
_______________________________________
Di Kerajaan Wan, hari sudah sore hari.
Reyval berjalan bersama Xianlun, dibelakang mereka ada Reynalda, JiaLi, dan Jackie yang juga mengikutinya. Mereka menuju ruang utama untuk bertemu keluarga mereka.
Setelah sampai, mereka segera duduk. Ada Reyhan dan Xiu Juan yang tengah duduk di kursi mereka. Begitu juga dengan An Niu dan Zhu Niu yang juga ada sana. Sedangkan Chen dan HuanRan masih dalam perawatan karena belum sadarkan diri.
"Ada apa ?" tanya Reyhan.
Xiu Juan, An Niu, dan Zhu Niu menatap heran atas kedatangan anak mereka.
"Dimana Reynal ayah ?" tanya Reynalda.
Reyhan tak menjawab, ia menatap Reyval. "Apa kau sudah memberitahunya ?"
An Niu dan Zhu Niu hanya diam. Mereka berdua sudah tau apa yang sedang terjadi kepada Reynal. Reyhan dan Xiu Juan 'lah yang menceritakan sebelum anak-anak mereka datang.
"Tidak ayah. Aku yang mendengar pembicaraan kalian tadi siang." bukan Reyval yang menjawab, Reynalda yang langsung menjawab cepat. "Ayah, jawab pertanyaanku, dimana Ayah menugaskan Reynal ?" lanjutnya Reynalda bertanya.
"Kau tak perlu tau, kau cukup disini bersama kakak iparmu dan menjaga bundamu dan bibimu." jawab Reyhan.
"Tapi Reynal saudara kembarku, ayah. Perasaanku tidak enak, seakan ada yang menghilang dalam hatiku." ucap Reynalda, kedua matanya berkaca-kaca.
Reynalda dan Reynal memiliki sifat yang berbeda jauh. Terkadang Reynalda selalu jahil kepada saudara kembarnya karena memang sifat Reynal yang pendiam. Meski begitu ia menyayanginya.
Reyval, Xianlun, dan kedua sepupunya hanya diam melihat Reynalda. Entah kenapa mereka meyakini dan percaya kalau ikatan batin saudara kembar cukup erat.
"Kenapa kau bertanya pada ayah ? Ayah hanya memberinya tugas, dan belum pasti ayah tak tau dia ada dimana." jawab Reyhan santai.
Terlihat Reyhan yang santai, disini Xiu Juan, An Niu dan Zhu Niu bisa menangkap hal yang mencurigakan. Begitu juga dengan anak-anak mereka. Reynalda semakin penasaran.
"Ayah pasti tau dimana Reynal berada, secara Reynal mewarisi kekuatan dan Sihir Ayah. Secara tidak langsung, pasti ayah terhubung dengannya, dan tau dimana Reynal berada." ucap Reynalda tegas.
Reyhan tersenyum. "Kenapa kau bisa menyimpulkan itu ?"
"Karena aku adalah saudara kembarnya, aku pasti tau akan hal itu, karena aku percaya aku memiliki ikatan batin. Begitu juga dengan kekuatan ayah yang tak diduga terawariskan kepada saudara kembarku." jawab Reynalda tegas.
"Dan pasti ayah juga tau dimana paman Jian Heeng juga berada, secara Sihirnya juga terhubung denganmu, ayah." tambahnya.
Reyhan berdiri dan tersenyum. Seketika anak-anaknya bisa menangkap hal lain. Ya, yang mereka tau, ayah mereka memiliki Kekuatan dan Sihir yang hebat.
__ADS_1
"Hahahaha, kau cukup pintar Putriku. Tapi sayangnya meski aku memberitahumu dimana Reynal berada, kalian takkan bisa kesana." jawab Reyhan.
Ke-4 anak itu terkejut mendengar kata-kata Reyhan yang tidak seperti mencerminkan seorang Raja. Xiu Juan, An Niu dan Zhu Niu hanya diam, mereka bertiga sudah paham sifat Reyhan.
"Kenapa ?" tanya Reyval.
"Reyval, bukankah aku sudah mengatakanmu tadi siang, kamu harus membantuku untuk mengurusi semua keadaan Kerajaan. Dan Reynalda, Xianlun, JiaLi, Jackie, kalian ber-4 harus berjaga melindungi diri dan keluarga kita." jawab Reyhan mengalihkan pembicaraan.
"Ayah, jangan mengalihkan pembicaraan !! Katakan dimana Reynal ?!" balas Reynalda.
"Ayah pasti tau 'kan keberadaan Reynal, seperti yang diucapkan Dik Reynalda, ayah memiliki hubungan tidak langsung dengan Reynal, kerena dia mewariskan kekuatan ayah." ucap Reyval.
