
Siang ini adalah rencana Azam dan Nataza melalukan fiting baju pernikahan mereka, Azam yang sedari tadi sudah pulang, dia baru bisa mandi karna Opa Aditya mencegahnya untuk meminta bantuan mencari dekorasi yang cocok di hotelnya 2 minggu lagi
"Udah selesai?"tanya Nataza yang keluar dari kamarnya mengambil Hpnya yang tertinggal dan pas sekali bertemu dengan Azam yang baru keluar dari kamar juga.
"Udah,kamu ngapain dari kamar, bukannya udah mandi?"tanyanya balik
"Enggak,aku cuma ambil Hp sama powerbank"jawab Nataza
"Ouh ya udah yok?"ucap Azam dengan menggandeng tangan Nataza dan di balas anggukan olehnya
Jalan hari ini tidak terlalu padat dan juga cuaca yanga mendukung, mereka pergi ke butik tanpa adanya halangan apapun, 10 menit di jalan, akhirnya mereka sampai juga di butik Juava, milik sahabat Bunda Ayu sejak SMA,mereka masuk kebutik tersebut dan di suguhkan dengan gaun yang sangat indah dan menarik perhatian, disana sudah ada seorang wanita tinggi,cantik dan anggun meski sedang hamil anak ke 4
"Tante Ava?"panggil Azam pada perempuan tersebut, ya perempuan itu Avariza Permadi,tante Ava membalikkan badannya terkejut melihat Azam di sana dan tepatnya dengan seorang gadis
"Ouhh ponakanku ya paling ganteng, gimana kabarnya?, dan ini kau membawa gadis baru setelah kejadian 5 tahun silam. Dan dia catik sekali. Siapa namanya?"tanya tante Ava tanpa berhenti
"Tante, bisakah tante bertanya satu-satu saja, aku bingung menjawabnya.Begini kabarku bik, dia calon istriku, namanya Nataza dan aku sudah melupakan kenangan 5 tahun silam jangan pernah ungkit itu lagi"jawab Azam dengan nada kesalnya berubah menjadi dingin
"Ahh maafkan tante boy, tante kelepasan tadi. Jadi kau kesini mau mencari gaun pernikahan untuk kalian berdua atau hanya untuknya saja?"tanta tante Ava sedikit takut dengan tatapan mata Azam yang dingin
"Hmm, untuk kita"jawab Azam singkat
"Baiklah ikuti aku"ajak tante Ava
mereka di bawa ke ruangan yang terdapat beberapa gaun adat, ada yang dari sunda ada yang dari jawa dll.
"Pilihlah, disini semua bahan yang berkualitas dan pastinya nyaman saat di gunakan.Aku akan kembali lagi nanti"ucap tante Ava pada mereka berdua dan meminta salah satu karyawannya untuk menemaninha
saat memilih gaun pengantin, pilahan Nataza jatuh pada pakaian adat sunda warna putih dan pilihan Azam jatuh pada pakaian adat sunda biru langit,sepertinya mereka berbeda pendapat sekarang
__ADS_1
"Zam ini bagus kan?"tanya Nataza
"Bagus kok, tapi ini juga bagus sayang"jawab Azam dengan memegang gaun warna biru langit
"Tapi yang ini juga bagus, lebih elegan"ucao Nataza membuat Azam memberengut kesal
"Ya sudah dua-duanya saja, kita pakai bergantian"ucap Azam final
"Gaun untuk acara udah kepilih, sekarang tinggal gaun resepsi. Mau yang mana?"tanya Azam pada Nataza yang tengah memilih
"Yang ini gimana?"tanya Nataza memilih gaun warna putih tanpa lengan dan sedikit kain tipis di bahunya
"Bagus, tapi terlalu terbuka sayang"jawab Azam
"Engga kok ini udah ke tutup, cuma yang kelihatan lengannya aja sih,yang ini mba"ucap Nataza dan memberikannya pada petugas di sana
"Okh sekarang kita cetak undangan pernikahan yah, kamu capek?"tanya Azam
Mereka masuk ke mobil sport milik Azam, dan pergi ke tempat cetak undangan dan 15 menit di perjelanan karna jarak yang sedikit jauh dan juga keadaan jalanan sedikit padat,mereka telah sampai di tempat dengan selamat, dan masuk ke dalam, disana sudah ada teman Azam yang sedang mencetak beberapa undangan
"Hoi bro, udah lama gak kesini lo, gimana kabar?"tanya David teman geng SMA Azam
"Baik, lo gimana?. makin rame aja ni usaha!"tanya Azam setelah melepas pelukannya
"Baik juga, btw ni cewek cantik juga. Boleh lah buat gue"goda David
"Mau mati sekarang apa dalam hitungan detik?"tanya Azam dengan bibir smirk nya membuat David tergelak dia sudah paham dengan sifat Azam yang posesif
"Ya elah lo, dari dulu gak pernah berubah, masih sama aja posesif"ucap David lalu duduk di bangkunya dan Azam hanya diam saja
__ADS_1
"Ini ada beberapa contoh undangan dan lo tinggal pilih yang mana?"ucap David
"Yang ini aja Zam?"pilihan Nataza jatuh pada warn biru tua
"Tapi hitam ini juga bagus"jawab Azam
"Waw gue gak nyangka pilihan kalian keren juga"ucap David kagum
"Jadi mau yang mana?"tanyanya lagi
"Dua-duanya aja"ucap mereka bersamaan membuat David menatap keduanya dengan tertawa
"Hahaha, kompak banget lo berdua"ucap David dengan tawanya
"Ini dua-duanya beneran?"tanya David
"Iya, kan yang biru bisa di sebar dan yang hitam khusus keluarga inti aja"jawab Nataza mendapat anggukan oleh David dan Azam
"Ok diel, mau buat berapa-berapa nih?"tanya David pada Azam
"Biru 250, hitam 40"jawab Azam singkat
"Ok beres, nah lo isi ini biar nanti gue cetak"ucap David memberikan data nama, tempat acara,dll
"Kapan selesainya karna acaranya 2 minggu lagi, jadi harus cepet"tanya Azam
__ADS_1
"Beres lah tenang aja lo, paling sampe hari selasa depan beres"ucap David dan di balas anggukan Azam
"Okh tanks Dav, kita pamit udah sore"ucap Azam dan memeluk temannya ini,lalu pergi dari tempat itu