Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 106


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari pengawal tentang keadaan Xiu Juan, Reyhan langsung menghilang menggunakan teleportnya. Ia pergi begitu saja menibggalkan pengawal itu.


Pengawal itu hanya menghela nafasnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Baru saja sampai tujuan, dan bertemu dengan tuannya, malah ditinggal pergi menghilang begitu saja. Ingin sekali marah, tapi apa daya, ia hanyalah bawahan, dan sudah jelas kalah cepat jika melawan Sang Putra Mahkota.


Pengawal itu akan kembali menaiki kuda. Tapi ada pria paruh baya mendekatinya.


"Mohon maaf tuan."


"Ya ada apa ?" tanya sang pengawal.


"Apa tadi saya tidak salah dengar, pemuda tadi adalah Putra Mahkota Kerajaan ini ?" tanyanya dengan hati-hati.


Tak hanya dirinya, tapi semua segerombolan juga penasaran dengan pemuda yang baru saja menyelamatkan ke-6 wanita tadi.


"Ya benar, beliau 'lah Putra Mahkota Wan."


Seketika semua terkejut tidak main. Semua pendududuk desa tak menyangka ternyata pemuda yang datang membantu mereka mencari ke-6 wanita yang hilang adalah Putra Mahkota dari Kerajaan Wan.


Semua menjadi heboh, karena mereka pernah mendengar rumor kalau Putra Mahkota Wan terkenal lemah dan telah dinyatakan tewas sebelumnya.


Sang pengawal menjelaskan kenyataan dan kebenaran sebenarnya yang telah dialami oleh Calon Rajanya. Semua penduduk sebagian banyak percaya, dan sebagian kecil juga masih belum percaya.


Setelah semua kembali tenang, pengawal itu pamit untuk undur diri. Ia segera naik ke kudanya dan pergi kembali ke Kerajaan.


Setelah pengawal itu pergi, semua penduduk desa itu kembali melakukan aktifitas mereka. Terutama keluarga korban, mereka tak henti-hentinya bersyukur kalau Putri mereka telah kembali.


Putri mereka hanya bisa terdiam, tapi orang tua mereka tidak mempermasalahkannya. Meskipun sudah kehilangan kehormatannya, tapi mereka tetap bersyukur, setidaknya Putri mereka kembali dalam keadaan hidup.


Tapi mereka ada rasa bersalah di hati, pertama karena tidak bisa menjaga Putri mereka dengan baik.


Dan yang kedua, karena mereka tidak menyambut Putra Mahkota Reyhan dengan baik. Karena dari awal mereka jga tidak tau kalau pemuda yang datang menyelamatkan Putri mereka ternyata Putra Mahkota.


Mereka bertekat dan berjanji untuk mengabdi ke calon Raja Kerajaan Wan. Mereka berharap, Putra Mahkota datang kembali dan mereka akan menyambutnya dan menjamunya dengan baik.


Di Sisi Lain.


Reyhan telah kembali ke istana setelah berteleport dari desa yang baru saja ia kunjungi. Ia berlari menuju kediamannya, dimana istrinya telah istirahat setelah bertanya ke salah satu pelayan istana.


Dari jaraknya, ia melihat Raja Wan dan ketiga saudarinya tengah duduk di kursi taman depan kediamannya. Reyhan mulai melambatkan larinya dan ia berjalan santai, seakan ia tak tejadi apa-apa yang telah ia lakukan.

__ADS_1


Raja Wan dan ketiga saudarinya melihat dirinya datang. Ketiga saudarinya berdiri dari duduknya dan menghampiri Reyhan. Sedangkan Raja Wan hanya berdiri saja di tempatnya.


"Kakak, Kau sudah datang." ucap Putri An Niu.


"Ya, aku datang, aku mendapat kabar tentang keadaan istriku." jawab Reyhan santai. Ia terlihat santai untuk menutupi rasa khawatirnya.


"Ayo kak, kita masuk, ada ibunda kita di dalam." ajak Putri Jing Mi.


Reyhan mengangguk kepalanya, lalu ia berjalan mendekati kediamannya.


Raja berdiri menatap Reyhan dengan wajah penuh tanda tanya.


"Aku sudah menyelesaikan masalah yang telah terjadi di desa itu." ucap Reyhan, ia paham dengan rasa penasaran yang tergambar di wajah sang ayah.


Ketiga saudarinya terdiam untuk menyimak percakapan sang kakak laki-laki dan sang ayah mereka.


