Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Pernikahan Alika dan Irfan


__ADS_3

Istri gue kenapa jadi gini Gal?"tanya Azam pada Galih yang sudah berada di sampingnya dengan memegang bantal sofa


"Maafin gue bang, gue gak bisa jaga Nataza, karna keteledoran kita Kak Aza jadi kaya gini karna anak buah Kiara tiba-tiba masuk ke markas Papa dan menyuntikan sesuatu pada pundak Kak Aza dan orang itu udah di urus sama Brian, untung aja Kak Aza kuat dia pingsan di mobil saat sampai di parkiran.Sekali lagi maaf Bang"mendengar penjelasan Galih membuat Azam memejamkan matanya merasakan sakit di hatinya saat ini


"Aza gimana sekarang"tanya Azam


"Kak Aza kondisinya udah membaik kok Bang, tadi memang sempet drop karna aliran darahnya sempet berhenti karna cairan yang di suntikan ke tubuh Aza dan bikin Kak Aza kejang-kejang. Tapi dokter udah bisa atasi,hingga kak Aza udah selamat dia hanya masih tidur aja saat ini"jelas Brian membuat Azam mengangguk


Tak lama kemudian Nataza mulai menggerakkan jari tangannya, Azam yang merasakan pergerakan kecil. istrinya langsung meminta Galih panggilkan dokter dan dokter langsung memeriksa keadaanya,Setalah mengatakan kondisi Nataza membaik membuat yang lain bernafas lega meski perlu beristirahat total di rumah sakit untuk beberapa waktu


"Mas..?"panggil Nataza lirih menatap Azam yang tengah menatapnya sedih,sepertinya suaminya itu habis menangis


"Kamu gak papa kan sayang?"tanya Azam membuat Nataza menggelengkan kepalanya


"Aku gak papa mas,cuma sedikit pusing aja.Tapi nanti juga baikan kok"jawab Nataza


"Kamu habis dari mana sampe kamu kaya gini?"tanya Azam ingin mengetahui istrinha jujur atau tidak padanya

__ADS_1


"Maaf mas!!,aku pergi ke markas Om Ramos untuk membalas semua yang Kiara lakukan ke kamu. Entah kenapa setelah aku melihat kamu terluka aku menjadi sangat marah dan ingin menyakiti Kiara.Sebenarnya aku tak ingin melakukan itu, tapi... tapi aku gak bisa menahan amarah aku ketika kamu terluka. Ak-Aku gak bisa lihat kamu terbaring lemah dengan darah mengalir seperti kemarin, aku gak bisa, aku gak kuat mas, hati aku sakit. hiks.. "jelas Nataza hingga tangisnya pecah seketika dan Azam langsung msmeluknya erat


"Udah gak papa, aku ngerti kamu marah, aku ngerti kamu ingin membalaskan semuanya atas apa yang Kiara lakukan sama mas. Tapi mas gak suka kamu nekat kaya gitu sayang, kamu pergi tanpa sepengetahuan mas, tanpa seizin mas, dengan keadaan marah dan keadaan bercampur di hati kamu. Kamu gak mikirin mas yang cemas sama kamu?,kamu gak mikirin gimana paniknya mas saat tau kamu pergi ke markas Om Ramos untuk menemui Kiara.Mas takut sayang, mas khawatir sama kamu, mas gak mau kaya gini lagi, apa lagi sampe nekat. Mas gak mau Za"jelas Azam dalam pelukannya membuat Nataza semakin menangis


tanpa mereka tahu Bunda Ayu dan Ayah Tama menyaksikan kemesraan mereka berdua dan membuat Bunda Ayu menangis melihat betapa cintanya dan sayangnya Azam pada istrinya itu


"Semoga hubungan mereka tetap seperti ini ya yah?,tetap harmonis dan baik-baik saja,jangan ada lagi yang namanya pelakor apa lagi perusak rumah tangga anak kita"ucap Bunda Ayu di aminkan oleh Ayah Tama


