
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Raja Kai dan Putra Mahkota Kai terkejut tak main melihat pemandangan yang ada didepannya. Tak hanya mereka berdua, semua prajuritnya juga merasakan apa yang mereka berdua rasakan.
"Ayah, apa ini semacam sihir perpindahan ?" tanya Putra Mahkota Jiazhen Kai.
Raja Kai tidak menjawab, matanya terus memandang ratusan prajurit keluar dari cahaya portal di wilayah terbuka perbatasan.
..
Ke-6 pasukan prajurit telah keluar dari cahaya portal mereka, dan kini bersatu dengan pasukan Kerajaan Xie. Ke-6 Raja Negara Barat juga telah berada di barisan belakang bersama Raja Xie.
Ke-4 Putri Kerajaan Wan juga telah berada di sisi Putri Mahkota Xiu Juan. Putri Mahkota Lin Wei dan ke-3 saudarinya menjaga Putri Mahkota Xiu Juan jika, tiba-tiba ada musuh kuat datang dan membawanya pergi.
Disisi Raja Kai dan Putra Mahkota Jiazhen Kai mereka sudah tak terkejut lagi. Terutama Raja Kai, ia tak menyangka ternyata ke-7 Raja Kerajaan Barat bersatu untuk melawan Kerajaannya. Reja Kai hanya terseyum mengejek.
Ternyata buat apa terkejut, pasukan Kerajaan Kai yang ia bawa 6000 prajurit. Ternyata dengan datangnya ratusan prajurit yang datang bersatu dengan pasukan Kerajaan Xie, masih tidak melebihi banyaknya pasukannya.
Darak jauh Putra Mahkota Jiazhen Kai melihat Putri Mahkota Xiu Juan berdiri di dampingin Putri Mahkota Kerajaan Wan. Putra Mahkota Jiazhen tersenyum menyeringai. Ternyata ada seorang Putri yang bisa mengimbangi kecantikan Putri Mahkota Xiu Juan.
"Setelah menghancurkan kalian semua, aku akan membawa kalian berdua." batin Putra Mahkota Jiazhen yang memandangi Putri Mahkota Xiu Juan dan Putri Mahkota Lin Wei dari jarak jauh tempatnya.
Semua terdiam, pasukan Kerajaan Kai telah menarik pedang dan senjata-senjata mereka. Tak hanya itu, ada yang siap akan melancarkan sihir elemen serangannya. Raja Kai mengangkat pedangnya ke atas yang ia genggam.
.
.
.
Raja Kai menarik nafasnya. Lalu melepasnya melewati mulutnya. "SERAAANG...!!!!"
.
.
__ADS_1
.
Aaaaaaa..... !!!!
Aaaaaaa..... !!!!
Semua pasukannya berteriak sambil berlari maju setelah mendengar perintah Raja Kai. Suara larian pasukannya terdengar di telinga. Raja Kai dan Putra Mahkota Jiazhen, mereka berdua hanya diam di tempatnya. Mereka akan maju pada saat waktunya tiba.
.
.
.
Disisi Lain, ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat pun bersamaan mengangkat pedang mereka masing-masing dan berteriak. "SERAAANG...!!!!"
Semua prajurit Kerajaan Negara Barat berlari maju ke depan. Semua Raja dan Putra-Putrinya Kerajaan Negara diam di tempat. Mereka juga akan maju jika sudah waktunya.
.
.
.
Tang.. Ting.. Tang.. Ting..
Bahkan dari mereka juga tak tanggung-tanggung mengunakan sihirnya elemen yang mereka punya.
Duarr...
.
.
Duarr...
.
.
__ADS_1
Tidak main-main mereka melancarkan sihirnya. Ada sudah ada beberapa dari mereka yang telah terluka, tapi mereka tetap maju untuk saling membalas serangan musuhnya. Bahkan adanya yang melempar bola tanah. Ada yang menyerang menggunakan pedang api, dan sihir elemen lainnya.
.
.
DOM..!!!
.
.
DUAR..!!
.
.
Semua pasukan Kerajaan Kai bertarung segala cara keahlian yang mereka miliki, bahkan kebanyakan bisa menggunakan sihir peledak. Semua Ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat hanya diam dan melihat pemandangan pertempuran dan pembantaian antara pasukan mereka dengan pasukan Kerajaan Kai.