"Ayah, dimana Reynal. Pasti ayah tau 'kan ?" tanya Reynalda.
"Ya, aku tau, tapi aku takkan membiarkan kalian pergi dari sini." jawab Reyhan.
"Kenapa ?" tanya Reyval dan Reynalda bersamaan.
Reyhan tersenyum. "Pertama, aku yang akan menahan kalian jika kalian pergi, karena aku tak ingin kehilangan kalian, karena kekuatan kalian masih belum cukup kuat. Kedua, Reynal tidak ada di dunia ini."
"Maksudnya ?" sahut Reyval dan Reynalda bersamaan lagi.
"Dia dan pamannya ada di dunia lain." jawab Reyhan serius. Karena dia juga merasakan hilangnya keberadaan Sihir Gelap yang dimiliki Jian Heeng dan Reynal telah menghilang.
*****
Disisi Lain, di dalam hutan.
Terlihat seorang laki-laki muda tengah bangun. Ia baru menyadarkan diri, ia memegang kepalanya karena merasakan pusing. Lalu pandangannya melihat sekitarnya.
"Ini dimana ?"
Reynal melihat sekelilingnya, ia merasa asing melihat sekelilingnya. Lalu ia melihat pamannya yang juga tengah tidur belum sadarkan diri di tanah, dan tak jauh dari jaraknya.
Lalu Reynal berdiri, dan perlahan berjalan mendekatinya pamannya. Baru beberapa langkah, Jian Heeng membuka matanya, dan langsung bangun.
"Sial, kenapa bisa aku dibuat begini sama anak dari orang sialan itu." ucap Jian Heeng.
Reynal marah, ia tak terima dirinya dan ayahnya dijelekkan. "Kau ingin mati ya, setelah mengatakan itu."
Jian Heeng menoleh kepalanya, ia melihat keponakannya. "Oh, ternyata kau ada disini anak sial. Rasanya aku ingin segera melenyapkanmu."
__ADS_1
Jian Heeng bangun, dan langsung menyerang Reynal dengan pukulannya. Tapi karena tenaganya seakan berkurang, ditambah Sihir Gelapnya miliknya hanya sebagian kecil, ia tak bisa mengenai pukulannya ke Reynal.
Reynal yang menyadari itu, ia sedikit menghindar dan langsung memberi tendangan ke perut Jian Heeng, dan akhirnya hingga terdorong jatuh ke tanah.
Jian Heeng berdiri sambil memegang perutnya. "Lain kali aku akan, kembali dan membalasmu dan keluargamu, terutama kepada ayahmu."
Jian Heeng langsung memanfaatkan sisa staminanya untuk melarikan diri. Ia melompat tinggi ke langit seketika ada burung besat aneh yang terbang.
Jain Heeng pun langsung memegang bulu ekor burung besar itu tak peduli akan dibawa kemana. Yang terpenting, ia harus melarikan diri untuk memulihkan staminanya.
Reynal hanya melongo tak percaya. Baru kali ini ia melihat burung aneh yang besar terbang tinggi melewatinya. Ia pun sadar ia melihat sekelilingnya.
"Kenapa aku bisa disini ? Aku tak pernah melihat hutan ini sebelumnya."
Reynal sangat paham hutan yang pernah ia kunjungi. Hampir semua hutan Kerajaan di Negara Barat sudah pernah ia kunjungi.
Lalu ia melihat area yang terbuka dan bebatuan di dekat air terjun. Seketika matanya terbelalak melihat sebuah pohon yang sangat besar dan tinggi. "Tempat apa ini ?"
Ingin memecahkan kebingunganya, Reynal pun mulai berjalan untuk melihat-lihat apa yang ia lihat. Dan ia pun sadar, ia seperti kehilangan 2 ikatan dari dalam tubuhnya.
Sambil berjalan-jalan, ia mencoba mengingat-ngingat terakhir kejadian sebelum ia terbangun.
Ya, ia ingat, saat ia dan pamannya sedang bertarung, dan beradu kekuatan sehingga menimbulkan cahaya yang menyelimuti dan menyilaukan.
Dan pada akhirnya, saat ia membuka matanya, ia telah berpindah tempat. "Tapi tempat apa ini, aku sungguh tak tau tempat ini."
Tiba-tiba sebuah serangan datang. Reynal yang menyadari itu, ia melompat untuk menghindari serangan itu.
DUAR !!
Setelah berhasil menghindar, Reynal pun menarik pedangnya.
Matanya pun langsung tertuju ke arah gadis berambut merah dan sedang berjalan ke arahnya. Gadis itu memang cantik tapi penampilannya asing sekaligus aneh.
__ADS_1