahannya.
Jiazhen Kai sudah tidak merasakan rasa sakitnya. Darahnya berhenti mengalir, seakan lukanya menutup, tapi tangannya tidak.
"Aku bisa saja menyambungkan lagi tanganmu, tapi aku tidak berminat. Aku lebih suka kau seperti ini, hahahahaha...." kata Reyhan sambil tertawa jahat.
Semua orang merinding mendengar tawa Reyhan seakan melihat sisi lain di dalam dirinya. Dan terlihat sangat sadis dan menakutkan.
Reyhan berhenti tertawa, ia melangkahkan kakinya meinggalkan Jiazhen Kai yang sudah bersimpuh dan menunduk kepalanya. Tiba-tiba Reyhan berhenti dan melirik ke arah Raja Kai.
"Itulah hukumanku yang kuberikan untuk Putramu, itu baru bagian tangan kirinya. Jika Putramu kembali membuat masalah, mungkin aku tidak mengincar tangan kanannya, melainkan kepalanya." kata Reyhan mengancam dan sambil tersenyum menyeringai.
Wsst !!
Reyhan pergi menghilang begitu saja setelah menggunakan sihir teleportnya untuk kembali pulang ke Kerajaan Wan. Semua orang melihat itu kembali dibuat terkejut melihat Reyhan yang menghilang secara tiba-tiba.
.
.
.
__ADS_1
"Ayah..."
Raja Kai menatap Putranya yang memanggilnya sambil menangis dan masih bersimpuh di tanah. Sekarang Jiazhen Kai hanya memiliki tangan kanannya saja, tangan kirinya sudah ditebas oleh Reyhan, ia merasakan menyesal akibat ulahnya sendiri yang sudah berani berbuat masalah.