
_______________________________________
Kerajaan Wan.
Semua masih berkumpul di ruang utama. Reyhan kembali sadar dari rasa kejutnya. Lalu ia menatap semua perdana mentri yang masih menatap dirinya dan istrinya.
"Kalian semua pergilah !! Kita akan lanjutkan Rapat ini besok !!" ucap Reyhan tegas kepada semua perdana mentrinya.
Semua perdana mentri masih diam ditempatnya. Mereka masih terpaku melihat Raja mereka telah kembali. Sedangkan Reyhan, ia kesal karena perintahnya tidak dijalankan.
"Mungkin aku akan mencari pengganti kalian. Jika kalian masih diam, sekarang akan kubunuh kalian serta keluarga kalian semua!!" kata Reyhan santai dengan aura membunuhnya, sekaligus juga ia mengeluarkan pedang merah darahnya.
Semua orang tersadar dari diam mereka sekaligus terkejut tak main. Mereka segera membubarkan diri keluar dari ruangan itu, dan mengerjakan tugas mereka seperti biasanya.
Tinggallah Reyhan, Xiu Juan, Chen, An Niu, HuanRan, dan Zhu Niu di ruangan itu. Reyhan bercerita tentang dirinya dan istrinya selama pergi.
"Aku dan istriku disana hanya satu bulan." ucap Reyhan.
"Tidak mungkin, disini sudah 6 tahun, kau dan istrimu belum kembali." jawab HuanRan terkejut, tak hanya ia, An Niu, Chen, dan Zhu Niu juga tak kalah terkejutnya.
Reyhan dan Xiu Juan juga terkejut, padahal mereka merasa satu bulan saja selama mereka pergi. Tiba-tiba semua keluarganya bilang kalau mereka berdua tidak kembali selama 6 tahun.
Mereka berjalan keluar dari ruangan itu. Mereka segera berjalan menuju taman sekitaran istana. Reyhan dan Xiu Juan tak sabar ingin melihat ketiga anaknya.
.....
Disisi Lain.
Di taman istana, terlihat 3 anak. 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Mereka sudah berumur 11 tahun, dan ada diantara mereka ada 1 anak yang berumur 10 tahun. Mereka ber-3 terlihat seperti sedang bermain.
Saat mereka tengah bermain, tiba-tiba ada seorang laki-laki remaja yang sudah terlihat 14 tahun. Ia datang jatuh turun dari pohon. Lalu ia datang menghampiri ke-3 anak itu.
"Bisakah kalian tenang, tidurku jadi terganggu oleh kalian." ucap laki-laki itu yang berumur 14 tahun, tak lain adalah Reyval.
"Kalau mau tidur di kamar kak, jangan di pohon." jawab anak perempuan yang sudah berumur 11 tahun, dia adalah Reynalda, adiknya Reyval.
__ADS_1
Reyval hanya memutar bola matanya. Ia kesal kepada adik perempuannya, dan sepupunya. Padahal ia tidur siangnya di pohon untuk menikmati cerahnya hari siang.
Ia memiliki 2 sepupu. JiaLi Poetri Chen, anak dari pasangan Chen dan An Niu, dan Jackie Poetra Ran, dia anak dari pasangan HuanRan dan Zhu Niu. Dari nama mereka, sudah tak asing.
Mereka berdua diberi nama oleh Sang Raja Wan saat di kelahiran mereka. Chen dan An Niu meminta Reyhan untuk menamai anak mereka. Begitu juga dengan HuanRan dan Zhu Niu.
Sedangkan ada 1 anak yang terlihat diam duduk tenang di rumputan taman. Dan hanya menikmati kesendiriannya. Ia terlihat sama seperti sang Ayah. Berbeda dengan kedua kakaknya yang mirip dengan ibundanya.
Tepatnya dia adalah Reynal, saudara kembarnya Reynalda, tepatnya anak terakhir. Ia memiliki sifat pendiam seperti ayahnya. Dia lebih menikmati hari-harinya sendiri sambil melihat semua saudaranya bermain.
.....
Saat mereka ber-5 tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Tiba-tiba 6 orang tua datang menghampiri mereka. JiaLi dan Jackie menengok dan berlari ke orang tua mereka.
Sedangkan Reyval, Reynalda, dan Reynal, mereka bertiga hanya diam ditempat mereka. Mereka sadar kalau orang tua mereka masih belum kembali.
"Hei kalian bertiga !! Kalian tidak rindu dengan bundamu dan ayahmu ini !!"
DEG.
Ternyata telinga mereka tidak salah, suara tadi adalah suara ayahnya. Kali ini mereka melihat orang tua mereka yang telah kembali. Sudah 6 tahun mereka menunggu, dan akhirnya datang kembali.
