
Brukk....
Nataza terpeleset karna air yang bi Ani tadi tak sengaja tumpahkan sebab terkejut karna datangnya tiba-tiba sang tuan muda di hadapannya. Sekarang karna jatuhnya Nataza membuat jantung keduanya berdetak lebih cepat,bagaimana tidak. Nataza jatuh tepat di atas tubuh azam dengan handuk di kepala Nataza terlepas membuat rambut basah Nataza menyapa indra penciuman Azam yang sangat wangi dan menyegarkan.
tatapan mata mereka seketika mengunci, mereka saling pandang, dapat Azam rasakan detak jantung Nataza yang berdetak cepat dan dapat Azam lihat juga wajah cantik itu dengan rambut hitam legam, bola mata coklat abu itu sanggat indah dan cantik di bamata bulatnya, bibir yang tipis, hidung mancung, alis tebal dan pipi yang cubby.
Dan dada Azam yang bersentuhan langsung dengan dua gundukan kembar milik Nataza membuat Azam menahan Nafas kala merasakan dua gundukan itu naik turun di atas dadanya yang membuat junior Azam menegang seketika.dan tanpa mereka berdua sadari Ayah Tama melihat adegan tatap-tatapan itu, dan beliau berdehem beberapa kali tapi tak ada satupun yang sadar.
Lalu beliau turun kedapur membuat para bibi disana bingung pasalnya tuan besar mereka jarang sekali ke dapur, dan Ayah Tama mengambil sebuah Piring aluminium dan menjatuhkannya di samping Azam dan Nataza
Praangggg....
bunyi nyaring piring tersebut membuat Bunda Ayu, Alika, Brian dan Bayu lari kelantai Atas dan yah bukannya Azam melepaskan Nataza, Azam semakin mempererat pelukannya pada Nataza yang membuat mereka yang melihan membelalakan matanya karna terkejut,dengan nakalnya Bayu sahabat Azam sekaligus Asistennya mengambil gambar mereka berdua dan menyimpannya di galeri."Lumayan nih buat bahan bullyan besok di kantor, hahah"batin Bayu setelah mendapatkan gambar mereka berdua
Ayah Tama yang sudah kesal dengan anak lelakinya ini karna tak kunjung melepaskan Nataza bahkan Nataza sudah memberontak, tapi tak ada gerakan untuk melepaskan Nataza dari pelukannya. Ayah Tama mendekat ke arah putranya itu dan menarik telinga putranya hingga meringis kesakitan dan akhirnya Nataza bisa lepas juga dan Azam di bawa ke ruang kerjanya untuk di sidang oleh Ayah, ibu dan kedua sahabatnya, sementara Alika bersama Nataza
__ADS_1
"Boy, apa maksudmu tadi itu?, kau tak mau di lihat oleh orang lain hah!,oke lah kalo Bunda dan Ayah yang melihat kalian, tapi apa kau tau para bibi dan juga yang lain akan melihatmu seperti itu, apalagi adikmu boy, dia masih kuliah dia itu masih terlalu polos, kau mau menodai otak polos adikmu hmm? "tanya Ayah Tama dan di jawab gelengan oleh Azam
"Aku tadi hanya menolongnya ketika dia terpeleset karna ada air menggenang di depan kamarku dan kamarnya yah, jika aku tidak menolongnya, dia akan jatuh ke lantai bawah, maka dari itu aku menariknya ke arah samping agar dia tak jatuh ke lantai bawah"jelas Azam yang memang benar adanya
"Tapi apa maksudmu, setelah ayang menjatuhkan piring aluminium, kau bahkan tak bergerak sama sekali bukannya melepaskan pelukanmu tapi kau mengeratkan pelukanmu, kau bahkan tak melepaskan pelukanmu itu saat Nataza berusaha lepas dari kau?"tanya Bunda Ayu
"Maaf Bund, Yah, aku tak sengaja saat itu, aku pikir suara petir yang menyambar, kalian tau aku paling takut dengan petir, dan aku mencoba menenangkan rasa takutku dengan memeluknya sebentar, dan tiba-tiba ayah menarik telingaku"jawab Azam dengan jujur sambil memanyunkan bibirnya karna merasa salah
"Lain kali jangan di luangi boy, kalian bukan suami istri, kalian belum terikat hubungan apapun, jika orang lain melihat akan menimbulkan fitnah dan masalah, jangan pernah kau memeluk seorang wanita yang bukan mahrammu,mengerti boy?"ucap ayah Tama
Pagi hari pun datang, hari ini Nataza berangkat sudah siap akan berangkat ke kantor, dia di masukkan bekerja di kantor keluarga Aditama sebagai sekertaris kedua Azam bersama dengan Brian. setelah selesai sarapan Nataza berpamitan kepada Ayah Bunda azam untuk pergi ke kantor, tapi suara Ayah tama membuat Nataza dan Azam terkejut sampai-sampai Azam tersedak makanannya sendiri
"Kenapa tidak berangkat bersama dengan Azam nak?"tanya Ayah Tama
Uhuk... Uhuk... Azam tersedak makanannya sendiri
__ADS_1
"kau tak apa boy?"tanya Ayah Tama di balas nggukan oleh Azam
"Tapi Yah..."ucap Nataza gugup dan yah pangilan Aza berubah pada Ayah Bunda Azam, menjadi Ayah dan Bunda sama seperti Azam dan Alika
"Tak apa nak, kalian kan satu kantor, searah, kenapa harus berpisah, berangkat bersama saja ya?"ucap Bunda Ayu
"Baik bund"Ucap Azam dan Nataza bersamaan
di perjalanan hanya da keheningan yang menyelimuti mobil itu, mereka sibuk dengan pikiran sendiri-sendiri
"Taun berhenti di depan taman saja, saya biar jalan kaki saja ke kantornya"ucap Nataza
"Kau yakin? "tanya Azam yang tak yakin dan Nataza hanya menganggukan kepalannya menjawab pertanyaan Azam
"Baiklah, berhati-hatilah, kau bru keluar daru rumah sakit" ucap Azam dan Nataza hanya tersenyum dan berlalu pergi
__ADS_1