Pemandangan dimana pasukan mereka saling menyerang dan bertahan. Kembali ke medan perang. Semua prajurit Kerajaan Kai dan prajurit Kerajaan Negara Barat masih terus saling menyerang dan bertahan, dengan serangan ayunan pedang dan senjata-senjata mereka.
Dan juga dengan sihir-sihir elemen mereka. Sudah banyak yang terluka. Bahkan ada juga beberapa yang telah gugur. Meskipun Pasukan Kerajaan Kai banyak, Pasukan Kerajaan Negara Barat tetap berusaha demi meraih kemenagan, walau gugur setidaknya semua pengorbanan mereka tidak sia-sia. Disisi Raja Kai ia tersenyum puas melihat pemandangan para pasukan Kerajaannya dengan Kerajaan Negara Barat saling bantai. Disisi Putra Mahkota Jiazhen Kai, tubuhnya bergetar.
Putra Mahkota Jiazhen bergetar bukan karena takut, melainkan ia tak sabar ingin menghabisa pasukan musuh yang ada didepannya. dan menenangkan perangnya. Putra Mahkota Jiazhen langsung bergerak berlari dan meninggalkan Raja Kai di tempatnya. Raja Kai tak menghentikan Putra Mahkota Jiazhen berlari maju ke dan bergabung ke garis depan medan perang. Karena ia paham dan percaya dengan kekuatan yang dimiliki Putra Mahkota Jiazhen.
Putra Mahkota Jiazhen berlari dan menyerang salah satu prajurit yang menghalangi jalannya. Ia melakukan itu dengan bruntal, seperti orang kegilaan. Ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat terkejut melihat Putra Mahkota Jiazhen yang sudah lebih maju duluan ke garis depan. Putra Mahkota Jiazhen berlari ke arah tempat ke-7 Raja Negara Barat, dan Putra-Putrinya. Ia terus menghabisi prajurit-prajurit Kerajaan Negara Barat yang menghalangi jalannya.
Disisi Putri Mahkota Xiu Juan, ia tak menyadari kalau Putra Mahkota Jiazhen akan datang padanya. Tapi Putri Mahkota Xiu Juan malah menaiki Singa jantannya. Lalu pergi berlari dari tempatnya dan diikuti oleh singa betinanya dibelakangnya. Ia ingin menghampiri Reyhan yang dari tadi hanya diam ditempat. Putri Mahkota Xiu Juan merasa khawatir dengan Reyhan yang telah menggunakan kekuatan sihir perpindahan. Ia tak ingin kondisi Reyhan kembali turun setelah menggunakan kekuatan itu seperti kejadian sebelumnya.
Putri Mahkota Lin Wei melihat Putri Mahkota Xiu Juan pergi, ia pun segera mengejarnya dengan kudanya dan ke-3 saudarinya pun ikut mengekorinya, karena mereka ber-4 juga melihat Reyhan yang dari tadi hanya diam di tempat. Putra Mahkota KunLi Wong pun juga mengejar Putri Mahkota Lin Wei dengan sihir Anginnya.
Melihat Putri Mahkota Xiu Juan dan Putri Mahkota Lin Wei pergi dari tempatnya, Putra Mahkota Jiazhen segera mempercepatkan larinya. Ke-7 Raja akan turun dari kudanya, dan menghalangi Putra Mahkota Jiazhen tapi di cegah anggota Ksatria mereka.
"Yang Mulai Raja, tetaplah di tempat, biar kami yang mengahadapi Putra Mahkota Kai." ucap Putra Mahkota HaoCun Ho.
Belum akan dijawab ke-7 Raja, semua anggota Ksatria itu pergi dari tempatnya, dan berlari maju ke Putra Mahkota Jiazhen. Mereka semua berlari dan menarik pedang mereka dan juga siap melancarkan sihir elemen mereka.
__ADS_1
Akhirnya jalan Putra Mahkota Jiazhen terhalang anggota Ksatria Negara Barat. Dengan terpaksa ia harus menyerang, bertahan, dan menyerang balik serangan-serangan dari anggota Ksatria Negara Barat. Anggota Ksatria mengeluarkan semua kemampuan mereka.
Tapi dengan lincah dan kecepatan, Putra Mahkota Jiazhen bisa menangkis semua semua ayunan pedang dari anggota Ksatria. Meski diam, Ke-7 Raja tetap siaga, jika terjadi ada serangan dadakan ke arah mereka. Tapi tanpa mereka sadari, diam-diam Pangeran Jian Heeng telah pergi dari tempatnya.