Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 113 | Season 2.1


__ADS_3

_______________________________________


Terlihat seorang wanita yang tertidur di ranjangnya. Perlahan ia membuka matanya, dan memenjamkan lagi dan membuka matanya untuk memastikan sekelilingnya, karena baginya sangat asing. Perlahan ia bangun, dan duduk.


Matanya masih melihat-lihat sekeliling ruangan yang ia tempati saat ini. Ia memeriksa badanya sendiri. Ia terbelalak melihat pakaian yang ia kenakan sangat asing, karena ia masih ingat jenis pakaian yang ia pakai.


Ia mencoba mengingat-ingat lagi sebelum ia tertidur. Dan akhirnya ia teringat dimana dirinya sedang bermain bersama ketiga anaknya di sekitaran kediamannya. Tiba-tiba ada seorang datang, dan saat ia mencoba melindungi ketiga anaknya, ada yang membuat dirinya kehilangan kesadarannya dari belakang.


.


.


.


"Tuan Putri sudah sadar ?"


Wanita itu menoleh kepalanya melihat seorang wanita dengan pakaian model pelayan dan terlihat jauh lebih muda darinya.


"Kau siapa ?" tanya wanita itu yang baru saja sadar dari tidurnya.


"Hamba pelayanmu tuan Putri."


"Tuan Putri apaan ? Dan Ini dimana ?"


"Ini di istana Kekaisaran Carrole, tuan Putri."


Wanita itu terdiam, lalu menatap tajam ke arah wanita yang mengaku pelayannya. "Kekaisaran ? Kau bercanda ?"


"Hamba tidak berbohong, tuan Putri." ucap pelayan itu sambil membungkuk ketakutan.


"Jangan panggil aku seperti itu, aku bukan tuan Putrimu !!" ucap wanita itu marah.


"Ada apa ini ?"


Terdengar suara berat dari pria, dan masuk ke dalam ruangannya.


Wanita itu menoleh dan menatap tajam ke arah seorang pria itu yang terlihat sudah berumur 50 tahun. "Kau siapa ?"


"Bisakah kau sopan kepada ayahmu ini ?" sahut pria itu.


Wanita itu terkejut. Lalu perlahan ia tersenyum sinis ke pria itu. "Ayah ? Tidak mungkin. Aku tidak memiliki ayah jelek tua bangka sepertimu !!"


Pelayan terkejut mendengar ejekan wanita karena sangat berani, lalu ia sedikit mendekat ke telinga wanita itu setelah melihat wajah amarah dari pria tersebut.


"Tuan Putri, beliau adalah ayahmu, dia Yang Mulia Kaisar Carrole." bisik sang pelayan.

__ADS_1


Wanita itu hanya mengeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak mungkin punya ayah seperti dia. Ayahku adalah seorang Raja Kerajaan Xie."


"Kau adalah Putriku. Mungkin kau hilang ingatan." ucap pria itu yang disebut Kaisar Carrole, tepatnya Eldezer.


"Aku tidak hilang ingatan, aku masih mengingat terakhir kalinya ada seseorang yang tiba-tiba datang dan membuatku kehilangan kesadaranku. Dan aku adalah Xiu Juan, Permaisuri Kerajaan Wan !!" ucap wanita itu yang ternyata dia adalah Xiu Juan, istri dari Raja Kerajaan Wan.


"Tidak putriku, kau adalah anak gadis perempuanku. Putri Anathasya, dan aku adalah ayahmu !!" ucap Eldezer tegas.


"Bisakah kau koreksi ucapanmu, aku ini sudah tidak gadis, dan aku sudah menikah dan memiliki 3 anak !!" jawab Xiu Juan.


Eldezer semakin geram, ia pun mengangkat tangan. Tapi Xiu Juan bisa menebak, ia akan kena tampar, maka ia segera menghindar, dan memberi tendangan di dada Eldezer.


Eldezer terdorong kebelakang, ia masih bisa mengimbangi tubuhnya agar tidak terjatuh. Disisi Pelayan, ia terkejut, karena ia baru pertama kali melihat seorang anak yang berani melawan bahkan memberi tendangan ke orang tuanya.


Xiu ingin menyerang dan membakar pria tua yang mengaku ayahnya dengan Sihir Apinya. Tapi sayang sihirnya tidak beraksi. Ia pun paham, dan sadar kalau ruangan yang ua tempati telah di pasang pagar sihir.


Xiu Juan berdiri, ia melirik tajam ke arah pelayan disamping yang tengah terkejut melihat dirinya. Ia tersenyum sinis, lalu menatap kembali ke arah Eldezer.


"Aku harus kembali pulang, aku tak ingin ketiga anakku dan suamiku khawatir padaku."