Reja Wan mengangguk-angguk kepalanya. "Jadi bagaimana hasilnya ?"


"Aku sudah menyelamatkan ke-6 wanita yang dijadikan budak." jawab Reyhan.


"Ke-6 wanita ? Lalu pelakunya ?" tanya Raja Wan terkejut dan penasaran.


"Pelakunya adalah dari kaum tak jelas dari mana asal-usulnya." jawab Reyhan, ia malas menyebutkan nama Kerajaan Kai.


"Apa mereka sudah kau tangkap ?" tanya Raja Wan.


"Tidak. Aku membunuh mereka." jawab Reyhan santai, ia berjalan berlalu ke dalam kediamannya dan meninggalkan Raja Wan dan ketiga saudarinya yang terkejut dalam diamnya.


Setelah masuk ke kamar, Reyhan melihat istrinya tengah duduk bersandar di ranjang. Ia juga melihat ketiga ibundanya yang juga duduk di dekat istrinya.


"Kau baik-baik saja ?" tanya Reyhan, ia berlutut sambil memegang kedua tangan istrinya.


"Aku baik-baik saja." jawab Xiu Juan sambil tersenyum.


"Aku dengar kau jatuh tak sadarkan diri." ucap Reyhan.


"Aku hanya kelelahan saja." balas Xiu Juan.


"Putraku, kau tenang saja, istrimu baik-baik saja." ucap Permaisuri Xia.

__ADS_1


"Kau tidak perlu khawatir, karena istri punya kejutan untukmu." ucap Selir May Lee.


"Kejutan ?" sahut Reyhan bingung.


"Ya , karena istrimu kini tengah mengandung anakmu." ucap Selir Bao.


Reyhan seketika terdiam. Xiu Juan tersenyum melihat reaksi suaminya. Ia perlahan turun dari ranjang, dan dibantu ketiga ibu mertuanya.


Reyhan juga berdiri. Kini dirinya dan Xiu Juan saling berdiri dan berhadapan dengan lekat.


Reyhan memegang kedua bahu, dan menatap istrinya yang kini tengah tersenyum padanya. "Kau mengandung anak kita ?"


Xiu Juan tersenyum dan mengangguk-angguk kepalanya. "Iya, sedang mengandung anak kita."


Reyhan tersenyum, dan kedua matanya berkaca-kaca. Ia tak bisa menahan air matanya untuk jatuh. Ia pun memeluk istri tercintanya. Xiu Juan juga membalas pelukan suaminya.


"Terimakasih." ucap Reyhan sambil menangis.


Reyhan menangis bahagia. Mungkin dikehidupan sebelumnya ia tida memiliki anak. Tapi dikehidupan keduanya, ia telah menikah dengan wanita yang benar-benar mencintai dirinya, dan kini tengah mengandung anaknya.


Reyhan semakin yakin, kalau kebahagiannya ada dikehidupannya sekarang. Ia tidak akan berharap kembali ke kehidupan sebelumnya. Ia akan membahagiakan istri dan anak-anak kelak.


Reyhan melepas pelukannya, begitu juga dengan Xiu Juan. Reyhan berlutut dan wajahnya tepat di depan perut istrinya yang masih rata.


"Ayah dan bunda menyayangimu." ucanya, lalu ia menciumnya.


Xiu Juan juga ikut meneteskan air matanya. Ia benar-benar bahagia, jika dirinya dan suaminya akan memiliki anak.


Satu Minggu Kemudian.


Kabar bahagia tak hanya pada Reyhan dan Xiu Juan saja. Tapi juga dengan KunLi Wong dan Lin Wei.


Sebelumnya Raja Wan menerima kabar lewat surat burung yang dikirim dari dari Kerajaan Wong tentang kabar bahagia, bahwa KunLi Wong dan Lin Wei juga menjadi calon orang tua.


Keluarga dari ketiga Kerajaan tak bisa menahan kebahagian mereka. Karena mereka akan mendapatkan cucu dari hasil pernikahan Putra-Putri mereka.


Disamping itu, Semua pengawal menerima perintah Raja Wan untuk segera melakukan persiapan acara pengangkatan Reyhan mengganti dirinya sebagai penerusnya sekaligus Raja baru di Kerajaan Wan.


Dan tak lupa ia mengundang para Bangsawan-Bangsawan yang tinggal di Kerajaannya. Acara juga disertai dengan pesta nantinya.

__ADS_1


__ADS_2