Reyval dan Reynalda perlahan berjalan mendekati ayah dan ibunya mereka. Lalu mereka berlari, Reyhan dan Xiu Juan yang berdiri bersebelahan, mereka merentangkan kedua tangannya.
Reyval dan Reynalda memeluk kedua orang tua mereka. Tangis bahagia. Tak sia-sia mereka menunggu ayah dan ibu mereka pulang.
"Ayah, bunda jangan pergi lagi." ucap Reynalda, sambil menangis dan memeluk erat kedua orang tuanya.
"Kenapa ayah dan bunda lama sekali pulangnya." ucap Reyval yang juga menangis.
"Maafkan ayah dan bunda yang sudah lama pergi meninggalkan kalian." jawab Xiu Juan yang juga menangis.
Lalu mereka melepaskan pelukan mereka. Reyhan dan Xiu Juan memandang Putra-Putrinya yang sudah besar.
Benar-benar tak menyangka, padahal mereka hanya merasa sebulan. Tapi ternyata di dunia mereka, sudah terhitungy tahun. Perbedaan waktu diluar dugaan.
__ADS_1
"Ayah tak menyangka, kalian telah besar. Maafkan ayah yang lama pergi untuk membawa bunda kalian untuk pulang kembali." ucap Reyhan.
Lalu tangan Reyhan mengusap kepala Reyval dan Reynalda. "Kalian sudah besar ya."
Reyhan pun tersadar, begitu juga dengan Xiu Juan. Mereka beralih ke Putra bungsu mereka yang dari tadi diam menatap mereka.
"Kenapa kau diam saja ?" tanya Xiu Juan kepada Reynal, ia paham kalau sifat Putra bungsunya mirip dengan suaminya.
Reynal tak menjawab, ia perlahan maju mendekat. Reyhan dan Xiu langsung berjalan dan memeluknya.
"Kau kalau ingin menangis, menangislah." bisik Reyhan, seketika Reynal pun akhirnya menangis, ia sudah tak bisa menahannya. Xiu Juan dan Reyhan tersenyum melihat anak-anak telah sehat dan tumbuh dengan baik.
.....
Beberapa hari kemudian.
Reyhan telah kembali memegang kendali kepimpinanannya sebagai Raja Kerajaan Wan. Ia bangga kepada kedua adik iparnya, karena semua telah terkendali selama ia pergi.
Chen dan HuanRan tersenyum, dan bahagia Sang Raja telah kembali. Yang utama adalah tugas berat mereka telah kembali ringan. Xiu Juan menjadi peran sebagai Permaisuri sekaligus ibu untuk anak-anaknya, begitu juga dengan An Niu dan Zhu Niu.
Dan keluarga Bangsawan yang sudah mencari masalah sebelumnya, telah diganti yang baru. Dan orang itu pun akhirnya di hukum diasingkan dan meninggalkan semua keluarganya, itupun entah sampai kapan.
Raja terdahulu, KongLi dan ketiga istrinya, mereka merasa senang karena keluarga mereka kembali lengkap. Mereka tak peduli seberapa lama anaknya dan menantunya pergi. Karena mereka kenal, Reyhan takkan mengingkari janjinya. Mereka hanya cukup setia untuk menunggu.
Dan waktu terus berjalan, hingga terasa sudah 1 tahun terlewati semenjak kepulangan Reyhan dan Xiu Juan. Kebahagiaan tak hanya dirasa Kaluarga Kerajaan Wan, di Keluarga Kerajaan Wong pun juga sama bahagianya.
*****
Disisi Lain.
Di Belahan Dunia Lain, di Kekaisaran Amore. Tengah ramai, semua orang bersorak gembira. Terutama pada Alexander dan Alexa. Mereka berdua senang melihat ayah mereka telah bahagia.
Karena Aldoran tengah menikahi Caroline, dan menjadikannya Permaisurinya. Sungguh rasa bahagia dirasakan oleh mereka berdua. Alexander dan Alexa pun dengan senang hati menerima Caroline sebagai ibu sambung mereka.
Sebelumnya, setelah seminggu kepergian Reyhan dan Xiu Juan, Kaisar Aldoran melamar Caroline. Awalnya Caroline menolak, karena ia merasa tak pantas untuk Aldoran. Karena ia telah menjanda. Ditambah ia baru saja menyandang status jandanya.
__ADS_1
Kaisar Aldoran tak peduli akan hal itu. Ia yakin Caroline masih mencintainya. Lalu ia meyakinkan Caroline untuk tidak peduli pandangan orang-orang terhadapnya. Dan akhirnya Caroline menerimanya.