"Sudah kukatakan, kau adalah Putriku." ucap Eldezer yang sudah berdiri di hadapannya, Xiu Juan hanya menatap dingin ke arahnya.


"Cukup suamiku !!" Tiba-tiba seorang wanita yang terlihat berumur 40 tahun dan masih terlihat cantik, ia datang, dan langsung merangkul kedua pundak Xiu Juan. "Kau jangan kasar padanya !!"


"Kembali ? Dunia ?" sahut Xiu Juan penuh dengan penasaran.


Caroline menatap Xiu Juan. "Ayo kita duduk dulu." ajaknya dengan lembut.


Xiu Juan menuruti ajakan Caroline.


Mereka berdua sudah duduk di tepi ranjang. Caroline memegang kedua tangan Xiu Juan dengan lembut.


"Aku tau, kau pasti ingin bertanya apa yang sudah terjadi." kata Caroline.


Xiu Juan mengangguk kepalanya. "Ya, aku harus segera kembali pulang, karena aku tak ingin ketiga anakku dan suamiku khawatir padaku."


Caroline tersenyum, ia sudah tau kalau Xiu Juan berasal dari mana, karena sebelumnya Eldezer bercerita semua kepadanya. Sebenarnya ia sedikit tidak setuju karena itu sama saja penculikan.


Tapi mau bagaimana lagi, Xiu Juan memiliki wajah yang sangat mirip dengan Putrinya yang sudah meninggal. Melihat wajah Xiu Juan yang mirip dengan Putrinya yang sudah tiada, rasanya ia tak rela jika Xiu Juan pergi darinya.


"Kau tau. Wajahmu sangat mirip dengan Putriku yang sudah lama meninggal 5 tahun yang lalu." ucap Caroline.


Xiu Juan tidak menjawab, ia hanya diam tanpa melihat wajah Caroline. Ia memilih memandang tatapan datar ke arah cermin yang ada di dalam ruangannya.


"Baiklah, aku akan menceritakan tentang Putriku, dan kejadian yang sudah terjadi padamu, hingga kau ada disini." ucap Caroline.

__ADS_1


Xiu Juan sedikit menoleh dan menatap Caroline dengan serius. Ia juga penasaran apa yang telah terjadi padanya.


.


.


.


.


.....


Disisi Lain.


Kaisar Eldezer, ia segera memerintahkan pengawalnya untuk membuat surat, lalu mengirimnya ke seseorang yang sudah ia anggap Putranya. Ia ingin Putra angkatnya pulang, dan isi surat itu adalah tentang Anathasya.


Dengan bantuan burung elang peliharaannya, pasti surat yang ia kirim, akan cepat sampai kepada Putra angkatnya. Ia tak peduli dan memikirkan apapun yang akan terjadi padanya. Yang sekarang ia pikirkan adalah bersatunya keluarga kecilnya.


.


.


.


.


*****


Sementara Disisi Lain, Di Kerajaan Wan.


Reyhan telah berada di ruang utama, ia melihat sebuah lukisan besar, yang tergambar keluarga kecilnya, dirinya, istrinya dan ketiga anaknya. Ia tersenyum melihat wajah istrinya di dalam lukisan itu.


"Aku akan membawamu pulang kembali, dan membuat keluarga kecil kita kembali utuh." batin Reyhan, lalu ia menoleh dan menatap ke arah 2 laki-laki yang berdiri di hadapannya, tepatnya kedua adik iparnya.


Chen, suami dari An Niu, ia berjabat sebagai asisten Reyhan. Dengan setianya ia mendampingi Reyhan dalam mengerjakan tugasnya. Dia juga bertugas memenuhi kebutuhan sang Raja.


Dan satunya lagi, HuanRan, suami dari Zhu Niu, ia berjabat sebagai salah satu perdana mentri yang setia. Tak hanya itu, ia adalah mata-mata Reyhan untuk mengawasi semua perdana mentri jika ada yang mencoba memberontak.


"Selama aku pergi, aku serahkan semua yang ada disini kepada kalian berdua." ucap Reyhan.


"Baik Yang Mulia Raja !!" jawab Chen dan HuanRan serempak.


"Jangan lengah, aku minta kepada kalian berdua untuk menggantikanku disini selama aku pergi. Entah sampai kapan aku akan kembali, dan aku percaya kepada kalian berdua." ucap Reyhan tulus.


"Baik Yang Mulia..!!" jawab Chen dan HuanRan sambil tersenyum, di dalam hati, mereka bersumpah dan menjalankan tugasnya dengan baik, dan tak ingin membuat sang Raja kecewa.

__ADS_1


__ADS_2