3 hari mereka di rumah sakit akhirnya mereka bisa pulang ke rumah Ayah Tama,Opa Aditnya melarang mereka untuk kembali kerumah mereka dengan alasan kondisinya masih sangat rentan dan masih perlu istirahat, sebenarnya Opa Aditya ingin cucunya tinggal karna dia masih sangat rindu dan ingin berlama dengan cucunya, sejak menikah cucunya jarang ke rumah utama,hanya di waktu senggang saja mereka menginap di rumah utama


"Kalian istrirahat saja di kamar kamu Zam,sudah waktunya jam istirahat jadi kalian harus istirahat. Selamat malam nak"ucap Opa Aditya


mereka masuk ke kamar Azam yang ternyata masih sangat terawat, semuanya tetap sama meskipun sudah di tinggal oleh Azam hampir 2 minggu ini, hanya beberapa kali saja mereka menempati kamar itu


"Sayang, mas mandi dulu ya, kamu kalo mau tidur silahkan tidur aja dulu"ucap Azam dengan mengambil pakaiannya di lemari


"Iya mas, Aza mau tidur aja,badannya udah lemes banget"jawab Nataza dengan merebahkan diri di atas ranjang lalu memejamkan mata. membuat Azam menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Setalah mandi Azam keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya tertidur dengan nyeyaknya di bawah gulungan selimut yang tersingkap hingga batas pinggang. Lalu Azam membenarkan selimut itu hingga batas leher dan mengecup dahi istrinya


"Selamat malam sayang. Sweet dreams my love"ucap Azam dan. ikut memejamkan matanya


1 bulan sudah berlalu kini hari dimana Alika dan Irfan akan menikah dan melaksanakan ijab kabul dan janji suci di hadapan Allah SWT. Pernikahan yang di selenggarakan di hotel milik keluarga Aditama didekorasi dengan indah dan megah tentunya


Nataza yang sedari tadi menemani adik iparnya berias dan dia juga ikut di rias untuk mendampingi pengantin dari pihak perempuan, dia kagum dengan kecantikan adik iparnya ini, sungguh cantik, imut, manis dan juga lugu terlihat dari wajahnya tapi tidak dengan sifatnya yang bar-bar dan manja


"Siap sayang?"tanya Nataza pada Alika


"Ihh kak Aza aku dag dig dug tau gak, bismillah semoga lancar dan aku siap kak"jawab Alika


"Ya sudah ayok turun kamu udah sah jadi istrinya Irfan Bagus Cakrawala" ucap Nataza membuat Alika blushing


Alika turun ke bawah di temani oleh Bundanya,Nataza dan kedua sahabatnya Naumi dan Fatin,mereka memakai pakaian sewarna dan semotif sangat cantik semuanya hari ini


"Selamat ya Irfan, kamu udah sah jadi suami adik ipar kesayangan aku ini. Aku minta sama kamu jaga dia ya, sayangi dan cintai dia seperti kamu menyayangi dan mencintai Mamah kamu.Jika kamu sudah bosan dan tak suka lagi sama Alika, kembalikan dia kepada keluarganya,dan pulangkan dia kemari dengan cara yang baik serta hati yang ikhlas. Kakak hanya minta jangan pernah kamu sakiti adik ipar kakak, kalau sampai kakak tau kamu menyakitinya atau bahkan mengoreskan luka di hatinya, kamu akan berhadapan dengan kakak"tegas Nataza dengan menatap lembut Alika yang menangis dan memeluknya

__ADS_1


"Pasti kak, aku janji akan menjaga Alika dan mencintai dia sampai Allah memisahkan kita berdua dengan caranya sendiri"jawab Irfan membuat Azam memeluknya


"Ya udah yuk, sekarang kita foto keluarga besar dulu"ajak Bunda Ayu


__ADS_2